Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 50 - Perjalan Pulang


__ADS_3

"Yerin," Panggil Baekhyun.


"Ya?" Jawab ku.


BaekHyun memegang salah satu tangan ku. Satu tangannya lagi masih berada di setir mobil.


"Bagaimana perasaan mu sekarang?" Tanyanya.


"Aku tidak tahu, aku rasa aku baik-baik saja," Jawab ku.


"Apa rasanya masih canggung?" Tanya nya. Aku menggeleng. "Tidak terlalu, menurut ku ini tidak buruk juga," jawab ku.


"Baguslah kalau kamu berpikir begitu, aku rasa pernikahan ini bisa berjalan lama," ucapnya.


"Aku juga berharap begitu." Balasku.


"Kamu mau sesuatu? Mumpung kita lewat supermarket." Tawarnya.


"Sepertinya tidak, kamu ga bakal kasih beli mie instan kan?" Tanya ku. Dia menggeleng. "Mie instan itu tidak baik, jangan sering-sering makan."


Drttt... Drttt.... Drttt... Drttt.... Drttt...


Aku melihat ponsel ku. Bukan dari punya ku. Aku menatap BaekHyun. Dia melirik ponselnya sebentar. Dia menolak telepon itu.


"Kenapa di tolak?" Tanya ku.


"Itu TaeYeon." Jawabnya pelan.


"Lalu? Siapa tahu penting." Balas ku.


Dia menggeleng. "Dia guru BK, aku guru Mate, memang nya ada yang bisa di bicarakan lagi?" Tanya nya kesal.


"Maaf, mana aku tahu, kan aku cuma tanya pelan-pelan." Balas ku.


"Maaf juga, Tolong jangan bahas dia Yer, aku sedang berusaha melupakannya, itu sebab nya aku menghapus nomor nya," Ucap nya.


"Tapi kamu masih mengingat nomor nya." Balasku.


"Jangan bahas dia, Oh ya, besok kayaknya kamu harus pulang sendiri, aku ada rapat guru buat soal-soal ujian," Ucap nya.


"Sampe jam berapa?" Tanya ku.


"Jam 4 sore, kamu pulang lah lebih dulu, jangan tunggu di sekolah," Ucap nya.


Aku manyun, aku tidak mau pulang sendiri. "Kenapa manyun? Ih dulu ga mau pulang bareng, kenapa sekarang manyun, Hmm?" Tanyanya.


"Enggak," Jawab ku.


"Ih ngambek, jangan ngambek ah, aku cuma rapat bentar, entar pulang nya aku beliin coklat lagi," Ucap nya.


"Memang aku anak kecil apa bisa di sogok," Sahut ku


"Terus mau nya apa?" Tanyanya.


"Enggak," Jawab ku.


Dia menepi sebentar. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan. Dia melepas sabuk pengamannya dan mendekatkan tubuh nya ke arah ku. Wajahnya sangat dekat dengan wajah ku.


Cuppp..


Satu kecupan mendarat di pipi ku.


"Jangan ngambek ya," Ucap nya. Aku masih cemberut.


Cuppp... cuppp.. cupppp.....


"Baek.. Ih udah ah. jangan di ciumin terus." Ucap ku. Aku menahan kepalanya agar berhenti mencium pipi.


"Makanya jangan manyun ah, nanti aku di kira mama jahatin kamu," Ucap nya. Aku tersenyum.

__ADS_1


"Iya. Iya, udah sana jalan lagi." Ucap ku. Dia tersenyum dan kembali ke tempat nya. Dia menarik sabuk pengamannya dan kembali memakai nya.


"Kita mau ngapain lagi ya di rumah?" Tanya nya.


"Eh Baek, jangan pulang dulu deh, kita ke Navel sebentar, Ada yang mau aku diskusiin bentar tentang kontraknya," Ucap ku.


"Kenapa?" Tanya nya.


"Aku tidak tahu apa kontrak ini menguntungkan ku, karena aku tidak merasa begitu," Jawab ku.


"Navel dekat sini kan?" Tanyanya.


"Iya, nanti belok kiri aja," Ucap ku. Dia mengangguk. Oke untung saja aku bawa kontraknya. Aku mengambil kontraknya dan melihat nya sekali lagi. Aku benar-benar merasa ini tidak menguntungkan untuk ku sama sekali. Malah ini bisa membuat ku rugi.


Setelah sampai di depan gedung nya, aku melepas sabuk pengaman dan memakai make up tipis sedikit.


"Apa perlu aku temani?" Tanyanya.


"Ga usah, sebentar doank kok, tunggu di sini aja." Ucap ku. Setelah selesai, aku menaruh kembali riasan ku.


Aku keluar dari mobil dan masuk ke gedung itu.


"Saya ingin bertemu dengan ibu Kim," Ucap ku pada resepsionis nya.


"Apa anda sudah membuat janji?" tanyanya.


Aku menunjukkan kontrak ku. "Baiklah, silahkan saja langsung ke ruangan nya," Ucap nya. Aku mengangguk dan langsung masuk ke dalam lift.


Tokkk... Tokkk.. Tokkk...


"Permisi, Ibu Kim." Ucap ku.


Dia melihat ku. "Eh Yerin, silahkan masuk." Ucap nya. Aku melangkah masuk ke ruangan besar itu.


"Ada apa?" Tanya nya.


"Ada apa dengan itu?" Tanyanya.


"Saya cukup keberatan dengan ini, saya tidak bisa mendapatkan keuntungan yang baik," Ucap ku. Dia menatap ku.


"Tapi memang itu standar nya," Balasnya.


Standar? Kenapa standarnya merugikan pihak penulis?


"Lalu dengan yang ini, jika penjualan kurang dari 70%, maka yang di kurangi adalah pendapatan saya?" Tanya ku.


Dia mengangguk. "Benar sekali," Jawabnya. Aku mengerutkan dahi ku.


"Dan ini bu, Buku yang terjual kurang dari 50% pemasaran akan di tarik kembali?" Tanya ku. Dia mengangguk.


Aku tidak tahu kenapa perusahaan sebesar ini masih membuat kontrak seperti ini. "Maaf Yerin, itu memang sudah dari perusahaan, saya tidak bisa mengubah nya, kecuali kamu bernegosiasi tentang jadwal dan lokasi pemasaran, itu mungkin bisa." Ucap nya.


Apa-apaan ini?


"Maaf bu, kalau begitu, saya tidak akan mengambil kontrak jangka panjang nya, tapi kita masih bisa meneruskan kontrak sementara nya, saya tidak masalah." Ucap ku. Dia masih menatap ku dengan tatapan bingung.


"Kamu tidak mengerti Yerin, perusahaan ini sudah benar-benar mempermudah para penulis muda untuk berkarya," Ucap nya.


"Sekali lagi maaf bu, saya tidak bisa menandatangani nya karena menurut saya itu tidak seperti yang saya harapkan, saya permisi dulu bu," Ucap ku. Aku meninggalkan kontrak itu di atas mejanya dan berjalan ke luar dari gedung itu.


Yang benar saja.


Aku langsung masuk ke mobil. BaekHyun menatap ku dengan tatapan khawatir.


"Kamu baik-baik saja?" Tanyanya.


"Ya," Jawab ku singkat.


"Ayo pergi, aku tidak ingin berada di sini lagi." Ucap ku. BaekHyun segera keluar dari sana.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya nya.


"Aku ceritakan di rumah aja, ga enak di sini." Ucap ku.


Tangan nya yang satu mengambil sebuah kantong plastik. "Ada Yoghurt, tadi aku membelinya," Ucap nya. Aku mengambil plastik itu dan membuka salah satu Yoghurt itu.


Aku memakan nya satu sendok. Ini enak. Aku tidak pernah makan merek ini. Aku menyendok nya lagi. "Mau coba?" Tanya ku.


"Tidak usah, kamu makan aja." Ucap nya. Aku memeperkannya ke bibir nya.


"Ish, Yerin, kamu itu, makin hari makin ngelunjak, tadi pagi gulali, sore nya Yoghurt, entar malam apa nih yang main di masukin ke mulut saya." Ucap nya.


"Lagian di tawarin apa ga pernah mau sih." Gumam ku.


"Ya aku ga mau biar kamu makan yang banyak aja, ga liat apa tuh badan kurus gitu." Ucap nya.


"Mana kurus sih, ini ideal tau ga," Balas ku.


Dia menggeleng. "Terserah aja lah, ngomong-ngomong saya dapat kabar tadi, besok kakak kamu pulang." Ucap nya.


"Ha? Kakak? Kak Farrel?" Tanya ku. BaekHyun mengangguk.


"Besok kita ke rumah mama ya, aku mau ketemu kak Farrel, udah 5 tahun ga ketemu sama dia." Ucap ku.


"5 Tahun? Dia ga pernah pulang?" Tanyanya.


"Enggak, sejak dia selesai kuliah di luar negeri ga pernah sekalipun pulang, biasa cuma video call doank." Jawab ku.


"Iya, besok malam aja kita ke rumah mama kamu, sekalian aku mau ketemu kakak kamu." Ucap BaekHyun.


"Baek, kamu juga punya kakak kan? Berapa umur nya sekarang?" Tanya ku.


"Beda dua tahun dari aku." Ucap nya.


"27?" Tanya ku. Dia mengangguk.


"Sama donk kayak kak Farrel."


"Cuma dia udah punya anak 1, kalau kakak kamu kan belum" Ucap nya.


"Eh, kok kamu tahu?" Tanya ku.


"Mama kamu pernah cerita," Jawab nya.


Aku membulatkan mulut ku membentuk huruf O.


"Ayo turun, mau sampe kapan di mobil terus, kita usah sampe." Ucap BaekHyun. Aku tersenyum bodoh saat menyadari ini sudah di rumah. Aku turun dari mobil. BaekHyun tiba-tiba mengambil sendok Yoghurt ku dan memakan satu suap besar.


"Ih, Baek, katanya ga mau." Aku menjauhkan Yoghurt ku dari nya.


"Enak, manis, kayak liat kamu." Ucap nya.


"Ih, udah tua gombal," Ledek ku.


"Mana tua sih, kamu aja yang masih kecil,"


"Apaan, kecil apa nya, ini tuh fase remaja, bukan anak kecil." Ucap ku.


"Sama aja."


Aku memukul lengan nya. "Aw, ih kurang ajar ya," Omel nya.


"Biarin," Jawab ku kesal. Aku masuk ke dalam dengan cepat dan meninggalkannya di luar. Dia mengejar ku masuk. Aku segera berlari ke arah dapur untuk memasukkan Yoghurt-yoghurt ini ke kulkas.


BaekHyun sudah berhenti mengejar ku. Dia sekarang sedang minum sebentar.


"Nanti malam makan mau apa?" tanya ku.


"Apa aja, yang gampang aja, kamu pasti cape." Jawab nya. Aku mengeluarkan bahan-bahan untuk ku masak nanti. Ya mau bagaimana pun aku tetap harus menjalankan kewajiban ku kan sebagai seorang istri yang baik.

__ADS_1


__ADS_2