
Pada saat yang bersamaan di kediaman Marquess Andros, Luisa mengadakan pesta minum teh dan mengundang sejumlah Nona bangsawan. Beberapa hari ini dia stres memikirkan bagaimana caranya merayu Xander agar mau menerimanya kembali sebagai tunangannya. Kala itu Yuliana juga diundang olehnya ke pesta tersebut.
Lalu sekarang mereka tengah berbincang santai di halaman belakang kediaman Marquess Andros. Mereka membicarakan seputar masalah perempuan, entah itu masalah percintaan, tren terbaru, atau pun gosip terhangat. Meskipun Luisa mengadakan pesta minum teh ini untuk meredakan perasaan sedihnya, tapi tetap saja dia masih merasakan kesedihan di lubuk hati terdalamnya.
“Nona Andros, saya dengar Anda dicampakkan oleh Duke Geraldo, apakah itu benar?”
Seorang gadis bangsawan membuka suara untuk memastikan kabar tentang pembatalan pertunangan antara Luisa dan Xander. Ekspresi Luisa seketika berubah masam, padahal dia ingin melupakan masalah pertunangannya yang batal, tapi mereka malah sengaja mengulik kembali masalah tersebut. Luisa menatap dingin satu persatu gadis bangsawan yang berada di sana, namun lekas ia mengubah kembali ekspresinya.
“Saya tidak dicampakkan, melainkan kami berdua sama-sama memilih untuk membatalkan pertunangan ini. Bagaimana pun sebenarnya pertunangan ini dilakukan tanpa persetujuan dari kami berdua, makanya kami akhiri saja pertunangan yang tidak berguna ini,” dalih Luisa.
Kemudian para gadis bangsawan itu saling berbisik satu sama lain, mereka menganggap alasan yang dilontarkan oleh Luisa adalah sebuah kebohongan semata demi menutupi rasa malunya yang dicampakkan oleh Xander. Mereka juga tahu bahwa selama ini Luisa selalu mengejar-ngejar Xander, walau hasilnya tidak berhasil meluluhkan hati Xander.
“Benarkah itu? Bukankah selama ini Anda selalu mengejar Duke Geraldo? Semua orang juga tahu tentang itu. Anda tidak perlu malu, Nona Andros, kenyataan bahwa Anda memang dicampakkan itu benar, bukan?” ucap Yuliana memancing kemarahan Luisa.
Luisa pun melayangkan tatapan tajam ke arah Yuliana, dia tidak terima kalau Yuliana berkata seperti itu padanya. Selama ini Luisa kerap kali beradu mulut, setiap kali mereka dipertemukan pasti ujung-ujungnya akan bertengkar.
“Nona Alister, sebaiknya Anda tutup mulut saja, siapa pun tahu mengenai keluarga Duke Alister yang terancam bangkrut. Kakak Anda yang menjadi Permaisuri itu saya dengar tidak mau membantu keluarga Anda lagi dalam melunaskan hutang. Terima saja nasib keluarga Anda yang hampir bangkrut, sebentar lagi juga Anda akan hidup sebagai gelandangan,” sarkas Luisa.
__ADS_1
Yuliana merungut sebal oleh sarkasan Luisa, dia tidak diam begitu saja setelah dihina oleh Luisa. Dia sendiri juga tahu bahwa keluarganya akan mengalami kebangkrutan, selama ini dia menikmati uang keluarga Duke Alister tanpa
memikirkan kemungkinan terburuk seperti ini akan terjadi. Yuliana menggeram kesal, dia telah lama memendam kebencian kepada Luisa, sebab Luisa selalu menghalangi jalannya untuk bersinar lebih terang di pergaulan kelas atas.
“Jaga omongan Anda, Nona Andros! Keluarga Duke Alister tidak akan bangkrut. Apa Anda tidak melihat gaun saya? Ini adalah gaun yang paling mahal dan keluaran terbaru, saya baru saja membelinya. Permaisuri memberi saya banyak uang untuk dihambur-hamburkan,” pamer Yuliana sambil memutar-mutar gaunnya.
Gaun yang berwarna biru lembut itu memang terkesan mewah dengan motif bunga mawar, mereka yang melihatnya kala itu seketika terpana menyaksikan gaun milik Yuliana yang sangat indah. Masing-masing dari mereka percaya bahwa keluarga Duke Alister tidak akan bangkrut selagi ada Permaisuri. Yuliana nampak sombong, dia tanpa tahu malu mengambil uang yang dilemparkan oleh Xena padanya kemudian menukar uang tersebut menjadi beberapa gaun mewah.
Lalu Luisa mengendus aroma parfum yang sama dengan aroma parfum yang melekat di pakaian Xander sebelumnya. Luisa mencari-cari aroma itu, dan ternyata aroma parfumnya berasal dari Yuliana. Sontak Luisa mencengkram tangan Yuliana penuh amarah, dia kehilangan akal sehat mengingat bau parfum itu.
“Apa… apakah kau yang dimaksud oleh Duke Geraldo? Kau yang merebutnya dariku? Beraninya wanita rendahan seperti kau ini merebut Xander dariku!” serang Yuliana lalu mendorong kasar Yuliana hingga membuatnya terjatuh.
“Kau gila ya?! Kenapa kau tiba-tiba marah dan mendorongku?” Yuliana mendorong balik tubuh Luisa. Hingga pada akhirnya terjadilah pertengkran di antara mereka berdua, tak ada yang bisa menghentikan aksi jambak menjambaknya.
“Dasar kau perebut tunangan orang! Aku akan mengirimmu ke neraka!” Kemurkaan Luisa kian menjadi-jadi.
“Perebut apanya? Aku tidak pernah merebut Duke Geraldo darimu! Apa yang membuatmu menggila seperti ini? Apa kau gila karena dicampakkan oleh Duke Geraldo?” balas Yuliana tak kalah murka.
__ADS_1
“Jangan berpura-pura tidak tahu! Aku mencium aroma parfummu di pakaian Duke Geraldo. Kau sama saja seperti Ibumu, sama-sama jal*ng!”
Ketika mendengar Ibunya dihina oleh Luisa, Yuliana memperkuat cengkraman tangannya di rambut Luisa hingga menciptakan rasa sakit luar biasa di kepala Luisa. Akhirnya, Luisa melepaskan tangannya, Yuliana pun beraksi dan mendorong tubuh Luisa ke tanah.
“Parfum? Asal kau tahu ya, aku mendapatkan parfum ini dari Permaisuri! Kalau kau mau protes, protes saja kepada Permaisuri! Kau benar-benar membuatku muak!”
Luisa tercengang tatkala Yuliana menjelaskan tentang dari mana ia mendapatkan parfum tersebut. Sebenarnya tanpa sepengetahuan Xena, Yuliana mengambil satu botol kecil parfum miliknya saat menggeledah kamar Xena kala itu. Dia berpikir aromanya sangat manis dan menarik, jadi dia mengambil parfum tersebut tanpa meminta izin pada Xena.
Di saat yang bersamaan, seorang ksatria dari kediaman Duke Alister menghampiri Yuliana.
“Maaf, Nona, sebaiknya Anda pulang sekarang karena Duke dan Duchess sedang terluka dan sekarang keadaan mereka sedang kritis,” ujar ksatria itu.
Yuliana tak bisa berkata-kata, dia bergegas pergi meninggalkan kediaman Marquess Andros untuk melihat keadaan kedua orang tuanya. Sesampainya di mansion, alangkah kagetnya Yuliana mendapati kondisi mansion yang rusak parah, bahkan barang-barangnya banyak yang rusak karena dihempaskan oleh Xena dari lantai atas ke lantai bawah.
Namun, Yuliana tidak terlalu memikirkan itu, dia berlari ke kamar orang tuanya untuk melihat langsung kondisi mereka berdua. Yuliana mematung di ambang pintu, Adolph dan Merry nyaris mati karena ulah Xena. Di sana hanya ada beberapa orang pelayan dan dua orang dokter yang menangani masalah ini.
“Kenapa Ayah dan Ibu bisa sampai seperti ini?” Yuliana mendekati ranjang tempat orang tuanya sedang terbaring lemah tak sadarkan diri.
__ADS_1
“Maaf, Nona, ini karena Permaisuri yang mendorong Duke dan Duchess sampai terjatuh. Permaisuri juga membunuh sejumlah pelayan serta tiga orang koki di dapur, beliau mengamuk lalu menghancurkan benda-benda berharga di kamar,” jelas seorang pelayan.