Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 41 - Bolos Kelas


__ADS_3

Pagi ini aku bangun dengan alarmku sendiri. Sekarang aku sudah terbiasa bangun jam 5.30 karena pak BaekHyun selalu memasang alarmku pukul segitu. Aku segera mandi dan memasukkan buku-bukuku karena semalam aku lupa. Setelah selesai aku membawa tasku dan ponselku ke meja makan. Aku pikir pak BaekHyun mungkin masih tidur di kamarnya, atau jangan-jangan pak BaekHyun bergadang menungguku hingga tertidur kemarin malam. Lebih baik aku bangunkan dulu.


Cklekkk....


Aku membuka pintunya. Pak BaekHyun masih tertidur di sana. Aku berjalan masuk ke dekatnya. "Pak BaekHyun, bangun pak, bapak harus ngajar." Aku sedikit mengguncangkan lengannya agar dia bangun.


Tunggu. Aku merasakan sesuatu. Aku menurunkan selimut yang pak BaekHyun pakai. Kenapa dia pakai jaket?


"Pak," Aku menggoyangkannya lebih keras. Jaketnya bau alkohol. Apa dia pergi ke club kemarin? Atau dia minum? Tapi kenapa?


Drttt... Drtttt...


Aku tanpa sengaja melihat ke ponsel pak BaekHyun karena ada pesan masuk disana.


"Makasih udah nganter aku pulang semalam," - TaeYeon.


Bu TaeYeon? Pak BaekHyun nganter bu TaeYeon semalam? Dia tidak bilang dulu kepadaku. Malah yang aku ingat dia bilang dia tidak ingin menemui bu TaeYeon lagi dengan alasan sebentar lagi dia akan menikah denganku. Apa-apaan ini?


Aku bangun dari sana dan keluar dari kamar pak BaekHyun. Aku pikir aku tidak akan sarapan bersamanya hari ini, dan aku akan berangkat sekolah sendiri. Aku berjalan ke dapur dan mengambil sebuah apel dari kulkas. Aku rasa aku akan sarapan buah saja di bus. Suasana hatiku langsung berubah saat melihat pesan di ponsel pak BaekHyun dari bu TaeYeon. Mereka tidak memiliki hubungan apapun lagi kan? Aku tunangan pak BaekHyun sekarang.


Aku berjalan ke halte bus. halte bus nya tidak terlalu jauh dari sekolah, mungkin mereka tahu aku selalu naik bus ke sekolah jadi mereka mencari rumah yang dekat dengan halte bus.


Bus yang menuju sekolah sudah sampai. Aku segera masuk ke dalam. Tapi sepertinya lebih baik aku mengirim pesan pada pak BaekHyun kalau aku sudah berangkat lebih dulu. Dari halte bus yang ini ke sekolah butuh 3 kali pemberhentian. Ya lebih jauh dari pada jarak apartemenku ke sekolah.


Setelah sampai di depan Sekolah, aku turun dari sana. Ini masih cukup pagi. Malah terlalu pagi untuk ku sampai di sekolah.


"Yerin."


Aku melihat siapa yang memanggilku.

__ADS_1


"Bu TaeYeon, selamat pagi bu." Sapaku. Walaupun sebenarnya aku tidak berniat tersenyum kepadanya.


"Pagi Yerin, apa saya bisa bicara denganmu sebentar? Bel masuk masih lama juga kan." Ucap nya. Aku mengangguk.


"Bisa bu." Jawabku. Dia tersenyum dan mengajakku ke taman samping Sekolah.


"Yerin, saya yakin kemarin kamu tahu Pak BaekHyun keluar tadi malam." Ucapnya memulai pembicaraan.


"Tidak, saya tidak tahu, memang nya ada apa?" Tanyaku. Dia menatapku. "Dia tidak mengatakan apa pun?" Tanya bu TaeYeon. Aku menggelengkan kepala.


"Saya tidak tidur sekamar seperti yang ibu pikirkan, tapi saya mungkin tidak akan membiarkan ibu mendekati pak BaekHyun mulai besok, atau mungkin lusa," Ucapku.


"Nada bicaramu kurang ajar Yerin, ini bukan seperti kamu." Ucap bu TaeYeon.


"Maaf jika saya kurang ajar, tapi mood saya sedang tidak baik, jadi kalau sudah selesai bicara apa saya bisa kembali ke kelas?" Tanyaku.


"Saya belum selesai bicara, apa kamu tahu hatinya hanya untuk saya, dia terpaksa menikahi kamu, jangan berpikir dia akan memilihmu seratus persen."


Ini masih pagi. Dan aku sudah mengalami ini.


Aku tersenyum kepada bu TaeYeon. "Kalau begitu ini akan menjadi perlombaan yang sengit bu TaeYeon."


"Baiklah kalau kamu sudah mengatakannya." Balasnya.


"Kalau begitu saya permisi," Ucapku. Dia mengangguk. Aku berjalan menjauh darinya. Apa-apaan dia? Pak BaekHyun sudah memutuskannya dan dia masih mengejarnya juga. Tidak tahu malu.


Oh iya, aku baru ingat, aku harus menemui pak ChanYeol masalah kelompokku. Aku berlari ke arah ruang guru sebelum bu TaeYeon sampai disana. Aku akan berusaha menghindarinya sebisa mungkin.


Tokkk... Tokkk.... Tokkk...

__ADS_1


Cklekkk...


"Permisi pak ChanYeol," Aku memanggilnya.


"Ada apa Yer?" Tanyanya.


"Saya belum ada kelompok untuk tugas musiknya." Ucapku.


"Oh itu, saya tahu kamu berteman baik dengan Sowon, saya sudah masukkan kamu ke kelompoknya, jangan khawatir, dan apa kamu sudah sembuh total? Saya dengar kamu di rawat kemarin."


Aku tersenyum. "Sudah pak, bukan sakit yang parah kok." balasku.


"Bagus lah, jaga kesehatanmu, sebentar lagi kamu akan ujian," Pesan pak ChanYeol.


"Baik, terima kasih pak, saya permisi." Ucapku. Dia mengangguk.


Aku berjalan ke arah pintu dan sialnya, Pak BaekHyun masuk kesana dengan wajah yang tidak bersahabat.


"Ikut saya sekarang!." Pak BaekHyun menarikku entah kemana.


"Pak, bapak apa-apaan!" Aku berusaha melepaskan genggamannya.


"Yerin, dengar, apa kamu masuk ke kamar saya tanpa izin saya?" Tanyanya. Aku tidak menjawabnya. "Kamu membaca pesan di ponsel saya juga? Kamu pergi sekolah tanpa mengataka apapun, dan hanya sebuah pesan singkat? Lalu apa yang kamu katakan pada bu TaeYeon, jangan kekanak-kanakan Yerin, bersikaplah sopan, dia tetap gurumu, kamu bisa saja memiliki perasaan dendam dan tidak suka dengan dia, tapi jaga perilakumu, jangan seperti itu, jangan buat saya malu." Dia menghela nafasnya dan mengusap wajahnya.


"Kenapa harus bapak yang malu? Bapak tinggal hukum saja saya jika memang saya sudah kelewatan, seperti yang bapak lakukan biasanya, jangan membawa urusan pribadi ke sekolah pak, saya permisi." Ucapku dengan enteng. Aku tidak tahu kenapa dia menyalahkanku? Ini semua salahnya. Kenapa dia tidak mengatakan apa pun padaku? Seharusnya dia bilang. Ya jika tidak, seharusnya dia tidak menentang ucapanku semalam. Besok kami akan menikah, tapi masalah seperti ini malah muncul sekarang.


"Kamu belum menjawab satu pun pertanyaan saya Yerin."


"Kita bahas ini nanti." Jawabku dengan suara datar dan dingin. Aku berjalan meninggalkannya disana. Aku tidak peduli lagi dengan sopan santun juga berurusan dengan kedua guru itu. Aku merasa kalau perasaan pak BaekHyun pada bu TaeYeon masih ada, dia lebih membelanya daripada aku. Dengan mudahnya dia menyalahkan aku. Di mana letak kesalahanku? Aku tidak pernah merasa aku membuat kesalahan sejak aku menerima perjodohan ini, apa lagi dengan pak BaekHyun.

__ADS_1


Aku tidak berniat masuk ke kelas hari ini. Masa bodo dengan nilai dan tugasku. Aku sedang ingin menenangkan diriku. Atap sekolah adalah tujuanku sekarang.


Aku menjatuhkan tasku di atap dan duduk di pinggir sana. Tempat favoritku sepanjang sekolah. Aku menutup mataku dan berusaha menenangkan diri sebentar. Pikiranku kacau. Sangat kacau.


__ADS_2