
“Raja Barbarian adalah Ayah kandungku? Apa maksudnya?”
Xena membeku di tempat, dia bahkan tidak mampu bernapas dengan benar sekarang, rasanya dirinya baru saja dilempar oleh bom yang menyebabkan ledakan dahsyat. Ujung jari Xena mendingin, bagaimana cara dia merespon kenyataan yang baru saja diungkapkan oleh Kakeknya? Mendadak Xena didera sakit kepala, dia terus mengoceh menjatuhkan Raja Barbarian dan ternyata kini kebenaran muncul di hadapannya.
“Xena, dengarkan aku, ada cerita yang perlu kau ketahui tentang hubungan Ibumu dan Ayah kandungmu.”
Udara sekitar menjadi lebih berat, Eddie dan Thomas menatap serius Xena, mereka telah menyimpan rahasia ini selama bertahun-tahun. Kemudian mereka ingin membongkar seluruh masa lalu Ibu Xena dengan Raja Barbarian.
“Ini adalah kisah 22 tahun silam, sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu karena aku juga menjadi alasan mengapa semua ini terjadi. Terdapat sebuah ikatan khusus antara Kaisar Charise dan keluarga kita, kemudian keluarga kekaisaran meminta agar Ibumu menikahi salah Putra Mahkota alias Kaisar sebelumnya. Tetapi, Ibumu menolak menjadi Permaisuri, hal itu membuatku sangat marah hingga aku melontarkan kata-kata kasar dan mengusir Ibumu dari rumah.
Ibumu merasa terluka atas perkataanku lalu dia pergi dari rumah, aku sudah mencarinya ke mana-mana, tapi aku tidak berhasil menemukannya. Hingga dua tahun kemudian, Ibumu pulang dalam keadaan hamil besar serta dengan tubuh yang penuh dengan luka seolah dia berlari sepanjang hari dan dilukai oleh seseorang.”
Eddie menjeda sejenak ceritanya, kepalanya pusing ketika mengingat apa yang terjadi kepada Ibu Xena dulunya.
“Lalu apa lagi yang terjadi?” tanya Xena.
“Ayah, jangan paksakan dirimu, biar aku saja yang menceritakan sisanya kepada Xena.” Thomas melarang Eddie untuk berbicara lagi karena tampaknya sesak napas Eddie kambuh lagi jika berbincang perihal Ibu Xena.
“Tapi—”
“Kakek, tidak apa-apa, biar Paman saja yang menceritakan padaku.”
__ADS_1
Akhirnya Eddie terpaksa menyerahkan sisa ceritanya kepada Thomas, ia pun menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.
“Selama dua tahun Ibumu menghilang ternyata dia ditemukan oleh Raja Barbarian, mereka saling jatuh cinta saat pertemuan pertama itu. Tetapi, Ibumu berkata bahwa dia menemukan rahasia besar Raja Barbarian yaitu dia ingin menjadikanmu tumbal serta pengantin untuk Raja Setan. Sebelum kau lahir Ayah kandungmu sudah memiliki rencana untuk memberikanmu sebagai pengantin dari Raja Setan demi memperoleh kekuatan lebih.
Namun, Ibumu menolak memberikanmu lalu dia kabur membawamu dan Alina yang masih berada dalam kandungan. Ibumu dikejar-kejar oleh pasukan Raja Barbarian, untungnya Ibumu berhasil meloloskan diri dari kejarannya. Awalnya kami tidak percaya dengan cerita Ibumu, tapi setelah melihat kekuatanmu yang bisa mengendalikan racun kami jadi yakin bahwa kau adalah anak dari Raja Barbarian yang terkenal oleh pengendalian racunnya.”
Dari cerita yang dipaparkan Eddie dan Thomas, Xena kini paham maksud dari diary milik Ibunya yang dia temukan beberapa waktu lalu. Xena menghembuskan napas berat, ia berpikir bahwa masalah ini semakin rumit karena ia harus berurusan dengan Ayah kandungnya. Xena tidak terlalu peduli terhadap Raja Barbarian, tapi dia tidak bisa menerima Ibunya telah dimanfaatkan oleh lelaki tak beradab itu.
“Jika begitu ceritanya maka aku harus membunuhnya, tidak peduli dia Ayahku atau bukan, tapi dia sudah menyakiti Ibu,” geram Xena.
Eddie dan Thomas saling bertatap pandang, Xena benar-benar tidak terlihat sedih setelah mengetahui siapa Ayahnya. Xena tak gentar menghadapi musuhnya, sekali pun itu Ayahnya sendiri.
Eddie mengajukan pertanyaan demikian sebab sejak tadi dia penasaran dengan identitas Xavier, rambut pirangnya tampak mencolok dan juga mata berwarna violet seperti mata Xander. Xena benar-benar melupakan sesuatu yang penting, dia lupa mengubah warna rambut Xavier menjelang berangkat ke tempat ini.
‘Sial! Bagaimana aku bisa melupakan hal terpenting mengenai rambut Xavier? Padahal sudah jelas rambutnya begitu mencolok, tapi bisa-bisanya aku lupa,’ gumam Xena dalam hati.
Xena mencari-cari alasan untuk menyembunyikan identitas Xavier supaya keluarganya tidak mengetahuinya. Xena sungguh bingung alasan apa yang mesti dia berikan agar keluarganya percaya dengan perkataannya.
“Eumm … i-itu, sebenarnya itu … sihir! Ya, itu adalah sihir,” dalih Xena gelagapan seraya tertawa kikuk.
Kebohongan Xena terlalu mudah untuk dibaca, bahkan Eddie dan Thomas pun tahu bahwa Xena tengah berbohong kepada mereka. Keduanya mengarahkan pandangan datar terhadap Xena, melihat ekspresi mereka Xena langsung paham kalau mereka tidak mempercayainya.
__ADS_1
“Baiklah, kau tidak perlu menjelaskannya,” kata Eddie memutuskan untuk tidak membuat Xena kesulitan mencari alasan lain.
Selepas itu, Xena membicarakan berbagai masalah lainnya bersama Eddie dan Thomas, masa pengasingan mereka berdua sudah hampir berakhir. Sebentar lagi mereka akan meninggalkan tempat ini lalu pindah ke ibu kota. Kediaman Duke Alister yang habis terbakar kini sudah selesai dibangun ulang oleh para penyihir. Xena bisa tenang sebab dengan adanya mereka, dia tak perlu mengkhawatirkan nasib keluarga Duke Alister.
Xena memutuskan untuk pulang sebelum malam menjelang, Eddie dan Thomas menyuruh Xena menginap, tapi dia menolak karena ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebab pasukan revolusioner akan beraksi tiga hari lagi. Xena juga berpesan kepada Eddie, bila ingin kembali ke ibu kota, maka dia harus kembali seusai penyerangan berakhir.
“Xavier, bisakah kita berbicara sebentar?” tanya Eddie.
Xavier pun menghampiri Eddie dan Thomas, sontak Eddie memeluk Xavier begitu erat.
“M-maaf, kenapa Anda—”
“Senang rasanya aku bisa melihat cucuku melahirkan putra setampan dirimu, setidaknya sebelum aku mati aku telah memastikan bahwa Xena menikah dengan pria yang tepat,” tutur Eddie.
Xavier terdiam, matanya berkaca-kaca, dia belum pernah sekali pun bertemu dengan Eddie maupun Thomas karena di kehidupan sebelumnya mereka berdua meninggal akibat serangan dari Raja Setan. Serangan pertama terjadi pada hari di mana setelah Xena dan Xavier bertunangan, itulah hari bermulanya Xena selalu berada dalam kondisi ingatan yang acak-acakkan. Terkadang Xena menganggap dirinya sebagai Ratu Setan dan terkadang dia mengingat Xander sebagai suaminya.
“Bagaimana Anda berdua bisa mengetahuinya?” tanya Xavier dengan air mata tertahan.
“Naluri keluarga tidak pernah salah, melihat dari rambut dan matamu saja kami bisa tahu siapa dirimu. Kau apakah datang dari masa depan? Ini adalah kekuatan dewi karena kau berhasil melintas waktu ke garis di mana Ayah dan Ibumu masih muda,” ucap Thomas.
“Nikmati waktumu bersama kedua orang tuamu, aku tidak tahu apa yang kau alami di masa depan, tapi kau harus bahagia. Terima kasih telah hadir menjadi saksi cinta Xena dan Xander.”
__ADS_1