
Xena langsung meraba matanya, dia lupa cuci mata sebelum tidur sehingga membuat matanya kini rada sembab. Akan tetapi, Xena tidak mau mengakui kalau dia semalam menangisi Xander, dirinya tak ingin terlihat lemah di hadapan Xander.
“Bukan! Aku tidak menangis karenamu,” elak Xena, kedua tangannya mencoba menjangkau nampan sarapan yang dibawa Xander. Namun, Xander malah mengangkat nampan itu tinggi-tinggi hingga membuat Xena kesulitan untuk menjangkaunya.
“Katakan kalau kau memang khawatir denganku,” ujar Xander.
Xena terus melompat merebut nampan sarapan yang telah disiapkan Xander untuknya, tapi apa daya, tubuhnya yang jauh lebih pendek dan kecil dari Xander, tak memungkinkan dia untuk menggapai letak nampan yang tinggi tersebut.
“Tidak! Aku tidak khawatir denganmu,” kukuh Xena tak mau mengaku.
“Kalau begitu tidak ada pilihan lain.”
Xander secara cepat tiba-tiba mengecup singkat bibir Xena, hal itu membuat Xena mematung di tempat. Perlahan wajah Xena berubah merah padam, dia ingin marah, tapi di sisi lain dia juga menikmatinya. Kemudian Xander memberikan nampan berisi sarapan itu kepada Xena sembari mengusap puncak kepala Xena.
“Terima kasih karena telah mengkhawatirkanku, istriku.”
Suara lembut Xander membuat Xena hanyut dalam perasaan yang tidak dia kenali serta detak jantungnya yang tidak beraturan membuat Xena menjadi semakin tak karuan.
‘Bisa gila aku lama-lama kalau berada di dekatnya, lebih baik aku segera pulang ke istana. Apabila aku di sini lebih lama lagi, maka aku yakin besok detak jantungku tidak akan terdengar lagi,’ batin Xena.
Segera Xena menghabiskan seluruh sarapannya, ia hanya ingin menjauh dari Xander, sebab setiap kali Xander tersenyum padanya, jantungnya serasa akan meloncat ke luar. Alhasil, Xena ditempatkan di perasaan yang tidak dia kenali sedikit pun dan membuat dirinya agak terganggu. Wajar saja karena Xena masih belum menyadari perasaannya sendiri, dia tidak sadar bahwa dirinya telah terkena panah cintanya Xander.
__ADS_1
“Aku sudah selesai! Aku akan kembali ke istana sekarang juga,” ujar Xena manaruh nampan kosong di atas meja.
“Apa perlu aku antar—”
“Tidak boleh, Yang Mulia, Anda harus istirahat penuh,” potong Garvin secara tegas.
“Benar. Kau harus istirahat, aku tidak mau bertemu denganmu nanti kalau kau masih sakit seperti kemarin. Jadi, berdiam diri saja di sini dan jangan membuat Garvin berada dalam kesulitan! Paham?” omel Xena.
Xander menundukkan wajah sembari mengangguk pelan, Garvin merasa terharu karena Xena membelanya dan membuat Xander patuh di bawah perintahnya. Setelah itu, Xena pulang sendirian dan dia menolak diantar menggunakan kereda kuda milik kediaman Duke Geraldo karena Xena tak mau menambah kecurigaan Derryl padanya.
Xander berada di ruang kerjanya sambil terus memandang punggung Xena yang kian menjauh dari mansion.
‘Kenapa masa lalu terus berubah setiap kali aku memutar waktu? Aku mengherankan masalah ini sejak awal. Di enam kehidupan sebelumnya, Alina tidak mati karena dibunuh, dia berhasil bertahan hidup selama enam kehidupan. Namun, mengapa segalanya semakin berbeda di kehidupan ke tujuh? Kemudian cahaya merah yang dikeluarkan Xena semalam merupakan kekuatan sejati dari Ratu Setan. Kenapa Xena bisa menggunakannya? Bahkan ini belum waktunya Ratu Setan dibangkitkan. Apa mungkin jiwa Ratu Setan telah melekat di tubuh Xena?
Sementara itu, Xena yang telah sampai di istana justru tengah menghadapi seseorang yang paling dia benci, yakni Derryl. Baru saja Xena menginjakkan kakinya di lantai istana, dia sudah dihadang oleh puluhan ksatria. Derryl saat ini memasang muka garang, semalaman Xena tidak kembali ke istana, jadi pantas saja Derryl marah.
“Dari mana saja kau? Dari kemarin kau tidak pulang ke istana dan baru balik pagi ini. Apa kau melupakan statusmu sebagai Permaisuri? Tidak selayaknya seorang Permaisuri berkeliaran seorang diri, ditambah lagi suasana istana sedang dilanda kekacauan akibat Ibu Suri yang membuat masalah. Seharusnya kau bisa mengerti situasi ini, tapi kenapa kau malah bersikap tidak peduli?”
Xena ingin menutup pendengarannya dari suara Derryl, dia benar-benar membenci Derryl yang bertingkah sok peduli dengannya.
“Aku mau pergi ke mana itu bukan urusanmu, aku mau mati atau hidup itu juga bukan urusanmu. Waktu aku menghilang lebih dari tiga hari, mengapa kau tidak bertanya atau mencariku? Kenapa baru sekarang kau bersikap sok mempedulikanku?”
__ADS_1
Xena mengulik lagi masa yang telah lalu, Derryl kembali terdiam mendengar balasan menohok dari Xena. Tanpa sengaja, Derryl mencium aroma parfum pria yang melekat di pakaianXena, bau parfum itu adalah milik Xander.
“ALINA!” Derryl mencekal pergelangan tangan Xena penuh amarah, “Jawab dengan jujur! Dengan siapa kau pergi semalam? Apakah kau pergi dengan pria lain?”
Xena menyentakkan tangannya, dia paling membenci saat-saat Derryl yang selalu memulai mencekal erat pergelangan tangannya.
“Aku pergi dengan siapa, itu bukan sesuatu yang penting! Jangan pernah menunjukkan kemarahanmu itu padaku. Kau benar-benar menjijikkan! Dulu kau tidak pernah peduli apa yang aku lakukan hingga aku kehilangan anakku sendiri, apa kau pernah menunjukkan rasa pedulimu?! Tidak! Asal kau tahu, aku sangat membenci pria yang egois seperti dirimu ini.”
Xena memutuskan untuk pergi tanpa melanjutkan lebih jauh lagi pembicaraan ini, dia sudah lebih dulu emosi karena sikap Derryl yang membuatnya muak.
“Tunggu, Alina! Apa kau yang membuat kekacauan di kediaman keluargamu? Apa kau yang sudah mencoba mencelakai Ayah dan Ibu tirimu?”
Xena menjeda sejenak langkah kakinya, dia berbalik badan sambil tersenyum sadis.
“Benar sekali, aku bahkan berencana membunuh sampah-sampah itu, tapi aku mengurungkan niat dan memutuskan untuk membuat mereka menderita sampai mati. Bagaimana? Aku keren, bukan?”
Semua orang yang mendengar pengakuan dari Xena langsung merinding, siapa sangka Xena melakukan perbuatan nekat semacam itu. Derryl pun dibuat kehabisan kata oleh Xena, dia kebingungan harus melakukan apa lagi kepada Xena.
“Kenapa kau melakukan itu?” tanya Derryl ragu-ragu.
“Kenapa ya? Mungkin karena mereka telah menyakiti Ibuku dan saudari kembarku. Anggap saja mereka menerima azab dari dewa dan dewi. Aku harap setelah ini mereka bisa bertahan dari neraka dunia,” ucap Xena.
__ADS_1
Selepas itu, Xena langsung menghilang dari hadapan Derryl tanpa mengemban rasa bersalah ataupun menyesal di dirinya.
‘Wanita itu berubah menjadi orang gila, apa efek kepala terbentur batu memang separah ini? Aku harus menanyakan hal ini kepada dokter yang paling berbakat di Charise.’