Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 80 - Teman Kampus


__ADS_3

Aku turun ke bawa, lebih tepatnya ke Cafe. Aku sudah benar-benar lapar. Ini sudah lewat jam makan malam ku, tapi aku masih belum makan apa-apa sejak siang.


Aku masuk ke Cafe itu dan berjalan ke arah tempat pemesanan.


"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin pesan burgernya satu dengan kentang goreng dan soda untuk minumannya," Ucap ku.


"Totalnya 20 dollar." Ucap nya. Aku memberikan uang cash lagi. Oke. Tidak mungkin aku membayar makanan 20 dollar dengan kartu kredit.


"Baik, tolong tunggu sebentar." Ucap nya. Aku mengangguk dan mencari tempat duduk di sana. Tangan ku mengeluarkan ponselku dari saku jaketku.


"Hei,"


Aku melihat ke arah suara yang aku rasa memanggil ku.


"Kamu memanggil ku?" Tanyaku. Dia berjalan ke arah meja di dekat ku.


"Ya, kita bertemu tadi, apa kamu tinggal di sekitar sini?" Tanyanya. Aku mengangguk. Dia adalah laki-laki yang membantu ku tadi.


"Orang baru? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya." Tanyanya.


"Ya, bagaimana dengan mu?" Balasku.


"Aku tinggal di dekat sini, tapi bukan di sini." Jawabnya. "Kamu orang Korea?" Tanyanya.


"Ya, pasti sangat terlihat dari wajahku, aku baru pindah hari ini karena Harvard.," jawab ku.


"Harvard? Kita di kampus yang sama," ucapnya.


"Benarkah? Senang bisa bertemu teman dari kampus yang sama.." Ucapku.


"Aku juga, siapa nama mu?" Tanya nya.


"Um Byu.. Jung Yerin," jawabku.


"Aku memanggil mu dengan apa? Jung atau Yerin?" Tanyanya.


"Yerin saja," jawabku.


"Baik, Yerin kan? Kenalkan, nama ku Jason," ucapnya.


"Jason," ucapku. Dia tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Kamu di jurusan apa?" Tanya ku.


"Jurusan kedokteran semester 3," Jawabnya. Ternyata dia lebih tua dari ku.


"Kamu sudah memesan sesuatu?" Tanyanya.


"Ya," jawabku.


"Sudah kamu bayar?" Tanyanya. Aku mengangguk.


"Tidak apa, dan apa aku bisa meminta nomor ponsel mu? Siapa tahu kita bisa berteman setelah ini." Ucapnya.


Yerin. Sadarlah, kamu punya Baekhyun. Dia menunggu mu di sana. Jangan terlalu dekat dengan nya walaupun hanya teman. Sadar Yerin. Tahan. Walaupun dia cukup tampan. Dan seumuran. Tapi tidak. Baekhyun. Dia suami mu Yerin. Kamu sudah menikah. Ingat itu.


"Maaf, aku tidak bisa memberikan nomor ku, tapi kamu bisa menambahkan teman di Instagram ku." Ucapku.


"Tolong ketik username mu di sana.." Ucapnya. Aku mengetik username ig ku di ponselnya.


"Sudah." Ucapku.


"Kamu sudah memiliki pacar?" Tanyanya. Pacar? Lebih tepatnya suami. Tapi dia mungkin akan sangat terkejut mendengarnya.


"Aku tidak ingin memiliki pacar," Jawab ku.


"Pesanan nomor 12."


Pesanan ku sudah jadi. "Jason, aku harus pergi sekarang, sampai ketemu lain waktu.," Ucap ku. Dia menangguk. Aku bangun dan mengambil makanan ku. Aku akan makan di kamar saja, jadi aku juga bisa sekalian bucin online sama BaekHyun. Itu lebih baik daripada aku makan dengan laki-laki lain kan.


Aku membawa naik makanan ku dan kembali ke kamar ku. Entah hanya perasaan ku saja atau memang aku merasa apartemen ini sangat sepi. Padalah dulu kan aku juga tinggal sendirian di apartemen. Mungkin karena aku sudah cukup lama tinggal bersama BaekHyun jadi kembali tinggal sendirian serasa sangat sepi. Tidak ada lagi yang bisa aku ajak bercanda secara langsung.


Ini baru satu hari aku di sini dan aku sudah benar-benar merindukan semua orang.


Aku memfoto makanan yang aku beli dan mengirimkan foto itu pada BaekHyun.


"Makan yang banyak, aku tidak mau melihat tubuh mu semakin kurus." Balasnya lewat chat.


"Aku tidak mau gendut, tapi aku rasa tidak apa-apa makan banyak, aku akan membutuhkan banyak tenaga untuk memikirkan mu dan merindukan mu." Balasku lagi.


"Jangan memancingku ke sana Yerin,"


"Datanglah ke sini, aku akan menunggu mu di atas kasur" Kataku, aku tau aku memancing nya.


"Jangan menyesali perkataan mu, aku bisa melakukan nya kepada mu, jangan pikir aku takut," Balasnya

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya ku.


"Ya, kamu sudah di atas 18 tahun, kamu juga sudah lulus sekolah," kata nya.


"Ish, aku masih ingin kuliah tau, masa aku ke kampus dengan perut buncit." kata ku.


"Bukan urusan ku Yerin, siapa suruh memancing ku, jangan sampai aku benar-benar ke sana ya, habis kamu sama aku Yer," Ancamnya.


"Bagus kalau kamu ke sini, setidaknya aku ada teman berantem di sini, Apartemen ini benar-benar terasa sepi." kata ku.


"Dulu kamu juga tinggal sendiri kan? Bukannya harusnya udah biasa donk?" Tanyanya.


"Itu kan dulu, sekarang beda, kan ada kamu."


"Ih, mulai deh manja, udah sana makan, aku lagi di kantor papa, nanti dia marah kalau aku main hp terus."


"Selamat berkeliling suami ku."


"Selamat makan istri ku."


Aku mematikan ponsel ku dan kembali melihat makanan ku. Rasanya tidak begitu enak makan sendirian Kenapa dulu aku tahan ya tinggal sendirian? Tapi aku tetap harus makan.


Aku mengambil makanan ku dan membawanya ke kamar. Mungkin sambil nonton drama lebih enak kali ya. Jadi setidaknya ada suara dikit. Di sini benar-benar hening, tidak ada orang yang membuat keributan, berbeda dengan di rumah. Sumber keributan ku ada di sana. Sedang bekerja sekarang.


Aku menyalakan laptop baru yang BaekHyun belikan. Sampai sekarang, ini pertama kali nya aku membuka laptop ini. Aku cukup terkejut ketika melihat ada foto-foto yang aku simpan di HP ku, sudah di edit dan di jadikan wallpaper desktop laptop ini.


Aku tersenyum ketika di pojok layar laptop ku ada file yang bertuliskan Drakor 4 Yerin. Aku membuka nya. Astaga. Aku tidak tahu kapan dia memasukkan ini semua. Dia sudah mendownload semuanya dari episode 1 sampai akhir. Bukan hanya satu drakor. Ini adalah drakor-drakor yang sudah aku list akan aku tonton saat liburan. Semuanya lengkap di sini.


Aku membuka ponsel ku lagi dan mengirim pesan pada BaekHyun. "Terima kasih atas hadiahnya bapak calon CEO. Saya sangat menyukainya. Terutama pada Desktop nya dan juga drama-drama yang sudah kamu masukan. Tapi dari mana kamu mendapat list drama ku?"


Aku membuka folder pertama dan memulai episode 1 nya. Aku menontonnya sambil memakan burger ku.


Drttt..


"Tentu saja dari catatan di atas meja mu itu, tapi aku senang kamu menyukainya, sekarang makan, aku tahu kamu pasti belum makan."


"Aku sedang makan."


"Bagus, makanlah yang banyak."


Kenapa dia terus menyuruh ku untuk makan banyak. Padalah aku benar-benar merasa wajahku semakin bulat saja setiap harinya.


Aku mengambil kembali burger ku dan menggigitnya. Aku lapar sekarang. Tangan ku memutar video itu agar kembali bergerak. Mata ku hanya terfokus pada drama yang sedang aku tonton dan mulut ku fokus mengunyah makanan ku. Ini adalah hal favorit ku. Tidak ada yang mengganggu ku untuk sebentar.

__ADS_1


Walaupun aku sengat yakin, dalam beberapa hari ke depan aku sudah benar-benar akan merindukan sosok iseng BaekHyun di dekat ku. Aku harap dia bisa berada di sini untuk menemani ku.


__ADS_2