Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Serangan Lagi


__ADS_3

Braakkk


Xander ikut memukul meja, kemarahan Xena adalah kemarahannya juga, Liam serasa sedang diapit oleh dua gunung berapi yang sedang aktif mengeluarkan lahar panas. Mereka sama-sama sedang membara, Xena yang tidak terima bahwa tambang berlian milik keluarga Duke Alister telah terjual, sedangkan Xander marah karena Xena dibuat marah oleh Liam.


“Kembalikan lagi tambang berliannya!” tekan Xander.


Liam menghela napas panjang, dia bingung harus menjelaskan bagaimana lagi kepada mereka berdua. Padahal Xander sudah tahu betul tentang sistem pekerjaannya, tapi bisa-bisanya dia mendesak Liam untuk segera mengembalikan tambangnya.


“Aku tidak bisa mengembalikannya, orang itu sudah membayar penuh tambang it—”


“Aku akan membayarmu dua kali lipat asal kau mau membantuku mengembalikan tambang itu lagi,” tawar Xena.


Liam tergiur oleh penawaran Xena barusan, tapi dia berusaha untuk menolak keserakahannya dan berusaha profesional pada pekerjaannya.


“Maaf, tapi tetap tidak bisa—”


“TIGA KALI LIPAT! ATAU EMPAT KALI LIPAT!” tawar Xena lagi dengan suara lantang.


Liam tercengang, itu bukanlah jumlah yang sedikit, bahkan di kekaisaran ini dia ragu akan ada orang yang mampu mengeluarkan uang sebanyak itu. Iman Liam perlahan goyah, sejenak dia berpikir dengan keuntungan yang akan dia dapatkan bila menyetujui tawaran Xena. Meskipun pekerjaan ini sedikit beresiko, tapi karena uang yang akan dia dapatkan berjumlah sangat besar, dia memilih untuk menerimanya.


“Baiklah, saya akan berusaha untuk mengambil kembali tambang berliannya dan juga saya akan mengembalikan aset yang lain berupa tanah, toko, hingga tambang batu sihir,” tutur Liam.


“Oke, aku tunggu hasil pekerjaanmu. Jangan khawatir, aku pasti akan membayarmu empat kali lipat, jadi jangan kecewakan aku,” ucap Xena.


“Serahkan saja semuanya kepada saya.”


Kemudian Liam memberikan surat tanah, toko, serta surat tambang batu sihir kepada Xena. Lalu Xena mengeluarkan satu peti besar koin emas dari cincin penyimpanannya untuk diberikan kepada Liam sebagai pembayaran awal untuk pembelian aset-aset tersebut.


“Apakah segini saja cukup?”

__ADS_1


Liam ternganga melihat jumlah koin emas yang diberikan oleh Xena, seumur hidupnya baru kali ini dia melihat tumpukan koin emas yang sangat banyak seperti ini.


“N-nona… dari mana Anda mendapatkan semua uang ini?” tanya Liam.


“Ini baru uang mukanya saja, setelah kau menyelesaikan pekerjaanmu, nanti aku kirimkan tiga peti koin emas lagi.”


Kepala Liam pusing seketika mendengar Xena dengan mudahnya memberikan uang dalam jumlah yang sangat besar padanya. Dengan uang sebanyak itu dia bisa menjadi orang yang paling kaya di Charise. Otak Liam mulai dipenuhi oleh imajinasi-imajinasi liar, dia bahkan sudah memiliki rencana untuk membeli sebuah gelar bangsawan.


“B-bukankah ini terlalu banyak? Apakan A-anda sungguh memberikan uang sebanyak itu kepada saya?” Liam gelagapan menanggapi jumlah uang yang diberikan oleh Xena, lidahnya berbelit-belit karena semuanya terasa seperti mimpi.


“Tidak masalah, aku memang sedang ingin menghabiskan uang, kalau hanya segini tidak akan mengurangi kekayaanku. Oleh karena itu, tolong kerjakan baik-baik, aku akan kembali lagi membawa sisanya nanti,” kata Xena terkesan menyombongkan kekayaannya.


Xander sendiri tidak merasa kaget oleh jumlah uang yang ditawarkan oleh Xena, pada dasarnya kekayaan Xena melebihi kekayaan keluarganya sendiri. Masih melekat di ingatan Xander, dulu Xena pernah membeli tanah yang sangat luas sekaligus mendirikan rumah dalam jumlah tidak sedikit untuk ditempati oleh para budak. Namun, harta kekayaan Xena tidak berkurang walau telah digunakan secara boros.


‘Istriku memang sangat kaya, aku sudah tahu itu, Laiv selalu menuntutnya menghabiskan uang dan inilah saat di mana ia harus membantu mengurangi tumpukan uang di markas,’ batin Xander berbangga diri.


“AAAHHH PERMAISURI!” teriak Liam menunjuki Xena.


Sontak Xena yang sedang menikmati minumannya menyemburkan kembali minuman itu dari mulutnya. Xander langsung memukul kepala Liam dan mengisyaratkan Liam untuk tutup mulut, segera Liam membekap mulutnya yang ember itu.


“Apakah beliau benar-benar Permaisuri? Bagaimana ceritanya kau bisa bersama Permaisuri dan berkata ingin menikahinya? Apa kau bermaksud menikung Kakakmu sendiri?” tanya Liam berbisik pada Xander.


Liam benar-benar salah sangka dan mengira bahwa Xander berselingkuh dengan istri dari Kakaknya sendiri.


“Permaisuri sudah mati,” ungkap Xena tiba-tiba.


Liam mematung tak percaya. “Mana mungkin Permaisuri mati, kalau beliau mati pasti sudah diumumkan ke penjuru kekaisaran ini,” bantah Liam.


“Aku tidak bohong, Permaisuri sungguh sudah mati.”

__ADS_1


“Mustahil, lalu siapa yang berada di depan saya ini kalau bukan Permaisuri? Apa jangan-jangan Anda roh Permaisuri?” terka Liam mengada-ada.


“Aku kembarannya Permaisuri – Xena.”


Liam mematung lagi, ia mencoba menoleh ke arah Xander tapi Xander tidak memberi bantahan apapun, yang artinya Xena jujur tentang identitasnya pada Liam.


“Kembaran? Ini sangat konyol! Jangan bercanda dengan saya. Bukannya kembaran Permaisuri itu sudah mati delapan tahun yang lalu setelah dijual sebagai budak?” Liam berusaha menggali semuanya sampai tuntas.


“Aku masih hidup, aku selamat dari bencana besar di Kekaisaran Colombain, buktinya aku bisa berdiri di sini sekarang. Alina mati karena dibunuh, itu makanya aku datang kemari untuk menggantikannya demi mencari tahu siapa dalang di balik pembunuhan itu,” jelas Xena.


Liam dibuat tak bisa berkata-kata, dia hening dalam waktu yang cukup lama, kabar pembunuhan inilah yang membuatnya kaget bukan main.


“Tapi, kenapa Anda mengatakannya kepada saya? Bagaimana kalau nanti saya membocorkannya kepada orang lain?” bingung Liam.


Xena mulai berpikir, sejujurnya dia juga tidak tahu alasannya mengatakan ini kepada Liam yang baru pertama kali dia temui sekarang.


“Entahlah, aku percaya padamu kalau kau tidak akan pernah membocorkan rahasiaku kepada orang lain,” jawab Xena.


Xander tahu alasan di balik rasa percaya Xena terhadap Liam, bagaimana pun dulunya Xena dan Liam berteman baik setelah Xena berhasil mendapatkan tambang berlian milik Duke Alister kembali. Tidak heran kenapa Xena menaruh rasa percaya yang besar kepada Liam meski dia tidak sadar akan hal tersebut.


“Xena, haruskah kita pulang sekarang? Langit sudah mulai gelap,” ujar Xander mengajak pulang.


“Oke, mari kita pulang.”


Mereka pamit kepada Liam dan berjanji akan bertemu beberapa hari lagi, Xena mendongak ke atas langit sebelum melangkah lebih jauh lagi. Langit gelap disertai suara gemuruh, pertanda sebentar lagi akan turun hujan. Xena meminta Xander untuk bergegas pulang sebelum hujan lebat menghadang jalan mereka.


Akan tetapi, di tengah perjalanan mereka, sesuatu hal tidak terduga terjadi yaitu munculnya puluhan pedang yang melesat ke arah mereka. Terpaksa mereka menghentikan dulu perjalanan menuju ibu kota.


“XENA! AWAS DI BELAKANGMU!”

__ADS_1


__ADS_2