Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Kematian Luisa


__ADS_3

Seisi ruangan terkejut bukan main, mereka tercengung mendengar penjelasan dari sang dokter. Terlebih lagi untuk Derryl serta Brisia, merekalah yang paling terperanjat kaget, rasanya detak jantung mereka akan terhenti di detik itu juga. Mereka tidak percaya bahwa Brisia takkan bisa lagi menghasilkan keturunan.


‘Apa? Aku mandul? Bagaimana ini? Padahal aku cuma berniat untuk menjebak Alina, tapi mengapa ujung-ujungnya malah menjadi seperti ini? Kenapa semua kesialan berbalik arah menimpa diriku? Bisa-bisa Kaisar mencari selir baru lagi untuk melahirkan pewaris,’ batin Brisia dilanda kepanikan luar biasa.


“Jadi, Brisia tidak bisa melahirkan anak lagi? Astaga, itu artinya dia tidak dapat memberikan pewaris untuk Charise. Cih, dasar tidak berguna!”


Gylda berdecak sebal, dia pun berlalu dari pandangan semua orang dan beranjak pergi ke luar kamar.


“Oh iya, jangan lupa beri hukuman paling berat untuk wanita ini. Bagaimanapun Brisia mandul gara-gara dia,” ujar Gylda kepada Derryl sambil menunjuk ke arah Xena kemudian langsung menghilang dari pandang mata mereka.


Xena ingin sekali menampar mulut Gylda, tapi dia menahan diri untuk tidak buang-buang tenaga meladeni wanita seperti Gylda. Xena berfokus kepada Brisia yang sedang menjalani aktingnya dengan baik, namun Xena takkan mudah tertipu oleh akting Brisia yang terlihat sangat kentara tersebut.


“Kau … ini semua karena wanita itu, Andaikan saja dia tidak meracuniku pasti anakku masih bisa selamat. Yang Mulia, tolong berikan keadilan untuk saya … saya mohon, Yang Mulia …”


Brisia menangis sejadi-jadinya di pelukan Derryl, suasana ruang kamar semakin keruh. Sekarang para pelayan menatap buruk Xena, bahkan para ksatria juga berlaku sama. Tergurat dari raut wajah Xena bahwa dia tidak mempedulikan soal bagaimana tatapan orang terhadap dirinya, yang jelas saat ini Xena hanya mengikuti alur akting dari Brisia.


“Kalian tahan Alina sekarang di penjara bawah tanah! Jangan lepaskan dia sampai dijatuhi hukuman nantinya!” perintah Derryl penuh emosi.


Langsung saja ksatria menarik Xena keluar dari kamar, meskipun harus mengorbankan rahimnya sendiri, tapi Brisia merasa bahwa dia berhasil menyingkirkan Xena.


‘Rasakan! Kau takkan bisa lolos dari kemantian sekarang!’ batin Brisia, lalu dia melihat Xena dengan tatapan penuh kemenangan. Brisia tersentak begitu Xena keluar dengan senyum seringai tanpa terlihat adanya ketakutan dari wajahnya.

__ADS_1


‘Apa baru saja dia tersenyum? Apa maksudnya itu?’


Berita mengenai Xena yang meracuni Brisia dan menyebabkan Brisia keguguran tersebar sangat cepat ke penjuru kekaisaran. Ramai orang yang mengutarakan hujatan mereka terhadap Xena, mereka mengecam kalau Xena adalah seorang wanita berhati iblis. Sedangkan Xander dan Xavier didera oleh kekhawatiran di mansionnya sebab mereka memikirkan nasib Xena di istana kini.


“Ayah, tidak bisakah kita membawa Ibu kabur sekarang?” tanya Xavier cemas.


Saat itu mereka sedang berada di lapangan latihan berpedang, namun berita tentang Xena membuat mereka menunda latihan mereka sejenak. Bagi mereka, mengetahui keadaan Xena lebih penting sekarang daripada latihan ini.


“Tenanglah, Ibumu pasti sedang merencanakan sesuatu, aku yakin itu.”


Di sela kekhawatiran mereka, Garvin berlarian mendatangi Xander dan membawa sepucuk surat yang datang dari istana. Garvin menyerahkan surat tersebut, rupanya surat itu dikirim oleh Xena untuk mereka. Xavier meminta sang Ayah untuk cepat membuka suratnya dan membaca apa yang tertulis di sana.


“Ini adalah bagian dari rencana, sebentar lagi aku akan mengakhiri peranku di istana. Jadi, aku mohon padamu bila mendengar desas-desus tentangku, sebaiknya kau berdiam diri saja di mansionmu.”


“Xavier, kita akan membunuh Marquess Andros malam ini. Dia adalah mata-mata dari Raja Barbarian, kita tidak bisa membiarkannya hidup lebih lama lagi,” tutur Xander.


“Baiklah, Ayah.”


Di sore harinya, belum selesai kegemparan berita mengenai Xena, sekarang datang lagi berita yang lebih menggemparkan. Berita tersebut yaitu Luisa – anak dari Marquess Andros ditemukan di dalam kamarnya dalam keadaan meninggal gantung diri, dan yang lebih mengejutkannya lagi, Luisa ditemukan pada kondisi hamil. Kehamilan Luisa terjadi begitu cepat akibat obat terlarang yang telah dikonsumsi oleh pelayan yang tidur bersamanya. Sebelum ini, Marquess Andros telah menghabisi nyawa pelayan itu menjelang timbulnya isu mencoreng nama baik keluarga.


Akan tetapi, usaha Marquess Andros tampaknya berakhir sia-sia sebab pelayan yang berada di mansion Xander malah menyebarkan berita mengenai Luisa yang tidur bersama seorang pelayan. Alhasil kini kematian Luisa menjadi buah bibir di kalangan bangsawan, tak ada di antara mereka yang tidak berbicara tentang kematian tersebut.

__ADS_1


“Marquess Andros, aku turut berduka cita atas kematian putrimu satu-satunya,” ucap Derryl mengunjungi kediaman Marquess Andros.


“Terima kasih atas kunjungan Anda, Yang Mulia,” balas Marquess Andros.


“Aku tahu Luisa adalah anak yang selama ini menemanimu dalam kesendirian, aku rasa kau juga memperlakukannya dengan baik. Aku yakin dia pasti tenang di alam sana, aku juga berharap kau bisa hidup baik seperti biasa karena kau merupakan orang terpercaya bagiku. Kau paham maksudku, Marquess?”


“Ya, saya paham, Yang Mulia. Kematian putri saya akan termakan oleh waktu, saya juga tidak melupakan kewajiban saya sebagai tangan kanan Anda. Jadi, saya pasti bisa bangkit lebih cepat dari keterpurukan ini.”


Derryl tersenyum miring sambil menepuk pundak Marquess Andros, ia berlalu pergi dari tempat Marquess Andros menuju peti mati Luisa untuk melihat keadaan mayat Luisa yang dipenuhi oleh bekas luka.


‘Tangan kanan? Kaisar bodoh itu sangat mempercayaiku, bagaimana pun Charise juga akan segera lenyap di tangan Raja Barbarian,’ batin Marquess Andros.


Sementara itu pada saat yang bersamaan, Xena ditetapkan sebagai tersangka utama yang meracuni Brisia sehingga kini dia ditahan di balik kurungan besi penjara. Xena sedari tadi belum mendengar kabar kematian Luisa sebab tidak ada orang yang memberitahunya. Selang beberapa menit, Gia menyelinap datang menemui Xena.


“Nona, saya sudah mengirimkan pesan kepada Duke Geraldo,” ujar Gia dengan suara pelan.


Xena pun berdiri lalu bangkit mendekati Gia karena ada hal lain yang perlu dia bicarakan dengan Gia.


“Kerja bagus. Apa ada berita lain lagi?” tanya Xena.


“Sebenarnya saya ingin melaporkan bahwa Luisa, putri dari Marquess Andros ditemukan meninggal gantung diri di kediamannya dalam kondisi hamil. Sekarang kekaisaran sedang dihebohkan oleh berita ini,” jelas Gia.

__ADS_1


Xena tampak tidak terkejut oleh beritanya, ia sudah menduga kalau Luisa akan mengakhiri hidupnya cepat atau lambat.


“Itu memang akhir yang bagus untuk dia, sekarang aku punya perintah lain lagi untukmu, Gia. Aku ingin kau mengintai Brisia, lihat siapa pria yang sering dia temui akhir-akhir ini di belakang Kaisar karena anak yang dikandung oleh Brisia sebelumnya bukanlah anak kandung dari Kaisar, melainkan anak dari pria lain.”


__ADS_2