
[BaekHyun POV]
Waktu berjalan dengan sangat cepat. Sudah 1 bulan sejak kejadian ku dengan TaeYeon di apartemen Void. Sekarang aku dan Yerin benar-benar hidup dengan damai. Selama 7 bulan menikah tidak ada yang tahu tentang hubungan ku dengan Yerin.
Yerin tetap bersekolah seperti biasa dan aku tetap mengajar seperti biasa. Sebentar lagi dia akan menjalani ujian kelulusan sekolahnya. Aku tidak menyangka, dulu aku pertama kali mengenal nya saat dia kelas 10 dan sekarang dia sudah akan lulus SMA.
"Baek," panggil nya.
"Eh, Yer, Selamat pagi, Baru saja aku mau membangunkanmu." Ucap ku.
"Tidak perlu, aku bisa bangun sendiri kok, dan apa yang sedang kamu buat?" Tanyanya.
"Susu hangat, dan ini serealnya tuan putri." Ucap ku sambil memberikan sereal kesukaannya.
"Makasih Baek, nanti malam mau makan apa?" Tanya nya.
"Ayo kita makan di luar, kamu pilih lah satu restoran, kita akan ke sana nanti untuk makan malam nanti." Jawab ku.
"Aku bisa masak Baek, berhemat lah." Ucap nya sambil menuang sereal nya ke dalam mangkuk.
"Yerin, apa gunanya aku kerja? Aku bekerja untuk membuat mu bahagia, kamu boleh meminta apa saja kepada ku, kamu istri ku, bukan pacar ku Yer, kalau kamu adalah pacar ku dan kamu meminta hal yang mahal itu namanya matre, tapi kamu istri aku Yer, katakan saja kamu mau apa, dan aku akan memenuhi nya. Itu lah tujuan ku bekerja, untuk menafkahi mu," Ucap ku.
"Aku tahu Baek, tapi aku tidak ingin menambah beban mu, aku tahu untuk biaya bulanan saja kamu sudah cukup pusing memikirkannya, um. Sebenarnya, aku juga sudah memikirkannya, kalau kamu tetap menjadi guru, mungkin penghasilan mu tidak akan cukup, apa aku juga boleh kuliah sambil bekerja?" Tanya nya.
Aku menatap nya. "Ingin aku jawab sekarang?" Tanya ku. Dia mengangguk sambil mengaduk serealnya.
"Tidak boleh." Jawab ku dengan tegas.
"Kenapa? Aku kuliah juga untuk bekerja nanti, kenapa aku tidak boleh bekerja?" Tanyanya.
Aku menaruh sendok ku di sebelah mangkuk sereal ku. "Jangan berdebat masalah ini dan habiskan dulu sereal kita. Kita bisa membahas nya lagi nanti, atau kapan-kapan, sekarang fokus dulu dengan ujian mu, tinggal beberapa minggu lagi kan, persiapkan dengan baik semuanya, aku akan membantu mu mencari kampus juga nanti, fokus lah dulu pada pendidikan mu, baru kamu boleh bekerja nanti. Aku tidak akan melarang mu bekerja setelah lulus kuliah, tapi aku tidak berniat menjadi guru lebih lama lagi, aku akan meneruskan perusahaan papa agar kamu tidak perlu khawatir lagi. Jadi buang jauh-jauh pikiran mu tentang magang sambil kuliah, aku tidak memberi izin." Jawab ku.
Dia tidak membalasnya lagi. Hanya makan serealnya. Aku mengambil susu ku dan meminum nya.
"Baek," Panggil nya dengan pelan. Sangat pelan.
"Ya?" Sahut ku.
"Apa aku boleh berkuliah di luar negeri?" Tanyanya dengan sangat hati-hati.
"Di mana?" Tanya ku.
"Harvard, Amerika," Jawabnya.
__ADS_1
"Kamu mau berkuliah di sana?" Tanya ku.
"Ya, aku sudah berusaha mendapatkan nilai yang bagus semester ini, bukankah nilai ku sudah sangat tinggi? Hampir semua nya adalah nilai sempurna." Jawabnya. Itu memang benar. Semua nilai nya nyaris seluruhnya sempurna. Dia pasti sudah menginginkannya sejak lama.
"Kalau kamu berhasil masuk tidak masalah, kamu mau jurusan apa?" Tanya ku. Aku hanya bisa bertanya karena ini adalah keputusan dia. Aku tidak akan melarangnya ataupun mengekangnya.
"Kedokteran, aku juga sudah bilang ke papa dan mama kita, mereka semua meminta ku untuk minta izin dengan mu, kalau kamu memberikan izin baru aku akan pergi, kalau kamu tidak kasih, aku tidak akan pergi." Ucap nya.
"Yerin, cepat habiskan dulu, kita lanjut pembahasan ini pulang sekolah, kita bisa terlambat." Ucap ku. Aku berusaha mengalihkan pembicaraan terlebih dahulu. Pertanyaan yang dia buat bukan hal yang sepele. Kuliah kedokteran, di luar negeri tidak sebentar. Aku butuh waktu berpikir dulu sebelum menjawabnya.
"Sudah Baek, ayo kita berangkat." Ajak nya.
Aku membawa semua nya ke tempat cucian. Nanti saja cuci nya. Sekarang kita harus berangkat atau kita berdua akan terlambat.
*********
Aku benar-benar pusing dengan semua ini. Kenapa mereka bisa menjawab soal-soal ini dengan jawaban dan cara yang sangat fantastis gitu loh. Matematika yang di suruh mikir malah ngarang, giliran pelajaran bahasa, di suruh buat cerita mahal mikir. Heran sama anak-anak sekarang.
Aku kembali memeriksa jawaban mereka satu per satu.
"Pak, Pak BaekHyun, sekarang jam pelajaran bapak," Ucap Sowon. Aku tidak tahu kapan dia masuk ke kantor guru.
"Saya segera ke sana, kamu masuk dulu dan suruh siapkan buku cetak dan buku tulis di atas meja." Ucap ku.
Aku harus masuk untuk mengajar lagi. Rasanya sangat malas untuk mengajar. Toh apa yang aku ajarkan tidak akan mereka terapkan saat ujian. Jawabannya tetap saja ngawur nya minta ampun.
"Selamat siang anak-anak." Sapa ku.
"Siang pak Baek," Jawab mereka serentak.
"Saya tahu kalian sudah lelah, Matematika di jam terakhir benar-benar tidak enak, jadi saya akan berikan kalian tugas 3 nomor dari buku cetak halaman 109, kerjakan sekarang di kumpulkan sekarang, kalau sudah selesai boleh bebas," Ucap ku.
Mereka terlihat senang kalau aku hanya memberikan sedikit tugas. Mereka semua membuka buku halaman 109. "Kerjakan nomor, 2, 3, dan 5, setelah itu kumpulkan." Ucap ku. "Ada pertanyaan? Kalau tidak mengerti boleh bertanya." Sambung ku.
"Baik pak," Jawab mereka semua. Aku kembali duduk di balik meja guru dan melihat ke arah Yerin. Dia tidak mengobrol dengan Sowon. Hanya fokus dengan tugas nya sendiri.
Tidak lama kemudian Sowon bangun dari tempat duduk nya. "Sudah pak," Ucap nya. Aku mengambil nya. "Kamu boleh beres-beres sekarang, jangan ganggu teman kamu yang masih mengerjakan." Ucapku.
"Makasih pak." Ucap Sowon lalu kembali ke tempatnya. Dia tidak menganggu Yerin ataupun siapa pun.
Sowon selesai paling pertama adalah hal yang biasa untuk ku. Selang beberapa menit Yerin bangun dan memberikan tugasnya.
"Pak," Panggil nya.
__ADS_1
Aku mengambil buku nya. Lagi-lagi jawabannya benar semua. Dia sudah benar-benar berubah. Semua nilai nya benar-benar sangat tinggi.
"Kamu boleh beres-beres buat pulang." Ucapku.
"Baik pak." Jawabnya. Dia segera kembali ke tempat duduk nya.
Jujur saja, aku senang jika Yerin ingin sukses mengejar cita-cita nya, tapi aku tidak rela jika dia harus meninggalkan ku untuk waktu yang lama. Apa lagi tempatnya jauh.
Mata ku tertuju ke arah TaeHyung. Dia duduk cukup jauh dari Yerin. Ya itu bagus. Aku tidak suka dia dekat-dekat dengan Yerin.
Tidak lama kemudian TaeHyung bangun dan berjalan dari tempat duduknya. Aku melihat dia memberikan sesuatu kepada Yerin. Mungkin surat. Itu sudah biasa terjadi di sekolah. Dulu aku juga sama jadi bukan hal yang aneh kalau dia jalan sambil memberikan kertas sambil terus berjalan ke depan.
"Pak, ini tugasnya." Ucapnya.
"Ya, kamu boleh beres-beres sekarang." Ucapku.
"Makasih pak." Jawabnya.
KRINGGG!!!!
"Semuanya segera kumpulkan tugas kalian, bagi yang sudah boleh keluar dari kelas sekarang." Ucap ku.
Sowon dan Yerin terlihat senang. Begitu juga beberapa murid yang sudah selesai lebih dulu. Aku terus memperhatikan mereka. Sowon pergi lebih dulu dan Yerin masih di kelas. Dia menatap ke arah TaeHyung lalu ke arah ku. Dia tersenyum ke arah ku lalu bangun dari tempat nya.
Pada waktu yang sama juga TaeHyung mengikuti Yerin. Aku tidak tahu apa yang mereka berdua ingin lakukan tapi rasanya aku tidak bisa membiarkan mereka hanya berdua.
"Joy, tolong kumpulkan semua tugas milik teman mu dan taruh di meja saya sebelum pulang sekolah, terima kasih untuk hari ini dan selamat siang." Ucap ku.
"Terima kasih pak Baek." Ucap satu kelas.
Oke. Sekarang aku sudah bisa meninggalkan kelas. Aku keluar dari sana dan berjalan ke arah ruang guru dulu. Kalau aku langsung mengikuti Yerin nanti mereka akan berpikir aneh tentang ku.
Aku menaruh semua buku-buku ini di meja ku dulu. "Pak Baek, nanti pulang sekolah kita mau makan bareng di restoran, apa bapak juga mau ikut?" Tanya bu Irene.
"Sepertinya tidak bisa, saya ada urusan setelah ini." Tolak ku dengan halus.
"Sayang sekali pak, Ya sudah, saya duluan ya pak." Ucap nya.
"Ya silahkan bu." Balasku.
Yerin lebih penting, aku tidak mau melepaskan dia dari pengawasan ku lagi. Apa lagi saat dia dekat-dekat dengan Yerin.
[BaekHyun POV END]
__ADS_1