Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Amukan Xander


__ADS_3

Saat ini di kediaman Marquess Andros terjadi keributan kecil akibat surat pembatan pertunangan yang dikirim oleh Xander. Marquess Andros begitu emosi melihat surat tersebut, dia meremuknya lalu melempar surat itu ke muka Luisa – putrinya. Padahal selama ini ia bersusah payah membujuk Derryl untuk menyetujui pertunangan antara Xander dan Luisa, tapi ujung-ujungnya dia menerima penghinaan seperti ini. Luisa menunduk takut, tak ada daya baginya menatap balik mata sang Ayah yang tengah berapi amarah.


“Dasar anak tidak berguna! Harus berapa kali aku bilang padamu? Kau harus menggoda pria itu, kalau bisa sampai kau hamil anaknya! Kenapa kau tidak bisa diandalkan hanya untuk hal sekecil itu?! Sia-sia aku bermohon kepada Kaisar untuk menjadikanmu tunangannya. Katakan padaku, Luisa! Apa yang sudah kau lakukan hingga pria itu mengirim surat pembatalan pertunangan?”


Luisa terlihat ragu ingin menjawabnya, rasa gelisah di hati kian menguasai diri, untuk mengurangi rasa gelisah itu dia meremas jemarinya sambil berpikir penjelasan seperti apa yang harus ia lontarkan kepada Marquess Andros.


“Ayah, Xander mencintai wanita lain, dia menolakku secara tegas mengatasnamakan cinta untuk wanita itu. Aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk meluluhkan Xander, tapi aku tidak kunj—”


PRAANGGG!


Pria paruh baya berambut coklat itu menghempaskan gelas kaca ke arah Luisa, untungnya gelas kaca itu melayang ke samping wajahnya dan tak mengenai tubuhnya. Luisa seketika gemetar dan ditelan oleh rasa takut yang luar biasa sesak. Luisa tahu seberapa mengerikan Marquess Andros ketika mengamuk.


“Mencintai wanita lain? JANGAN BOHONG KAU!” teriak Marquess Andros, “Mana mungkin manusia kutub itu jatuh cinta, apa kau mencoba membohongiku?!” bantah Marquess Andros dengan tegas.


“Aku tidak bohong, Yah. Kalau Ayah tidak percaya boleh Ayah tanyakan langsung kepada Xander, untuk apa aku berbohong? Lagipula aku juga menginginkan Xander untuk menjadi suamiku, aku juga ingin menjadi seorang Duchess,” ucap Luisa dengan tangan dan suara bergetar.


“Baiklah, mari kita pergi ke kediamannya, kalau kau terbukti berbohong padaku, bersiap saja karena aku tidak akan membiarkanmu tidur selama seminggu,” ancam Marquess Andros.


Marquess Andros berlalu pergi dari depan mata Luisa, lutut Luisa lemas dan nyaris tak sanggup menopang beban tubuhnya. Namun, ia harus memaksakan diri untuk berjalan mengikuti Marquess Andros menuju kediaman Xander. Selama di dalam perjalanan, Marquess Andros tak henti-hentinya menyalahkan Luisa atas pembatalan pertunangan yang terjadi.


‘Aku yakin Ayah akan menyiksaku ketika kembali nanti, apa yang harus aku lakukan? Aku takut,’ batin Luisa.

__ADS_1


Setibanya di mansion milik Xander, kedatangan Marquess Andros disambut dingin oleh penghuni mansion. Tepat di samping mansion, kala itu tengah menjalani pembangunan museum seperti yang dikatakan oleh Xander kemarin. Beberapa orang penyihir, khusus dibayar oleh Xander dengan harga mahal hanya untuk mendirikan sebuah museum sederhana.


“Ada apa Anda kemari, Marquess?” tanya Garvin.


“Aku ingin bertemu dengan Duke, tolong panggilkan beliau segera!” desak Marquess Andros.


“Mohon maaf, tapi Yang Mulia sedang tidak bisa diganggu sekarang, silakan kembali dan buat janji temu dengan Yang Mulia.” Garvin menolak dan mengusir secara halus Marquess Andros, sebab Xander telah berpesan kepadanya untuk tidak mengizinkan mereka berdua masuk menemuinya.


“Beraninya kau menolakku! Padahal kau hanya seorang sekretaris rendahan, bagaimana cara Duke Geraldo mendidik bawahannya? Lancang sekali berbicara kepada bangsawan terpandang sepertiku.” Marquess Andros yang murka, menunjuk-nunjuk muka Garvin sembari mengeluarkan kata-kata merendahkan serta menghina status Garvin yang hanya sebagai sekretaris pribadi Xander.


Ekspresi Garvin terlihat masam, selama ini dia paling tidak suka mendengar seseorang menyalahkan Xander yang dikatakan tidak becus mendidik bawahan. Rasanya waktu itu Garvin ingin mencongkel mata Marquess Andros yang melotot ke arahnya sejak tadi.


“Anda benar-benar tidak diizinkan untuk masuk, Marquess. Yang Mulia sedang bekerja, Anda tidak diperbolehkan untuk mengg—”


Marquess Andros menubruk pundak Garvin dengan kasar, ia tidak mau mendengar apa pun yang dikatakan Garvin padanya. Marquess Andros bergegas menuju ruang kerja Xander, Garvin hanya bisa menghela napas.


“Semoga kalian tidak mati dibunuh oleh Yang Mulia,” gumam Garvin.


Semenjak kembali dari luar semalam, suasana hati Xander memburuk, bahkan Garvin tidak terhitung berapa kali dimarahi olehnya tadi pagi. Lalu Marquess Andros bersama Luisa datang untuk menambah kekacauan di dalam mood Xander yang terombang-ambing tak beraturan. Marquess Andros masuk ke ruang kerja Xander tanpa mengetuk pintu atau mengucapkan permisi. Xander yang terfokus dengan tumpukan dokumen di atas meja, terpaksa harus mengalihkan pandangannya ke arah datangnya Marquess Andros dan Luisa.


“Yang Mulia! Apa maksud Anda mengirim surat pembatalan pertunangan ke kediaman saya? Anda bercanda? Anda ingin menghina saya? Apa lagi kurangnya putri saya bagi Anda sampai Anda tega mencampakkannya?” tanya Marquess Andros bertubi-tubi.

__ADS_1


Xander menaruh penanya sejenak, ia menatap Marquess Andros dengan pandangan menusuk.


“Siapa yang mengizinkanmu masuk ke ruanganku? Tidakkah kau mendengar sekretarisku kalau aku sedang tidak ingin diganggu?”


Marquess Andros dan Luisa tertegun seketika melihat ekspresi dingin Xander, aura yang dikeluarkan oleh Xander membuat keduanya merasa tercekik. Bahkan di saat seperti ini, Xander mengabaikan bahasa formal yang dipakai untuk sesama bangsawan.


“M-maaf, Yang Mulia. Saya hanya i-ingin tahu alasan k-kenapa Anda membatalkan pertunangan ini,” gugup Marquess Andros, kini mereka berdua tidak sanggup menatap lekat mata Xander.


“Bukankah aku sudah menegaskannya pada putrimu? Aku memiliki seseorang di hatiku, dan anakmu tidak akan bisa bersaing dengannya. Wanita cantik dengan seribu kemampuan tidak akan kalah dari putrimu yang bodoh dan hanya pintar dalam menggoda.”


Netra violet Xander kian mendingin, tangannya gatal ingin menebas kepala kedua orang itu, namun dia menekan dirinya agar tidak termakan emosi.


“Apa? Anda menghina putri saya? Apa wanita rendahan itu sungguh tak berada di level yang sama dengan Luisa? Anda jangan mengarang, Yang Mulia, selama yang saya tahu selama ini Anda tidak pernah dekat dengan wanita mana pun. Bahkan sebelum Anda bertunangan dengan Luisa, Anda dirumorkan menyukai sesame jenis. Anda berbohong demi membatalkan pertunangan ini, bukan?” tuding Marquess Andros tidak menerima alasan jujur dari Xander.


BRAKKK!


Xander menggebrak meja kerja miliknya, manik violet itu memancarkan aura membunuh yang teramat kuat sehingga membuat Marquess Andros tak dapat berkutik lebih jauh lagi.


“Apa yang kau katakan barusan? Wanita rendahan? KAU MENGATAKAN ISTRIKU SEBAGAI WANITA RENDAHAN? LANCANG SEKALI MULUTMU!” amuk Xander, suara amukan Xander mencapai telinga Garvin, segera dia berlari untuk menyaksikan apa yang tengah terjadi.


“Istri? Anda kan belum menikah, bagaimana ceritanya Anda punya istri?” Marquess Andros dengan suara gemetar masih mampu untuk menjawab perkataan Xander.

__ADS_1


“Sepertinya kau tidak bisa dibiarkan hidup lebih lama lagi.”


__ADS_2