Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 67 - Menyerahkan TaeYeon


__ADS_3

[BaekHyun POV]


KRINGGG!!!!


Aku bangun karena suara alarm yang aku pasang sangat keras. Aku menguap karena aku masih sangat mengantuk. Aku baru tidur jam 1 malam dan sekarang aku harus bangun jam 4 pagi. Setelah ini aku harus mandi, buat sarapan, membawa baju-baju untuk laundry, lalu menemui TaeYeon jam 6.


Oke Byun BaekHyun.


"Kamu harus benar-benar bangun sekarang. Aku tahu kamu ngantuk. Aku juga mengantuk, jadi ayo kita bangun, kamu ingin Yerin kembali kan, semua harus ada bayarannya," Gumam ku pada diri ku sendiri.


Aku bangun dan berjalan ke arah kamar mandi. Aku harus mandi dulu biar aku tidak terus menerus mengantuk. Aku tidak akan bisa melakukan apa pun dengan diri ku yang benar-benar hampir tidak bisa memikirkan apa pun lagi selain tidur, kasur, bantal, selimut.


Tuh kan. Baru aja di bilang.


Aku masuk ke kamar mandi dan mencuci muka ku dulu. Sekarang lebih baik. Setidaknya aku sudah bisa membuka mata ku dengan benar.


Aku keluar lagi untuk mengambil baju ku. Aku tidak akan masuk sekolah hari ini. Ada hal yang lebih penting yang harus aku urus dan selesaikan hari ini juga. Aku mengambil kaos hitam dan jeans biru lalu kembali lagi ke kamar mandi. Kali ini aku akan mandi dan keramas.


*****


Selesai dengan urusan mandi ku. Aku berjalan ke arah dapur. Aku membuka kulkas, coklat-coklat yang aku beli untuk Yerin tidak berkurang sama sekali karena dia tidak di sini untuk memakannya. Aku merindukan dia. Sangat merindukan dia.


Aku mengambil susu kotak dan menuangnya ke gelas lalu menaruh kembali susu kotak itu ke dalam kulkas. Aku meneguk nya sampai habis. Biasanya dengan semangat aku akan membuat sarapan untuk ku dan Yerin. Tapi sudah satu minggu aku tidak melakukannya. Aku tidak ingin melakukannya sendiri. Aku ingin membuat sarapan untuk Yerin. Aku ingin memakan sarapan ku berdua bersama nya lagi.


Sambil melamun, aku tidak sadar kalau susu di gelas ku sudah habis. Begitu aku sadar aku langsung mencuci nya dan menaruhnya di tirisan.


Aku melihat ponsel ku. Jam 5.14. Masih ada waktu. Aku akan pergi laundry dulu. Laundry yang biasa aku datangi buka 24 jam, jadi tidak masalah aku datang kapan saja di sana untuk mencuci.


Aku mengambil kunci mobil ku dan juga jaket ku. Ponsel, dompet dan semuanya sudah ada di dalam saku-saku jaket dan celana ku. Untuk berjaga-jaga, aku membawa topi dan juga masker ku. Siapa tahu aku akan membutuhkannya.


Sebelum ke mobil, aku mengambil dulu seluruh pakaian kotor ku. Biasanya kalau ada Yerin, dia lah yang mencuci nya. Kecuali kalau dia sedang ujian, aku tidak enak mengganggu nya dengan pekerjaan rumah.


Setelah semua baju kotor sudah masuk ke dalam mobil, aku jalan menuju tempat laundry. Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah ku, hanya 5 menit dengan mobil.


"Eh BaekHyun, ada laundryan?"


"Iya bi, besok saya ambil, ini uang nya." Aku memberikan nya.


"Makasih Baek, kamu jam segini rapi banget, mau kemana?" Tanya nya.


"Ada urusan penting doank bi, ya sudah, saya pergi dulu bi," Ucap ku.


Aku keluar dari sana. Jam berapa sekarang. 5.31. Baiklah. Setengah jam cukup untuk perjalanan ke apartemen Void.


Drttt...


"Ya?" Jawab ku di telepon.


"BaekHyun, apa kamu sudah di jalan?"


"Ya, setengah perjalanan." Jawab ku.


"Baiklah, kita ketemu di sana."

__ADS_1


Aku kembali fokus di jalan. Rencana ini akan semulus bayangan ku.


******


Aku sudah sampai di depan gedung ini. Masih sama seperti yang terakhir kali aku kunjungi. Ini adalah apartemen di saat aku dan TaeYeon bertemu untuk pertama kali nya dulu. Aku mengingatnya karena ada kenangan buruk di dalam nya bukan kenangan yang ingin aku ingat. Tapi aku tidak bisa melupakannya juga. Itu terlalu buruk.


Aku melangkahkan kaki ku masuk ke dalam gedung itu. Memang gedung ini tidak di tinggali, tapi anehnya lampu di sini semua masih menyala. Aku naik dengan tanggal ke lantai 7. TaeYeon masih belum juga sampai. Aku melihat ponselku. Jam 5.53. Seharusnya sebentar lagi dia akan sampai.


"Hai Baek,"


Aku bangun dari tempat aku duduk.


"Hai Yeon, akhirnya kamu sampai juga." Ucap ku.


"Iya, kita harus segera ke sekolah, apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanyanya. Dia berjalan ke arah ku. Mengikis jarak di antara aku dan dia.


"Aku menginginkan mu Yeon." Bisik ku.


Tangan nya menyentuh kaos yang aku gunakan. "Aku tahu kamu membutuhkan ku Baek," Jawabnya. Aku menarik nya mendekat.


"Aku sangat membutuhkan mu sekarang," Bisik ku lagi.


"Kamu ingin menggunakan salah satu kamar di sini?" Tanyanya.


"Menurut mu?" Tanya ku dengan nakal.


"Mungkin." Jawabnya pelan.


Aku tersenyum miring dan menarik nya ke salah satu kamar di sana. Tidak ada CCTV di sini. Jadi aku akan aman saja.


"BaekHyun, sudah cukup sampai sana, saya akan tangani sisa nya." Ucap papa.


Aku berhenti dan menjauh dari TaeYeon.


"BaekHyun, Siapa dia?" Tanya nya.


"Tanya saja sendiri kepada orang yang ada di depan mu itu," Ucap ku.


"Apa-apaan ini?" Tanyanya emosi.


"Kim TaeYeon kan?" Tanya papa.


"Siapa kamu?" Tanyanya dingin.


"Musuh orang tua mu, dan papa dari Yerin, kenapa? Kaget?" tanyanya.


"Kenapa kamu menghancurkan ketenangan anak saya dan juga mantan mu? Apa kamu tidak bisa melepasnya? Karena kepulangan mu ke sini, mereka jadi bertengkar hebat, dan apa menurut mu kamu akan bisa bersama BaekHyun kalau kamu hamil anak BaekHyun? Sayang nya saya tidak akan membiarkan itu terjadi." Ucap papa.


Cklekkk....


"Bro, udah ketangkep?"


Aku mengenali suara itu.

__ADS_1


"Sudah donk, anak mu itu hebat,"


Ternyata benar papa. Mati lah aku. Jangan sampai dia tau video itu. Bisa mati di tempat ini aku.


"BaekHyun." Panggil papa. Aku berjalan ke dekat papa. Papa tiba-tiba memukul kepala ku. "Aww.." Aku mengelus bagian yang di pukul papa.


"Dasar anak ini, kamu itu, kamu sangat pintar memilih orang untuk bermain Baek, kali ini papa bangga dengan kamu, akhirnya kita punya senjata bagus," Ucap papa.


"Pa, aku ga ngerti, kenapa kalian ga suka banget sama TaeYeon sih?" Tanya ku.


"Selama ini kamu berpacaran dengan anak seorang mafia, kamu tidak tahu? Dia sudah merampok banyak uang dari perusahaan-perusahaan besar, Apa kamu bahkan tidak tahu apa-apa tentang orang tuanya?" Tanya papa.


Aku menatap nya. "TaeYeon, siapa sebenarnya orang tua mu? Kata mu mereka bekerja di luar negeri, memiliki perusahaan juga di sana?" Tanya ku.


"Aku tidak mengerti apa yang mereka semua bicarakan Baek, apa maksudnya ini?" Tanya nya.


"Kamu sangat pandai berakting nona," Ucap papa.


"Kalian kalau tidak menyukai ku setidaknya jangan memfitnah ku seperti ini."


"BaekHyun, kamu bisa pergi temui Yerin sekarang, dia masih berada di rumah dengan Farrel, kita akan mengurus dia, kamu tenang saja, dia tidak akan mengganggu kalian lagi." Ucap Papa Yerin.


"Oh ya, papa sudah liat video kamu itu, jadi bahan masturbasi enak kali ya." Ucap papa. Aku melotot mendengarnya.


"Pa-papa sudah tau?" Tanya ku.


"Tentu saja, kalian itu, dasar anak muda, sengaja kita pasang CCTV biar kamu ga bikin anak dulu bareng Yerin, eh malah main sama yang lain," Ucap papa sambil menggelengkan kepalanya.


"Papa ga marah?" Tanya ku.


"Enggak lah, papa tahu Baek, kamu sudah dewasa, apa lagi tinggal serumah sama Cewek, pasti berat kan rasanya." Ucap papa.


Astaga. Kenapa jadi bahas beginian?


"Aku tidak mau ikut-ikutan pa, papa urus saja dia, aku sudah tidak ingin berurusan dengannya lagi, anak mafia? Huh, ga pernah ngomong tuh 5 tahun pacaran,"


Pantas saja papa dan mama tidak pernah menyetujui hubungan ku dengan TaeYeon. Aku juga pasti tidak akan memacarinya kalau aku tahu dia anak seorang mafia. Bisa-bisa aku yang di bunuh kalau salah dikit.


"Baek, bantu aku keluar dari sini, aku mencintai mu Baek, aku serius, maaf karena aku tidak pernah memberitahu mu, tapi mereka tidak seperti itu, percaya pada ku," Dia menahan tangan ku.


"Yeon, sudah aku bilang berkali-kali. Menjauhlah dari ku, kamu dalam bahaya kalau kamu terus bersama ku, dan lihat lah hasilnya, aku tidak bisa menangani mu, orang tua ku juga akan ikut turun tangan, tolong jangan ganggu hidup ku dan Yerin lagi." Ucap ku. Ini adalah keputusan terakhir ku. Ini adalah terakhir kali aku bersikap bodoh dan membiarkan orang lain masuk ke dalam kehidupan ku dan Yerin.


"Temui Yerin Baek, dia merindukan mu," Ucap papa nya.


"Baik pa, Terima kasih sekali lagi." Ucap ku.


"Jangan membuat papa malu lagi Baek, atau masa depan mu akan papa potong nanti," Ancam papa.


Aku bisa merasakan ngilu nya walaupun papa hanya mengatakannya. Aku memberikan senyum lebar ku. "Tidak akan pa," Jawab ku.


Aku memakai topi dan masker ku keluar dari sana. Semoga saja keputusan ku kali ini tepat. Sampai sekarang, masih sama. Tidak ada penyesalan apa pun. TaeYeon. Anak mafia? Aku tidak menduganya. Dia bekerja sebagai seorang guru BK tapi orang tua nya bekerja seperti itu. Orang tua ku juga harus nya mengatakannya lebih awal agar aku tidak jatuh terlalu dalam dengan nya.


Tapi semua itu sudah berlalu. Sekarang saat nya aku menemui Istri ku tersayang. Byun Yerin. Baekkie datang.

__ADS_1


[BaekHyun POV END]


__ADS_2