Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Bebas


__ADS_3

Derryl menyentakkan kakinya hingga membuat Brisia tersungkur ke permukaan tanah. Wajar saja dia tidak lagi bereaksi terhadap mimik polos Brisia karena kepercayaannya terhadap Brisia telah pupus sepenuhnya. Derryl menatap Brisia dengan pandangan jijik, dia tidak percaya telah jatuh ke dalam permainan Brisia selama ini. Derryl yang buta perlahan membuka mata, dia menyadari kalau selama ini dia telah keterlaluan kepada Alina atau pun Xena.


“Jangan sentuh aku! Mulai detik ini juga kau dan Viscount Gimlet akan ditahan di penjara bawah tanah dan Alina resmi dibebaskan dari tuduhan tak berdasar!”


Derryl segera memerintahkan ksatria untuk menahan Brisia dan Viscount Gimlet, keduanya memberontak saat dibawa paksa ke penjara bawah tanah. Dengan begini, Xena terbebas dari penjara, akhirnya dia bisa menghirup udara segar di luar penjara tanpa mengkhawatirkan tentang tuduhan yang dilayangkan padanya. Sejak awal memang Xena telah memprediksi hal ini, jadi dia bisa sedikit santai tanpa harus stres di balik jeruji besi.


“Yang Mulia, silakan keluar. Mulai hari ini Anda dibebaskan dari tuduhan pembunuhan anak Kaisar yang diarahkan kepada Anda.”


Xena keluar dari penjara seraya melangkah bangga, tanpa sengaja Xena berpapasan dengan Brisia serta Viscount Gimlet. Melihat ekspresi wajah mereka yang menggeruti dan meronta-ronta membuat Brisia ingin tertawa kencang.


“Nikmati waktumu sebelum akhirnya kau dijatuhkan hukuman mati oleh Kaisar,” bisik Xena di samping telinga Brisia.


Seketika muka Brisia berganti merah akibat kemurkaan yang terus dia tahan kepada Xena selama beberapa waktu ini. Xena memberi sorot mata meledek kepada Brisia, alangkah gembiranya hati Xena menyaksikan Brisia yang tenggelam di dalam penyesalan. Sebentar lagi Xena bisa melihat kehancuran dari wanita yang telah menciptakan penderitaan besar untuk saudara kembarnya.


‘Sialan! Wanita itu membuatku jengkel, ini semua gara-gara dia yang membuatku masuk ke dalam jurang jebakan yang awalnya aku ciptakan untuknya. Awas saja, aku takkan mati, aku pastikan dia sengsara sebelum hari kematianku,’ gerutu Brisia dalam hati.


Xena tahu bahwa Brisia menggerutu sepanjang jalan di dalam hatinya, meski begitu Xena tidak terlalu mempedulikan apa pun tanggapan Brisia tentangnya. Dia hanya perlu menikmati waktu kebebasannya sebelum badai besar menerjang kekaisaran ini.

__ADS_1


‘Apa yang harus aku lakukan pertama? Mungkin sekarang aku akan mengunjungi Ibu Suri tercinta dan menekan dia sedikit demi memperoleh jawaban dari pertanyaan yang mengganggu kepalaku selama ini. Wanita itu juga harus mati bersama Brisia, aku tidak boleh membiarkannya hidup lebih lama lagi.’


Sebelum mengunjungi Gylda, Xena pergi ke kamarnya untuk beristirahat sejenak, ia merebahkan badan ke permukaan kasur yang telah lama tidak dia rasakan keempukannya. Rasa lelah Xena sesaat lenyap, dia benar-benar merindukan tidur di kasur selama berada di penjara. Gia pun turut bahagia karena kini Xena tidak perlu lagi menderita di tempat sempit, lembab, dan kumuh.


“Gia, kerja bagus! Aku tahu kau pasti bisa melakukannya, berkatmu sekarang aku bisa menghirup udara segar di luar penjara. Kau adalah orang yang paling baik di hidupku, jika bukan karenamu mungkin aku sudah kewalahan sekarang,” puji Xena.


Gia tersenyum bangga begitu Xena memujinya, sejujurnya jantungnya berdegup kencang saat ia menjalankan rencana untuk memergoki Brisia. Namun, siapa sangka rencananya berhasil membuat Xena puas.


“Saya hanya melakukan apa yang saya bisa lakukan, Nona. Saya senang dapat membantu Anda sejauh ini,” balas Gia tetap merendah diri.


Xena pun bangkit dari posisi tidurannya, dia melompat turun dari tempat tidur sebab dia hampir melupakan sesuatu yang penting.


Lekas Gia mengambilkan selembar kertas dan pulpen untuk Xena, dengan perasaan bahagia Xena menulis surat untuk dua orang pria yang dicintainya. Xena menulis surat sambil bersenandung, kegembiraan Xena menciptakan kebingungan pada Gia. Pasalnya, baru kalai ini dia melihat Xena sangat bahagia seperti sekarang.


‘Apa keluar dari penjara bisa membuat Nona sebahagia itu? Aku tidak mengerti jalan pikir Nona,’ pikir Gia.


Selepas menulis surat, Xena mengirim surat tersebut ke kediaman Xander, tentu saja berita ini membuat Xander serta Xavier senang. Mereka yang sebelumnya khawatir kini tidak perlu lagi khawatir karena Xena sudah aman di istana kediamannya.

__ADS_1


Pada saat itu pula, Charise kembali digemparkan oleh kabar tentang perselingkuhan Brisia bersama Viscount Gimlet. Ramai orang memberi hujatan kepada mereka berdua, tidak sedikit di antara mereka yang menyesal karena sudah berprasangka buruk terhadap Xena. Kini mereka memperoleh kenyataan yang sebenarnya siapa dalang di balik gugurnya anak Brisia dan Kaisar. Rakyat juga mengkecam Brisia sebagai wanita iblis yang mengorbankan anaknya sendiri demi menjatuhkan Xena.


“Luar biasa, Nona! Orang-orang yang berani menghujat Anda waktu itu sekarang terdiam setelah mendapat kabar tentang Permaisuri. Saya harap mereka mati saja karena mereka menghujat Anda tanpa tahu permasalahan yang sebenarnya,” ujar Gia jengkel.


“Biarkan saja, tidak usah kau pedulikan, yang jelas sekarang kita berhasil menjatuhkan Brisia. Ini lebih cepat dari dugaanku, tapi aku senang karena waktu pemusnahan Charise kian mendekat. Sebelum itu, besok malam aku ingin memberi sedikit kejutan untuk Ibu Suri.”


Pada esok harinya di tengah kesenyapan malam, Xena diam-diam pergi ke istana kediaman Gylda. Xena menyelinap masuk ke halaman istana Gylda, walau banyak ksatria dan pelayan yang bekerja di sana, tetap saja jika sudah malam maka suasananya sepi begini. Xena melihat kedua ksatria tertidur sembari berjaga di depan pintu masuk kamar Gylda. Xena pun memutuskan untuk masuk melalui jendela kamar.


Ketika Xena mengintip dari luar jendela, ternyata Gylda masih belum tidur dan asik duduk bersantai di atas sofa. Seusai berita mengenai Brisia menyebar, Gylda langsung diserang oleh rasa stres berlebihan sehingga membuatnya kesulitan untuk tidur.


“Bisa-bisanya wanita murahan itu selingkuh di belakang anakku, padahal dia sudah diberi kehidupan layak di istana ini. Bahkan anakku selalu membelanya kala dia melakukan kesalahan, tapi lihatlah bagaimana balasannya. Besok aku katakan kepada Derryl bahwa Permaisurinya itu harus dihukum mati,” gerutu Gylda.


“Apa yang sedang kau gerutukan itu?”


Suara Xena membuat Gylda terperanjat kaget, sontak dia bangkit dari tempat duduknya seraya menghadap ke arah Xena yang masuk melewati jendela yang terbuka lebar. Gylda menyambut kedatangan Xena dengan ekspresi masam, tangannya terasa gatal ingin memukuli muka Xena.


“Apa yang kau lakukan di sini, wanita jal*ng?!” Gylda sungguh tidak ramah sama sekali kepada Xena.

__ADS_1


“Aku kemari ingin menyapamu, apa kau segitu bencinya terhadap diriku?” Xena mendudukkan dirinya di atas sofa seraya terus mengarahkan tatapan menusuk kepada Gylda.


__ADS_2