
"Yerin..."
"Yerin, Ayo bangun, kamu harus sekolah hari ini."
Aku mendengar suara BaekHyun yang sedang membangunkan ku.
"5 menit lagi, masih ngantuk." Ucap ku. Aku menutup kepala ku dengan selimut. Tapi selimut itu kembali di tarik turun oleh BaekHyun.
"Ga ada, ayo bangun, kamu telat nanti, guru piket nya bukan aku hari ini, nanti kamu kena masalah aku ga mau bantuin nih ya." Ucap nya.
Aku mengangguk. "Iya, Iya, bangun sekarang. HOAMM.." Ucap ku sambil menguap.
"Ayo cepet mandi dulu sana, sarapannya aku aja yang bikin," Ucap nya. Aku mengangguk. BaekHyun turun dari kasur ku. Tubuh ku kembali berbaring di atas kasur.
"Yerin, Ih, jangan tidur lagi. Aku cemplungin kamu ke air dingin ya biar bangun." Ancam nya. Aku mengucek mata ku sendiri dengan punggung tangan ku.
"Masih ngantukkkk.." rengek ku.
BaekHyun menarik tangan ku. "Ayo bangun, jangan buat aku marah Yerin, kita harus pergi ke sekolah lebih awal," Ucap nya.
Aku bangun sekarang. BaekHyun melipat tangan nya di depan dadanya. Aku takut dia akan marah kalau aku tidak bangun sekarang.
"Ayo mandi istri ku yang cantik, kamu harus sekolah." Ucap nya dengan lembut. Aku membuka mata ku sedikit dan menatap datar ke arahnya.
"Ga usah ngeledek, udah sana keluar, aku mau mandi." Usir ku.
"Ih, suami sendiri di usir, ga ada morning kiss nih?" Tanya nya.
Aku menatap nya. Dia menunjuk ke pipinya. Aku pasrah. Ya sudah, aku kecupan tidak akan menjadi masalah.
Cupp..
Aku mengecup pipi nya. Dia tersenyum. "Makasih istri ku." Ucap nya dengan senang. Dia mengelus rambut ku sebentar sebelum keluar dari kamar ku. Aku tidak tahu satu kecupan di pipi bisa mengubah suasana hati nya.
Aku mengambil seragam ku dan handuk kering lalu membawa nya ke kamar mandi. Aku mandi dengan cepat karena aku harus sekolah. Aku tidak ingin terlambat.
Setelah selesai dengan urusan mandi ku, aku keluar dan berjalan ke arah ruang makan. Di sana ada BaekHyun yang sedang menuang susu ke gelas.
"Kita sarapan dulu sebelum sekolah," Ucap nya sambil memberikan ku segelas susu. Dia meminum gelas satunya lagi. Aku menggigit roti lapis yang sudah dia buatkan untuk ku dan mulai menghabiskannya.
"Enak?" Tanyanya.
"Enak, makasih." Ucap ku. Dia tersenyum mendengarnya.
"Kamu mau berangkat sendiri atau bareng aja?" Tanyanya.
"Aku berangkat sendiri aja, kalau bareng nanti ketahuan gimana?" Jawab ku.
__ADS_1
"Ya sudah, tapi hati-hati ya, kita ketemu di sekolah nanti," Ucap nya. Aku mengangguk.
"Hati-hati juga Baek." Ucap ku.
"Baiklah, aku duluan ya," Dia mengecup dahi ku sekali dan keluar dari ruang makan. Sekarang hanya tinggal aku di rumah yang besar ini.
Selesai dengan roti lapis ku, aku segera membawa piring nya ke tempat cucian dan menghabiskan susu nya. Aku akan mencuci nya setelah pulang sekolah saja nanti. Sekarang aku benar-benar harus cepat, jangan sampai aku terlambat karena kelewatan bus.
Aku mengambil tas ku dan berlari ke pintu. Kunci pintu. Aku tidak boleh sampai lupa. Setelah memeriksa nya sekali lagi aku berlari ke halte bus. Tepat waktu. Bagus.
Aku duduk di tempat yang ada saja.
"Eh, Yerin?"
Aku melihat ke belakang.
"Selamat pagi bu Irene," Sapa ku. Dia duduk di sebelah ku.
"Kamu naik bus ini juga?" Tanya nya. Aku tersenyum dan mengangguk.
"Saya baru tahu, memang nya kamu tinggal di mana?" Tanyanya.
"Saya baru pindah rumah bu, jadi mungkin mulai sekarang saya akan naik bus ini untuk ke sekolah." Jawab ku.
"Yerin, tapi saya mau tanya, kamu jadi bahan pembicaraan satu kantor guru loh, belakangan ini nilai kamu naik semua, nilai tugas atau ulangan, semuanya bagus-bagus, kenapa dulu nilai kamu jelek banget?" Tanya bu Irene.
"Itu karena sebelumnya saya ga ada niat buat belajar bu, tapi sekarang, ada kampus yang ingin saya kejar, jadi nilai saya juga harus saya tingkatkan kalau saya mau masuk ke sana." Jawab ku.
"Itu mungkin benar bu, saya memang tidak suka belajar, tapi sekarang mau tidak mau saya harus belajar." Ucap ku.
"Setidaknya kamu sadar, dari pada yang lain, udah malas, ga ada sadar-sadar nya juga." Ucap bu Irene dengan kesal. Aku tertawa pelan.
"Bu, Ayo turun, kita udah sampe." Ajak ku. Dia melihat ke luar. "Iya ya, keasyikan ngobrol sampe ga sadar kalau udah sampe," balasnya.
Aku membiarkan bu Irene turun lebih dulu. Aku berjalan setelah dia. Walaupun dulu aku tidak pintar tapi setidaknya aku punya sopan santun dan akhlak.
Saat aku turun, bu TaeYeon sepertinya menunggu ku di depan pintu. "Yerin, bisa ikut saya sebentar?" Panggil bu TaeYeon.
"Ada apa bu?" Tanya ku.
"Ikut saja, ga usah banyak tanya." Jawabnya.
Saat aku mengikutinya, bu Irene menahan tangan ku. "Kenapa? Untuk apa harus ikut? Memang nya dia buat masalah?" Tanya bu Irene.
"Maaf bu Irene, lebih baik anda tidak usah ikut campur urusan ini," Ucap bu TaeYeon.
Bu Irene masih menahan tangan ku. "Saya masih belum selesai dengan Yerin," Ucap nya. Aku tidak tahu kenapa bu Irene seperti ini.
__ADS_1
"Kalau gitu, Yerin temui saya di jam istirahat." Ucap nya. Aku mengangguk.
Bu Irene menarik ku menjauh dari sana. "Um. Bu, Bu Irene, bisa tolong lepaskan tangan saya," Tanya ku pelan.
"Maaf, maaf Yer, saya tidak sadar," Ucap nya.
"Tidak apa-apa bu, tapi kenapa ibu mengatakan itu tadi?" tanya ku.
"Wali kelas mu itu, dia sudah bilang ke guru-guru, kalau anak nya jangan sampai berurusan dengan bu TaeYeon, siapa pun itu, dia sedang tidak mau murid-murid nya berurusan dengan bu TaeYeon tanpa alasan yang jelas."
Ternyata ini ulah BaekHyun. Pantas saja.
"Kalau gitu terima kasih bu atas bantuannya, tadi ibu bilang masih belum selesai dengan saya, apa ada yang ingin ibu bicarakan lagi?" Tanya ku.
"Tidak, kamu masuk saja ke kelas mu, nanti ada jam saya kan di kelas kamu?" Tanyanya.
"Ada bu, jam terakhir." Jawab ku.
"Baiklah, sampai ketemu nanti," Ucap nya.
"Baik bu, terima kasih sekali lagi." Ucap ku. Dia tersenyum dan meninggalkan ku di depan kelas. Aku masuk ke dalam kelas dan melihat Sowon yang sedang tidur di mejanya. Aku berjalan dengan pelan melewati nya agar dia tidak melihatku.
"YERIN!! SINI KAMU!!!"
Astaga. Tetap saja dia bangun. Aku berlari keluar dari kelas. Sowon berlari mengejar ku.
"YERIN... DIAM DI SANA KAMU!!" Teriak Sowon. Aku berlari hingga ke taman belakang sekolah.
BUGGG.. "Akh.."
"YERIN! SOWON! Apa-apaan kalian. Kejar-kejaran di sekolah kayak anak kecil, udah kelas 12, ga malu apa di liatin adik kelas kalian." Omel BaekHyun.
"Maaf pak." Aku mundur darinya sedikit.
"Saya laporin kalian ya, udah mau bel, cepet masuk kelas sana." Suruh BaekHyun.
Aku dan Sowon berlari kembali ke kelas. Jam pertama adalah pelajaran BaekHyun. Bisa-bisa nya tadi aku menabrak dia karena tidak memperhatikan orang di depan ku.
Aku masuk ke daln kelas dan duduk di sana. Tidak lama setelahnya, BaekHyun masuk ke kelas. Matanya menatap tajam ke arah ku dan Sowon. Untung saja itu tidak berlangsung lama. Baekhyun langsung mengambil spidol dan menuliskan tugas hari ini di papan.
"Ih kamu sih," aku menyalakan Sowon karena mengejarku.
"Kamu sendiri yang nabrak, kok aku yang di salahin sih." Balasnya.
"Ya kamu ngejar terus, aku kan ga perhatiin yang lain." Bisik ku lagi.
"YERIN! SOWON!! BERHENTI MENGOBROL DAN KERJAKAN TUGAS DI DEPAN!!"
__ADS_1
Aku dan Sowon langsung berhenti mengobrol. Aku masih menatap tajam ke arahnya. Begitu juga dengan dia.
"Apa saya harus memindahkan kalian berdua?" Tanyanya lagi. Aku mengambil buku dan mulia mengerjakannya. Begitu juga dengan Sowon. Satu kelas mengerjakan tugas itu dengan hening. Baekhyun sendiri sepertinya sedang membuat soal ujian, dia terlalu fokus dengan laptopnya.