Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Pria Misterius


__ADS_3

Kedatangan pria misterius itu membawa hawa yang sangat berbahaya, Xander secara spontan menarik Xena ke belakang punggungnya. Meskipun kala itu kondisi tubuh Xander sedang lemah, tapi dia tidak bisa membiarkan Xena berinteraksi langsung dengan pria itu. Xena juga merasakannya bahwa pria yang datang itu membawa sebuah malapetaka besar, namun di samping itu ada juga perasaan familiar yang dia rasakan. Bukan perasaan suka atau cinta, tapi sebuah perasaan takut luar biasa.


“Mau apa kau kemari? Apa kau mau membawa Xena? Aku tidak akan membiarkanmu membawanya pergi!” ujar Xander.


‘Apa maksudnya? Membawaku pergi? Memangnya pria itu siapa?’ pikir Xena larut dalam kebingungan.


Pria itu kian mendekat, suasana sekitar mereka menjadi mencekam, rasanya sungguh sesak di dada ketika pria itu mengeluarkan tekanannya. Entah mengapa Xena tidak ingin dekat dengan pria itu, lebih tepatnya, dirinya serasa akan dilahap habis bila dia berhasil ditangkap pria tersebut.


“Tenang saja, Xena, aku akan melindungimu dan aku tidak akan membiarkan pria setan ini membawamu pergi lagi,” tutur Xander berusaha menenangkan perasaan Xena.


“Jangan terlalu waspada begini padaku, aku datang hanya untuk melihat Xena saja dan kau tidak boleh menghalangiku melihat Xena,” kata pria itu.


Xander mengeluarkan pedang birunya, ia meningkatkan rasa waspadanya untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.


“Jangan mendekat, baj*ngan! Kau akan mati jika kau berani maju selangkah lagi!”


Amarah Xander memuncak, terlihat jelas kalau dia tidak menyukai pria itu, tersirat guratan kebencian dari ekspresi yang dia tunjukkan saat ini. Xander hanya ingin melindungi Xena dari pria berbahaya itu, dia tak ingin kejadian masa lalu terulang kembali hari ini. Dia telah gagal menyelamatkan Xena sebanyak enam kali, jadi saat ini dia bertekad, bagaimana pun caranya dia harus bisa menciptakan dunia yang bahagia untuk Xena.


“Xander, bagaimana bisa kau menjadi selemah ini? Apa kekuatanmu berkurang karena kau menukar umurmu untuk memutar waktu demi menyelamatkan Xena?”


Deg!


Xander terperanjat kaget, pria itu mengetahui tentang Xander yang memutar waktu demi menyelamatkan Xena. Xander kehilangan kata-kata dalam sesaat, tidak tahu dari mana pria itu bisa mengetahuinya.


“Jadi, kau mengetahuinya? Kau tahu kalau aku memutar waktu? Aku tidak tahu bagaimana caranya kau bisa tahu, tapi aku tetap tidak akan membiarkanmu berhasil mendapatkan Xena lagi!” tekan Xander seraya menodongkan pedangnya.


“Hey, Xander, tolong jangan terlalu galak padaku, aku tidak akan menyakiti Xena. Aku hanya datang untuk melihat wajah cantiknya wadah Ratu Setan.”

__ADS_1


“BERHENTILAH BERBICARA OMONG KOSONG!” Xander yang diburu emosi, mengayunkan pedangnya ke arah pria itu, mereka melakukan pertarungan singkat dengan jarak cukup jauh dari Xena.


Xena sejak tadi tidak bisa mendengar jelas apa yang mereka bicarakan, penglihannya buram dan kini ia tak dapat melihat jelas pertarungan antara Xander dan pria misterius itu.


“Jauhkan Xander dari pria itu! Sekarang tubuhnya sedang lemah, jangan biarkan Xander mati sia-sia di tempat ini!”


Suara seorang wanita mendadak saja melintasi kepalanya, Xena mencari-cari keberadaan suara itu tapi dia tidak tahu dari mana sumbernya. Suara itu lagi, lagi, dan lagi menusuk kepala serta pendengaran Xena berulang kali. Xena menegakkan kepalanya, dia menyaksikan Xander nyaris tumbang saat berhadapan dengan pria itu. Entah mengapa Xena merasakan kekuatan asing mengalir deras di tubuhnya. Segera saja Xena bergerak untuk membantu Xander dalam menghadapi pria tak dikenal tersebut.


Xena melayangkan serangan racun yang berbalut cahaya merah, racunnya tepat mengenai bagian dada pria itu. Perlahan serangan racunnya membuat tubuh pria itu panas serta mendatangkan rasa sakit luar biasa. Xena segera menarik Xander untuk menjauh, dia merasa harus melindungi Xander supaya tidak terluka lebih dalam lagi.


“XENA! BERANINYA KAU MENYERANGKU! KENAPA KAU SELALU LEBIH MEMILIH DIA DARIPADA AKU?!” teriak pria itu.


Xena memberikan tatapan tajamnya lalu menjawab, “Aku merasa kau memang harus mati.”


Xena mengatakannya dengan enteng sehingga mendatangkan kemurkaan dari diri pria itu. Dengan langkah tertatih-tatih, pria itu berjalan mendekati Xena, namun belum sempat dia menyentuh Xena, tubuhnya tiba-tiba lenyap begitu saja.


“Cahaya merah? Bagaimana kau bisa menggunakannya?” bingung Xander.


Xena berada di kondisi setengah sadar ketika dia menggunakan racun yang berbalut cahaya merah tadi, sehingga dia tidak mengingat jelas cahaya merah yang dia gunakan.


“Kau tidak ingat? Ya sudah lupakan saja,” ucap Xander.


Bugh!


Xena memukul punggung Xander, pukulan yang dilayangkan Xena barusan membuat Xander semakin kebingungan.


“Aduh, kenapa kau malah memukulku?” Xander meringis kesakitan saat Xena memukul punggungnya.

__ADS_1


“Itu salahmu sendiri yang nekat melawan orang berbahaya seperti tadi, kau hanya akan mati jika kau gegabah! Jangan membuatku terkena serangan jantung,” oceh Xena.


Senyum Xander merekah dan berkata, “Apa kau baru saja mengkhawatirkanku?” Xander mencoba menggoda Xena.


“K-k-khawatir? Bodoh! Untuk apa aku khawatir padamu?” Xena memalingkan wajahnya karena tersipu malu. Terlihat jelas dia memang khawatir, tapi hanya saja malu untuk mengungkapkannya langsung kepada Xander.


“Hahaha aku hanya bercanda, ayo sekarang kita pulang!”


Xander menggenggam tangan Xena untuk segera pulang ke rumah, mereka sudah cukup lelah untuk hari ini.


“Xander, siapa pria aneh itu? Apa dia benar-benar sudah mati karena seranganku?” tanya Xena.


“Aku belum bisa memberitahumu, tapi dia adalah orang yang paling berbahaya. Apabila kau secara tidak sengaja bertemu dengannya, lebih baik kau kabur saja, atau aku akan melindungimu nantinya. Dan juga sebenarnya pria itu belum mati, yang kita temui tadi hanyalah sekedar kloning tubuhnya saja,” jelas Xander.


“Kenapa aku harus kabur saat bertemu dengannya? Tinggal aku hajar saja dia nantinya jika berani macam-macam denganku.”


Xander tertawa kecil mendengar Xena berbicara demikian, rasanya hati Xander terasa lebih damai sekarang. Setidaknya untuk hari ini Xena aman, dia mengucap syukur karena keberuntungan berpihak pada keduanya.


“Xena.” Xander menghentikan langkahnya, lalu Xena menatap lurus mata Xander, “Aku akan melindungimu apapun yang terjadi. Aku tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu lagi, jadi tolong bertahanlah sampai akhir dan jangan tinggalkan aku sendirian seperti dulu.”


Xander membawa tubuh Xena ke pelukannya, kini Xena lebih lunak dan lembut dibanding beberapa waktu lalu saat bertemu Xander. Sekarang hati Xena mulai terbuka dan membiarkan Xander bersarang di dalamnya. Tanpa sadar, Xena telah jantuh cinta kepada Xander untuk ke sekian kalinya. Begitu pula dengan Xander, dia mencintai wanita yang sama lagi, lagi, lagi, dan lagi, tidak ada kata bosan untuknya mencintai Xena.


“Kenapa kau terus bertingkah kalau aku akan mati? Aku kan sudah bilang, aku tidak akan mati!” ujar Xena.


“Uhukk uhukk.”


Di sela suasana haru, Xander terbatuk dan mengeluarkan banyak darah dari dalam mulutnya. Xena sesaat panik, dia segera menopang tubuh Xander yang nyaris tumbang ke tanah.

__ADS_1


“Xander!”


‘Tubuhku lemah sekali, aku telah kehilangan separuh kekuatanku dan kehilangan sebagian besar  umurku.’


__ADS_2