Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 89 - Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Selesai semuanya sarapan, aku dan BaekHyun kembali ke kamar ku. BaekHyun sudah mandi tadi saat aku masak, jadi sekarang giliran aku yang mandi.


"Baek, aku mandi dulu ya." Ucap ku. Dia mengangguk sambil memasukkan kembali baju-baju kotor nya ke dalam plastik.


"Aku akan menelepon orang untuk membersihkan rumah kita sekarang," Ucap nya. Aku mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Rambut ku sangat lepek, aku harus keramas juga.


Selesai mandi dan segala hal lainnya. Aku keluar dengan rambut yang masih basah. BaekHyun menatap ku.


"Rambut mu masih basah." Ucap nya.


"Ya aku tahu, aku sedang tidak bisa mengeringkannya sendiri dengan hairdryer, aku akan keringetan lagi nantinya." Ucap ku.


"Duduk." Suruhnya.. Aku duduk di dekat meja rias ku. BaekHyun menyalakan Hairdryer itu dan mulai mengeringkan rambut ku. Sesekali BaekHyun memijat kepala ku juga. Rasanya sangat enak. Mungkin karena aku yang terlalu lelah.


Aku hanya menikmati apa yang BaekHyun lakukan dengan kepala dan rambut ku sampai-sampai aku tidak sadar kalau rambut ku sudah kering.


"Yerin, rambut mu sudah kering, ayo, kita berdua punya urusan setelah ini." Ucap nya.


Aku mengangguk. "Baiklah," jawab ku. Aku mengambil tas ku.


"Aku akan ikut ke kantor mu dulu Baek, nanti aku baru ke rumah sakit." ucap ku.


"Untuk apa?" Tanyanya.


"Aku masih punya waktu, aku ingin melihat-lihat kantor mu dulu." Ucap ku. Dia mengangguk. "Oke boleh, tapi jangan lupa, kamu punya wawancara juga kan." Ucap nya.


Aku mengangguk. "Iya, aku ingat kok, itu kan pekerjaan ku nanti, bagaimana mungkin aku akan lupa, lagi pula aku kan belum pikun." Jawab ku.


"Iya deh, ayo, nanti koper kita suruh Ray aja yang ngambil." Ucap BaekHyun.


"Ray? Dia di sini?" Tanya ku. Setahu ku dia kemarin tidak ikut kami ke Korea.


"Tentu saja, dia adalah tangan kanan ku," Ucap nya.


"Tangan kanan mu? Dia tidak banyak bicara, bagaimana kamu mengandalkan dia?" Tanya ku.


"Justru itu bagusnya, karena dia tidak banyak bicara, semua rencana ku akan aman terjaga." Jawabnya.


"Terserah kamu saja, itu urusan mu," Ucap ku.


"Oke, Ayo. Kita pamit dulu sama mama papa sama kak Farrel juga." Ucap BaekHyun.


"MA!! PA!!! KAK FARREL!!! AKU DAN BAEKHYUN PERGI DULU YA!!!" Teriak ku dari lorong.


"Kamu itu Yer, ih, ga usah teriak-teriak, sudah... sudah sana pergi kerja, ganggu aja, mama mau tidur lagi, ngantuk. hati-hati di jalan nanti." Ucap mama, Hanya kepala nya saja yang nongol. Setelah selesai kepalanya kembali masuk ke kamar lagi.


Cklekkk...


Aku melihat kak Farrel juga keluar dengan pakaian rapi.


"Kak Farrel mau kemana?" Tanya ku.


"Mau mandiin sapi," Jawabnya.


"Rapi banget, memang sapinya mau kawinan?" Tanya ku.

__ADS_1


"Kerja Yerin, Mau ke kantor." Jawabnya dengan kesal. Aku hanya membulatkan mulutku membentuk huruf o.


"Kak, mau bareng ga perginya, kita kan searah." Ajak BaekHyun. Semoga saja tidak. Aku ingin berduaan dengan BaekHyun doank. Kalau ada kak Farrel di mobil, nanti dia jadi nyamuk.


"Ga usah, makasih Baek, lagi mau bawa mobil sendiri." Jawabnya.


Yes.


Kak Farrel ga ikut.


"Ayo Baek cepet, katanya kamu ada rapat penting. Nanti telat loh." Aku menarik nya pergi dari sana.


"Ha? Rapat apaan? Perasaan aku hari ini free dari rapat." Tanyanya.


Aku menarik nya dan mendorong nya masuk ke dalam mobil. "Yer, aku pernah ngomong ga sih hari ini aku ada rapat?" Tanyanya.


"Shuttt.. Diamlah," Suruh ku. Aku masuk ke mobil juga dan duduk di sebelahnya.


"Aku hanya berbohong biar kamu ga lama-lama sama kak Farrel, cepetan, aku dah ga sabar," Ucap ku sambil menarik sabuk pengaman ku.


"Sekarang mending kamu kasih tau aku, kamu lamar kerja di rumah sakit mana?" Tanya nya.


"Entar Baek, aku ga mau bangga-banggain diri kalau aku belum kerja di sana." Jawab ku.


"Setelah pulang kerja, beritahu aku," Ucap nya.


"Iya, nanti makan siang juga kamu tahu aku di mana kok." Balas ku.


Akhirnya dia menjalankan mobil nya menuju kantornya. BaekHyun tidak banyak bicara pagi ini. Aku tidak yakin juga, apa karena aku tidak memberitahu dia tempat aku bekerja, jadi dia sedikit ngambek dengan ku, atau karena ada sesuatu yang mengganggu nya di kantor jadi sekarang dia sedang dalam mode serius.


"Baek, aku mau coklat yang waktu dulu kamu sering beliin." Ucap ku.


Dan kita berdua kembali hening lagi.


"Baek, katanya, Sowon lusa bakal lahiran, kita dateng ya?" Tanya ku.


"Oke." Jawabnya singkat.


Huh..


Apa dia tidak tahu seberapa sulit aku mencari topik pembicaraan di mobil. Kenapa jawabannya sangat singkat. Aku menyenderkan kepala ku hingga ke kaca mobil.


"Jangan bersandar di sana, nanti kalau ada guncangan pala kamu ke bentur kaca," Ucap nya.


"Ya, baiklah." Jawabnya lemas.


"Kamu kenapa?" Tanyanya.


"Ga apa-apa." jawab ku.


"Kenapa lemes gitu sih? Sakit?" Tanyanya.


Aku menggeleng. "Cuma cape aja cari topik ngobrol sama kamu, kamu kayak lagi serius gitu, mobil nya berasa tegang banget, aku cari topik ngobrol tapi kamu jawabnya singkat banget." Ucap ku.


"Aku sedang fokus di jalan Yer, hanya itu, kecelakaan di jalan itu terjadi kalau kita tidak fokus dengan jalan," Ucap nya.


"Aku tau, tapi apa salahnya jawab panjangan dikit." Balas ku..

__ADS_1


"Iya, maaf, aku salah, sekarang jangan lemes gitu donk, hari pertama kerja masa gitu sih." Ucap nya.


"Kamu nya yang bikin kesel." Gumam ku.


"Kan aku udah minta maaf, maafin ya." Ucap nya.


"Ada syaratnya." Ucap ku.


"Apa syaratnya?" Tanyanya.


"Kamu harus gendong aku di kantor kamu, baru aku maafin." Ucap ku.


"Ha? Gendong? Kamu ga malu di liatin karyawan aku nanti?" Tanyanya.


"Enggak, ngapain harus malu?" Balas ku.


"Ga ada yang lain apa? Aku bisa gendong kamu di rumah, tapi masa di kantor sih?"


"Yaudah kalau ga mau," Aku kembali berpura-pura ngambek dengan BaekHyun. Sebenarnya aku ga benar-benar kesal dengan dia, tapi karena terlanjut keadaannya sudah seperti ini aku manfaatkan saja.


"Iya, nanti aku gendong," Ucap nya. Dalam hati aku tersenyum senang tapi di luar aku harus terlihat cool.


Sekarang BaekHyun sudah sampai di bawah kantornya. Aku tidak sabar untuk memberinya kejutan ini.


"Ayo turun Baek, Cepetan." Aku keluar dan menariknya juga.


"Sabar Yerin, kamu ini kenapa sih? Sabar, kunci mobilnya aja belum aku lepas," Ucap nya kesal. Aku tidak peduli dia kesal, aku sudah tidak bisa menahan diri ku lagi.


Aaaa..


Aku sangat senang.


Dia sudah selesai mengunci mobilnya.


"Endong." Ucap ku.


Dia jongkok di depan ku. "Naik sini." Suruhnya. Dengan senang hati aku naik ke atas punggung nya. Kapan lagi aku di gendong gini sama BaekHyun. Hehehe.


BaekHyun menggendong ku masuk ke dalam kantornya.


"Se- lamat pagi Pak BaekHyun." Sapa resepsionis di sana.


"Selamat pagi, semuanya kembali bekerja." Suruh BaekHyun karena sekarang semua mata sedang tertuju pada ku dan Baekhyun.


Aku tersenyum. Dia membawa ku ke dalam lift.


"Setelah ini aku akan meminta bayaran nya juga Yer, ini terlalu mahal untuk membuat mu tidak ngambek." Ucap nya. Aku kembali memainkan rambutnya.


"Baek, ke lantai 2," Suruh ku.


"Ngapain? Di sana ga ada apa-apa." Ucap BaekHyun.


"Gapapa, aku mau ke lantai 2," Ucap ku. Dia mendekat ke sana agar aku bisa memencet tombol liftnya. Aku rasa dia masih belum menyadari apa pun.


Pintu lift terbuka, dia membawa ku ke luar dari lift. "Ga ada apa-apa kan? Terus kamu mau ngapain di sini." Tanyanya.


Aku mengunjuk ke salah satu ruangan di sana, "Mau liat di sana." Ucapku.

__ADS_1


Dia menuruti semua perkataan ku. Dia berjalan dan membawa ku ke sana. Karena kedua tangannya sednag menggendong ku jadi aku yang membuka pintunya.


__ADS_2