
Hening. Gia terperanjat kaget sampai tidak sanggup berkata-kata lagi, Xena mengatakannya dengan sangat serius. Terlihat jelas bahwa kala itu tak ada kebohongan di balik kata-kata Xena, ini bukanlah sebuah sandiwara demi menjatuhkan Charis, namun sebuah kebenaran yang seharusnya diketahui oleh banyak orang. Gia termangu kaku selama beberapa detik sebab ia tidak menyangka bahwa Brisia akan melakukan hal sekonyol dan seberani ini.
“N-nona, apa m-maksud Anda barus—”
“Sudah aku katakan dengan jelas kalau anak yang dikandung Brisia itu bukanlah anak dari Kaisar melainkan anak dari Viscount Gimlet!”
Gia sontak menutup mulut karena terlampau terkejut karena tidak ada orang yang tidak tahu siapa itu Viscount Gimlet. Umurnya memang masih sangat muda saat dia diangkat menjadi Viscount seusai kematian Viscount terdahulu. Sebagaimana yang diketahui oleh banyak orang, pria itu terkenal oleh sifatnya yang suka menggoda wanita mana pun. Dia terkenal dengan ketampanannya hingga menggunakan ketampanan yang dia punya untuk merayu wanita lain supaya mau menemaninya tidur.
Kemudian sekarang fakta perihal anak yang dikandung oleh Brisia adalah anak dari Viscount Gimlet sangat menggemparkan jiwa Gia. Seketika tungkai kaki Gia lunglai mendengar nama Viscount Gimlet, pasalnya dia juga pernah hampir dilecehkan oleh pria itu. Gia berharap takkan pernah bertemu dengannya lagi, tapi mendengar yang dilakukan oleh pria kurang ajar itu membuat Gia merasa bahwa rasa takut Viscount Gimlet telah mati. Dia berani bermain dengan Permaisuri, apalagi dengan seorang pelayan kecil, itu hanya urusan mudah untuknya.
“Bagaimana Anda bisa mengetahuinya, Nona? Lalu mengapa Anda tidak menceritakan kepada saya sejak awal?”
Xena menghela napas sebelum menjelaskannya kepada Gia, sebenarnya dia pun mengetahui hal ini secara kebetulan. Setelah itu, Xena menceritakan detail kejadiannya kepada Gia, ia mengetahuinya belum lama ini.
Xena punya kebiasaan menyelinap ke luar dari istana, ketika dia menuju belakang istana utama, tanpa sengaja Xena menyaksikan Brisia serta Viscount Gimlet sedang bertemu diam-diam tanpa sepengetahuan Derryl. Xena memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka di balik tembok yang tidak jauh dari mereka.
“Ada apa Anda memanggil saya kemari, Yang Mulia?” tanya Viscount Gimlet dengan nada menggoda, jemarinya nan nakal mencoba meraba tubuh Brisia
“Lepas!” Brisia secara mengejutkan menepis tangan Viscount Gimlet, “Aku kemari ingin memberitahukan padamu kalau sebenarnya aku sekarang sedang hamil. Aku yakin anak yang ada di perutku bukanlah anak Kaisar, tapi anakmu, Viscount Gimlet.”
Xena spontan membungkam mulutnya ketika mendengar rahasia yang sangat mengagetkan jantungnya. Siapa sangka Brisia yang terkenal oleh kecentilannya kepada Derryl ternyata berani berkhianat di belakang Derryl. Padahal dia sudah diberi perhatian penuh oleh Derryl, namun dia masih merasa tidak cukup terhadap apa yang diberikan Derryl untuknya.
__ADS_1
Xena sangat geram begitu mendengar hal tersebut, seolah diri Xena akan meledak kala itu dan menampar pipi Brisia. Bagaimana pun selama ini Brisia telah memberi penderitaan kepada Alina dengan cara merebut perhatian Derryl dari saudari kembarnya. Semakin lama hatinya semakin sesak, dia membenci seluruh penghuni istana ini.
“Anak saya? Apakah Anda yakin, Yang Mulia?”
Viscount Gimlet tak kalah kagetnya dari Xena, dia yang berbuat, tapi dia yang tidak sadar akan perbuatannya. Selama ini tak terhitung berapa jumlah gadis yang dia tiduri dan tak sedikit di antara mereka yang hamil, meski pada akhirnya mereka tetap memilih untuk menggugurkannya. Akan tetapi, berbeda dengan Brisia, dia takkan bisa menggugurkan kandungannya sebab berita mengenai kehamilan Brisia telah tersebar luar di Kekaisaran Charise.
“Aku yakin, aku yakin ini anakmu. Bagaimana kalau Kaisar tahu mengenai masalah ini?” cemas Brisia.
“Saya tidak yakin itu anak saya,” jawab Viscount Gimlet meragukan anak yang berada di dalam kandungan Brisia.
Brisia kala itu langsung naik pitam mendengar Viscount Gimlet yang meragukan anaknya sendiri. Mereka melakukannya mau sama mau, tapi untuk bertanggung jawab pun tidak terlintas dari pikiran pria tersebut.
“Apa kau bilang? Sudah jelas anak yang berada di dalam kandunganku adalah anakmu sendiri!” murka Brisia seraya menarik kerah baju Viscount Gimlet.
Deg!
Saran yang dituturkan oleh Viscount Gimlet barusan mengundang rasa marah di diri Xena maupun Brisia, sebagai seorang Ibu, dia tidak mampu menggunakan anaknya sebagai bahan untuk menyingkirkan orang lain. Brisia tenggelam di dalam rasa bingung, gelisah, marah, dan gusar, jiwanya seakan diserang oleh ribuan jarum tajam.
“Maksudmu apa? Menggunakan anak ini? Apa yang sebenarnya ingin kau rencanakan?”
Viscount Gimlet tertawa kecil, dia kehilangan akal sehat seusai mendengar berita kehamilan Brisia. Baru kali ini dirinya terjerat di dalam masalah yang menurutnya sangat tidak masuk akal untuk dia sendiri. Kemudian Viscount Gimlet mengeluarkan sebotol cairan dari saku celananya, ia segera menyerahkan botol itu kepada Brisia.
__ADS_1
“Ini adalah obat penggugur janin, Anda tinggal menjebak selir Alina lalu mengatakan bahwa anak Anda gugur akibat diracuni oleh wanita itu. Jadi, Kaisar akan menghukumnya nanti, kalau masalah anak kan Anda bisa membuatnya lagi bersama Kaisar.”
Ide Viscount Gimlet terdengar gila, Xena sangat membenci manusia sampah berpikiran bodoh seperti Viscount Gimlet. Mengorbankan anak yang tidak berdosa demi menjatuhkan dirinya merupakan dosa yang tidak terampuni.
“Kau yakin rencana ini akan berhasil?” tanya Brisia ragu-ragu.
“Percayakan saja kepada saya, rencana ini pasti akan berhasil, jadi ikuti saja apa yang saya katakan.”
Pada ujungnya, Brisia menyetujui ide gila Viscount Gimlet, dia telah dibutakan oleh kebencian sehingga di saat begini dia rela mengorbankan anaknya.
“Baiklah, aku akan melakukannya.”
Rahang Xena menegang ketika melihat Brisia menyetujui ide pria itu, dia pikir Brisia akan bersikeras mempertahankan janinnya. Namun, rupanya Brisia malah dengan mudahnya memantapkan niat membunuh anaknya sendiri.
‘Dasar manusia-manusia sampah, betapa kotornya diri kalian karena berani membuat janin tak berdosa untuk menjadi umpan demi menjebakku,’ batin Xena berlalu pergi.
Itulah cerita yang sesungguhnya. Gia ternganga sepanjang setiap kata yang digunakan untuk menjelaskan yang dia dapatkan di balik kehamilan Brisia.
“Sekarang apa yang harus kita lakukan, Nona? Seharusnya Permaisuri Brisia lah yang mendekam di tempat sempit dan lembab ini. Anda harus keluar dari sini dan mengamuklah di istana, Nona!” ujar Gia emosi.
“Tenanglah, Gia, aku takkan mengamuk sebelum aku memberikan kejutan untuk Brisia. Oleh sebab itulah aku memanggilmu kemari untuk membantuku menyerahkan kejutan itu kepada Brisia,” tutur Xena tersenyum menyeramkan.
__ADS_1
“Apa yang harus saya lakukan?”
“Kau intailah Brisia, aku rasa seusai ini dia akan menemui Viscount Gimlet. Jadi, kau harus memata-matai apa saja yang dibicarakan mereka nantinya. Setelah itu, kau laporkan kepada Kaisar detik itu juga melalui surat supaya mereka ketahuan oleh mata kepala Kaisar.”