Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Perseteruan dengan Luisa


__ADS_3

Xena mempersilakan Luisa untuk masuk ke ruang tamu, ia tahu bahwa Luisa merupakan mantan tunangannya Xander. Entah mengapa Xena tidak menyukai gadis yang duduk di hadapannya kini, rasanya sangat tidak nyaman bila harus berlama-lama bertemu Luisa. Akan tetapi, Xena berupaya untuk mengalihkan ketidaksukaannya terhadap Luisa demi mendengarkan apa maksud dia berkunjung ke istana.


Para pelayan menyuguhkan teh serta kudapan untuk menemani pembicaraan di antara keduanya. Xena melirik sekali lagi ke arah Luisa, saat itu tercermin jelas kalau Luisa juga tidak menyukai Xena. Meski begitu, Xena tidak mau memulai pertengkaran lebih dulu, dia memilih untuk menunggu Luisa yang memancing kemarahannya. Ditambah lagi Xena sekarang tengah berperan sebagai Alina dan bukan sebagai dirinya sendiri.


“Yang Mulia, parfum Anda aromanya manis sekali,” sanjung Luisa, dia bermaksud menyindir Xena.


“Oh, benarkah? Ini adalah parfum yang diracik khusus untukku. Jadi, tidak ada orang yang menjualnya di mana pun,” jawab Xena dengan santai.


Dari jawaban Xena, Luisa dapat menyimpulkan bahwa wanita yang dimaksud oleh Xander ialah Xena. Parfum yang digunakan Xena memang tidak akan ditemukan di mana pun, sebab yang meracik parfum Xena adalah Klaus dan tidak diperjualbelikan.


“Begitu rupanya. Lalu bagaimana hubungan Anda dengan Kaisar? Apakah berjalan lancar atau Anda masih diabaikan seperti biasa?”


Xena tersenyum tipis, sebelum menjawab, ia meneguk dulu tehnya untuk menjaga kewarasan otak sesaat. Luisa sengaja ingin menyerangnya dengan mengajukan pertanyaan yang bersifat menyindir secara halus.


“Seperti biasa, aku tidak terlalu mempedulikannya. Kaisar terlalu menyayangi selirnya dan melupakan aku yang merupakan Permaisuri.”


Xena menjawab seperti biasa, nada suara yang datar, ekspresi senyum yang dibuat-buat, serta ketenangan yang seakan membawa ombak untuk menyapu Luisa ke tengah lautan amarah.


“Nona Andros, bagaimana dengan pertunanganmu? Oh astaga, aku hampir melupakannya kalau pertunanganmu telah dibatalkan secara sepihak oleh Duke Geraldo. Benar, bukan?”


Kini giliran Xena yang menyerang Luisa, dia tidak tahan harus berurusan dengan wanita karena dia tidak bisa menghajar wanita sampai mati. Dan lagi Luisa tampak lebih lemah fisiknya dibanding Brisia. Mendengar perkataan Xena, Luisa menahan kegeraman luar biasa, dia melihat Xena sebagai wanita ular dan berbisa.

__ADS_1


“Benar, Duke Geraldo membatalkan pertunangannya dengan alasan beliau telah memiliki wanita yang dicintainya. Pada hari itu, saya tidak sengaja mencium aroma parfum wanita dari pakaian beliau dan aromanya persis dengan aroma parfum Anda, Yang Mulia. Apa mungkin wanita yang dimaksud oleh Duke Geraldo adalah Anda?”


Luisa langsung menembak Xena menggunakan maksud sebenarnya dia datang mengunjungi Xena ke istana. Xena masih tetap tenang, dia menahan diri untuk tidak marah dan meledak di hadapan Luisa. Semakin dia mendengar suara Luisa, semakin dia melihat wajahnya, semakin besar rasa tidak suka Xena pada Luisa. Secara tidak langsung, Xena menaruh cemburu pada Luisa yang merupakan mantan tunangan Xander.


“Mengapa tidak tanyakan saja pada Xander? Kenapa tanya padaku?” balas Xena ketus.


“Xander? Sejak kapan Anda saling memanggil nama depan dengan Duke Geraldo? Sejak kapan Anda akrab dengan beliau? Saya yang tunangannya saja dulu tidak pernah diizinkan memanggil nama depannya. Lalu mengapa Anda diperbolehkan oleh beliau?”


Nada bicara Luisa meninggi, dia tidak terima sama sekali Xena memanggil Xander dengan nama depan. Terbesit di benak Xena ingin memukul Luisa kala itu juga, namun dia masih mengelus dada untuk bersabar.


“Sejak beberapa waktu lalu ketika Xander tiba di ibu kota, mungkin aku memang spesial untuk Xander. Namun, saya sekali Nona yang merupakan tunangannya diperlakukan secara dingin, perlakuan Xander justru berbanding terbalik padaku. Dia hangat, selalu tersenyum, yang lebih pentingnya dia sering membelikan cake cokelat kesukaanku. Dia pria yang romantis, bahkan jauh romantis dibanding Kakaknya sendiri.”


Luisa terbakar api cemburu, Xena sengaja memanas-manasi Luisa, dia ingin Luisa pergi sekarang juga dari hadapannya.


“Pfftt hahaha.” Xena tertawa kencang, ekspresi wajah Luisa terlihat sangat lucu di matanya, “Aku tidak takut, itu salahnya sendiri yang mengabaikanku. Jika dia memintaku turun dari posisi Permaisuri, tidak masalah. Aku masih bisa menjadi Duchess di kediaman Duke Geraldo,” ucap Xena.


Darah Luisa dibuat mendidih oleh Xena, setiap gertakan dan ancamannya terlihat remeh di mata Xena. Sebenarnya, Xena sudah mulai jenuh di istana ini, tidak ada yang bisa dilakukannya selain berdebat sepanjang waktu dengan Derryl.


“KURANG AJAR!” sergah Luisa disertai emosi menggebu-gebu, “Xander itu milikku! Lalu kau seenaknya mengatakan kalau kau akan menjadi Duchess Geraldo. Aku akan mengadukan semua yang kau katakan ini kepada Kaisar biar kau dihukum mati oleh beliau. Bila kau mati, maka aku bisa merebut kembali Xander darimu!”


“Akhirnya sifat aslimu keluar juga, tadi aku sempat bosan menghadapimu yang penuh pura-pura. Bagaimana ya? Sepertinya Xander terlalu menempel denganku, dia selalu mencium dan memelukku ketika kita bertemu. Setiap waktu dia diam-diam menemuiku, lalu tak lupa dia membawakan cake cokelat untukku. Intinya dia sangat mencintaiku dan kau tidak akan pernah punya ruang di hatinya.”

__ADS_1


Byuurrr


Luisa menyiram wajah Xena dengan secangkir teh, dia tidak dapat membendung rasa kesalnya kepada Xena yang sejak tadi sengaja memanas-manasi hatinya.


“Dasar wanita murahan! Aku pastikan Kaisar mengetahui tentang sifatmu yang suka menggoda tunangan orang lain. Akan aku buat kau bersujud di bawah kakiku dan aku yang menjadi Duchess Geraldo. Wanita tidak berguna yang menjadi Permaisuri karena wasiat dari Kaisar terdahulu, tidak pantas untuk bersanding dengan Xander,” hina Luisa.


PLAKKK


Xena akhirnya terpancing, dia menampar pipi Luisa dengan kuat hingga menciptakan bekas merah di pipi kiri Luisa. Seketika Luisa terdiam menerima tamparan tersebut, sudut bibirnya pun mengeluarkan darah segar.


“Jangan coba-coba ambil Xander dariku, dia milikku dan bukan milikmu. Jika kau bersikeras menggodanya, maka aku pastikan kau beserta keluargamu lenyap dalam semalam di tanganku. Sebaiknya jaga tingkahmu di depanku karena aku bukanlah orang yang pemaaf,” tekan Xena memberi peringatan Luisa untuk bersikap baik.


“Sialan! Aku akan membalaskan tamparan ini padamu.”


Luisa mengangkat tinggi-tinggi tangannya, namun belum sempat tangan Luisa menyentuh pipi Xena, pergerakan tangannya sudah lebih dulu dihentikan Xena.


“Beraninya kau melayangkan tanganmu padaku, apa kau mau tanganmu ini aku buat menghilang?” gertak Xena.


“Arrghhh sakit! Lepaskan tanganku, jal*ng!” erang Luisa.


Xena memelintir tangan Luisa, sedikit lagi dia menambah kekuatan, maka sudah pasti tangan Luisa patah dibuat olehnya.

__ADS_1


“Aku perlu memberitahumu satu hal, sebenarnya aku bukanlah Permaisuri.”


__ADS_2