Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 54 - Makan Malam


__ADS_3

"MAKAN MALAM JADI!!." Teriak ku.


Menurut ku, pasti yang pertama kali sampai adalah BaekHyun.


"Makasih istri ku tersayang."


Benar saja, yang berlari paling cepat ke ruang makan adalah BaekHyun.


Cuppp.....


Satu kecupan mendarat di pipi ku.


"Tolong hargai yang masih belum menikah." Ucap pak ChanYeol.


"Makanya cepet menyusul, enak tau, ya ga Yer?" Tanya BaekHyun sambil menatapku. Aku menonjok pelan tangan nya.


"Cepat makan, nanti keburu dingin." Ucap ku. Aku duduk di sebelah BaekHyun. Di depan ku ada Sowon dan di sebelahnya ada pak ChanYeol.


"Yer, makan yang banyak ah, makan kamu dikit banget sih." Omel BaekHyun, dia mengambil lauk lagi dan menaruhnya di piring ku.


"Makan habiskan, aku ga peduli kalau kamu bakal gendut, makan aja. Ga usah pake diet-diet." Ucap nya. Aku menatap nya kesal. Aku sendiri mau diet lagi dia malah suruh aku makan yang banyak.


"Jangan ajak saya makan di sini lagi Won, ada banyak tempat yang bisa kita datangi buat makan malam." Gumam pak ChanYeol.


"Ingetin saja buat milih tempat lain," Balas Sowon. Aku menatap keduanya.


"Yeee.. Iri bilang karyawan." Ucap BaekHyun. Aku menyenggol tangan nya.


"Udah ah, Cepet pada habisin, kamu yang cuci piring ya, aku mau mandi abis ini." Ucap ku.


"Siap bos ku." Jawabnya cepat sambil hormat ke arah ku. Aku tertawa pelan. Aku sama sekali tidak mengira kalau pernikahan ku dengan BaekHyun malah membuat ku lebih sering tersenyum dan tertawa dari pada aku tinggal sendiri di apartemen. Mungkin pilihan orang tua ku kali ini memang bisa jadi yang terbaik untuk ku.


Aku menyelesaikan makan ku dengan cepat. "Baek, aku mandi dulu ya." Ucap ku. BaekHyun mengangguk. Dia masih makan bersama Sowon dan Pak ChanYeol. Semoga saja dia tidak ribut lagi dengan Sowon. Aku menatap mereka sekali lagi sebelum keluar dari sana. "Jangan ribut." Aku memperingati mereka.


"Pak ChanYeol, awasi mereka berdua, jangan sampai berantem lagi." Ucap ku.


"Lah, kayak anak kecil aja harus di awasin gitu." Balas pak ChanYeol.


"Pokoknya jangan sampai ribut aja, saya mau mandi sebentar." Ucap ku. Aku menutup pintu dan berjalan ke kamar ku. Sebelum masuk ke kamar mandi, aku mengambil baju dulu, aku mungkin akan pulang malam, jadi lebih baik nanti aku bawa hoodie. Siapa tahu udara akan dingin nanti malam.


Aku mengambil celana panjang dan kaos biasa. Aku membawa masuk semuanya ke kamar mandi dan mandi sebentar. Aku hanya keramas dan mandi. Aku mengeringkan rambut ku setengah kering dan memakai baju. Biarkan saja rambut ku setengah kering, nanti juga kering sendiri.


Aku keluar dari kamar ku dan mengecek Sowon dan BaekHyun. Mereka berdua sudah sama persis seperti anjing dan kucing yang tidak pernah akur. Padalah di sekolah Sowon adalah wakil BaekHyun, tapi entah kenapa mereka sama sekali tidak pernah bisa akur.


Aku juga tidak tahu bagaimana mereka bisa bertahan setengah tahun dengan terus ribut masalah hal sepele di mana pun.

__ADS_1


Saat aku membuka pintu ruang makan, aku melihat Sowon yang sedang makan coklat favorit ku. "Sowon! Minta ga bilang-bilang," Oceh ku.


"Udah kok, tadi di kasih sama pak BaekHyun," Ucap nya.


"Enggak ya, dia yang ngotot minta sama aku," Balas BaekHyun.


"Ih, orang bapak yang nawarin."


"Kamu yang maksa." Balas BaekHyun tidak mau kalah.


"Ish, UDAH-UDAH, Kalian itu, orang cuma tanya pakai acara berantem segala, Itu piring udah di cuci belum?" Tanya ku kesal.


"Udah, Udah bersih kok," Jawab BaekHyun dengan senyuman lebar. Aku berjalan ke arah dapur dan memeriksanya.


"BYUN BAEKHYUN!!!."


Apa-apaan dia, bersih dari mana? Sabun nya aja belum di bilas bersih di piring nya. Malah yang lain jadi bersabun juga.


"Kamu itu," Aku menjewer telinga nya dan menarik nya ke tempat cucian.


"Itu, kamu liat tuh, satu rak penuh sabun jadi nya, ih, gimana sih cuci nya." Aku melepas telinga nya. Dia memegang telinga nya yang merah karena aku jewer.


"Tadi di gangguin Sowon." Gumam nya.


"Alasan mulu, udah cepet ini beresin, satu rak sabun semua, kamu mah ga becus kerjaannya." Omel ku. Aku kesal karena dia terus menyalahkan Sowon dan menghancurkan rumah saja. Bisa-bisa nya kita makan hanya 4 piring dan beberapa panci, tapi dia bisa menyabuni satu rak.


Aku melihat ke belakang, di sana ada pak ChanYeol dan Sowon yang sedang cekikikan. "Cepet itu kerjain, aku mau ke rumah mama," Suruh ku.


"Iya. Iya." Dia mengambil sarung tangan dan kembali membilas semuanya.


"Pak Baek kasihan di rumah, di sekolah bisa nyuruh-nyuruh saya sama Yerin, di rumah ga berkutik." Ucap Sowon.


"Jangan ketawa Yeol, entar juga sama kayak gini, belum waktunya aja." Ucap BaekHyun. Aku membalikkan tubuh BaekHyun menghadap tempat cuci lagi.


"Cuci yang bener dulu baru ngomong lagi." Ucap ku. Dia diam dan membilas semuanya. Jika aku awasi seperti ini kerjaannya bener tuh. Ga berantakan kayak tadi.


"Udah?" tanya ku.


Dia mengelap tangan nya dan mengangguk. "Siap-siap sana, bentar lagi kita berangkat." Ucap ku.


"Sekarang baru jam 6." Ucap nya.


"Terus?" Balas ku.


"Kita istirahat dulu, aku cape." Dia menoel-noel tanganku dengan satu jari nya.

__ADS_1


"Memang di sekolah ngapain? Rapat nya duduk doank kan? Yaudah istirahat nya di rumah mama aja, kita ke sana dulu, aku dah janji sama kak Farrel." Ucap ku.


"Kamu mah tega, suami nya ga di kasih istirahat dulu apa," BaekHyun manyun. Aku ingin sekali mencubit nya karena gemas. Dia tidak tahu apa seberapa menggemaskannya dia saat manyun, padalah umurnya sudah hampir 28.


"Udah kali drama nya, Sowon, ayo kita pulang, miris liat nya kalau gini." Ajak pak ChanYeol.


Sowon mengangguk. "Saya ikut, udah ga kuat liatnya." Sowon dengan tubuh kaku berjalan keluar dengan pak ChanYeol.


"DADAH SOWON... DADAH PAK CHANYEOL... HATI-HATI DI JALAN..." Teriak ku.


BaekHyun sendiri masih bergelantungan di tangan ku. "Ih Beak, udah lepas ah, kamu ganti baju sana aku yang nyetir aja kalau cape." Ucap ku. Dia menggeleng.


"Entar di omelin kakak ipar kalau kamu yang nyetir," Jawabnya.


"Yaudah, terus sekarang mau gimana?" Tanya ku.


Dia menaruh dagu nya di bahu ku. "Cium." Gumam nya.


Aku tersenyum dan menghela nafasku.


Cuppp...


Aku mengecup pipi nya sekali. Dia berdiri tegak dan tersenyum lebar. "Makasih Yerin." Dia langsung berlari ke kamar nya dengan sangat bersemangat. Sepertinya aku harus sering memberinya kecupan agar dia tidak susah di atur. Walaupun sudah besar tetap saja dia tidak suka di atur.


"YERIN!!!." teriak BaekHyun dari kamar nya. Aku menyusul nya ke sana.


"Kenapa?" Tanya ku.


"Kamu lihat dompet aku ga?" Tanyanya.


"Enggak, kenapa?" Tanya ku. Seperitnya aku bodoh bertanya seperti itu. Jika dia bertanya seperti itu pasti jawabannya hilang. "Tidak perlu di jawab, sini aku bantu cari." Lanjut ku cepat.


Aku membantu nya mencari di seluruh kamarnya, tapi tetap tidak bisa menemukannya. "Ke bawa ChanYeol ga ya?" Gumam nya pelan pada diri nya sendiri. Dia mengambil ponsel nya dan menelepon pak ChanYeol.


"Halo, Yeol, kamu ke bawa dompet aku ga?"


"Oh, Oke makasih deh."


"Ada ga?" Tanya ku.


"Ga ada, aneh banget, tadi di sekolah ada kok," Gumam nya lagi.


"Ketinggalan di sekolah ga?" Tanya ku. Dia menggeleng.


Dia mengetik sesuatu, aku tidak tahu dia mengirim pesan pada siapa.

__ADS_1


"Yer, ga usah di cari lagi, katanya ada yang temuin dompet aku di group guru-guru, mungkin ketinggalan di sekolah kayaknya." Ucap nya. Aku mengangguk. "Untung saja bukan hilang di jalan." Ucap ku.


"Ayo kita berangkat," Ajak nya. Dia menggandeng tangan ku. Ini bukan sesuatu yang baru atau asing lagi, dia memang sudah sering melakukannya sejak beberapa hari yang lalu. Aku juga tidak keberatan dengan ini. Aku ini kan sudah jadi istri sah nya.


__ADS_2