Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Pembeberan Aib


__ADS_3

Hening. Kata-kata tak sopan yang dilontarkan Xena sungguh membuat semua orang tak berkutik. Bahkan Ibu Suri dibuat membeku di tempat, bagaimana tidak? Seorang Permaisuri berucap lancang kepada Ibu Suri yang dianggap sebagai posisi tertinggi setelah Kaisar di kekaisaran. Perintah Ibu Suri lebih berpengaruh dibanding perintah Permaisuri, semua orang tahu itu, makanya tidak ada orang yang berani melawan Ibu Suri.


Kedudukan Permaisuri tidak lebih tinggi dari Ibu Suri, Permaisuri dituntut untuk hormat dan berperilaku sopan terhadap Ibu Suri. Oleh sebab itulah, dulu Alina tidak bisa melawan kepada Ibu Suri, ia tak punya kekuatan lebih untuk melakukannya. Kemudian Xena datang menggantikan posisi Alina sebagai Permaisuri, yang artinya saat ini Xena tengah mengabaikan peraturan tentang kedudukan posisi tertinggi seorang Ibu Suri.


Xena tidak mempedulikan hal itu, yang dia tahu hanyalah Ibu Suri itu wanita yang menyebalkan, melihat mukanya saja Xena sangat kesal, apalagi harus melawannya berbicara. Xena duduk di tengah-tengah kursi yang kosong, tanpa tahu malu ia meneguk secangkir teh yang telah disediakan pelayan untuknya.


“Betapa tidak sopannya Permaisuri di hadapanku, sebelumnya aku pernah bilang bahwa kau tidak boleh menegakkan badan saat memberi salam sebelum aku menyuruhmu untuk menyudahi salammu. Apa suaraku kurang kencang kala itu?” sindir Gylda – Ibu Suri.


“Kau pernah berbicara seperti itu? Aku tidak mengingatnya,” jawab Xena dengan santai.


Lagi-lagi Gylda mematung sebab Xena tidak menggunakan bahasa formal kepadanya, para wanita bangsawan yang hadir juga terkejut. Mereka tak menyangka bahwa ada orang yang sangat lancang kepada Gylda – Ibu Suri. Xena mengabaikan segala pandangan yang tertuju padanya, tak peduli apa yang dikatakan oleh orang, yang jelas dia ingin keluar dari tempat itu segera.


“Permaisuri, aku dengar kau sempat menghilang beberapa hari, apa kepalamu terbentur sesuatu? Ataukah otakmu tertukar dengan otak orang gila?” sarkas Gylda.


Xena menyeringai seraya menaruh cangkir tehnya, kemudian Xena melayangkan tatapan meremehkan kepada Gylda, seakan Gylda bukan lawan yang kuat untuknya.


“Aku memang sudah gila, anakmu membuatku semakin gila, selama ini aku sudah cukup menahan hati dan tetap mengemban tugas sebagai Permaisuri. Nyatanya yang aku dapatkan hanyalah cacian dari banyak orang, aku rasa cukup untuk bersikap waras, sekarang aku ingin menjadi orang gila saja karena orang gila tidak perlu sopan santun di hadapan orang yang lebih tinggi kedudukannya dari dia,” balas Xena.

__ADS_1


Gylda merasa tertohok oleh kata-kata Xena, tak ada daya untuknya melawan Xena yang lebih pintar berbicara darinya. Mimik wajah Gylda tampak tenang, tapi hatinya meracau kesal kepada Xena.


“Permaisuri, Kaisar tidak salah sudah mengabaikan Anda dan memilih untuk tidur bersama selirnya. Saya sampai sekarang ragu, apakah Kaisar pernah menyentuh Anda? Selama beberapa tahun Anda menjadi Permaisuri, tapi masih belum tampak tanda-tanda kehamilan di diri Anda,” ucap Countess Berend sembari memberi tatapan merendahkan.


“Atau jangan-jangan Anda mandul? Haha kalau benar begitu, pantas saja Anda belum hamil, kasihan sekali nasib Anda, Permaisuri,” imbuh Baroness Elmo tertawa mengejek Xena.


“Hidup Anda sungguh malang ya, Permaisuri. Anda diabaikan oleh keluarga Anda sendiri, dimanfaatkan oleh Ayah Anda, lalu mendapat suami yang juga tidak mempedulikan hidup Anda. Betapa mirisnya diri Anda, keberadaan Anda sendiri seperti hantu di istana, jika saya yang menjadi Anda lebih baik saya mati saja. Lagipula tidak ada tempat untuk wanita malang seperti Anda di dunia ini,” kata Marchioness Cerano.


Gylda terlihat puas menyaksikan Xena diejek oleh wanita bangsawan yang dia undang untuk minum teh. Sebaliknya, Xena tidak menunjukkan ekspresi tertekan atau pun takut, dia malah ingin meladeni tiga wanita paruh baya yang tidak tahu diri itu.


“Ya ampun, kalian ini tidak menghormatiku sama sekali ya. Bisa-bisanya bangsawan rendahan seperti kalian tidak memanggilku dengan embel-embel Yang Mulia.” Xena menancapkan ujung garpu ke permukaan meja, sesaat mereka merinding memandang mata Xena, “Apabila kalian berlomba-lomba untuk menghinaku, oke aku akan mengatakan secara blak-blakkan aib keluarga kalian yang tidak diketahui banyak orang,” ujar Xena tersenyum polos tak berdosa.


“Aib? Apa yang Anda bicarakan?”


Xena menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi sambil melipat kedua tangannya di dada, dia menatap intens satu persatu wanita bangsawan yang tadi sangat berani menghinanya.


“Countess Berend, aku dengar putrimu hamil dan sampai sekarang belum ditemukan siapa Ayah dari anak yang dikandungnya, apakah itu karena dia tidur dengan banyak pria? Putrimu sangat subur rupanya,” beber Xena disertai senyuman meledek.

__ADS_1


Countess Berend terbelalak kaget, padahal dia telah menyembunyikan fakta ini, putrinya juga telah ia kirim ke kampung halaman orang tuanya, namun Xena malah membocorkan rahasia tersebut.


“T-tunggu! Kenapa Anda—”


“Baroness Elmo, aku dengar putra Anda yang berumur 32 tahun itu impoten, itulah sebabnya kenapa tunangannya terus melarikan diri, kasihan sekali hidup putramu yang mungkin akan hidup sebagai bujang lapuk seumur hidupnya. Kemudian Marchioness Cerano, apakah Marquess Cerano masih suka bermain perempuan? Banyak perempuan yang datang ke kediaman Cerano untuk meminta pertanggungjawaban, tapi mereka bungkam seusai Anda suap. Astaga, Anda bodoh atau bagaimana? Lebih baik Anda ceraikan saja pria brings*k itu.”


Xena telah menyelidiki lebih dulu tentang aib semua bangsawan yang terlibat dengan istana, dia akan menggunakannya bila salah satu dari bangsawan itu berani menyinggungnya. Lalu mereka bertiga bangsawan yang paling pertama terkena senjata aib tersebut. Mereka tertunduk malu, tak ada perlawanan yang keluar dari mulut mereka selepas Xena membeberkan perihal aib yang mereka simpan serapi mungkin.


Di dekat sana, beberapa pelayan berdiri dan mendengar itu secara langsung, sebentar lagi aib mereka akan tersebar ke penjuru kekaisaran. Ini adalah kesalahan mereka yang salah mencari lawan, Xena bukan gadis lembek seperti Alina.


‘Wanita tua ini sering mengundang Alina untuk dipermalukan seperti ini? Sebenarnya, apa salah Alina? Lebih tepatnya, apa salah keluargaku padanya? Mengapa terpancar kebencian mendalam di matanya itu?’ pikir Xena.


Karena tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, Xena beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke belakang tempat duduk Gylda.


“Racun yang kau taruh di cangkir tehku tidak mempan padaku, lain kali buatlah racun yang lebih kuat lagi, walaupun itu tidak akan berguna padaku. Dan satu hal lagi, apa kau mengundangku untuk dipermalukan di hadapan wanita bangsawan itu? Caramu sungguh memalukan, Ibu Suri,” bisik Xena berlalu menghilang di hadapan mereka.


Ekspresi Gylda berubah masam, dia menggeram kesal kepada Xena yang sudah jauh dari jarak pandangnya.

__ADS_1


‘Awas saja kau nanti, sebagai bayaran karena telah merendahkanku hari ini, maka aku akan membuatmu hidup di bawah penghinaan.’


__ADS_2