Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 13 - Rumah Sowon


__ADS_3

Setelah makan, sesuai perkataanku, aku mengembalikan ponselnya. Dia tetap terlihat sangat kesal walaupun aku sudah mengembalikan ponselnya. Aku pikir mungkin dia kalah dalam gamenya karena keluar di tengah-tengah permainan.


Tapi untuk itu aku tidak peduli, yang penting kami sudah selesai makan. Aku ingin segera kembali ke apartemen untuk rebahan. Tubuhku ini sangat merindukan kasur tersayangku. Oh ya aku baru ingat sesuatu.


Aku menelepon Sowon sebentar. "Hei Sowon, bisa kamu ke apartemenku hari ini? Kita kerjain tugas um.. bareng,"


'Ga mau kalau ada tuh guru ah. Kerjain aja berdua disana.'


"Kamu kan tahu aku ga ada buku, pinjam lah, kalau begitu aku yang ke rumahmu nanti." Putusku.


'Ya sudah datang saja,'


"Nanti sore aku ke rumahmu, siapin camilan yang banyak." Ucapku sebelum menutup teleponnya.


"Kamu mau ke rumah Sowon?" Tanya pak BaekHyun setelah aku menutup telepon.


"Ya, Saya pulang hanya untuk mengambil buku catatan setelah itu langsung pergi ke rumah Sowon, bapak tidak usah mengantar saya, saya bisa ke sana sendiri." Ucapku.


Dia tidak menjawabku lagi. Entah perasaanku doank atau aku merasa saat pergi tadi, aku merasa pak BaekHyun sangat hangat dan lembut, tapi setelah kembali, dia menjadi dingin dan seperti ini. Aku membuka ponselku lagi karena ada pesan masuk dari Taehyung.


TaeHyung : Yer, kamu dimana sih? Dua hari ngilang begitu aja.


Aku membalas pesannya. "Aku akan ke rumah Sowon setelah ini, kita kumpul aja di sana."


TaeHyung : "OTW"


Aku keluar dari aplikasi itu dan berganti ke aplikasi lainnya. Aku terus melihat-lihat isi ponselku sampai aku tidak sadar kalau aku sudah berada di basement apartemen ku.


"Cepat ambil bukumu, saya antar ke rumah Sowon." Ucapnya.


"Tidak usah, saya bisa pergi sendiri." tolakku. Aku tidak mau terus berada di dekat pak BaekHyun, Pernikahan ini adalah sebuah paksaan, jadi aku masih belum menerimanya, apa lagi bisa dekat dengan pak BaekHyun. Aku saja tidak bisa membayangkan tinggal serumah dengan pak BaekHyun.

__ADS_1


Aku menggelengkan kepalaku, menghapus semua bayangan mengerikan itu dari dalam kepalaku. "Terserah bapak saja deh," Aku keluar dan masuk ke dalam lift. Setelah pintu lift terbuka, aku langsung masuk ke apartemenku dan membawa buku seperlunya saja dan alat tulis. Lebih baik aku mengerjakannya bersama Sowon dari pada hanya berdua dengan pak BaekHyun. Di sekolah saja aku sangat malas apa lagi di apartemen, pada hari minggu. Mana ada murid yang rajin di hari minggu.


Aku keluar tidak melalui basemen lagi, aku yakin di sana pak BaekHyun pasti masih menungguku. Aku keluar lewat lobi utama apartemenku saja.


"Yerin, Masuk." Aku terkejut ketika aku mendengar suara pak BaekHyun. Aku mencari nya dan menemukannya sudah berada tidak jauh dariku. Jika sudah seperti ini mau tidak mau aku ikut dengannya. Sabar saja dulu Yerin. Ini akan segera selesai begitu kalian cerai nanti.


Karena aku di mobil, sepertinya aku akan membaca-baca buku sebentar, aku baru ingat kalau besok ada ulangan Biologi. Harus sabar Yerin. Harus tabah menjalani kehidupan yang tidak adil ini.


Aku mengeluarkan buku biologi dan membaca bab 7. Sejujurnya aku suka pelajaran biologi, tapi, yang aku benci dari pelajaran ini, nama-nama ilmiah yang super ribet. Malah kadang tulisannya juga susah di baca lagi.


"Tumben belajar, biasa nyontek."


"Bapak diem aja dulu," Ucapku. Aku kembali membaca buku dan menghafal nama-nama aneh itu.


"Perbedaan virus dan bakteri," Gumamku sambil membaca perbedaannya.


"Kamu beneran belajar?" Tanya pak BaekHyun.


"Tidak usah masuk ke dalamnya, pak, di luar saja, saya tidak mau Sowon dan TaeHyung melihat saya keluar dari mobil bapak." Ucapku.


"TaeHyung juga di sana?" Tanya pak BaekHyun. Aku memasukkan bukuku ke dalam tas serutku karena ini sudah hampir sampai ke rumah Sowon. Aku baru sadar sesuatu. "Kok bapak tahu rumah Sowon?" Tanyaku.


"Saya pernah mengantar dia pulang," Jawab pak BaekHyun.


"Berapa banyak murid perempuan yang bapak ajak pulang bareng?" Tanyaku dengan senyuman sinis.


"Kamu jangan berpikir saya seperti itu, saya mengantar dia pulang hanya karena saat itu hujan dan dia tidak bisa pergi ke halte, jadi saya mengantarnya." Pak BaekHyun memberikan penjelasan untuk itu. Baiklah, bisa di terima.


"Bagaimana dengan bu TaeYeon, dia pasti sering sekali duduk di sini kan?" Tanyaku sambil mengelus kursi yang sedang aku duduki itu.


"Jangan berbicara seakan-akan bu TaeYeon adalah seseorang yang murahan Yer, dia juga gurumu." Pak BaekHyun terlihat sangat membela Bu TaeYeon. Ya itu sudah pasti, dia lebih cinta kepada Bu TaeYeon dan terpaksa menikah denganku karena perjodohan ini.

__ADS_1


"Berhenti di sini saja pak," Ucapku. Pak BaekHyun berhenti di depan gerbang komplek Sowon. Aku segera melepas sabuk pengamanku dan turun dari mobil. Entah aku yang terlalu baper atau memang pak BaekHyun yang ga bisa menghargai perasaan perempuan. Yang akan menjadi istri nya adalah aku, tapi dia tidak pernah sekali pun membelaku. Selalu bu TaeYeon. Seharusnya jika bu TaeYeon sudah berpacaran dengan pak BaekHyun selama itu, seharusnya dia sudah berhasil meyakinkan mamanya pak BaekHyun kalau dia memang layak menjadi istrinya, bukan malah pacaran diam-diam sampai pak BaekHyun di jodohkan denganku.


Dengan begini sama saja masa mudaku sudah hancur, walaupun aku masih perawan setelah cerai, tetap saja statusku bukan single lagi. Itu semua hanya demi mama, sekarang aku masih tidak habis pikir, apa yang membuat mama sangat bersikeras agar aku menikah sekarang? Aku masih SMA, dan dulu mereka bilang agar aku fokus sekolah dulu baru pacaran dan menikah, tapi pada kenyataannya apa? Mereka yang memaksaku menikah seperti ini, parah nya lagi menikah dengan wali kelasku sendiri.


Aku memencet bel rumah Sowon dan Sowon langsung membukakan pintu untukku. "Hei, aku menunggumu, ayo masuk." Sambut Sowon.


Aku masuk ke dalam rumah Sowon dan disana Taehyung ternyata belum sampai. Baguslah. "Ayo ke kamarku sebentar, apa kamu bisa menceritakan apa yang terjadi? Tenang saja, tidak ada TaeHyung di sini." Ucapnya.


Aku mengangguk. "Ayo ke kamarmu dulu." Ajak ku. Dia menarikku ke kamarnya dengan cepat. Aku yakin dia sangat penasaran.


Dia mengunci pintu kamarnya dulu. "Jadi sekarang gimana?" Tanyanya.


"Tapi kamu jangan menyebarkannya dulu ya, janji?" Tanyaku. Sowon mengangguk dengan tatapan wajah serius. Ya aku percaya saja, Sowon memang tidak pernah membocorkan rahasiaku selama ini.


"Jadi, orang tuaku menjodohkan aku dengan seseorang, tapi aku tidak tahu itu sampai kemarin, hari Sabtu, mereka menyuruhku ikut makan siang dengan teman mamaku, tapi ternyata aku malah di jodohkan dengan pak BaekHyun, aku berusaha menolaknya tapi ujung-ujungnya aku tetap harus menerimanya." Ucapku.


"Pak BaekHyun ga nolak?" Tanya Sowon bingung.


"Dia sudah mencobanya sebelum pertemuan makan siang itu, tapi tetap saja tidak berhasil, tapi kami akan bercerai setelah beberapa bulan." Ucapku.


"Bagaimana jika kamu..?" Sowon menatap ke arah perutku. Aku mengerti maksud nya.


"Tidak akan, orang tua kamu sudah setuju untuk tidak memasukkan itu ke dalam pernikahan kami sebelum aku lulus. Tapi kan aku dan Pak BaekHyun akan bercerai sebelum kita lulus." Ucapku. Sowon mengangguk.


"Bagaimana dengan bu TaeYeon, dia sudah mengetahui tentang ini?" Tanya Sowon. Aku mengangkat kedua bahuku.


"Entah lah, aku tidak tahu tentang itu," Jawabku.


"YERIN!!! SOWON!!!."


Aku berhenti bicara setelah mendengar suara TaeHyung, dia sudah sampai di sini.

__ADS_1


"Jangan bahas di depan TaeHyung ya, aku tidak ingin dia tahu tentang ini." Bisikku. Sowon mengangguk.


__ADS_2