
Derryl memergoki Brisia bersama Viscount Gimlet sedang bermesraan, dia juga menguping seluruh percakapan mereka dari awal hingga akhir. Brisia terlihat sangat terkejut sekaligus takut melihat Derryl datang membawa tekanan emosi yang sangat besar. Derryl tidak pernah membayangkan kalau Brisia berani bermain belakang dengan pria seperti Viscount Gimlet.
“Yang Mulia … j-jangan salah paham, saya hanya—”
PLAKK!
Suara tamparan yang berasal dari tangan Derryl bergaung di sekitar tempat mereka berdiam diri. Derryl tidak bisa lagi menenggang perbuatan Brisia yang sudah kelewat batas. Perasaan Derryl berkecamuk, dia tidak tahu harus bagaimana lagi setelah ini. Namun, satu hal yang pasti yaitu perasaan rasa bersalah karena sudah menuding Xena melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan. Derryl gelap mata, dia langsung menjatuhkan Xena hukuman tanpa mencari tahu faktanya terlebih dahulu.
Brisia membeku, dia melakukan kesalahan yang sangat fatal, pertemuannya dengan Viscount Gimlet di istana ini terlalu beresiko. Brisia benar-benar melakukan hal yang mendatangkan kegilaan dari seluruh penjuru istana ini. Brisia tertunduk dalam waktu lama, sekujur badannya bergetar hebat, baru kali ini Derryl melayangkan tamparan padanya. Apalagi aksi Derryl barusan disaksikan oleh sejumlah pelayan yang kebetulan lalu lalang di sana.
“Wanita kurang ajar! Jadi\, ini yang kau lakukan di belakangku selama ini? Lalu kau juga yang sudah memfitnah Alina dengan mengatakan bahwa kau diracuni olehnya. Ternyata anak yang ada di dalam kandunganmu juga bukan anakku. Dasar wanita biad*b! Wanita jal*ng sepertimu sudah seharusnya aku buang saja!”
Derryl berteriak dengan volume suara tinggi, sehingga kata-kata kasarnya dapat terdengar jelas oleh setiap orang yang ada di lorong istana. Derryl mencaci maki Brisia dan menyebutkan sebagai wanita murahan. Bahkan para pelayan pun juga berpikiran sama, mereka tidak percaya kalau Brisia melakukan hal kotor di istana nan suci ini.
“T-tidak … saya mohon, jangan buang saya, Yang Mulia.” Brisia menjatuhkan dirinya ke atas tanah, dia bersimpuh di hadapan Derryl kala itu, “Ampuni kesalahan saya, semua ini karena pria itu terus menerus menggoda saya.”
__ADS_1
Brisia menjatuhkan tuduhan dan menunjuk ke arah Viscount Gimlet, mimik wajah Viscount Gimlet berubah masam. Dia tidak terima ketika Brisia mencoba menjatuhkan segala kesalahan kepada dirinya.
“Apa yang Anda katakan, Yang Mulia? Bukankah saat itu Anda yang menggoda saya menggunakan tubuh Anda? Bahkan sekarang juga Anda yang mengajak saya bertemu di istana. Jangan membuat saya seolah yang paling salah di sini,” dalih Viscount Gimlet.
Brisia dibuat mati kutu dengan pernyataan Viscount Gimlet barusan, keheningan kembali menghampiri Brisia. Rasanya waktu itu dia hanyut di dalam ombak ketakutan luar biasa yang menghantam dirinya. Baru saja Brisia merasakan kebebasan tanpa rasa cemas karena Xena dikurung di penjara, tapi hari ini semua kesenangan itu sirna seketika.
“Kau pria baj*ngan! Sejak awal yang suka merayu wanita itu kau sendiri! Mengapa kau tidak mau mengakui kesalahanmu? Aku mendapatkan obat penggugur kandungan itu juga darimu. Jadi, jangan menjatuhkan harga diriku di hadapan Kaisar. Semua orang di kekaisaran ini tahu siapa kau dan bagaimana tingkah kau selama ini. Intinya aku tidak salah, yang salah adalah dirimu!” balas Brisia lebih menohok.
Sedangkan saat itu Gia menonton pemandangan memuaskan tersebut, dia berhasil membantu Xena keluar dari liang masalah. Setidaknya sekarang Gia sukses membantu Xena dalam menjalankan rencananya.
“Cukup! Diam kalian berdua! Aku tidak peduli siapa yang salah karena kalian sama-sama salah di mataku. Aku takkan menerima permintaan maaf darimu, Brisia! Kau mengecewakan hatiku. Mulai sekarang kau bukan lagi Permaisuri atau pun selir, aku menjatuhkan dirimu sebagai rakyat biasa dan tidak lagi seorang Nona bangsawan!” putus Derryl penuh emosi dan penekanan.
“Tidak bisa begini, Yang Mulia! Bukankah Anda mencintai saya? Seharusnya Anda tidak boleh memperlakukan saya begini. Saya tidak mau menerima hukuman seperti itu, tolong berikan kesempatan sekali lagi untuk saya ….”
Brisia protes perihal hukumannya, dia sampai bersujud di bawah kaki Derryl supaya dimaafkan oleh Derryl detik itu juga. Derryl mengabaikan ekspresi memelas wanita itu, dia tidak mempedulikan apa pun dan hanya ada kemurkaan di diri Derryl. Para pelayan mulai berbicara buruk tentang Brisia, mereka memandang kotor Brisia. Sungguh tidak ada lagi orang yang berada di pihaknya di istana ini.
__ADS_1
“Kau pikir aku akan luluh oleh air mata yang mengalir di wajah cantikmu itu? Padahal aku percaya padamu sepenuhnya, tapi rupanya rasa percayaku berakhir sia-sia. Aku sangat membenci wanita sepertimu ini, Brisia.”
Darah Brisia berdesir hebat, jalan menuju kematian kian mendekati dirinya, Brisia tidak punya kesempatan lain lagi untuk menebus kecerobohan fatalnya.
‘Tidak boleh … aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi begitu saja, aku susah payah meraih perhatian dan kasih sayang dari Kaisar. Aku juga susah payah membuat gila semua selir Kaisar, jadi aku takkan merelakan diriku mendapat ending yang buruk! Aku telah menjadi Permaisuri, aku telah menjadi wanita yang dicintai Kaisar, aku tidak ingin mati dalam keadaan hina!’ gumam Brisia dalam hati.
Kemudian pada saat yang bersamaan, seorang ksatria wanita menghampiri Derryl sembari membawa sebuah botol. Kedatangan ksatria tersebut mengalihkan fokus Derryl sejenak, ia pun memilih untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh ksatria itu.
“Mohon maaf, mengganggu waktu Anda, Yang Mulia, saya kemari ingin melaporkan sesuatu kepada Anda. Baru saja kami menyelesaikan penyelidikan mengenai penyebab menggilanya selir-selir Anda, ternyata semua itu disebabkan oleh Permaisuri Brisia. Beliau menggunakan racun berbahaya untuk mengacaukan pikiran serta kewarasan para selir,” lapor ksatria itu menyerahkan sebuah botol bekas racun kepada Derryl.
“Hah? Rupanya Permaisuriku melakukan hal yang lebih gila lagi, ya.”
Derryl mengarahkan tatapan menusuk dan dingin kepada Brisia, selama ini dia telah menyelidiki perihal penyebab menggilanya para selir. Tetapi, siapa sangka ternyata dalangnya ialah wanita yang paling dekat dengannya.
“Yang Mulia, saya tidak mungkin melakukan itu, tolong percayalah kepada saya, Yang Mulia. Saya tidak pernah mengkhianati Anda apalagi membuat gila para selir, mustahil wanita cantik seperti saya ini melakukan hal membahayakan. Saya difitnah, tolong percayalah kepada saya, Yang Mulia.”
__ADS_1
Brisia memeluk kaki Derryl, dia memohon teramat sangat agar Derryl mau mendengarkannya dan mengabulkan permohonan Brisia. Dia tidak rela kehilangan kekuasaan yang telah dia peroleh susah payah, maka dari itu dia melakukan apa pun demi mempertahankannya.
“Apa sekarang kau berpikir bahwa aku akan tertipu lagi oleh wajah polos dan lugumu itu? Jangan harap!”