
Di hari berikutnya, beredar kabar menggemparkan di Charise bahwa Count Berend, Baron Elmo, serta Marquess Cerano ditemukan tidak bernyawa di kediaman masing-masing. Mereka bertiga diduga mati karena meneguk racun sehingga kematian ketiganya menimbulkan tanda tanya besar di kepala setiap orang. Akan tetapi, yang paling aneh, sebelum mereka mati, mereka menarik kembali laporannya terhadap Ibu Suri. Mereka mengatakan kalau istri mereka bukan mati karena ulah Ibu Suri. Disebutkan juga ketiganya memilih bunuh diri akibat perasaan bersalah mendalam terhadap Ibu Suri.
“Apa-apaansemua ini? Jelas-jelas berita ini penuh kejanggalan! Mengapa tidak ada orang yang menaruh rasa curiga pada kematian mereka bertiga? Sial! Aku rasa ada seseorang yang sengaja membunuh mereka.”
Xena menemukan berbagai kejanggalan di kala edaran berita ini, hanya dia yang menyadarinya kalau mereka bertiga memang mati terbunuh. Namun, Xena tidak mau ikut campur terlalu jauh, hari ini dia memiliki rencana untuk pergi menemui Xander dan mendiskusikan masalah pembunuh Alina. Baginya, ini adalah hal yang paling penting sekarang, tak ada masalah lain yang boleh mengganggunya.
“Nona, Anda akan memakai gaun yang bagaimana?” tanya Gia, suaranya memecah keresahan hati Xena.
“Pilih gaun yang paling simpel dan tidak mengganggu pergerakanku,” jawab Xena.
Gia memilihkan gaun berwarna biru muda, gaun yang memang dirancang khusus dengan motif dan model yang sederhana. Xena bersiap untuk berangkat, tapi Gia tidak membiarkannya pergi sendirian, sehingga dengan terpaksa Gia harus ikut dengannya. Mereka diantarkan menggunakan kereta kuda istana, sepanjang perjalanan ramai orang menceritakan tentang kematian tiga bangsawan berpengaruh di Charise.
Kemudian, Xena mendengar cerita yang menarik yaitu di tambang berlian milik keluarganya ada orang yang melihat hantu di sana. Lalu tersebar rumor baru tentang tambang berlian berhantu dan kini tambang tersebut telah dijual kembali ke pengelola aset kekaisaran. Xena tidak tahu harus tertawa atau bagaimana, soalnya itu sudah pasti bagian dari rencana Liam.
‘Sepertinya Liam melakukannya dengan baik, aku akan memberi dia pujian nanti. Seharusnya dia senang dengan sebuah pujian dariku, ‘kan?’ batin Xena.
Kedatang mereka disambut hangat begitu tiba di kediaman Xander, terlebih lagi Xander yang girang berlebihan saat tahu Xena mengunjunginya.
“Xander! Berhentilah melompat-lompat! Bukankah kau masih sakit?!”
Xander melompat kegirangan di hadapan Xena, akhirnya Xena harus turun tangan untuk menenangkan Xander yang terlampau bahagia. Xena menekan tubuh Xander untuk duduk di sofa berseberangan dengannya.
__ADS_1
“Aku kemari ingin berbicara tentang pembunuh Alina denganmu.”
Xena memastikan terlebih dahulu kalau ruangan tempat mereka kini berada aman dari jangkauan pendengaran orang lain. Mereka hanya berdua di sana sembari ditemani teh serta kudapan kesukaan Xena.
“Apa kau menemukan sesuatu tentang pembunuhnya?” tanya Xander.
Kemudian Xena mengeluarkan surat yang ditulis oleh Alina dan memberikannya pada Xander. Langsung saja Xander membaca isi dari surat tersebut, ekspresi Xander kala itu sama persis dengan Xena.
“Bagaimana menurutmu? Bayangan yang dibicarakan Alina sama dengan bayangan yang waktu itu menghadangku, bukan? Aku rasa bayangan itu dikirim oleh pembunuh Alina. Dengan artian lain, pembunuh Alina berada di luar istana. Selama beberapa waktu aku perhatikan, tidak ada yang aneh dari pergerakan penghuni istana. Ini membuatku agak bingung, tapi sekarang aku telah mengetahui kebenarannya.”
Xander mengangguk, dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Xena, persis seperti perkiraan dia sebelumnya bahwa Alina dibunuh oleh pihak luar istana.
‘Bayangan hitam? Aku rasa pria itu berulah lagi, apa dia membunuh Alina untuk memancing Xena keluar dari markas? Alasan yang bisa aku tarik sekarang hanyalah itu, dia memang sengaja menarik Xena keluar lebih cepat dari markas,’ pikir Xander.
“Aku sepemikiran denganmu, Alina dibunuh oleh pihak luar istana, tapi kita masih tidak tahu motif di balik pembunuhan yang mereka lakukan. Untuk sementara waktu, biar aku yang membantumu mencari tahu mengenai masalah ini. Sebaiknya kau fokus terhadap masalah di istana, Ibu Suri telah bebas, dan itu artinya kau harus mencari cara menangani Ibu Suri,” tutur Xander.
“Apa perlu aku minta tolong kepada bawahanku? Aku rasa semakin banyak orang yang membantu, maka akan semakin cepat mengetahui siapa dalangnya,” ujar Xena.
“Tidak, jangan libatkan siapa pun, aku akan bergerak sendirian karena penyelidikan ini sedikit membahayakan. Jangan korbankan keselamatan bawahanmu dan tolong percayakan semuanya padaku. Kau paham?”
Xenamengiyakan perkataan Xander, kala ini dia harus bergantung kepada Xander, bagaimana pun di mata Xena tercermin bahwa Xander mengetahui banyak hal yang tidak dia ketahui.
__ADS_1
“Bagaimana kalau kau bekerja denganku saja menjadi seorang pembun… ahh tunggu sebentar, ada yang aneh di sini. Aku baru menyadaris sesuatu hal yang cukup janggal,” kata Xena.
“Apa?”
“Entah kenapa, kau tampak mencurigakan, kau tahu segalanya tentang aku. Apa mungkin kau juga tahu jika aku adalah pemimpin dari kelompok yang paling dicari? Kau juga sepertinya mengenali bawahanku dengan baik. Apa dulu kita pernah bertemu? Apa jangan-jangan kau menguntitku?” tuding Xena sembarangan.
Xander buru-buru mengalihkan pandangannya dari Xena, dia tidak mau lagi menambah kecurigaan Xena padanya. Dia ceroboh sejauh ini telah membuat Xena menaruh rasa curiga pada dirinya.
“Itu hanya perasaanmu saja, barusan kau mengatakan pemimpin kelompok? Maksudnya apa itu?” Xander pura-pura bertanya dan tidak tahu di hadapan Xena.
“Ahh ya sudahlah, memikirkannya membuatku pusing. Sekarang aku pulang dulu, aku lelah bertemu denganmu lama-lama.”
Xena beralih dari tempat duduknya dan berencana untuk keluar dari ruang tamu, tapi Xander lagi-lagi menyerang bibirnya. Sekali lagi Xander mengecup bibir Xena dan membawa tubuh Xena ke pelukannya. Aroma manis yang datang dari tubuh Xena merupakan hal yang paling dia sukai. Aroma tubuh Xena mengeluarkan efek sensasi menenangkan, siapa saja yang memeluknya akan tahu hal itu.
“Tolong kabari aku jika ada hal lain yang mau kau lakukan,” ucap Xander.
Xena tidak meresponnya sebab dia sedang tersipu malu, walaupun sudah beberapa kali ciuman dengan Xander, dia masih belum terbiasa sepenuhnya. Dengan kata lain, Xena dan Xander mulai menunjukkan kedekatan lebih, maka sebentar lagi dapat dipastikan bahwa Xena benar-benar akan jatuh ke pelukan Xander.
Xena pun mengajak Gia untuk balik ke istana, Xena sudah mulai tenang seusai berbicara dengan Xander. Akan tetapi, ketenangannya terusik lagi oleh kedatangan seorang gadis bangsawan ke istana, yakni Luisa – putri dari Marquess Andros.
“Yang Mulia, saya telah menunggu Anda sejak tadi,” ucap Luisa.
__ADS_1
“Ada apa kau ingin menemuiku?”
“Saya ingin membicarakan sesuatu yang penting bersama Anda.”