Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Ayah nan Serakah


__ADS_3

Adolph berhasil membuat Xena naik pitam, dengan mudahnya dan tidak tahu malu meminta seluruh uang yang diberikan oleh Derryl sebagai tunjangan Permaisuri. Wajahnya nan serakah sungguh muak untuk dilihat lama-lama, tanpa ada niat baik sedikit pun Adolph dengan tega memeras Alina selama ini. Hati Xena sesak lagi membayangkan masalah yang terus menimpa Alina tiada henti. Alina si gadis berhati lembut itu selalu disiksa dan ditindas oleh semua orang, dia tidak salah apa-apa tapi harus terpaksa menahan segala bentuk kekecewaan.


‘Jadi, inilah alasan mengapa Alina tidak memiliki gaun dan perhiasan yang bagus, dia memberikan seluruh uangnya kepada pria tidak tahu malu ini,’ batin Xena.


Xena menegakkan wajah, ditatapnya Adolph lurus-lurus, Adolph tersentak melihat mata Xena yang menatapnya dingin.


“Melunasi hutangmu? Tidakkah cukup bagimu harta yang ditinggalkan oleh Ibuku? Kau ini pria serakah! Sekarang kau meminta lagi uang padaku? Sialan! Kau adalah pria yang paling bangs*t yang pernah aku temui. Kenapa aku harus punya Ayah sepertimu? Kerjaanmu hanya memeras putrimu saja,” omel Xena mengeluarkan segala bentuk kata umpatan.


Adolph tercengang, biasanya putrinya tidak pernah berkata kasar padanya, apabila dia datang meminta uang pasti putrinya itu akan langsung memberikannya padanya tanpa protes. Sayang sekali, sekarang yang berada di hadapannya bukanlah Alina, melainkan Xena yaitu anak yang sudah dia jual dulu.


“LANCANG!” teriak Adolph diburu emosi, “Sekarang kau sudah berani berkata kasar padaku? Cepat minta maaf! Lalu berikan uangnya sebelum aku sebarkan rumor buruk tentangmu yang memperlakukan Ayahmu dengan buruk. Apabila rumor itu menyebar, pasti posisimu sebagai Permaisuri akan terancam, jadi jangan banyak tingkah dan berikan saja uangnya,” paksa Adolph sambil mengancam Xena.


Xena menghembuskan napas kasar, dia ingin menertawakan Ayahnya yang sangat bodoh ini, dia dibutakan oleh uang dan mengabaikan putrinya sendiri.


“Hey, kau itu hanyalah seorang bangsawan miskin yang secara beruntung nasibmu diangkat oleh Ibuku yang merupakan anak dari Duke Alister. Tapi, lucunya kau malah membalas kebaikan Ibuku dengan perselingkuhan, bahkan kau memiliki anak di luar nikah. Astaga, haruskah aku menyebutnya anak di luar nikah? Sebelum kau bertemu Ibuku, tanpa sepengetahuannya ternyata kau sudah mempunyai istri dan seorang anak laki-laki. Pada akhirnya, Ibuku meninggal lalu istri beserta anakmu masuk ke keluarga Duke Alister. Betapa tidak mal—”


“HENTIKAN BUALANMU ITU!” potong Adolph, dia tampak cemas setengah mati seusai Xena menyinggung rahasianya, “Mana ada aku mempunyai istri lain selain Ibumu, kau sangat pandai mengarang rupanya,” alibi Adolph.


“Mengarang katamu?”

__ADS_1


PLAAKKK!


Xena mendaratkan tamparan keras ke pipi Adolph, tidak lupa dia menyiramkan secangkir teh ke muka Adolph. Xena pun menarik kerah baju Adolph dan mencengkramnya kuat, kemarahan Xena tidak dapat ditahan lagi. Tembok besar membatasi kesabaran Xena sukses diruntuhkan oleh kehadiran Adolph kala itu.


“Dengarkan aku, apa kau pikir aku ini bodoh? Apa kau berpikir kalau kematian Ibuku suatu kebetulan semata? Jangan kira aku tidak tahu bahwa kau sudah membunuh Ibuku kemudian membuatnya seolah mati karena sakit, padahal sebenarnya kau dan istrimu telah merencanakan semuanya sejak awal. Akui saja, Adolph, atau kau mau aku buat menemui neraka lebih dulu baru kau mau mengakui kejahatanmu?”


Suara Xena yang menusuk pendengaran Adolph terdengar sangat menakutkan, bahkan waktu itu tubuh Adolph tak berhenti gemetar, melihat mata Xena saja dia tidak sanggup. Adolph merupakan orang paling sampah di hidup Xena, Adolph tidak menyadari bahwa alasan kembalinya Xena salah satunya yaitu untuk menghancurkannya beserta anak dan istrinya. Rasa dendam yang telah terpupuk selama dua puluh tahun akan diselesaikan oleh Xena segera tanpa meninggalkan sedikit pun tulang belulang mereka.


“Lepaskan! Kalau kau tidak mau memberikanku uang, ya sudah aku pulang saja!” ucap Adolph melerai cengkraman tangan Xena di kerah bajunya, dia bahkan tidak dapat memberi perlawanan tentang tudingan Xena padanya. Adolph langsung berlalu pergi dari hadapan Xena, dia tidak punya daya untuk melawan Xena.


“Adolph, apa kau pikir Xena sungguh mati?” tanya Xena seraya menyunggingkan senyum.


Deg!


“Tentu saja dia sudah mati, aku menjualnya ke Kekaisaran Colombain. Tidakkah kau tahu kalau Colombain sudah lenyap terbakar sepuluh tahun lalu? Mana mungkin gadis kecil itu selamat dari kebakaran yang memakan banyak jiwa itu,” jawab Adolph membelakangi Xena.


“Oh ya? Bagaimana kalau Xena selamat dari kebakaran itu? Lebih tepatnya, bagaimana kalau Xena sendiri yang melenyapkan kekaisaran itu?”


Adolph membeku di tempat, tidak pernah terpikirkan olehnya seperti itu, yang dia tahu Kekaisaran Colombain dilanda kebakaran hebat dan menurutnya tidak mungkin Xena yang masih berumur sepuluh tahun bisa selamat dari kebakaran tersebut.

__ADS_1


‘Sial! Mengapa aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya? Bagaimana jika Xena benar-benar masih hidup? Apa dia akan datang membalas dendam padaku? Aku tidak mau berakhir seperti kakakku. Gadis itu sangat mengerikan,’ batin Adolph teringat oleh kematian kakaknya dan kakak iparnya, secara jelas dia melihat jasad mereka menggantung di depan gerbang kediaman Duke Alister, semua itu pelakunya adalah Xena sendiri.


Adolph menggeleng dan menyingkirkan segala dugaan buruk itu, dia lekas melangkah pergi dan menghilang dari hadapan Xena.


“Aku datang untuk membuat kalian semua mati di dalam kesengsaraan, aku akan menenggelamkan kalian dengan racunku. Oh astaga, betapa nikmatnya itu aku mendengarkan suara teriakan kalian yang memohon untuk diampuni,” gumam Xena tertawa menyeramkan.


Selepas bersitegang dengan Adolph, Xena kembali ke kamarnya hingga matahari mulai tergelincir dan diganti oleh sinar rembulan. Malam ini Xena merasakan kesuntukan luar biasa, dia pun memiliki niat untuk pergi ke luar sejenak menjernihkan pikirannya. Tidak lupa Xena mengganti pakaiannya dengan sepasang pakaian serba hitam, celananya pendek di atas lutut hingga memamerkan paha mulusnya. Tidak lupa pula Xena mengenakan cadar hitam lalu mengembalikan warna matanya menjadi perak.


Xena melompat melalui atap istana kemudian melompat ke rumah penduduk lain, cahaya bulan yang terang benderang benar-benar mendampingi jalan malam Xena. Dia melompat ke sana kemari melewati setiap rumah mewah, dia tidak mau memikirkan apa pun selain kesenangan dirinya untuk saat itu.


“Oke, aku berhenti dulu sejenak menyaksikan rembulan yang sang—”


Kreekk


Atap rumah yang dia pijak tiba-tiba saja hancur, Xena akhirnya terjatuh ke bawah masuk ke dalam kediaman orang yang tidak dia kenali.


“AAARRHHH!”


BYURRR!

__ADS_1


Xena tercebur ke dalam kolam perendaman, untung saja kolamnya tidak dalam sehingga dia tidak mengalami nasib buruk ketika itu. Xena mencari-cari udara untuk bernapas, cadar yang digunakan untuk menutupi wajahnya lepas, wajah cantiknya pun terpampang nyata. Pada saat dia membuka mata, Xena terperanjat kaget mendapati seorang pria tampan berambut putih di hadapannya, netra violet pria itu menatap Xena tanpa berkedip. Xena mengerjapkan mata beberapa kali, tubuh seksi pria tersebut tidak ditutupi apa-apa.


“Gadis cantik bermata perak, apa yang kau lakukan di sini? Apa kau mau mengintipku?”


__ADS_2