
"Yerin."
Aku menengok ke arah pak BaekHyun. Dia sudah keluar dari kamar ku sejak tadi dan sekarang dia sudah kembali lagi ke kamarku. Aku tidak tahu kenapa dia sangat suka bersandar di ambang pintuku.
"Saya sudah beli makan, kamu ga usah masak lagi malam ini, tunda dulu tugas kamu, sekarang kita makan malam sebentar." Ajak pak BaekHyun.
"Nanggung pak, bapak makan duluan aja, saya menyusul nanti." Ucapku.
"Saya tunggu di ruang makan." Ucapnya. Pak BaekHyun keluar dari kamarku dan menutup pintunya. Sebenarnya yang aku bilang nanggung itu ya, masih 3 lembar lagi. Cukup banyak, tapi kalau nanti aku tunda, malah keburu lupa jawabannya.
Aku kembali membaca soal-soalku ini. Sekarang aku sedang mengerjakan tugas Biologi. Ada 50 soal, aku baru mengerjakan 12. Untung saja semua jawabannya ada di buku, jadi aku tinggal menyalinnya saja.
Cklekkk...
"Yerin, saya bilang tunda ya tunda,"
Astaga, ini bahkan belum 5 menit. Dia masuk ke kamarku. "Makan dulu, kalau maag kamu kambuh saya yang susah," Oceh pak BaekHyun.
"Bentar lagi pak, tinggal salin doank pak, entar keburu lupa yang mana." Ucapku. Aku tidak melihatnya dan masih menyalin jawabannya dari buku.
Pak BaekHyun tidak mengatakan apapun lagi. Dia hanya berjalan keluar tanpa suara dan menutup pintu kamarku dengan cukup keras. Aku tidak tahu, apa dia marah? Aku kembali mengerjakannya lagi. Tidak terasa sekarang tinggal 20 nomor lagi.
Cklekkk....
"Apa bapak tidak punya kerjaan lain selain mengganggu saya?" tanyaku tanpa melihatnya. Dia menarik bangku cadangan yang ada di sana.
"Buka mulutmu, saya suapin kamu kerjain aja." Ucap pak BaekHyun. Aku menatapnya, dia serius?
"Cepat buka mulutmu." Suruh pak BaekHyun.
"Bapak udah makan?" Tanyaku. Aku takut dia mengurusku tapi dia sendiri belum makan.
__ADS_1
"Ya makanya, saya tungguin kamu sampai makanan saja sendiri udah habis, sekarang waktunya kamu makan, kamu tuh jangan nyusahin saya, kalau kamu sakit, saya yang digampar papa saya, kalau kamu yang bandel, saya juga yang digampar, kamu yang nolak, saya juga yang kena, jadi ayolah kerja sama sedikit sama saya," Ucap pak BaekHyun. Aku membuka mulutku. Dia menyuapiku. Aku sendiri mengerjakan soal sambil mengunyah makanan yang disuapin pak BaekHyun.
"Satu nomor satu suap, cepet buka lagi mulutnya sini." Ucap pak BaekHyun. Selesai aku menjawab satu nomor, pak BaekHyun kembali menyuapiku.
"Pak, bapak sama bu TaeYeon juga gini?" Tanyaku.
"Enggaklah, dia makan sendiri, saya makan sendiri, memang kenapa? Dia itu bukan anak manja kayak kamu harus sampe disuapin, udah kelas 12 juga., sini buka lagi mulutnya, kalau udah bisa ngomong artinya dah habis dimulut." Ucap pak BaekHyun. Aku membuka mulutku lagi, dia terus menyuapiku.
"Terakhir ini, buka mulut nya sini." Ucap pak BaekHyun. Aku membuka mulutku. Biologiku juga sudah sampai nomor terakhir. Pak BaekHyun menyuapiku dan menaruh piringku di atas meja.
"Kamu yang cuci nanti, Ucap pak BaekHyun. Aku mengangguk saja. Aku tidak ingin fokus ku pecah, ini sudah nomor terakhir.
Dan.
Selesai.
"Akhirnya, dah, 7 pelajaran kelar dalam semalam, ini pak." Aku memberikan kertas itu kepada pak BaekHyun.
"Kalau kamu serajin ini kenapa peringkat kamu selalu paling bawah?" Gumam pak BaekHyun.
"Sudah sana, cuci piringnya, jangan lupa minum, saya ada di kamar saya kalau kamu mencari saya." Ucapnya. Dia membawa kertasku bersamanya dan keluar dari kamarku.
Sebenarnya aku tidak pernah membayangkan diriku ini bisa akur dengan pak BaekHyun. Apa lagi sampai seperti tadi. Aku membawa piringku keluar dan mencucinya. Setelah itu aku mengambil air dari kulkas dan meminumnya. Pak BaekHyun sudah menyiapkan segalanya untukku disini. Sepertinya dia juga membeli camilan untukku. Tadi siang belum ada. Ada banyak coklat kesukaanku di sana. Aku mengambil satu.
"Yerin, taruh balik, ga ada coklat malam-malam, kalau mau besok siang."
Aku menengok ke belakang. Kapan pak BaekHyun ada disini? Kok ga kedengaran suara kakinya sih? Apa jangan-jangan ini setan yang ga napak makanya ga ada suara tapak kakinya? Aku melihat ke kakinya, enggak kok tetap napak dilantai pakai sendal di rumah.
"Cepet taruh balik Yerin, kulkas nya rusak kamu buka lama-lama." Oceh pak BaekHyun. Aku menaruhnya lagi di tempatnya lalu menutup kulkasnya. Aku cemberut karena gagal makan coklatnya. "Oh ya, coklatnya itu jatah sebulan, saya beliin lagi bulan depan, jangan ngerengek mulu kalau udah habis, itu jatah sehari satu, jangan rakus, sekarang kamu boleh lanjut nonton drama kamu, setelah itu istirahat, jam 9 saya mau kamu sudah tidur." Ucap pak BaekHyun.
"Pak saya ga pernah tidur jam 9, jam 10 ya?" Tawarku. Pak BaekHyun mengangguk saja.
__ADS_1
"Besok masuk sekolah, ga bolos mulu, udah sehat walafiat gitu."
Aku mengangguk. "Iya pak BaekHyun," Jawabku.
Aku berjalan ke kamar tamu, "Ngapain kamu kesana lagi?" Tanya pak BaekHyun. Ih kenapa aku jadi serba salah sih.
"Terus gimana, saya mau nonton." Ucapku.
"Di kamar Jung Yerin, saya sengaja siapin TV satu buat kamu malah di ruang tamu nontonnya." Ucap pak BaekHyun. Sebentar. Aku ingat-ingat. Kayaknya di kamar ga ada TV deh?
"Di kamar saya kayaknya ga ada TV pak, ga liat saya." Ucapku. Pak BaekHyun memijat pelipisnya sendiri.
Pak Baekhyun menggenggam tanganku. "Biar saya kasih tahu di mana TV nya."
Aku mau tidak mau ikut pak Baekhyun kembali ke kamarku karena dia terus menarik tanganku.
"Duduk di atas ranjang." Suruhnya. Aku duduk seperti yang dia bilang.
"Ini remot TV nya, kamu tinggal pencet tombol merahnya, tv nya bakal naik dari bawah ranjang kamu." Jelas pak Baekhyun. Aku melongo tidak percaya. Dari mana dia mendapatkan TV seperti ini.
"Sudahkan? Awalnya saya ga mau kasih tau kamu, papa yang belin TV ginian, di rumah saya juga semuanya begini," ucap pak Baekhyun. Aku menatapnya tidak percaya. Pak BaekHyun itu anak orang kaya, kenapa dia milih jadi guru yang gajinya kecil?
"Bapak," Panggilku. Dia baru saja mau keluar.
"Kenapa?" jawabnya.
"Kenapa bapak mau jadi guru? Bukannya bapak bisa kerja yang lain?" Tanyaku.
"Kan saya sudah pernah bilang, saya mau mandiri, Kenapa kamu terus bertanya gitu? Kamu takut penghasilan saya tidak bisa menafkahi kamu nanti?" Tanyanya.
"Enggak pak, bukan gitu, saya cuma bingung aja, kayak saya sendiri, jujur aja, saya udah terlahir di keluarga kaya, saya bakal berusaha buat terusin perusahaan papa, bukan mencari jalan lain, tapi mama bilang tidak perlu melakukan itu, kak Farrel akan melakukan itu, saya bisa memilih bidang lain yang saya sukai, tapi saya tidak mau munafik, saya juga mencari pekerjaan dengan gaji yang besar." Ucapku.
__ADS_1
"Kamu akan sadar ketika kamu lulus kuliah, kerja apa saja yang penting bisa mendapatkan uang dengan benar, sudah sekarang jangan pikirkan itu, besok kamu sekolah, jam 9.30 TV nya akan mati sendiri, pergilah tidur. Selamat Malam Yer." Ucap pak BaekHyun.
"Baik pak, makasih. Selamat malam" Balasku. Pak BaekHyun mengangguk dan keluar dari kamarku.