
[BaekHyun POV]
"Baek, kamu itu kenapa sih? Jangan ngelamun terus."
"Yeon, tolong diam, aku butuh waktu tenang sebentar." Tegur ku agar TaeYeon bisa berhenti mengganggu ku. Aku khawatir dengan Yerin. Aku tahu dia ada di rumahnya, tapi aku khawatir karena aku tidak tahu bagaimana kabar nya. Di rumahnya pasti ada kak Farrel, dia bisa salah paham kalau aku dan Yerin tidak akur.
Tapi aku juga sangat ingin tahu kondisi Yerin sekarang. Aku bahkan sudah bertanya kepada Sowon. Dia bilang terakhir mereka meninggalkannya sendiri di apartemen mereka untuk beristirahat, tapi kemungkinan besar Yerin sudah pergi dari apartemennya. Aku tahu memang Yerin sudah keluar dari apartemen mereka, buktinya tadi dia pulang ke rumah. Tapi setelah itu, Sowon masih belum mendapat kabar apa pun dari Yerin.
Sowon bilang ponselnya juga tidak aktif. Yerin sama sekali tidak bisa di hubungi selama beberapa hari ini. Aku tidak bisa fokus dengan semua tugas-tugas ini.
Aku bangun dari tempat ku. "Baek, kamu mau kemana?" Tanya TaeYeon.
"Aku ingin pulang lebih dulu," Ucap ku.
"Memang nya kenapa?" Tanyanya.
"Bukan urusan mu TaeYeon, kita tidak memiliki hubungan apa pun lagi ingat? Coba lah untuk melupakan aku, masih banyak laki-laki lain yang pantas untuk mu, aku sudah memiliki istri, jadi aku mohon, menjauhlah dari ku dan dia, dia memiliki foto kita, dan kamu hanya memiliki rekaman video pembicaraan kalian, itu tidak sebanding, jadi sudah lah."
Aku mengambil tas ku dan jaket ku. Tapi TaeYeon menahan ku. "Sesulit apa menceraikan dia?" Tanya TaeYeon.
"Sesulit aku menerima mu kembali TaeYeon, minggir." Ucap ku dengan kesal.
"BAEKHYUN!." Bentak nya.
Aku menatap nya. Ruang guru sedang kosong, semua guru sedang mengajar sekarang kecuali aku dan TaeYeon.
"TaeYeon, aku mohon, pergilah dari kehidupan ku, pergilah selagi aku mengatakannya baik-baik. Aku tidak ingin bersama mu lagi," Ucap ku.
"Kenapa? Apa dia seberharga itu? Kamu saja sangat mudah memutuskan aku." Ucap nya.
"Ya, dia berharga untuk ku, setidaknya dia tidak murahan TaeYeon," Ucap ku.
"Hah? Tidak murahan? Apa kamu tidak tahu dia selama ini bahagia jalan dengan TaeHyung?" Tanyanya.
"Tidak mungkin, dia sedang bersama keluarganya. Tidak mungkin juga keluarganya membiarkan dia berpacaran dengan orang lain lagi, sudahlah, jangan buat aku marah," Ucap ku final. Aku mendorong nya menjauh dari jalan ku.
Di kepala ku hanya Yerin. Aku khawatir dengan Yerin. Aku tahu aku bodoh karena tidak mengejar nya saat dia ingin keluar dari rumah. Dia benar-benar tidak menghubungi ku, tidak memberiku kabar, tidak ada yang tahu bagaimana dan di mana dia sekarang. Ini sudah satu minggu sejak Yerin meninggalkan rumah. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku katakan lagi padanya. Tiga hari ini malah aku bersama TaeYeon. Kenapa aku sangat bodoh. Bisa-bisanya aku melakukan ini. Apa yang sebenarnya ada di pikiran ku.
Aku berlari ke tempat parkir sekolah dan masuk ke dalam mobil ku. Aku harus menemukan Yerin, di mana pun dia. Aku harus membawanya pulang. Aku akan menanggung apa pun akibat ulah ku ini. Apa pun yang terjadi, aku harus kembali bersama Yerin.
Ini pertama kali aku merindukan dia. Ini pertama kali nya aku merasakan kehilangan seseorang. Ini benar-benar pertama kali nya aku merasa tidak bahagia, walaupun aku pikir aku masih mencintai dia, tapi nyatanya, perasaan itu sudah tidak sama lagi. Aku selalu bahagia saat bersama Yerin, walaupun kami berdebat masalah hal konyol dan tidak penting, tapi itu lebih baik dari pada aku kehilangan dia.
Aku merasa tidak masalah kehilangan TaeYeon saat itu, Tapi aku sangat tidak baik-baik saja saat kehilangan Yerin saat ini. Aku begitu bodoh karena tetap bersama TaeYeon walaupun Yerin sebenarnya memiliki sesuatu yang lebih berbahaya dari TaeYeon.
Aku tahu aku ini benar-benar bodoh. Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan lagi sekarang selain minta maaf dan mintanya berbaikan.
Aku mencari ke apartemennya sekarang. Di sana memang ada mobil nya. Aku melihatnya saat aku masuk ke basement nya tadi. Aku rasa dia mungkin sedang tinggal di apartemennya. Semoga saja begitu.
Tapi setelah aku naik ke atas, aku pikir kode apartemennya masih sama. Ternyata tidak. Aku rasa dia sudah mengubahnya karena kode yang lama salah.
Aku tidak tahu apa dia semarah itu dengan ku sampai benar-benar menghindar dari ku. Dia bahkan seperti tidak membiarkan ku masuk ke dalam kehidupannya sekarang.
Tokkk... Tokkk.. Tokkk..
"Yerin, ini aku, buka pintu nya Yer.." Ucap ku dari depan. Tidak ada suara sama sekali di dalam. Apa dia sedang keluar? Aku pikir aku akan mencarinya ke rumah orang tua nya dulu. Semoga saja dia ada di sana.
__ADS_1
Aku kembali ke basement tempat aku memarkir mobil dan kembali menjalankan mobil ku ke arah rumah orang tua Yerin.
Aku benar-benar harus mengumpulkan keberanian untuk menemui nya sekarang. Ya aku tahu aku salah karena melakukan semua itu, tapi tidak ada gunanya kalau aku hanya mengatakan itu pada diri ku sendiri.
Tingg.. Tonggg....
Cklekkk...
"Ngapain di sini?"
Yang pertama kali aku dengar adalah suara pertanyaan kak Farrel yang dingin. Aku rasa dia sudah mengetahui nya.
"Maaf kak, Saya ingin bertemu Yerin." Jawab ku.
"Kenapa? Untuk melukai nya lagi?" Tanyanya dengan nada tidak suka.
"Saya hanya ingin minta maaf dengan dia dan bicara baik-baik." Jawab ku.
"Orang tua kami ada di rumah, kalau kamu mau bicara dengan Yerin, jelaskan dulu pada orang tua ku dan Yerin, apa yang sebenarnya kamu lakukan, baru kamu bisa bicara dengan Yerin." Jawabnya dengan datar.
"Baiklah kak, saya akan bicara dengan mereka, tapi apa Yerin nya ada di rumah?" Tanya ku.
"Tanya saja pada mereka langsung." Jawabnya. Dia menyuruh ku masuk. Aku harus masuk. Kalau tidak begini, masalahnya akan semakin panjang dan rumit.
"Eh BaekHyun, kamu sudah kembali?" Tanya Mama Yerin.
"Kembali ma?" Tanya ku. Sebentar. Aku tidak mengerti di sini. Kembali dari mana.
"Iya, kata Yerin kamu sedang ada pertukaran tenaga pelajar, jadi karena Yerin sendirian, dia milih kembali ke sini sampai kamu kembali dari sana." Ucap nya.
Apa yang Yerin katakan kepada mereka semua? Kenapa aku tidak mengerti.
Aku sangat yakin Kak Farrel sudah mengetahui nya. Tapi mungkin orang tua nya tidak.
"Tidak perlu, Yerin ada di kamarnya, langsung saja temui dia, kamu mungkin sudah merindukan dia." Ucap mama.
"Makasih banyak ma, makasih kak." balas ku.
Aku segera naik ke kamarnya setelah mendapatkan izin dari mama nya. Aku sangat senang sekarang kalau bisa bertemu dengan Yerin lagi.
Aku tahu yang mana kamar Yerin, tapi aku takut untuk membukanya saat aku di depan kamar nya. Aku tidak tahu apa dia ingin bertemu dengan ku atau tidak. Bagaimana jika dia tidak ingin bertemu dengan ku lagi. Dia sudah pernah mengatakan ingin membuat surat cerai kami.
"Apa kamu ini laki-laki? Kamu tidak berani minta maaf langsung?" Tanya kak Farrel.
Aku melihatnya, dia berdiri tidak jauh dari ku.
"Apa dia ingin bertemu dengan ku?" tanya ku.
"Kalau ingin tahu, masuk lah dan cari tahu sendiri, jangan jadi pengecut seperti itu." Ucap kak Farrel.
Aku memegang gagang pintu nya, aku membukanya. Sekarang apa yang aku cari sudah ada di hadapan ku. Aku tinggal menghadapi nya saja. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan menyesali perbuatan ku sekarang dan yang akan aku lakukan di dalam sana.
Cklekk...
Aku membuka nya dan masuk ke dalam.
__ADS_1
"Kenapa kamu di sini?"
Aku melihat nya. Dia baru masuk dari balkon di kamarnya.
"Aku mau minta maaf," Jawab ku pelan.
"Baiklah," Jawabnya singkat.
"Benarkah?" Tanya ku. Mata ku mungkin berbinar dengan sangat senang mendengarnya.
"Ya, aku sudah memaafkan mu," Jawabnya sekali lagi.
Aku berjalan ke arah nya dan memeluknya. "Makasih Yer, kalau gitu, apa kita bisa pulang?" Tanya ku.
Dia melepas tangan ku dari tubuhnya. "Maaf, kalau itu aku tidak bisa, Aku bisa memaafkan kebohongan mu, tapi aku tidak bisa memaafkan apa yang sudah kamu lakukan dengan TaeYeon Baek, kamu keterlaluan, kamu tidak hanya menjalin hubungan di belakang ku, tapi kamu juga sudah melakukan itu dengan nya, aku tidak akan mau bersama mu lagi Baek, Jadi maaf, aku tidak bisa pulang lagi bersama mu," Jawabnya.
Apa yang baru saja aku dengar?
"Jadi bagaimana dengan kita sekarang?" Tanyaku.
"Kita? Kamu saja tidak memikirkan kita saat kamu melakukannya dengan TaeYeon kan? Tidak mungkin, lebih baik sekarang kamu cepat periksa apa si TaeYeon itu hamil, kalau iya aku akan segara membuat nya, jadi urusan kita akan segera selesai." Jawabnya.
"Aku memikirkan mu, itu lah sebab nya, aku tidak,- Aku benar-benar tidak sadar melakukan itu, tapi kata Taeyeon, aku terus menyebut nama mu dan bukan namanya, aku juga tidak merasa bahagia saat bersama TaeYeon sekarang, maaf, Maaf aku bodoh melukai perasaan mu, aku bodoh karena berhubungan badan dengan orang yang sama sekali tidak ada hubungan apa pun dengan aku, aku minta maaf Yer, jangan tinggalkan aku, aku mohon, kamu boleh menamparku sepuasnya, kamu boleh memukul ku, lakukan apa saja, tapi tolong jangan tinggalkan aku."
Dia diam di tempatnya. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan. Tapi aku mohon kembali lah. Aku benar-benar menyesal. Aku tidak bisa hidup tanpa mu Yerin. Selama seminggu ini aku benar-benar tidak bisa hidup tenang.
"Apa yang akan berubah jika aku melakukan itu?" Tanyanya. Suaranya melemah. Tidak seperti tadi.
"Aku ingin kamu memaafkan aku, menerima ku kembali Yer, aku mohon," Aku berlutut di depannya. Aku memegang tangan nya. Aku tidak peduli lagi dengan semuanya. Aku hanya menginginkan Yerin kembali.
"Berikan aku waktu lagi BaekHyun, aku masih. Aku masih tidak,-"
Aku mungkin gila karena tiba-tiba mencium bibirnya. Aku tidak ingin dia terus membenci ku. Aku mendorong nya perlahan agar duduk di atas ranjangnya.
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan aku? Bagaimana cara aku membuktikan kalau aku hanya membutuhkan mu? Aku tidak butuh TaeYeon, aku butuh Yerin," Aku berbisik di telinga nya.
Tangan ku kembali memeluk tubuhnya. Aku bisa merasakan tubuhnya bergetar. Aku pikir dia menangis.
"Kamu laki-laki Brengsek Baek, kenapa kamu mencium ku tanpa seizin ku? Apa kamu sudah gila." Dia mendorong ku dengan keras.
"Sekarang pergi, aku tidak ingin melihat mu lagi, PERGI DARI SINI!!!." Teriak nya.
Cklekkk..
"Yerin, apa kamu baik-baik saja?" Tanya kak Farrel khawatir.
"Kak, Tolong bawa dia keluar, jangan biarkan dia masuk ke kamar ku lagi." Ucap nya dengan dingin.
"Yer," Panggil ku pelan.
"Tolonglah, pergi sekarang, aku tidak ingin melihat mu lagi Baek," Ucap nya pelan. Dia meringkuk di atas ranjangnya.
"Kamu kenapa? Aku ini suami mu, kenapa aku bahkan tidak boleh mencium mu? Aku ingin kita berbaikan, hanya itu, aku tahu aku salah, dan aku minta maaf, aku akan membereskan semuanya, aku janji tidak akan terjadi apa-apa pada Taeyeon, aku benar-benar yakin, jika pun dia hamil, itu bukan anak ku. Aku berani bersumpah Yer." Ucap ku.
"Keluar sekarang, aku tidak ingin mendengar mu lagi." Ucap nya Final. Dia bangun dari ranjang dan pergi kembali ke balkon. Kak Farrel menahan ku saat aku berniat mengejarnya.
__ADS_1
"Baek, Keluar dulu, jangan menekannya." Ucap nya. Dia menarik ku keluar dari sana.
[BaekHyun POV END]