
Aku sudah tidak sabar lagi. Hari yang aku tunggu-tunggu selama 3 tahun akhirnya datang juga. Hari kelulusan ku. Yang lain sudah naik ke atas lebih dulu, tapi aku tidak bisa naik keatas karena Sowon sedang mengambil toga ku.
"Yerin.." Sowon datang dengan membawa toga ku.
"Makasih Won." Ucap ku.
"Ayo cepet ke atas, nanti keburu mulai." Ucap nya. Aku mengangguk naik. Kita lari ke atas untuk menyusul.
Karena tempat nya sudah di siapkan dari jauh-jauh hari, tempat duduk aku dan Sowon tidak akan di duduki orang lain. Aku duduk di sebelah Sowon tentu saja. BaekHyun sendiri. Dia adalah wali kelas yang artinya dia ada di atas panggung sekarang.
"Won akhirnyaa.."
"Yer, seneng banget parah, akhirnya.."
"Udah. Udah, sebentar lagi kita harus maju," Ucap ku. Dia mengangguk. Kita berdua berusaha menenangkan diri masing-masing. Aku sudah berbaris di pinggir panggung. Sebentar lagi giliran ku.
"Jung Yerin."
Nama ku sudah di sebut. Aku naik ke atas panggung. "Selamat ya Yer," Ucap BaekHyun sambil menyalami tangan ku.
"Makasih pak." Ucap ku.
"Selamat Yer," Ucap bu Irene.
"Makasih bu," Balasku.
Setelah semuanya, aku turun dari panggung dan kembali ke tempat duduk ku. Sekarang tinggal menunggu Sowon. Aku tanpa sengaja melihat BaekHyun yang terus melihat ke arah ku.
Dia harus bisa mengendalikan diri nya. Dari sekian banyak murid, dia terus melihat ke sini.
"Hey, Yer, kamu kenapa?" Tanya Sowon.
"Eh, kapan baliknya?" Tanya ku.
"Ih kamu gimana sih, udah dari tadi lagi," jawabnya dengan kesal. "Kamu liatin apa sih sampe aku balik kamu ga tau?" Tanyanya.
"Tuh, dia liatin ke sini mulu," Bisik ku. Sowon melihat ke arah depan.
"Cih. Dasar bucin." Gumam nya. Aku terkekeh.
"Si C di mana?" Tanya ku.
"Ga tau, dia tadi sih di toilet, mungkin sekarang udah ngumpul bareng guru-guru kali." Jawabnya. Aku mengangguk saja. Sekarang aku tinggal menunggu semua nya sudah mendapat giliran baru pesta nya akan di mulai.
*****
"Yerin, Ayo ganti baju dulu," Ajak Sowon. Aku menaruh minuman ku di atas meja dan mengambil dress ku. Ini sudah menjadi bagian dari acara kelulusan, setelah semua di nyatakan lulus, dari pada kita mencoret-coret seragam, pihak sekolah memberikan waktu 3 jam untuk memakai aula untuk berpesta. Anggap lah ini seperti pesta perpisahan yang bahagia.
"Yerin, Sini." Panggil BaekHyun.
"Sebentar Won." Ucap ku. Dia mengangguk . Aku berjalan ke arah luar untuk menemui BaekHyun.
"Kenapa pak?" Tanya ku.
"Ikut saya sebentar Yer," Ucap nya.
__ADS_1
Aku hanya mengikutinya. Aku tidak tahu kemana dia membawa ku. Tapi dia membawa ku masuk ke dalam ruang musik dan mengunci pintu nya. Dia berjalan ke dekat ku.
"Happy Graduation Day my Wife." Bisiknya. Dia memakaikan ku sebuah kalung.
"Thank You Baek," Balas ku.
"Kamu suka?" Tanyanya.
Aku mengangguk. "Tentu saja, ini sangat indah," Jawab ku.
"Sama seperti orang nya." Sambung nya. Aku tersenyum.
"Apa kamu menarik ku hanya untuk ini?" Tanya ku. Dia menggeleng.
"Tentu saja tidak," Dia berjalan ke pojok ruangan mengambil sebuah kotak.
"Hadiah untuk mu Yerin." Ucap nya. Aku menerimanya.
"Buka lah, aku sudah menyiapkan nya sejak lama." Sambung nya.
Aku duduk di atas karpet di ruang musik dan membukanya. "Apa ini?" Tanya ku.
"Buka semuanya." Suruhnya.
Aku membuka semuanya. Mata ku melotot melihatnya.
"Baek, Kamu tidak perlu melakukan ini." Ucap ku. Aku melihat dia membelikan ku iPhone, Mac, Ipad, semua edisi terbaru. Dan ada sebuah map coklat di dalamnya.
"Bukalah." Ucap nya. Dia duduk di hadapan ku. Aku mengeluarkan kertas dari dalam map itu. Aku menutup mulut ku karena terlalu terkejut.
"Iya, kamu di terima di Universitas Harvard, Selamat Yer." Ucap nya. Aku melihat ada sebuah tiket penerbangan juga.
"Kamu sudah menyiapkan ini?" Tanya ku. Dia mengangguk. "Semua ini untuk mu Yerin, dan ini semua adalah hasil usaha mu sendiri," Ucap nya.
Aku memeluk nya. "Makasih Baek, kamu udah banyak ngebantu aku." Ucap ku. Dia membalas pelukan ku.
"Sama-sama Yer, aku bahagia kalau kamu bahagia." Ucap nya.
"Bagaimana dengan mu? Kamu hanya memesan satu tiket untuk ku." Tanya ku.
"Sudah aku bilang, aku tidak masalah di sini sendiri, kamu belajarlah dengan benar di sana," Ucap nya.
Aku tidak yakin tentang hal ini. Rasanya aku tidak bisa meninggalkan BaekHyun sendirian di sini.
"Baek, Ikutlah dengan ku, kamu bisa meneruskan S2 di sana, kita bareng-bareng ke sana." Ucap ku.
Dia menggeleng. "Aku harus mencari uang tetap di sini, menurut mu siapa yang akan membiayai mu kuliah? Aku akan bekerja di sini dan mentransfer uang nya ke rekening mu nanti untuk bayar kuliah, Oke?" Tanyanya.
Aku menggeleng. "Kamu tidak perlu melakukan hal itu Baek, kenapa kamu harus bekerja untuk biaya kuliah ku?" Tanya ku.
"Karena orang tua mu tidak mau membiayai nya, mereka bilang agar kamu bekerja sendiri di sana, tapi aku tidak tega membiarkan mu kelelahan di sana dan aku tidak bisa memeluk mu untuk menenangkan mu, jadi aku akan membayar uang kuliah mu, kamu hanya perlu belajar dengan benar dan lulus dari sana, setelah itu kamu bisa kembali ke sini lagi." Ucap nya.
Mata ku berair. Itu sudah pasti. Aku menangis.
"Jangan menangis Yerin, sebentar lagi pesta nya akan di mulai, jangan buat make up mu luntur," Ucap BaekHyun sambil menghapus air mata ku.
__ADS_1
"Aku tidak mau jauh dari kamu Baek, Aku akan menolak Harvard dan kuliah di sini" Ucap ku.
"Hanya untuk kuliah Yerin, Jangan menyesali keputusan mu, ini untuk jangka panjang. Aku ingin kamu berkuliah di Harvard sesuai keinginan mu, dan kamu bisa pulang ke sini setiap akhir semester untuk bertemu dengan ku." Ucap nya.
Tangisan ku semakin keras. Kenapa dia sangat ingin aku pergi?
"Jangan nangis lagi Yerin, nanti aku di sangka menganiaya kamu nih." Ucapnya.
Aku menghapus air mata ku. "Kenapa kamu sangat ingin aku pergi jauh untuk waktu yang lama? Apa kamu tidak menginginkan aku?" Tanya ku.
Dia memegang wajah ku dengan kedua tangan nya. "Aku sayang kamu, Aku cinta mau Yer, Aku mau yang terbaik untuk kamu, Aku ingin istri aku berpendidikan buat anak-anak kita nanti, jadi aku mau kamu kuliah untuk masa depan kamu, kita sudah menikah, kamu hanya punya aku. Aku tidak perlu takut kehilangan diri mu walaupun kamu pergi jauh, jadi buang pikiran itu jauh-jauh kalau aku tidak menginginkan mu, aku sangat menginginkanmu, tapi sekarang aku rela melepas mu untuk sementara," Ucap nya.
"Jadi, kamu harus kuliah di sana, dan kembali setelah lulus, Mengerti?" Tanyanya.
Aku tersenyum dan mengangguk.
"Bagus kalau sudah mengerti, dan semua itu untuk kamu, gunakan dengan baik untuk keperluan kuliah mu, dan sekarang, ayo kamu harus ganti baju, pestanya akan segera di mulai." Ucap nya.
"Kamu juga ikut Baek?" tanya ku.
Dia mengangguk. "Tentu saja," Jawabnya.
"Jauh-jauh dari guru cewek," Aku memperingatinya.
Dia tertawa. "Cemburu ya," Godanya.
"Enggak, cuma ga terima aja kamu dekat-dekat cewek lain." Ucap ku.
Dia mengangguk. "Iya istri ku, sudah sana, Sowon kasihan tuh harus nungguin kamu mulu." Ucap nya.
Aku mengangkat kotak itu. "Makasih banyak Baek untuk hadiahnya, dan aku sangat menyukai semuanya, termasuk orang yang memberikannya." Ucap ku.
Dia tersenyum. "Sama-sama," balasnya.
Aku keluar lebih dulu dari ruang musik dan berjalan kembali ke dalam kelas.
"Wah, Yerin," Sowon melihat ke arah ku.
"Apa itu?" Tanyanya.
"Hadiah kelulusan." Jawab ku. Dia berlari ke arah ku dan melihat isinya.
"Kamu benar-benar beruntung Yer," Ucap nya.
"Kamu sendiri dapat apa?" Tanya ku.
"Heheheh,"
"Yeh, di tanya malah ketawa doank, dapet apa?" Tanya ku.
"Dia mengeluarkan kunci mobil nya."
"Wah parah, enak banget," Ucap ku. Sowon malah di kasih mobil. Parah. Ini gaji guru di sini berapa sih? Kok ngerasa kayaknya guru di sini kaya-kaya sih, Baek aja bisa kasih ginian, pak ChanYeol bisa kasih mobil, Pak Sehun sama bu Irene sendiri udah terkenal sebagai guru yang kaya di sekolah.
"Nanti kita jalan-jalan," Ucap nya. Aku mengangguk.
__ADS_1
"Temenin aku ganti baju dulu," Ucap ku. Aku mengambil baju ku dan menarik Sowon juga agar ikut dengan ku untuk ganti baju. Aku tidak ingin sendirian. Biarin aja aku egois, yang penting ga sendirian di kamar ganti.