
Sekali lagi Charise dibuat gempar oleh ulah Xena, kali ini melibatkan anggota keluarga Duke Alister beserta para pekerja di sana yang tewas terbakar. Tidak ada yang tersisa dari kediaman Duke Alister selain abu sisa pembakaran. Derryl dibuat lelah oleh berbagai masalah yang berdatangan, Selama beberapa hari ini Derryl disibukkan dengan pasukan revolusioner yang berhasil menggulingkan empat kekaisaran dalam jangka waktu kurang lebih satu bulan.
Xena hanya bersantai menikmati waktu luang sembari ditemani secangkir teh di taman istana. Semenjak posisinya diturunkan menjadi selir, ia lebih banyak mendapat waktu luang daripada saat menjadi Permaisuri. Kemudian di sela waktu santai, salah seorang bawahannya mendatangi Xena untuk melapor.
“Nona bos, seluruh budak yang berada di kediaman keluarga Anda telah berhasil kami evakuasi ke markas,” ujar pria itu.
“Baiklah, kerja bagus. Sekarang bawa seluruh rekan-rekanmu kembali ke markas, pastikan jangan ada yang tertinggal ataupun kehilangan,” balas Xena.
“Baik, Nona.”
Xena melanjutkan lagi menikmati embusan angin yang menyejukkan tubuh serta pikiran. Setelah membunuh seluruh anggota keluarganya yang tidak tahu diri, kini Xena mengisi lagi tenaga yang telah terkuras habis. Dia tidak ingin diganggu apalagi sampai dibuat emosi, yang ia inginkan hanyalah ketenangan suasana dan ketenangan jiwa.
Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama, kini ia dipanggil oleh Gylda – sang Ibu Suri untuk menghadap padanya. Tidak ada angin tidak ada hujan, wanita itu sungguh memicu kemarahan Xena, padahal ia berniat menemuinya nanti bila suasana hati sedang mendukung. Tetapi, bagaimana pun itu, Xena tetap pergi menemui Gylda biar tidak menimbulkan kekacauan yang lebih runyam.
Sepanjang jalan menuju istana kediaman Gylda, Xena terus menggerutu dan tak henti-hentinya melayangkan tatapan sinis ke arah pelayan serta ksatria yang tanpa sengaja ditemui dalam perjalanan. Langkah kakinya sangat berat, jarak istana kediaman Gylda terasa terlalu jauh baginya kala itu.
“Kenapa istana si nenek lampir itu letaknya jauh dari istanaku? Bisa-bisa aku semakin kurus kalau berjalan sejauh ini,” gerutu Xena.
Selang tiga menit, akhirnya Xena berhasil mencapai istana kediaman Ibu Suri, ia mempersiapkan hati sebelum melangkah lebih jauh lagi. Suasana istana megah tersebut terbilang mencekam, perasaan merinding menusuk kuduknya. Xena mengedarkan pandangan ke sekitar, ia memastikan kejanggalan firasatnya.
__ADS_1
“Tidak ada siapa-siapa di sini. Apa mungkin wanita itu membohongiku?”
Xena memutuskan untuk tidak masuk lebih jauh, ia berdiam diri di depan pintu lalu berbalik badan dan bermaksud kembali lagi ke istananya lagi. Kemudian secara mengejutkan, sepasang tangan kekar menarik tubuhnya masuk ke dalam kamar Gylda. Di dalam kamar tersebut, tidak ada penerangan sehingga Xena tidak bisa melihat ke sekitarnya dan siapa saja yang berada di sana kala itu.
“Sial! Siapa kalian?! Beraninya membawaku ke tempat yang gelap seperti ini!”
Lalu lampu kamar pun menyala, kini Xena dapat melihat jelas sejumlah pria yang mengepung dirinya. Di sisi lain ruangan didapati adanya Gylda bersama Brisia, mereka berdua tampak merencanakan sesuatu kepada Xena. Namun, Xena bukanlah wanita lemah, jumlah pria yang mengepungnya saat ini akan dengan mudah untuk dikalahkan.
“Apa yang kalian rencanakan? Kalian bermaksud untuk membunuhku?”
Xena menatap tajam dan serius ke arah Gylda, ia paling tidak suka dipermainkan sampai dijebak seperti kala ini. Ditambah lagi suasana hati Xena tidak sedang baik-baik saja, kemungkinan setelah ini akan terjadi penyerangan habis-habisan.
Xena melemaskan sejenak otot pundaknya dan tak lupa juga dia mengendurkan ekspresi seriusnya. Tidak paham lagi apa yang direncanakan oleh mereka, sungguh membuat aura membunuh Xena melonjak naik.
“Kalian pikir rencana ini akan berjalan sesuai yang kalian inginkan? Jangan pernah meremehkanku dalam urusan bertarung,” ucap Xena seraya tersenyum miring.
“Tutup saja mulutmu, wanita rendahan! Keluargamu semuanya sudah mati, sekarang kau tinggal sendirian. Keluarga Duke Alister telah berakhir, jadi kau hanya berstatus sebagai anak dari bangsawan yang telah runtuh!” ucap Brisia.
“Berakhir? Aku rasa kalian lupa, Duke sebelumnya alias Kakekku masih hidup dan aku akan menata kembali kebangsawanan Duke Alister. Seluruh aset keluarga juga jatuh ke tanganku, dengan bantuan Kakekku nanti maka takkan ada lagi kejatuhan Duke Alister!” tegas Xena.
__ADS_1
Gylda dan Brisia benar-benar melupakan hal terpenting yaitu Duke Alister sebelumnya masih hidup. Kakek Xena melakukan sebuah kesalahan yaitu mencoba melawan Kaisar sebelumnya yang menolak memberi keadilan terhadap Ibu Xena. Akibatnya, dia diasingkan ke daerah selatan dan dilarang menemui siapa pun sampai masa pengasingannya berakhir. Masa pengasingan Kakek Xena sebentar lagi selesai sehingga penataan keluarga Duke Alister dapat berlangsung dengan mudah.
“Oh iya, aku lupa mengatakan satu hal lagi.” Xena tiba-tiba tersenyum lebar ke arah Gylda, “Nenek lampir, kau telah membunuh Ibuku, ‘kan?” Xena menembak Gylda menggunakan pertanyaan yang paling menusuk Gylda.
Raut muka Gylda seketika berubah drastis, tergambar kecemasan berlebihan dari wajah Gylda. Dari reaksi itu, Xena bisa tahu bahwa wanita tersebut terlibat dalam kematian sang Ibu, tak terbendungkan seberapa besarnya rasa benci serta dendam yang ditaruh Xena terhadap orang-orang yang berani menyakiti orang yang dia sayangi.
“Membunuh Ibumu? Untuk apa aku melakukan hal yang tidak berguna? Aku tidak punya waktu membunuh orang lain apalagi Ibumu yang keberadaannya tidak penting,” elak Gylda.
“Pembohong sekali kau, jelas-jelas kau merencanakan kehancuran keluarga Duke Alister. Mungkin awalnya kau bahagia mendapati kabar tentang kebakaran yang melanda kediaman keluargaku, tapi rupanya kesenangan itu bertahan sementara saja. Kebangsawanan Duke Alister takkan lenyap! Kau gagal menghancurkan keluargaku.”
“TUTUP MULUTMU!” sergah Gylda terengah-engah karena meluapkan emosinya, “Lancang sekali kau menuding tanpa bukti anggota kekaisaran melakukan kejahatan. Apa kau mau dihukum mati?!” murka Gylda sembari menunjuk-nunjuk Xena.
“Mati? Aku tidak mati semudah itu,” balas Xena menggunakan nada bicara santai.
“Kurang ajar! Apa lagi yang kalian tunggu?! Cepat bunuh wanita itu!”
Satu persatu pria berdatangan ingin menghajar Xena, mereka melajukan serangan besar kepada Xena. Sungguh miris melihat mereka yang kekuatannya berada jauh di bawah Xena, kali ini Xena menghadapi mereka penuh ketenangan. Ia menghindari lesatan serangan mematikan yang mereka lajukan kepada Xena. Mereka terkejut menyaksikan wanita cantik itu dapat mengembalik serangan mereka masing-masing.
“Apa yang terjadi? Wanita itu bisa menghindari serangan mereka?” Brisia ternganga melihat aksi Xena yang luar biasa menghadapi serangan pria-pria bertubuh kekar.
__ADS_1
“CEPAT BUNUH WANITA ITU! AKU TELAH MEMBAYAR KALIAN MAHAL-MAHAL, JADI JANGAN MENGECEWAKANKU!”