Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Ular Raksasa


__ADS_3

Ketika Xena hendak melakukan serangan penghabisan, tiba-tiba permukaan tanah kembali bergetar dahsyat. Dari ujung tempatnya berdiri, permukaan tanah menunjukkan perubahan tak biasa. Akibat getaran yang kencang tersebut, tanah menjadi retak dan menciptakan patahan yang cukup besar. Xander pun segera menarik Xena menjauh dari retakan tanah, mereka berdua menyaksikan jalannya retakan itu dari udara.


Tidak sampai lima menit, getarannya pun berhenti bekerja, raut bingung dari muka Xena dan Liam tergurat jelas. Kemudian dari arah berlainan, Derryl datang membawa lebih banyak ksatria, dia terkejut menyaksikan seluruh makhluk sihir nyaris binasa akibat serangan Xena, Xander, serta Liam. Bahkan Derryl belum menunjukkan aksinya sedikit pun di hadapan Xena, lalu pandangannya tampak masam di saat Xena direngkuh oleh Xander sembari melayang di angkasa.


Xena menyadari kedatangan Derryl, dia berpikir bahwa kedatangan Derryl tidak ada gunanya sama sekali. Kini hanya tersisa beberapa makhluk sihir saja, kejengkelan Xena kian meledak begitu Derryl memberikan sorot mata tajam terhadap Xander. Entah atas alasan apa Derryl begitu resah melihat Xena terlalu dekat dengan Xander. Rasanya kala itu Derryl ingin menepuk kepala Xander yang berani menyentuh Xena yang dia kenali sebagai selirnya sendiri.


“Hei, Xander! Lekas turunkan Alina! Beraninya kau menyentuh selirku!” teriak Derryl dari bawah dan penuh aura kemurkaan.


Xander justru membalasnya dengan tatapan meledek, Xena adalah miliknya dan dia menolak untuk melepaskan Xena walau yang meminta ialah Kakaknya sendiri. Entah mengapa dia kesal jika Xena terus menerus berurusan dengan pria seperti Derryl, dia juga khawatir Derryl menaruh hati pada wanita yang dia cintai. Akan tetapi, melihat dari bagaimana cara Derryl menatapnya saat dia menyentuh Xena, maka dapat dipastikan bahwa kekhawatirannya memang benar adanya.


“Kenapa aku harus menurunkannya? Sedari tadi kau ke mana saja? Mengapa baru menampakkan diri di sini? Apa jangan-jangan kau takut?” pancing Xander.


Sekarang Xander memperlihatkan sifat aslinya kepada Derryl, tidak seperti sebelumnya dia berpura-pura baik di hadapan Derryl, namun kini Xander lebih mencuatkan sikap tidak sukanya terhadap Derryl.


“Kurang ajar! Apa kau sekarang sedang memancing kemarahanku? Atau jangan-jangan mengenai rumor kau menyukai Alina itu benar?!”


Sebenarnya, beberapa waktu belakangan ini muncul rumor tidak mengenakkan antara Xander dan Xena. Kemungkinan besar seseorang sengaja menyebar rumor tersebut demi menarik ledakan amarah Derryl. Tetapi, Xander terlihat menikmati rumor yang beredar itu, dia tidak peduli apapun yang orang katakan mengenai dirinya. Satu hal yang pasti, rumor Xander menyukai Xena ialah kebenarannya.

__ADS_1


“Aku tidak memancing kemarahanmu, tapi kau yang tidak muncul sejak tadi adalah suatu kesalahan yang tidak termaafkan. Bagaimana bisa kau mengirim ksatria dan penyihir kemari tanpa ada komando langsung darimu? Kau hampir membunuh rakyatmu sendiri akibat kecerobohanmu! Jadi, apa kau masih pantas disebut sebagai Kaisar?”


Xander memberi pembalasan menohok, Derryl dibuat terhening selama beberapa detik, ia tidak bisa menjawab perkataan Xander sebab apa yang diucapkan oleh Adiknya itu merupakan suatu fakta yang tak terelakkan.


“Sekarang kau memperlihatkan tatapan tidak sukamu padaku seusai berpura-pura selama ini? Ya, aku tak masalah kau menyukaiku atau tidak. Apa mungkin kau iri padaku yang menjadi Kaisar? Seharusnya takhta ini milikmu, tapi siapa sangka Ibumu yang bodoh itu mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Sungguh menyedihkan,” sarkas Derryl.


Xena melirik Xander yang naik pitam karena sarkasan Derryl yang berada di luar batas, ia baru mengetahui mengenai Ibu Xander yang bunuh diri.


‘Ibunya Xander bunuh diri? Maksudnya apa?’ pikir Xena, kemudian melayangkan sentakan kemarahan kepada Derryl.


Derryl lagi-lagi terdiam, Xena membuatnya mati kutu dan mematung di tempat, rasanya sekarang Xena berpihak penuh kepada Xander dan kenyataan itu tak dapat dia terima segenap hati.


“Alina! Apa kau memang ada hubungan khusus dengan Xander? Bisa-bisanya kau membela Xander di depanku.” Emosi Derryl memburu keluar, kemungkinan setelah ini kemarahannya akan memecah kedamaian di istana.


“Lalu salahnya di mana? Jika aku disuruh memilih antara kau dan Xander, maka sudah jelas aku akan memilih Xander. Dia jauh lebih baik darimu yang selama ini tidak pernah memperlakukanku dengan baik. Kau hanya peduli kepada Brisia, kau hanya peduli kepada Ibumu, tanpa kau sadari kau telah menyakiti berulang kali. Jadi, aku mohon jangan mengusikku selagi kau masih memperlakukanku buruk!”


“Kau dengar itu?” Xander tersenyum bangga sekaligus puas mendengar jawaban dari Xena, sesaat ia tersihir oleh panah cinta dari Xena.

__ADS_1


“Baj*ngan sialan! Jangan membuatku—”


Kalimat amarah Derryl terpotong oleh getaran yang dibarengi kemunculan seekor ular hitam raksasa. Ular tersebut berbeda dari ular pada umumnya, sisik ularnya terlihat terbuat dari besi nan tajam, lalu matanya berwarna putih, serta ujung ekornya dibalut api yang begitu panas. Namun, anehnya api itu tidak mati meski terkena genangan air yang berada di dekat sana.


“Ular apa itu? Dia tampak aneh dari ular pada umumnya,” ucap Liam.


“Itu adalah makhluk sihir yang jauh lebih kuat dibanding makhluk sebelumnya. Mungkin akan lebih kewalahan menghadapinya, tapi kita harus menyerangnya bersama-sama,” tutur Xander diangguki oleh Liam dan Xena.


“Haruskah kita mulai sekarang? Aku ingin membuat ular jelek itu menjadi santapan binatang buas!” ujar Xena.


Xena bersiap menyerang penuh ke arah ular itu, tapi sebelum sempat ia melancarkan serang, ekor ular raksasa itu merayap dan menyentak menuju Xena. Waktu itu Xander sigap menarik Xena menjauh dari si ular.


“Hati-hati, serangan ular itu bisa mematikan lawan dengan sekali sentakan,” ucap Xander.


Tidak lama, ular itu mengeluarkan bisa dari mulutnya, Liam bergerak cepat memasang perisai untuk melindungi orang-orang dari serangan bisa mematikan. Ketika bisa itu menyentuh tanah, tampak hawa panas keluar dari bisa tersebut hingga mampu melelehkan tanah yang tersentuh oleh bisa ular raksasanya.


Di sisi lain, Derryl merasa tidak mampu melawan ular raksasa itu, ia tak kuasa menahan ketakutan dirinya. Sejujurnya, Derryl tidak begitu berbakat dalam ilmu pedang ataupun sihir, ia berbanding terbalik dengan Xander yang serba bisa, sedangkan dia selama ini hanya mengandalkan ksatria untuk melindungi dirinya. Sebelum ia memutuskan untuk terjun kemari, perasaan ragu dan takut menguasai diri. Tetapi, dia tidak ingin rakyatnya memandang sebelah mata dirinya, serta tak mau juga dianggap lemah daripada Xander.

__ADS_1


__ADS_2