Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 77 - Rencana Kuliah


__ADS_3

Selesai Pesta nya, BaekHyun mengajak ku pulang lebih dulu dari pada yang lainnya. Dia bilang masih ada lagi yang ingin dia berikan untuk ku. Aku benar-benar tidak tahu seberapa banyak uang yang dia keluarkan untuk hadiah kelulusan ku. Ini benar-benar banyak.


"Baek, untuk apa kamu membuang-buang uang sebanyak ini, kamu tahu kan ucapan dari mu saja sudah membuat aku senang." Ucap ku.


"Ya aku tahu, tapi aku tidak bisa menahan diri ku untuk terus membuat mu merasa senang, makanya hadiah untuk mu aku berikan bertahap, biar kamu senang terus." Ucap nya.


Aku tersenyum dan menggeleng. Aku benar-benar tidak menyangka segitu nya BaekHyun ingin membuatku senang.


"Baek, kamu dulu SMA lulusan mana?" Tanya ku.


"Memang nya kenapa?" Tanyanya.


"Enggak, cuma pengen tahu aja." Jawab ku.


"International School," Jawabnya.


"Terus kuliah nya?" Tanya ku lagi.


"Di sini juga, dulu aku ga ada niatan kuliah di luar, jujur aja, sekarang aku nyesel ga kuliah di luar, makanya aku ga mau kamu nyesel juga kayak aku sekarang, mumpung kamu di terima di Harvard, lanjutin aja, aku ga masalah." Ucap nya.


Pantas saja dia benar-benar memaksa ku. Ternyata dia menyesali sesuatu dulu.


"Oke, aku akan ke sana, tapi kamu harus janji satu hal sama aku," Ucap ku.


"Janji apa?" Tanyanya.


"Kamu harus Video Call sama aku setiap malam," Ucap ku.


"Video Call? Kamu bakal sibuk Yerin, ga bisa begitu, kalau mau kamu aja yang telepon aku pas ada waktu luang, jangan maksain, di sana nanti kamu butuh istirahat yang cukup, aku ga mau kamu sakit di sana." Ucap nya.


Aku manyun. Baekhyun tidak menegurku atau apa, tapi dia berhenti di depan sebuah cafe.


"Tunggu di sini, jangan keluar." Ucapnya. Dia langsung keluar tanpa menunggu aku menjawabnya. Aku hanya melihatnya masuk ke dalam Cafe itu. Aku menurut saja dan tunggu di dalam mobil.


Tidak lama kemudian, dia kembali dengan membawa 2 gelas minuman.


"Nih, buat kamu," Ucap nya sambil memberikan ku susu hangat. Aku meminumnya sedikit, dan dia juga meminumnya. Aku tidak tahu dia minum apa.


"Baek," Panggil ku. Dia menatap ku sambil meminum minumannya.


"Coba." Ucap ku.


Dia memberikannya kepada ku. "Kebiasaan deh ga bisa liat orang lain minum yang beda, pasti di mintain." Ucap BaekHyun.


Aku tersenyum dan meminumnya. "Ini apaan?" Tanya ku. Rasanya aneh.


"Kopi campur teh, jangan tanya kenapa aku minum itu," Ucap nya.


"Kenapa?" Tanya ku.


Dia menghela nafasnya sambil kembali memakai sabuk pengamannya. "Di bilang jangan tanya tetap aja di tanya." Gumamnya.


"Lagian minuman kamu aneh banget sih." Ucap ku.


"Iya, tadi tuh aku cuma mau pesan kopi aja, tapi ada orang pesen teh, mbak-mbak nya kayak nya lagi konslet otaknya, eh di campur jadi satu, terus di bagi dua, ya keburu di minum harus di bayar." Ucap nya. Aku tertawa mendengarnya. Jadi ini asal usul dia beli minuman rasanya aneh banget. Teh nya juga bukan teh biasa, kayak thai Tea yang rasa buah gitu.


"Ga enak kan? Sini balikin." Ucap nya.


Aku meminum nya sampai habis. "Ini, minum aja," Ucap ku. Aku memberikan susu ku.


Dia menatap ku dengan alis berkerut. Tidak lama kemudian dia tersenyum, tangannya mengelus kepala ku. "Kamu minum saja, aku kan beli buat kamu." Ucap nya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kita tukeran," Ucap ku.


"Setengah lagi buat kamu ya." Ucap nya. Aku mengangguk. Dia meminum setengah gelas susu coklat ku dan mengembalikan setengah nya lagi untuk ku.


"Aku sayang kamu Yer," Bisiknya.


"Aku juga sayang kamu Baek," Balasku.


Dia kembali menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya.


"Sekarang kita kemana Baek?" Tanya ku.


"Lihat saja nanti, yang pasti bukan ke tengah hutan untuk buang kamu di sana," Ucap nya. Aku menatap tajam ke arah nya.


"Hanya bercanda Yer," Sambung nya dengan cepat.


"Iya terserah kamu aja." Balas ku.


"Ih jangan ngambek ah, hadiahnya batal loh nanti." Ucap nya.


"Yaudah sana liat jalan, aku ga mau mati muda tau ga," Aku memaksa agar wajahnya melihat ke jalan bukan ke arah ku. Tapi aku serius. Aku baru saja lulus SMA, aku tidak mau mati muda hanya karena BaekHyun tidak berhati-hati di jalan. Itu namanya mati konyol juga.


Setelah setengah jam lebih. Akhirnya aku kembali sampai di rumah. "Tunggu aku, jangan masuk duluan." Ucap nya.


"Kenapa? Biasa juga aku masuk duluan." Balas ku.


"Tunggu aja," Ucap nya sekali lagi.


Ya sudah. Aku keluar dan menunggu nya. Setelah selesai, dia menggandeng ku masuk ke dalam rumah.


"Sudah siap dengan kejutannya?" Tanya nya.


Aku mengangguk. Aku sangat penasaran sekarang.


Gukkk.. Gukkk... Gukkk..


Aku melihat seekor anak anjing muncul entah dari mana. Dia berlari ke arah BaekHyun.


"Ini adalah hadiah terakhir mu, aku dengar kamu selalu ingin memelihara seekor anak anjing, jadi aku membelikannya sebagai hadiah kelulusan mu, apa kamu suka?" Tanya nya. Aku menggendong anak anjing itu.


"Sangat Baek, kamu yang terbaik, terima kasih." Ucap ku.


"Aku selalu senang melihat mu tersenyum seperti itu. Jadi kami mau menamainya apa?" Tanyanya.


Aku berpikir sebentar. "Aku ingin memanggilnya Hani," Jawabku.


"Hei Hani, aku memberimu nama itu, apa kamu menyukainya?" Tanya ku.


Dia menatap ke arah ku dan menggonggong. "Aku rasa dia berkata ya." Balas Baekhyun.


Aku menatapnya. "Jangan samakan dirimu dengan anjing Baek, aku tidak suka laki-laki anjing." Ucapku.


"Aku juga tidak ingin menjadi seperti itu, sekarang, kamu harus mandi dulu sebelum terlalu malam." Ucapnya. Aku melihat ke arah jam dinding.


"Kalau gitu aku akan mandi dulu." Ucapku.


"Malam ini kamu tidur di kamar mu?" Tanya nya.


Aku menatapnya. Apa dia ingin aku tidur sekamar lagi dengan dia? Dari pertanyaannya terdengar seperti itu. "Memangnya kenapa? Apa 3 hari tidur bersama tidak cukup?" Tanya ku.


Dia tersenyum bodoh dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kita sudah menikah Yer, Apa kamu tidak mau tidur sekamar saja dengan ku?" Tanya nya.


"Itu sudah kesepakatan dari awal, tidak tidur bersama hingga aku lulus kuliah, tapi aku membuat pengecualian kemarin itu." Ucap ku.


Dia cemberut.


Wajahnya jadi sangat menggemaskan. "Tapi kan kita ga bakal ngapa-ngapain, lebih asyik tidur sama kamu dari pada tidur sendiri, setidaknya ada yang bisa di ajak bercanda," Ucap nya.


Aku tidak tahu ini keputusan yang tepat atau tidak, tapi. "Baiklah, aku akan tidur bersama mu, tapi kita benar tidak boleh ngapa-ngapain ya," Ucap ku.


Dia tersenyum lebar, "Janji," Ucap nya dengan semangat.


"Ya udah, aku mandi dulu di kamar ku baru aku ke kamar mu Oke?" Tanya ku.


"Baiklah, aku juga ingin mandi, tapi sepertinya aku belum memberi makan Hani," Ucap nya.


Aku mengangkat Hani. "Hani, apa papa mu belum memberi mu makan? Kejam sekali dia, ayo kita cari makan dulu baru aku akan mandi," Ucap ku.


Aku membawa Hani ke dapur untuk mencari makanan anjing dulu. "Ada di rak Yer," teriak BaekHyun. Aku membuka rak nya.


Hani tiba-tiba datang membawa tempat makanan anjing. Dia benar-benar sangat menggemaskan.


"Kamu lapar kan? Ini makanan mu." Aku menuang nya ke atas tempat makan itu. Dia memakannya dengan sangat lahap. Aku mengambil air dan memberikannya juga.


"Makan lah dulu, jangan membuat kekacauan ya," Ucap ku sambil mengelus Hani. Bulu nya sangat halus. Aku sangat menyukainya.


Tapi sekarang aku harus mandi. Aku berjalan ke arah kamar dan mandi dulu. Selesai mandi baru aku ke kamar BaekHyun.


Tokkk.. Tokkk.. Tokkk...


"Masuk Yer,"


Aku masuk ke dalam. Ada BaekHyun di atas ranjang sedang membaca buku.


"Buku apa yang sedang kamu baca?" Tanya ku.


"Bisnis," Jawabnya. Dia menaruh buku itu dan menyuruhku berbaring di sebelahnya.


"Apa kamu ingin melanjutkan S2 Baek?" Tanya ku.


"Tidak, hanya baca-baca saja, kan sudah aku bilang, aku tidak ingin kembali kuliah lagi, skripsi itu menyebalkan." Ucap nya.


"Pasti dosen pengujinya nyebelin." Ucap ku.


"Kamu tahu sendiri."


"Dulu Skripsi kamu memang ga lolos-lolos?" Tanya ku.


"Bukan ga lolos, cuma lama dan ribet aja, jatuh nya jadi nyusahin." Ucap nya.


"Aku udah lulus, jadi kapan kuliahnya di mulai?" Tanya ku.


"Beberapa bulan dari sekarang, tapi kamu harus menyiapkan keperluan mu di sana juga, aku sarankan 1 bulan sebelum mulai kamu sudah pergi ke sana untuk membiasakan diri, dan aku juga sudah memberikan apartemen satu untuk mu, tidak jauh dari Harvard, kamu akan tinggal di sana saja." Ucap nya.


"Kenapa kamu tidak bertanya pad aku lebih dulu?" Tanya ku.


"Karena ini kejutan untuk mu," Jawabnya. Aku menggelengkan kepala. Ini terlalu banyak. Terlalu berlebihan juga aku rasa.


BaekHyun menarik ku agar lebih dekat ke arahnya. "Tidur sini," suruhnya.


Dia menarik selimut untuk menyelimuti kita berdua. "Baek, sambung S2 bareng aku," Ucap ku.

__ADS_1


"Biar aku pikirkan dulu, sekarang istirahat dulu, kamu pasti lelah." Ucap nya. Aku mengangguk dan tidur di pelukan BaekHyun.


__ADS_2