Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Kemunculan Makhluk Sihir


__ADS_3

Sekali lagi Xena diserang secara bersamaan, mereka menggunakan berbagai macam senjata tajam. Namun, Xena berhasil menghindari serangan mereka dan membalasnya dengan tendangan serta tinju maut. Tubuh mereka terpental jauh hanya dengan pukulan dan tendangan dari Xena, tidak lupa Xena menabur racun ke tubuh pria-pria berbadan kekar itu. Seketika mereka berteriak kesakitan, sekujur badan mereka tiba-tiba berubah merah dan panas.


Gylda dan Brisia tak bergeming dari tempatnya ketika menyaksikan Xena dengan mudah menjatuhkan pembunuh yang telah mereka bayar. Xena pun mengalihkan pandangan ke arah keduanya, mereka mencari masalah dengan orang yang salah. Kemudian mereka berdua berniat untuk lari dari ruang tersebut, namun Xena lebih dulu menghadang jalan mereka supaya mereka tidak dapat kabur ke mana-mana.


“Kalian tidak akan bisa kabur dariku. Beraninya kalian memanggilku kemari dan menjebakku dengan trik kotor!” geram Xena.


Xena memberikan tekanan besar kepada mereka, ia tidak tahan lagi harus terus menerus diinjak-injak oleh manusia yang mengusik hidup Alina dan hidupnya.


“Apa y-yang mau k-kau lakukan? Jangan mendekat! Apa kau tidak takut dihukum mati oleh Kaisar?!” gertak Brisia.


“Padahal keluargamu baru saja mati dan sekarang kau malah berniat membunuhku. Kau lupa? Aku ini Ibu Suri! Keberadaanku lebih tinggi dari seorang Permaisuri. Dari sini harusnya kau mengerti apa yang akan terjadi bila kau lancang mendaratkan pukulanmu padaku,” kata Gylda juga ikut menggertak.


“Hah? Keluarga? Mereka bukan keluargaku. Adolph bukanlah Ayah kandungku, kenapa aku harus peduli atas kematian mereka? Seharusnya kau pikirkan saja nasibmu sekarang. Aku bersungguh-sungguh ingin membunuhmu dan membalaskan kematian Ibuku!” tekan Xena.


Gylda dan Brisia tidak tahu lagi harus lari ke mana, mereka dipojokkan oleh amarah Xena yang kian meluap dan nyaris meledak. Mereka berdua ikut tersapu ke dalam lautan kemurkaan Xena hingg mengakibatkan rasa takut menyerang diri mereka perlahan.


“Maksudmu apa? Kau bukan anak kandung Adolph? Jangan bergurau!” bantah Gylda.


“Astaga, sepertinya kau memutuskan untuk berpura-pura hingga akhir. Aku tidak tahu apa alasanmu sampai berniat menghancurkan keluargaku sejauh itu. Membunuh Ibuku dan membantu pria tak berguna itu merebut semua harta milik keluargaku. Sebenarnya, atas alasan apa kau melakukannya? Apa keluargaku pernah menyinggungmu? Apa keluargaku menyakitimu? Sial! Melihat wajahmu kini sungguh mendorong niat membunuhku.”


Ketika Xena hendak melayangkan pukulannya ke wajah Gylda, tiba-tiba kala itu muncul getaran dahsyat mengguncang bumi. Getaran ini menyebabkan keretakan di permukaan tanah, ini bukan seperti gempa bumi biasa. Xena pun sesaat merasakan ada kehadiran membahayakan di ibu kota kekaisaran. Langsung saja Xena berlari dan melupakan sejenak niat membunuhnya kepada dua wanita yang menjengkelkan.


“Apa yang terjadi sebenarnya? Aku harus memastikan sendiri.”

__ADS_1


Sementara itu, Xander yang sedang mengurus beberapa dokumen di kediamannya, terpaksa harus menjeda pekerjaan penting itu dulu. Raut panik memancar dari wajah Xander, dia berlari keluar dari mansion dan terbang ke udara demi memastikan suatu hal.


“Makhluk sihir! Mengapa mereka muncul sekarang? Bukankah kemunculan mereka satu tahun lagi? Ada apa ini? Kenapa segala persoalan terjadi dengan cepat?”


Dari angkasa, Xander melihat ada puluhan makhluk sihir berbentuk naga, beruang, dan singa. Mereka bukan binatang biasa melainkan makhluk yang diciptakan melalui sihir terlarang. Oleh sebab itu, Xander tampak cemas begitu melihat makhluk-makhluk itu bermunculan di tengah kota dan mulai mengacau di pemukiman penduduk.


Seluruh rakyat berlari berhamburan menjauhi jangkauan makhluk sihir, dalam sekejap mereka bisa menghancurkan pemukiman dengan mudah. Para ksatria dan penyihir berkeluaran dari tempat persembunyian, mereka bergegas untuk membantu rakyat mengungsi.


“Garvin! Perintahkan semua penghuni mansion untuk segera menjauh dari sini! Kita tidak punya banyak waktu. Tolong cepat suruh mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman!” seru Xander.


Garvin masih belum terlalu paham, ia tidak ingin menanyakan lebih lanjut lagi, dia pun segera beralih melaksanakan perintah Xander.


“Kenapa di kesempatan terakhirku menyelamatkan Xena segalanya berjalan di luar perkiraanku? Walau kehidupan sebelumnya juga banyak kejadian yang berubah waktu, tapi bukankah ini terlalu berubah drastis? Aku tidak mau menyerah sampai di sini saja. Aku harus segera pergi ke tengah kota untuk melenyapkan makhluk sihir itu!”


Xander terbang dengan kecepatan maksimal, di sisi lain ia juga khawatir jika Xena bertindak gegabah dan membahayakan dirinya sendiri. Di saat Xander baru menginjakkan kakinya di permukaan tanah, dia langsung berpapasan dengan Xena.


Xena menoleh ke sumber suara Xander, tanpa sadar senyum manis merekah di bibir Xena, ia refleks tersenyum karena pertemuannya dengan Xander yang tidak direncanakan.


“Xander!”


Xander segera menghampiri Xena sebab ia ingin membicarakan masalah makhluk sihir itu kepada Xena terlebih dulu, dan Xena pun juga ingin bertanya kepada Xander makhluk jenis apa yang menyerang Charise. Selama ini Xena tidak pernah melihat makhluk seperti itu, baru kali ini dia dihadapkan oleh masalah yang tidak dia ketahui sedikit pun.


“Makhluk apa itu? Mengapa bentuk mereka aneh?” tanya Xena menatap nanar makhluk yang memiliki warna belang-belang dengan mata berwarna merah serta taring yang sangat tajam.

__ADS_1


“Itu adalah makhluk sihir, mereka dibentuk dari sihir terlarang dan kekuatan mereka diciptakan dari budak yang memiliki sihir di tubuhnya,” jawab Xander.


“Jadi, maksudmu kekuatan mereka berasal dari penyerapan sihir dari tubuh budak? Siapa yang tega melakukan hal sejahat ini? Bila sihir mereka diserap maka dipastikan nyawa mereka tak terselamatkan,” tutur Xena merasa miris, “Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengalahkan makhluk sihir itu?” tanyanya kemudian.


“Kita akan menyerang mereka secara berpencar karena setelah kemunculan mereka akan ada makhluk yang lebih mengerikan lagi.”


Xena mengangguk paham, bagaimana pun dia harus tetap hati-hati dan membatasi diri untuk tidak bertindak gegabah. Kekuatan makhluk sihir tersebut bukanlah masalah kecil, di hatinya tersisip rasa khawatir jika makhluk jahat itu menyakiti lebih banyak rakyat Charise.


“Xander! Nona!” Dari arah lain, Liam berlari mendatangi mereka berdua.


“Liam! Mengapa kau kemari? Harusnya kau mengungsi saja bersama rakyat yang lain,” ucap Xena.


“Jangan khawatir, Liam akan sangat membantu karena dia ahli dalam sihir.”


... ***...


Di kala itu pada waktu yang bersamaan tepatnya di dunia bawah yang diisi oleh kegelapan tak berujung. Dunia bawah dihuni oleh berbagai makhluk yang diselimuti aura kejahatan luar biasa, di tengah itu berdiri megah sebuah kastil. Tampak dari kejauhan seorang pria bersurai merah tengah berjalan menuju kastil tersebut. Ia melangkah masuk ke dalam kastil yang dipenuhi dengan potret wanita yang tak lain ialah potret Xena. Mulai dari pintu masuk hingga ruang singgasana semuanya dihiasi oleh pajangan potret Xena.


Seorang pria berambut biru muda dengan manik violet tengah berdiri menatap potret Xena yang terpampang besar di dekat kursi singgasana. Raja Barbarian segera menjatuhkan diri untuk berlutut di hadapan pria tampan tersebut.


“Salam saya haturkan kepada Raja Setan nan agung,” ucap Raja Barbarian.


“Bagaimana? Apa kau masih belum bisa membawa Xena kemari?” tanya pria yang disebut sebagai Raja Setan itu.

__ADS_1


“Mohon maaf, Yang Mulia. Segala upaya yang saya kerahkan untuk membawa putri saya telah digagalkan oleh Xander,” jawab Raja Barbarian.


“Xander? Mengapa Adikku itu bersikeras sekali mengambil Xena dariku? Sejak awal Xena adalah istriku! Dia wadah untuk membangkitkan Ratu Setan. Beraninya dia menghalangiku membawa Xena kembali ke pelukanku. Aku tidak mau tahu, kau harus membunuh Xander! Jika dia dibiarkan lebih lama lagi, maka aku tidak bisa membuat Xena menjadi Ratuku.”


__ADS_2