Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Maafkan Aku


__ADS_3

Sekujur tubuh Xena gemetar saat segala fakta tersebut melaju masuk ke gendang telinganya dan langsung direkam oleh memorinya. Xander dan Xavier menatap sendu ke arah Xena yang kian mendekat pada mereka. Tangan Xena yang bergetar berusaha menggapai tubuh Xander, entah mengapa hatinya sakit sekali saat itu. Dia tak mampu lagi menampung rasa sakit yang berasal dari kenyataan yang baru dia ketahui.


Seakan semua ini mimpi, sepintas di kepala Xena, dia berharap bahwa dia bisa bangun dari mimpi panjang ini. Akan tetapi, segala yang dia dengar bukanlah mimpi melainkan sebuah kebenaran yang lambat laun pasti dia ketahui. Namun, Xena mengetahuinya lebih cepat dari dugaan Xander, bahkan sekarang dia bingung harus menuturkan penjelasan yang bagaimana terhadap Xena.


“Xena, aku—”


“Katakan padaku detik ini juga! Apa yang aku dengar itu semuanya benar? Apa kau memutar waktu sebanyak tujuh kali? Lalu Xavier bukanlah kerabatmu melainkan dia adalah anakku? Katakan, Xander! Cepat jawab!”


Xena mendesak paksa Xander untuk jujur padanya, jari-jari tangan Xena mencengkram erat kerah baju Xander. Wajah mereka berjarak sangat dekat sehingga Xander dapat melihat jelas cahaya redup di manik-manik perak milik Xena.


“Itu benar! Itu benar, Xena,” sela Verden. Xena pun melayangkan tatapan tajam ke arah Verden, dia merasakan kebencian hebat menggelora di hatinya.


“Kau siapa? Aku tidak mengajakmu berbicara!” bentak Xena emosi.


Verden semakin mempertajam seringaiannya, bertatap muka dengan Xena membuat rasa rindu meluap-luap dari perasaannya. Di penglihatan Verden, Xena masihlah seorang Ratu Setan ditambah Verden melihat jelas ada cahaya merah yang menyelubungi tubuh Xena. Sebagaimana yang dia ketahui dengan baik, cahaya merah ialah kekuatan dasar yang dimiliki oleh Ratu Setan dulunya.


“Xena, lama tidak berjumpa. Aku telah menunggu waktu di mana kita akan bertemu lagi seperti dahulu. Tetapi, tidak aku sangka pertemuan kita lebih cepat dari yang aku kira,” ucap Verden.


Xena melepas cengkraman tangannya dari kerah baju Xander, ia mengalihkan fokus dan pandangannya kepada Verden. Xena merasakan aura menyesakkan yang bersumber dari tubuh Verden, semakin dia menatapnya maka rasa sesak itu kian menyiksa. Hanya saja, Xena sengaja menahan rasa sesaknya demi mengulik info lebih dari Verden.

__ADS_1


“Lama tidak berjumpa kau bilang? Aku baru pertama kali melihatmu,” ketus Xena.


Verden tertawa kecil menyaksikan Xena begitu sinis dengan kehadirannya, dia tidak peduli bagaimana cara Xena menatapnya. Tetapi, yang jelas kini Verden sangat senang melihat wajah cantik Xena setelah sekian lama.


“Apa aku perlu membuatmu ingat siapa aku?”


Verden menarik pergelangan tangan Xena, ia membawa tubuh Xena ke dalam rengkuhannya. Xena sekuat tenaga berupaya melepas diri dari Verden, namun kekuatan Verden berada jauh di atas diri Xena. Sedangkan Xander bersiap untuk menyerang Verden, tapi dia tidak boleh menyerang secara sembarangan sebab ada Xena di pelukan Verden kala itu.


“Lepaskan aku, pria sialan!” Xena terus mengumpati Verden, tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba saja rasa benci yang sangat membara menggerogoti perasaannya.


“Diamlah! Aku akan membuatmu mengingat semua kehidupanmu yang lalu, meski ini terlalu cepat untuk kau ingat, tapi aku tidak bisa membiarkanmu hidup tanpa ingatan masa lalu lagi.”


Verden menyentuh kening Xena lalu melepaskan rengkuhannya, rasa sakit perlahan menusuk masuk ke kepala Xena. Tubuh Xena meluruh menyentuh tanah, rasa pedih serta sakit itu menghantam kepalanya berulang kali.


Xena meraung kesakitan, Xavier dan Xander segera bergerak menghampiri Xena, tapi langkah mereka dihalangi oleh Verden. Mereka diminta untuk diam dan melihat apa yang terjadi berikutnya setelah ini.


Satu persatu ingatan kehidupan lalu berkumpul di kepala Xena, ingatan itu bagai potongan puzzle. Perlahan potongan puzzle tersebut menyatu membentu sebuah memori utuh yang berisi tentang lika-liku kehidupan Xena. Akan tetapi, ingatannya saat menjadi Ratu Setan hanya terlihat samar-samar, sementara itu ingatannya di kehidupan kedua hingga seterusnya dapat dilihat jelas.


Xena melihat bayangan Xander, mereka berdua terus bersama-sama sepanjang waktu sampai akhirnya Xander melamarnya sebagai istri. Ini merupakan kehidupan pertama, dia melihat dirinya mati bunuh diri di depan Xander dan Verden, lalu Xander juga ikut mati di samping tubuhnya yang tak bernyawa. Beralih pada kehidupan selanjutnya, Xena terus menerus menemukan dirinya tewas di tangan Xander dalam keadaan jantung terhunus pedang. Hal itu disebabkan karena diri Xena dikendalikan oleh Verden.

__ADS_1


“Ibu, aku sayang Ibu … apa Ibu akan terus bersama Xavier?”


“Xavier suka sekali dengan cokelat, sama seperti Ibu.”


“Ibu, bukankah Ibu suntuk karena Ayah tidak di rumah? Bagaimana kalau kita jalan-jalan?”


“Kenapa badan Ibu panas sekali? Ibu sakit? Tunggu di sini, Xavier akan membawakan dokter untuk Ibu.”


“Orang yang paling Xavier cintai di dunia ini adalah Ibu! Walaupun Ibu sering memarahi Ayah, tapi Ibu tidak pernah memarahi Xavier.”


“Ibu … bukankah Ibu berjanji tidak akan meninggalkan Xavier sendirian? Jangan pergi, Ibu! Xavier takut … Ibu!”


Semua itu adalah memori tentang Xavier kecil yang terus menempel padanya setiap waktu. Gambaran tampak jelas kala itu Xena begitu bahagia dengan kehadiran Xavier di hidupnya. Mereka bahagia bersama, tiada waktu yang mereka lewatkan tanpa kebersamaan yang begitu bahagia. Mereka saling berbagi cerita, bertukar gelak tawa, serta saling melindungi satu sama lain. Akan tetapi, segalanya hancur ketika Xena mati, di penglihatan sayup Xena melihat Xavier meraih tangannya sambil menangis dan memohon agar tidak ditinggalkan.


‘Kehidupan lalu … jadi, aku benar-benar memilikinya? Kehidupan yang begitu rumit. Aku meninggalkan suami dan anakku di dalam jurang keputusasaan. Mati berulang kali, tapi Xander tidak menyerah memutar waktu demi menyelamatkanku. Dadaku sesak, rasanya sangat sakit bila aku membayangkan berada di posisi Xander.’


Kesakitan yang menekan badan Xena kini telah lenyap sepenuhnya, hanya tersisa deraian air mata yang terus bergulir jatuh dari pelupuk mata. Ingatan masa lalu masih membayanginya, Xena ingin mengatakan sesuatu, namun bibirnya terkatup rapat.


“Sial! Sepertinya waktuku sudah habis. Baiklah, aku pergi dulu dan aku akan menemui kalian lagi nanti.” Verden menghilang sepenuhnya dari hadapan mereka, dia membawa seluruh bayangannya kembali ke tempat persembunyian.

__ADS_1


Xander dan Xavier bergegas mendekati Xena yang masih membeku di tempat, segera Xander memberikan pelukan hangat kepada Xena. Dunia Xena serasa runtuh, dia memberi pelukan yang lebih erat kepada Xander.


“Kenapa … kenapa kau berusaha begitu keras untuk menyelamatkanku? Aku minta maaf … aku minta maaf karena telah menyulitkanmu selama beberapa kehidupan ini. Aku juga ingin mengucapkan terima kasih atas cinta yang kau limpahkan padaku. Terima kasih, suamiku …,” lirih Xena terisak di dekapan Xander.


__ADS_2