
Waktu bergulir berganti pagi, mendadak suasana kota terdengar sangat ramai, hiruk pikuk dunia pagi ini tampak berbeda dari biasanya. Beberapa orang bangsawan mendapat teror bunga higanbana tadi malam, ternyata Carian berhasil melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Semua orang tahu, apabila seseorang telah mendapatkan bunga higanbana, itu artinya hidupnya tidak akan lama lagi. Hal itulah yang membuat ribut pusat kota, bahkan kabar angin ini dengan cepat menyebar ke istana kekaisaran.
Derryl kewalahan menghadapi keluhan dari para bangsawan yang meminta perlindungan, ketakutan mereka akan teror pembunuhan ini membuat mereka tidak bisa memicingkan mata. Mereka dituntut untuk tidak lengah, sebab pembunuh yang mengincar nyawa mereka kini tengah berkeliaran di sekitar mereka. Carian bersama para bawahannya tidak mengalihkan pandangan mereka dari target, saat ini mereka bersembunyi di tempat yang tak bisa dijangkau oleh orang lain.
“Yang Mulia, tolong lindungi kami. Kelompok pembunuh higanbana mengincar kepala kami, tidak tahu alasannya apa tapi kami sungguh tidak pernah membuat masalah apa pun.”
“Saya mohon, kirim perlindungan yang lebih kuat untuk kami, Yang Mulia. Anda juga tahu mengenai rumor tentang pembunuh kejam ini, mereka tak segan-segan menguliti targetnya hidup-hidup. Saya masih ingin hidup, tolong, Yang Mulia.”
Para bangsawan memohon teramat sangat seraya membungkuk dalam-dalam di hadapan Derryl yang sedang duduk di singgasana bersama Brisia. Sekujur badannya masih sakit akibat tendangan Xena semalam, lalu sekarang kepalanya mulai berdenyut akibat masalah baru yang datang. Derryl mewaspadai kelompok pembunuh higanbana, kekaisaran lain juga mewaspadainya karena desas-desus yang beredar selama ini bahwa pembunuh higanbana sebenarnya dianggotai oleh iblis yang berwujud manusia. Mereka tidak punya hati, tidak mau mendengar kata ampun atau maaf, dan mereka akan menyiksa targetnya sebelum dibunuh.
“Astaga, kenapa masalah yang menimpaku akhir-akhir ini bertambah rumit? Ya sudah, aku akan meminta ksatria terbaik kekaisaran untuk menjaga dan melindungi kalian nanti, jangan khawatirkan itu, tak akan ada pembunuh yang berani mendekati kalian,” ujar Derryl, dia tak ingin berlama-lama lagi di ruang singgasana, kepalanya serasa mau pecah kalau terlalu lama di sana.
“Terima kasih, Yang Mulia, terima kasih.”
Para bangsawan membungkuk berulang kali mengucap terima kasih, setidaknya saat ini rasa takut mereka sedikit berkurang. Walau sebenarnya tidak ada gunanya mereka meminta tolong kepada Derryl, sebab para pembunuh yang diasuh oleh Xena nyatanya lebih kuat dan pintar daripada ksatria biasa. Kekuatan mereka telah terasah selama bertahun-tahun di bawah naungan Xena langsung, tidak heran dia memiliki bawahan yang setia dan kuat.
“Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja?” tanya Brisia khawatir maksimal melihat Derryl yang tidak berhenti mengeluh sakit.
“Tidak apa-apa, aku hanya butuh istirahat. Tolong antar aku ke kamar dan jangan lupa panggilkan dokter untukku.”
__ADS_1
Brisia segera memapah Derryl menuju kamar, seorang pelayan ditugaskan untuk memanggil dokter kekaisaran. Bergegas dokter tersebut memenuhi panggilan dari Derryl, ia langsung memeriksa secara detail kondisi tubuh Derryl terkini. Sang dokter terkejut ketika menjalani pemeriksaan pada tubuh Derryl, berulang kali dia mencoba memastikannya tapi hasil yang dia dapat tetaplah sama.
“Ada apa? Sepertinya ekspresimu tampak tidak baik. Apa aku akan mati sebentar lagi?” tanya Derryl teramat pelan.
“Yang Mulia, sepertinya tubuh Anda terkena racun yang cukup kuat, ini bukan sekedar racun biasa dan sampai sekarang belum ada dokter yang menemukan penawarnya. Sepertinya Anda mendapatkan racun dari luka luar yang Anda peroleh kemarin. Racun ini akan menjalar lalu menghancurkan organ dalam Anda secara perlahan,” jelas dokter itu.
Derryl tidak dapat berkata-kata ketika mendengar penjelasan dari sang dokter, entah bagaimana ceritanya dia mendapatkan racun itu. Sementara itu, Brisia tak kuasa menahan air matanya, dia menangis mendengar perihal racun yang menyakiti Derryl.
“Apakah tidak ada cara lain untuk menyingkirkan racun ini dari tubuhku?” tanya Derryl penuh harap.
Si dokter menggeleng pelan, “Maaf, Yang Mulia, racun mematikan ini tidak bisa saya tangani dengan ilmu medis. Sudah banyak orang yang meninggal akibat racun sejenis ini, beberapa orang dokter telah melakukan penelitian untuk menemukan penawarnya, namun hasilnya nihil.”
“Brisia, berhentilah menangis, apa kau tidak ada kerjaan lain selain menangis? Membuatku muak saja,” ketus Derryl.
Bak terhempas badai, Brisia terdiam dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, baru kali ini Derryl memarahinya karena dia menangis mengkhawatirkan dirinya.
“Anda tega! Padahal saya begini karena mengkhawatirkan Anda, tapi mengapa respon Anda malah seperti itu?” Brisia memperkencang volume tangisannya, seisi ruangan menutup telinga sebab suara tangis Brisia benar-benar mengganggu pendengaran.
“Cepat bawa dia keluar dari sini! Mengganggu saja,” perintah Derryl kepada seorang pelayan.
__ADS_1
“Baik, Yang Mulia.” Segera saja pelayan itu memaksa Brisia untuk keluar dari kamar, hati Derryl sedang sensitif. Masalahnya dengan Xena belum selesai, lalu kini datang masalah baru lagi, lagi, dan lagi.
Setelah ruangan kembali tenang, Derryl melanjutkan pembicaraannya dengan dokter yang tadi sempat teralihkan.
“Tapi, Yang Mulia, saya rasa ada satu orang yang bisa membuat penawar racun untuk Anda. Namun, saya tidak yakin apakah kita bisa menemukan orang itu atau tidak, karena keberadaan orang itu sangat misterius.”
Secercah harapan terpancar di mata Derryl, untuk saat ini hal itu menjadi pereda gelisah bagi dirinya.
“Siapa yang kau maksud? Katakan saja, siapa tahu nanti aku bisa menemukannya,” desak Derryl.
“Apa Anda pernah mendengar tentang Klaus si dokter kematian?”
Derryl berpikir sejenak, dia dulu pernah mendengar tentang dokter ini secara sekilas dan tidak banyak info yang dia punya tentang orang tersebut.
“Klaus si dokter kematian? Bukannya dia adalah dokter paling jenius yang dielu-elukan oleh banyak orang? Apa keberadaannya memang semisterius itu?” bingung Derryl.
“Benar, Yang Mulia, dia adalah dokter muda yang berbakat, kemampuan medisnya berada di atas rata-rata. Akan tetapi, saya mendengar rumor miring soal dirinya, orang-orang mengatakan bahwa dia terobsesi terhadap penelitian tubuh manusia sehingga banyak manusia yang mati karena dijadikan kelinci percobaan untuk kepentingannya. Itulah alasan kenapa dia dikatakan sebagai dokter kematian, sebab dia membawa kematian bagi banyak orang,” papar dokter itu.
Mendengarnya saja membuat bulu kuduk Derryl berdiri, baru kali ini ia mendengar ada dokter segila itu, tapi dia tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan kepada si dokter kematian.
__ADS_1
“Tidak masalah, aku akan membayarnya berapa pun itu, sekarang aku harus menemukannya terlebih dahulu. Masalah lain nanti saja aku pikirkan, yang jelas aku mesti mengangkat racun yang menyiksa tubuhku ini.”