
Tokkk... Tokkk... Tokkk..
"Yerin!!!."
"Yerin bangun.."
Aku seperti mendengar suara Sowon dan Pak ChanYeol.
Aku berusaha membuka mata ku. Aku masih benar-benar ngantuk. Jam berapa sekarang?
Sebentar.
Ini bukan di kamar ku.
Aku menepuk dahi ku sendiri. Bisa-bisa nya aku lupa, ini kan kamar nya pak ChanYeol, dan aku kan nginep di apartemen nya mereka. Astaga.
Aku segera bangun dan membuka pintu. "Maaf," Ucap ku.
Aku bisa langsung melihat pak ChanYeol dengan baju handuk nya dan Sowon di belakangnya.
"Tidur ga tau diri, tuh liat pak ChanYeol dari tadi nungguin kamu bangun, ini kan kamar dia, jadi baju dia di dalam semua lah." Oceh Sowon. Pak ChanYeol masuk ke dalam dan mengambil baju nya.
"Iya. Iya maap, aku ngantuk banget." Ucap ku.
"Udah gapapa Won, kamu kalau masih ngantuk tidur lagi aja, nanti kalau mau keluar pastiin aja pintunya ketutup bener, nanti kekunci otomatis," Ucap pak ChanYeol.
Aku mengangguk.
"Kalian mau berangkat?" Tanya ku.
"Iya," Jawab mereka berbarengan.
"Berbarengan?" tanya ku sekali lagi.
"Iyalah, masa Sowon pergi sendiri." Jawab pak ChanYeol dengan santai.
"Won, ga takut gitu ketahuan yang lain?" Tanya ku.
Dia menggeleng. "Kan turun di basement nanti, cari pas orang ga liat lah," Jawabnya.
"Ya sudah, sana berangkat, nanti kalian telat," Ucap ku.
Pak ChanYeol kembali dengan pakaian rapi, tidak seperti tadi, hanya pakai handuk.
"Ayo berangkat Won," Ajak pak ChanYeol.
__ADS_1
"Ya udah, dah Yer, nanti pulang nya hati-hati ya," Ucap nya.
"Tenang aja Won, Hati-hati juga berangkat nya." balasku.
"Jangan lupa kunci pintu nya yang bener ya Yer, saya berangkat duluan." Ucap pak ChanYeol.
"Iya pak, silahkan." Balasku. Dia menangguk dan keluar bersama Sowon.
Aku sangat enak melihat mereka bisa akur.
Mungkin aku lebih baik pulang nanti. Seingat ku BaekHyun ada ngajar hari ini. Mungkin dia juga sudah berangkat ke sekolah.
Tapi aku ingin mandi dulu di sini, baru aku pulang dengan bus. Tapi aku tidak mungkin mandi di kamar mandi pak ChanYeol. Lebih baik aku pinjam kamar mandi Sowon aja.
"Misi Won, numpang mandi juga ya." ucap ku.
"Iya, masuk aja." Ucap ku menirukan suara Sowon.
"Oke Won, makasih." Jawab ku sendiri. Aku masuk ke kamar nya dan mencari tas ku. Di mana semalam aku menaruhnya ya?
Aku melihat ke sekitar sofa. "Ternyata jatuh di belakang nya. Untung saja ketemu. Aku cuma takut kamu tuh ke tuker sama tas Sowon tau. Masa dia bawa baju-baju, handuk dan sebagainya bukannya buku-buku sekolah." Ucap ku pada tas ku sendiri.
Aku masuk ke kamar mandi Sowon, Ini biasa saja, tapi setidaknya semua alat mandi nya lengkap. Oke lah untuk sebuah apartemen.
Selesai mandi aku memakai baju ganti yang aku bawa kemarin dari apartemen ku. Aku akan sarapan di rumah saja. Seperti nya aku bisa masak sendiri nanti.
Tangan ku mengambil ponsel ku dari dalam tas. Tidak ada pesan masuk sama sekali dari BaekHyun. Sudah lah, aku tidak ingin bertemu dengan nya untuk sekarang ini. Aku sudah cukup kesal melihat nya bersama TaeYeon kemarin. Dasar pelakor. Udah tau BaekHyun udah nikah, masih aja di deketin.
Ga tau diri.
Aku menaruh ponselku di kantong jaket ku dan turun saat sudah sampai. Aku berjalan ke rumah ku. Padalah aku tidak berniat pulang, tapi tidak masalah kan kalau BaekHyun sedang tidak ada di rumah. Jadi aku tidak perlu bertemu dengan nya.
Sekarang, aku sudah di depan pintu. Aku pikir kuncinya sepertinya ada di dalam tas ku. Tangan ku yang satu nya tanpa sengaja mendorong pintu itu. Ternyata tidak di kunci. Ini aneh. Memang nya dia tidak ngajar hari ini? Aku langsung berjalan masuk dan kembali menutup pintu. Aku rasa dia belum pergi.
Aku tidak tahu apa dia tidur terlalu malam sehingga jam segini belum bangun, atau apa.
Aku berjalan ke arah kamar BaekHyun dan mengintip sedikit.
Mata ku membulat ketika melihat apa yang ada di dalam kamarnya. Bu TaeYeon. Bersama BaekHyun. Di atas ranjangnya. Berduaan. Tanpa pakaian.
Oke aku tahu apa yang aku harus aku lakukan sekarang.
Aku mengambil ponsel ku dan memfotonya. Apa lagi saat di foto, bu TaeYeon sedang berada di atas BaekHyun. Ini mungkin akan menjadi sangat menarik. Guru Bk, perusak hubungan rumah tangga orang, dan juga pelacur mungkin. Sebuah paket lengkap dari seorang TaeYeon.
Aku membuka pintu kamarnya. "Ekhmm.. Sepertinya saya melihat sesuatu yang tidak seharusnya saya lihat, dan mendengar apa yang seharusnya tidak saya dengar." Ucap ku.
__ADS_1
"Y-Yerin, kapan kamu pulang?" Tanya BaekHyun panik.
"Entah lah, tidak penting, lanjutkan saja hubungan menjijikkan kalian, aku akan pergi lagi." Ucap ku. Aku menutup pintu kamar mereka. Jujur saja aku sangat jijik melihatnya.
Ckelkkk...
"Yerin, dengarkan aku sebentar," BaekHyun keluar dan langsung menahan ku. ternyata dia masih pakai celana.
Aku melepaskan tangannya dari tangan ku. "Baek, sudahlah, kita akhiri saja, percuma kalau kamu masih seperti ini, kalau pun kamu minta aku percaya, ya aku percaya, tapi kalau kamu minta hubungan lain dengan seseorang, aku tidak bisa, maaf, kalau kalian sudah seperti itu, aku harus mundur, jika kamu hanya berniat mencari tahu rencananya, tidak perlu sampai berhubungan seperti itu, tidak mungkin tidak terjadi apa-apa di antara kalian, aku bukan bocah 7 tahun yang polos Baek, Jadi sekarang, aku akan pulang ke rumah orang tua ku untuk menenangkan diri dulu, jangan hubungi aku ataupun mencari ku, aku tidak akan menceritakan ini pada orang tua ku, tenang saja." Ucap ku berbisik padanya. Aku tidak ingin TaeYeon mendengarnya.
BaekHyun memeluk ku. "Yerin, dengarkan aku sebentar, aku bisa menjelaskannya, jangan pergi lagi." Ucap nya.
"2 menit untuk menjelaskan," Ucap ku. Dia melepasku.
"TaeYeon memiliki video mu, aku berusaha menghapusnya, jadi,-"
"Baek, aku tidak meminta nya, aku bisa mengurus nya sendiri, kenapa kamu ikut campur? Aku bisa menangani nya sendiri, Aku juga tidak meminta mu melakukannya kan?" Potong ku.
"Yer, Aku berusaha membantu mu." Balasnya.
"Aku tidak minta,"
"Apa kamu tidak bisa menghargai ku? Kamu selalu memotong ucapan ku." Ucap nya kesal.
"Ga, udah lah Baek, aku mau pulang dulu, kamu bersenang-senang lah dengan TaeYeon, kabari aku jika kalian sudah punya anak, aku akan membuat surat cerai kita." Ucap ku.
"Yer, jangan lakukan itu, aku tidak mau cerai."
"Tapi aku mau, aku sudah melihatnya, TaeYeon telanjang di sana, apa kamu bisa menjelaskan hal itu? Aku rasa tidak, semua nya sudah jelas," Ucap ku.
Cklekk..
"Kenapa kamu di sini? Bukannya harusnya kamu sekolah?" Tanya TaeYeon.
Aku tersenyum ke arahnya. "Bagaimana dengan diri mu? Sudah berapa kali anda di pakai oleh suami saya? Apa suami saya memberikan pelayanan yang bagus? Semoga saja begitu, kalau begitu lanjutkan saja, saya akan pergi dari sini, oh ya, dan mungkin hanya sebagai peringatan saja, Saya punya foto kalian, jadi kalau mungkin ada yang berani menyebarkan video ku, ini juga akan tersebar di seluruh sekolah, bahkan mungkin sampai orang tua murid, foto yang bagus," Ancam ku.
"YERIN! HAMPUS ITU!." Bentak BaekHyun.
"Jadi kamu bentak aku karena perempuan itu? Memang nya kenapa? Kamu takut juga reputasi kamu hancur karena ini? Aku tidak peduli Beak, kamu sendiri yang melakukan nya hingga sejauh ini," Balasku. TaeYeon hanya diam di tempatnya.
"Tidak mungkin kamu mendapatkan foto, memang nya foto apaan?" Tanyanya.
"Lihat saja nanti, itu akan menjadi hadiah ku untuk kalian." Ucap ku. Aku berjalan masuk ke arah kamar ku dan mengambil laptop dan barang-barang penting ku. Aku benar-benar akan kembali ke rumah orang tua ku. Aku sudah tidak tahan lagi.
Aku keluar dan membawa mobil ku pergi. Aku tidak peduli lagi BaekHyun mau bilang apa. Kalau kemarin hanya jalan sih aku rasa itu bukan apa-apa. Tapi bagaimana kalau kalian melihat dengan mata kepala kalian sendiri, kalau suami kalian, tidur dengan perempuan lain.
__ADS_1
Aku memang tidak bisa memberikan dia hal itu, tapi apa dia harus sampai seperti ini? Menurut ku ini sudah sangat kelewatan. Aku tidak tahu lagi harus berkata apa.