
Garvin tiba-tiba saja datang mendobrak pintu masuk menuju ruang kerja Xander. Sontak Nidia pun menghilang sebelum Garvin menyadari kedatangannya. Garvin terengah-engah karena berlarian ingin bertemu dengan Xander. Melihat Garvin yang mendatanginya dalam keadaan napas tersengal-sengal membuat Xander menyadari bahwa Garvin sedang membawa sesuatu untuk dia beritahu kepada Xander.
Menjelang Garvin memberi penjelasan lebih lanjut, dia mengatur irama napasnya yang terputus-putus terlebih dahulu. Xander masih menunggu dengan sabar mendengar apa berita yang dibawa oleh Garvin.
“Yang Mulia, ada sesuatu yang aneh di langit luar mansion! Langitnya tiba-tiba berubah warna menjadi ungu yang sangat gelap, lalu banyak pelayan serta ksatria yang jatuh tidak sadarkan diri. Dari sisi berlawanan bermunculan bayangan hitam, mereka sepertinya sedang menuju ke arah mansion kita!” lapor Garvin dengan nada bicara yang sangat cepat.
“Apa kau bilang? Sial! Aku akan pergi mengeceknya sendiri.”
Xander lekas melangkah menuju halaman mansion, dia terperanjat kaget begitu menyaksikan langit yang diselimuti aura ungu gelap. Udara sekitarnya terasa berat, para pekerja mansion banyak yang jatuh pingsan di permukaan tanah. Xander pun mencoba terbang ke angkasa, tampaknya seluruh orang di kekaisaran ini pingsan akibat langit tersebut. Kemudian Garvin yang sedari tadi berupaya terus sadar, akhirnya tumbang juga ke atas tanah.
“Ayah! Apa yang sebenarnya terjadi?!” teriak Xavier dari bawah.
Xander tidak merespon pertanyaan Xavier sebab dia terlalu fokus mengamati perubahan yang terjadi di sekitar Charise. Xavier pun memutuskan untuk terbang ke sisi Xander, dia juga ikut mengamati langit yang berubah warna tersebut.
“Bayangan apa itu? Mengapa kelihatannya bayangannya melahap seluruh Charise?” tanya Xavier terperangah melihat sekumpulan bayangan menyapu habis Charise.
Xander merasakan bahwa suasana kala itu terasa tidak asing sama sekali, setelah ia ingat-ingat suasana demikian tampak mirik dengan suasana ketika dia mati di kehidupan pertama. Bayangan yang melahap Charise pun merupakan bayangan dari Raja Setan.
“Xavier, bersiaplah! Sepertinya kita akan kedatangan seorang tamu penting,” ucap Xander.
Xavier menelan salivanya, dia baru melihat ekspresi serius dari sang Ayah setelah sekian lama. Xavier belum paham siapa tamu penting yang dimaksudkan oleh Xander, tapi seusai ia mengamati kembali suasana yang mencekat, Xavier mulai sadar bahwa tamu penting yang dimaksud Xander ialah Verden – sang Raja Setan.
Hawa dingin membalut tubuh Xavier, semakin bayangan-bayangan itu mendekat, semakin dia rasakan eksistensi menyeramkan kian mendekat ke arah mereka berdua. Xander pun menarik Xavier untuk mendaratkan tubuh ke atas tanah.
“Xander, rupanya kau telah menantikan kedatanganku.”
__ADS_1
Seorang pria berambut biru muda muncul dari dalam kerumunan bayangan, manik violetnya terlihat sama persis dengan manik violet milik Xander dan Xavier. Senyum seringai yang timbul dari sudut bibirnya membuat Xander bergidik ngeri, bahkan setelah beberapa waktu tidak bertatap muka dengan Verden, Xander masih merasakan bahwa kekuatan Verden terlihat begitu melimpah di tubuhnya.
“Kenapa kau datang ke kediamanku?” tanya Xander ketus.
“Aku hanya ingin bertemu dengan kau untuk membicarakan beberapa hal. Aku baru menyadari bahwa sebenarnya kau memutar waktu sebanyak tujuh kali demi Xena, ‘kan?”
Deg!
Xander tersentak saat Verden berbicara seperti itu, dia baru menyadari bahwa sebenarnya alasan mengapa masa lalu berubah drastis adalah karena adanya campur tangan langsung dari Verden. Akan tetapi, Xander tidak pernah menduga kalau Verden menyadari tentang dia yang kembali ke masa lalu demi menyelamatkan Xena.
“Bagaimana kau bisa mengetahuinya?” Xander menarik Xavier ke belakang punggungnya supaya putranya tidak ikut diseret ke dalam masalah ini.
“Yah, aku telat menyadarinya, pantas saja aku merasakan perasaan yang terus berulang secara berkala. Aku baru menyadari kalau kau telah memutar waktu sebanyak tujuh kali, kau ternyata sangat mencintai istriku ya, Xander?”
“Istri? Xena adalah istriku dan kau bukan siapa-siapa bagi Xena. Aku sangat bingung dan bertanya-tanya, apa kau benar-benar mencintai Xena?” Xander melayangkan pertanyaan menggunakan nada tajam.
“Tentu saja aku mencintainya—”
“Kalau begitu, kenapa kau membunuhnya, sialan?! Berkali-kali kau mencoba menyakiti Xena. Kau menculik Xena dan berusaha untuk menghapus ingatannya serta membangkitkan kekuatan Ratu Setan di tubuhnya. Kau mencoba mengendalikan Xena agar dia hanya melihat padamu saja, apa kau masih mengatakan bahwa kau mencintainya?” potong Xander berteriak emosi.
Raut muka Verden berubah seketika Xander berkata demikian, bibirnya yang tersenyum sedari tadi perlahan berubah dingin bersamaan dengan matanya yang menatap tajam Xander. Sedangkan Xavier hanya bisa berdiam diri di belakang punggung Xander sambil menyaksikan perseteruan di antara keduanya.
“Memangnya kau tahu apa soal Xena? Aku membuatnya melihat ke arahku saja karena aku tidak mau lagi kehilangannya gara-gara ulah manusia-manusia tidak tahu diri itu! Lalu kau datang mempersunting Xena dan bahkan kau menyegel keberadaanku. Oleh sebab itulah aku sangat membencimu!”
Amarah Verden maupun Xander sama-sama menggebu, mereka saling beradu kemarahan satu sama lain. Xander pun menarik pedangnya dari sarung lalu mencoba menyerang Verden, tapi sayangnya serangan Xander justru ditahan menggunakan pedang oleh Verden. Suara pedang yang bentrok menggelegar di mansion kediaman Xander. Kilasan cahaya violet memancar dari ujung pedang mereka berdua.
__ADS_1
“Aku takkan pernah menyerahkan Xena padamu apa pun yang terjadi! Walaupun aku harus mati demi menyelamatkannya, aku tidak peduli itu!” tekan Xander.
“Apa sekarang kau sedang mencoba mengancamku secara terang-terangan? Tapi, ingat saja, Xander, aku tidak akan kalah darimu!”
Mereka sama-sama menyentak pedang masing-masing, kemudian Xander beringsut mundur ke belakang menjauhi Verden. Sepasang mata Verden mengedar dan menatap Xavier lekat-lekat, sosok Xavier terlihat seperti perpaduan antara Xander dan Xena di mata Verden.
“Apa pemuda itu anakmu dan Xena?” tanya Verden sembari menodongkan pedangnya ke arah Xavier, tapi Xander lekas melindungi Xavier dari pandangan mata Verden.
“Benar, Xavier adalah anakku dan Xena,” jawab Xander singkat seraya terus mewaspadai jika ada serangan dari arah lain.
“Jadi, dia datang ke masa lalu? Sungguh anak yang berbakti. Apa mungkin—”
“APA MAKSUD SEMUA INI?!”
Suara seorang wanita yang tidak asing menghentikan perseteruan mereka sementara waktu. Serentak mereka bertiga menoleh ke sumber suara, ternyata pemilik suara adalah Xena yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka. Xena keluar dari tempat persembunyiannya dengan air mata yang membasahi kedua pipinya.
“Xena ….”
Xena melangkah mendekat menghampiri mereka bertiga, langkah kakinya begitu pelan dan berhati-hati. Xena masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar, mulai dari Xander yang memutar waktu hingga fakta mengenai Xavier yang merupakan anaknya dan Xander juga terkuak.
“Apakah itu benar? Aku tidak mungkin salah dengar.”
Note :
Halo teman-teman pembaca setia, maaf karena author beberapa hari ini terkena gangguan mood parah, jadi author bolong terus up novelnya. Tapi, sekarang mood author udah balik lagi, jadi mulai besok bakal up secara rutin seperti biasa. Sekali lagi author mohon maaf karena author up gak up secara rutin, huhu.
__ADS_1