Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Tuduhan


__ADS_3

Xander lekas keluar ketika suara teriakan kemarahan Derryl bergaung ke setiap sudut mansion, ia berlagak tidak tahu apa-apa tentang Xena yang berada di mansionnya kala itu. Menyaksikan kemurkaan Derryl menjadi sebuah kebiasaan baginya di masa lalu, dia merasa bosan untuk berhadapan dengan Derryl yang jelas bukan tandingannya. Sementara itu, saat ini Xena sedang pura-pura tidur di kamar, suasana hatinya bagus seusai menerima racun yang cukup bagus untuk senjatanya.


“Ada apa, Kak? Kenapa kau malah berteriak di mansionku?” tanya Xander sembari menapaki anak tangga.


Muka Derryl merah padam akibat menahan marah, sepanjang jalan menuju kediaman Xander, dia tidak berhenti menggerutu kesal karena berprasangka bahwa Xander yang menculik Xena tanpa mengetahui bagaimana kebenaran di balik menghilangnya Xena. Jauh di lubuk hati Derryl, dia tidak pernah menyukai Xander sedari dulu, sebab Kaisar terdahulu sering membanggakan Xander sebagai putra yang berbakat.


Akan tetapi, Xander menolak untuk menjadi Kaisar, itulah mengapa Derryl yang memilih naik ke takhta selanjutnya. Padahal Ayah mereka lebih mendukung Xander yang jelas melebihi Derryl dari segi apa pun. Namun, Xander tidak menyukai kehidupan politik istana, ia lebih menyukai kebebasan dalam bertindak tanpa terikat oleh yang namanya kekuasaan memimpin kekaisaran.


“Jangan berpura-pura lagi, sialan! Kau membawa Alina kemari, bukan? Apa maksudmu menculik istri kakakmu sendiri?!” Derryl menuding dan memarahi Xander sambil menunjuk-nunjuk wajah Xander.


Respon Xander hanya tersenyum miring, memikirkan ia memiliki Kakak yang berotak dangkal seperti Derryl ini membuatnya sakit kepala. Derryl datang hanya berdasarkan prasangka buruk semata, tersisip di hatinya pikiran buruk bahwa Xander mempunyai niat untuk merebut posisi Kaisar darinya. Inilah alasan kenapa Derryl menuding Xander tanpa berpikir panjang atau mencoba berpikir positif terlebih dahulu.


“Menculik? Semalam Permaisuri berada dalam bahaya dan hampir diculik oleh orang mencurigakan, apa Kakak tahu itu? Aku membawa Permaisuri kemari karena beliau tidak sadarkan diri ditambah lokasi penculikannya tidak jauh dari mansionku. Mengapa tidak bertanya lebih dulu baru kau menudingku? Jika bukan karena aku mungkin Permaisuri benar-benar hilang diculik orang,” jawab Xander berbohong kepada Derryl.


Derryl seketika merapatkan mulut, ia ingin menolak percaya tapi tak mungkin Xander berbohong dengan ekspresi meyakinkan seperti itu. Derryl menurunkan tangannya, mimik marahnya tak lagi tampak dari garis-garis wajahnya. Perlahan ia terlihat terkejut mendengar insiden penculikan, beberapa waktu lalu ketika Alina menghilang dia tak secemas ini.


“Lalu di mana Alina sekarang? Apa dia terluka? Bagaimana dengan penculiknya? Apa mereka berhasil ditangkap?” tanya Derryl secara beruntun, dia bertanya seolah tidak merasa bersalah karena telah menuduh Xander tadi.

__ADS_1


Xander memutar bola mata malas, mau tidak mau dia harus mempertemukan Derryl dengan Xena. Walau hatinya tidak rela menyaksikan Xena bersama pria lain, tapi dia harus melakukannya sebab Xena masih menyamar sebagai Alina.


“Ikuti aku, aku akan membawamu ke kamar tempat Permaisuri istirahat,” ucap Xander menyuruh Derryl untuk mengekorinya.


Derryl menyuruh ksatria untuk tidak mengikutinya, ia pun melangkah mengikuti ke mana Xander akan membawanya. Di tempat lain di ruang yang sama, Garvin keringat dingin melihat Derryl tiba-tiba datang membawa kemurkaannya ke mansion, Untungnya Xander datang lebih cepat untuk menghadapi Derryl, sehingga kini Garvin dapat bernapas dengan lega.


‘Syukurlah, aku tidak jadi sasaran kemarahan Kaisar, bisa-bisanya dia datang tanpa pemberitahuan dan menuding Duke melakukan penculikan. Bukannya waktu itu dia tidak peduli Permaisuri menghilang? Aneh sekali memang Kaisar di negeri ini,’ batin Garvin.


Sesampainya di kamar, Xena masih tetap berpura-pura tertidur, meskipun sesungguhnya yang dia rasakan saat ini adalah kejengkelan mendalam terhadap Derryl. Xander juga berpikir demikian, jika bukan demi tidak menggagalkan rencana Xena, mungkin saat itu kepala Derryl sudah menggelinding ke permukaan tanah.


Derryl kehilangan kata-katanya, dia lihat wajah Xena yang sangat cantik ketika tertidur, sesaat pikirannya mulai kehilangan kendali hingga dia berniat untuk menyentuh lalu mendekap tubuh wanita yang telah ia abaikan selama ini. Namun, sebelum sempat Derryl menjatuhkan pelukan, Xena terbangun lebih dulu.


“Apa kau berpikir ingin menyentuhku?” Xena segera bangkit dari posisi tidurnya, “BERANINYA KAU MENUDUH XANDER TELAH MENCULIKKU! DAN LAGI KAU TIDAK MEMINTA MAAF PADANYA,” teriak Xena emosi.


Xander tercengang sebab Xena memarahi Derryl yang telah menuduh dirinya, bahkan Derryl juga ikut tercengang karena mendengar Xena yang memanggil nama Xander dengan nama depan, ditambah mereka berdua tampak akrab.


“Kau baru saja memanggil Xander dengan nama depannya? Apa kalian berdua dekat tanpa sepengetahuanku? Padahal kalian baru saja bertemu, tapi bisa-bisanya seorang Permaisuri dekat dengan pria selain Kaisar,” ujar Derryl terbawa suasana kesal.

__ADS_1


“Apa kau baru saja mengalihkan pembicaraan? Aku berbicara soal kesalahan yang baru kau perbuat! Kalau semalam Xander tidak menyelamatkanku, aku pasti sudah mati sekarang. Lalu tingkahmu terlihat aneh, mengapa kau tiba-tiba peduli padaku? Waktu itu aku hilang selama beberapa hari tapi kau tidak secemas ini. Kau tahu? Hari itu aku dikejar-kejar pembunuh sampai terjatuh ke dalam jurang, ketika istanaku hancur kau juga menamparku.”


“Sudah jelas kau melihat selirmu yang salah, tapi malah aku yang kena imbas, permintaan maaf dari mulutmu juga tidak pernah aku dengar. Jangan kau pikir karena kau seorang Kaisar kau bisa seenaknya denganku, aku sangat membenci pria sepertimu yang tidak mau mengakui kesalahan dan tidak berani meminta maaf. Dasar kau pengecut!”


Xena memarahi Derryl habis-habisan, Xander sebagai penonton sangat puas melihat Kakak satu-satunya tak dapat berkutik di hadapan Xena. Bayangan masa lalu kembali diingat oleh Xander, saat mereka sudah menikah pun Xena masih sering memarahinya hanya karena masalah sepele, misalnya kebiasaan dirinya yang meletakkan barang sembarangan.


“Alina, aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja dulu aku belum menyadari pentingnya dirimu untukku. Namun, sekarang berbeda, aku akan melakukan apa saja untuk melindungimu, jadi aku mohon—”


“Aku tidak butuh itu, karena kau tidak mengerahkan bantuan untuk mencariku saat itu, aku jadi kehilangan anakku. Pasti kau tidak tahu, kan? Aku hamil tiga bulan, tapi karena dirimu aku jadi keguguran ketika aku terjatuh ke jurang!”


Xena mengarang cerita, ia memutar setengah ceritanya untuk menciptakan sandiwara sempurna di depan mata Derryl. Xander tidak tahu lagi harus menahan tawa seperti apa, nyaris saja ia kelepasan di hadapan Derryl.


‘Maafkan aku, Alina, sepertinya aku akan berbohong dulu sementara waktu,’ batin Xena.


Derryl seolah sedang dihantam oleh besi kuat, kenyataan tentang Permaisurinya yang hamil sama sekali tidak dia ketahui. Rasa sesak di dada menghampirinya perlahan, seharusnya ini sudah waktunya untuk Derryl punya seorang anak, tapi secara tidak langsung ia membunuh anak itu.


“Kenapa kau tidak memberitahunya padaku?”

__ADS_1


__ADS_2