Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 49 - Traktiran


__ADS_3

Kita semua sudah berada di dalam restoran. Investasi mama memang tidak sia-sia. Restoran ini sangat ramai dan sangat bagus. Aku, Sowon, BaekHyun dan pak ChanYeol memesan ruangan VIP, itu karena tempat biasa sudah penuh. Dan lagi pula tempat VIP nya gratis saat aku mengatakan mama ku, BaekHyun dan Sowon ikut berinvestasi di restoran ini.


"Silahkan, ini adalah ruangan VIP kami," Ucap salah satu pelayan itu.


"Baiklah, terima kasih." Ucap ku dan Sowon berbarengan.


"Yer, duduk sebelah aku." BaekHyun tiba-tiba menarik ku ke sebelahnya.


"Bucin." Gumam Sowon dan pak ChanYeol secara berbarengan.


"Won." Panggil ku. Aku melirik ke arah pak ChanYeol untuk memberikan kode kepadanya.


"Shutt.."


"Pak BaekHyun, gimana pak rasanya sama Yerin?" Tanya Sowon basa basi.


"Kamu lebih tahu dari pada saya jika tentang Yerin," Jawab BaekHyun.


"Enggak maksudnya,-"


"Sowon, kayaknya kita ga harus ngomongin itu, kalau penasaran mending terima aja perjodohannya," Ucap ku sambil tersenyum.


"Ih Yer, orang ga mau, titik." Balasnya.


"Perjodohan? Sowon, kamu di jodohin juga?" Tanya pak ChanYeol.


"Ish. Tuh kan pada tahu, orang tua kita kenapa sih, ngebet banget punya cucu." Ucap Sowon.


"Ga tau, padalah kita masih SMA," Balas ku.


"Sudah lah, jangan di pikirkan lagi, ayo pesan, biar saya yang bayar." Ucap Baekhyun.


"Tidak apa-apa, Sowon, saham nya naik." Ucap ku.


"Naik? Wah, seharusnya aku membelinya juga kemarin," Gumam nya. Aku tersenyum.


"Beberapa minggu ke depan tidak bisa di pastikan agar naik atau turun, tapi kalau saham kita yang lain sih aman-aman aja," Ucap ku.


"Yerin! Sowon! Berhenti membicarakan itu, kalian itu masih SMA, ngomongin nya tuh yang wajar gitu, jangan saham lah, perusahaan, investasi, saya jadi ngerasa gagal tahu ga jadi orang dewasa." Ucap BaekHyun.


"Iya. Iya, maaf ya, kalau gitu, Sowon, eh, ada konser abis kita ujian, mau nonton ga? Tiket nya kita palakin TaeHyung lagi aja." Ajak ku.


"Boleh-boleh. Setuju, ayo lah." Jawab Sowon.


"Ngapain palakin dia? Aku juga bisa beliin buat kamu." Ucap BaekHyun. Aku tahu dia tidak suka mendengar kata TaeHyung keluar dari mulutku.


"Jadi kamu mau beliin?" Tanya ku dengan wajah imut ku.


"Memang nya semahal apa tiket nya, mana mungkin semahal itu." Gumam nya sambil melihat buku menu.


"Baek, 5 juta, 1 tiket." Bisik pak ChanYeol. Baekhyun langsung kembali menaruh buku menu nya ke meja.


"Kalau satu tiket 5 juta, kayaknya aku ga usah makan deh." Ucap nya pelan. Aku dan Sowon tertawa.

__ADS_1


"Enggak pak, kita cuma bercanda, tiket bayar masing-masing kok," Ucap Sowon.


BaekHyun melihat ke arah ku sekarang.


"Kenapa?" Tanya ku.


"Tidak apa-apa," jawab nya dengan senyum lebar dan terpaksa. Aku membalas senyumannya dengan senyuman tulus karena BaekHyun benar-benar terlihat lucu.


"Ayo pesan makanannya." Ucap ku. Mereka masing-masing melihat buku menu nya.


"Pelayan." Panggil ku. Seorang pelayan datang dan mencatat pesanan kami.


Drtttt... Drttt...


Aku melihat ponsel ku. Kenapa mama Sowon menelepon ke pada ku?


"Permisi sebentar." Ucap ku. Aku keluar dari ruangan VIP itu sebentar.


"Halo tante," Ucap ku.


"Halo Yerin, tante mau tanya, apa Sowon ada sama kamu?" Tanyanya.


"Memang nya ada apa tante?" Tanya ku lagi.


"Tidak apa-apa, hanya tante ingin dia segera pulang saja."


"Tante, saya di sini sedang bersama Sowon dan Pak ChanYeol. Saya ada di restoran tempat tante berinvestasi, dan jangan beritahu Sowon ya tante kalau saya yang memberitahu lokasinya." bisik ku.


"Baiklah, makasih Yerin, tante akan rahasiakan, tenang saja, tante ke sana sekarang."


Aku menutup teleponnya dan kembali ke ruangan itu.


Ternyata di dalam sudah banyak makanan. "Yerin, ayo sini." Panggil BaekHyun. Aku berjalan ke arahnya.


"Coba deh, enak." Ucapnya. Dia menyuapi ku satu sendok.


"Gimana?" Tanyanya.


"Enak banget." Jawabku sambil mengangguk.


"Kamu mau? Kalau mau kita bagi setengah." Tawar BaekHyun. Aku menggeleng. "Ga usah, kamu makan aja," Ucap ku.


Dia tetap saja mengambil piring kosong dan membagi nya setengah. Dasar. Dia tidak akan mendengarkan apa yang aku katakan.


"Tadi kamu telepon sama siapa? Lama banget." Tanya Sowon.


"Enggak, salah sambung, dia ngomong panjang kali lebar tapi ga ada yang nyambung, aneh banget." Ucap ku.


"Jangan bohong, kita udah temenan berapa lama sih, itu siapa tadi? Aku punya firasat ga enak, Yer, aku pulang duluan deh." Ucap Sowon.


"Kenapa? Kamu aja belom selesai makan." Ucap ku.


"Ga tau, firasat aku ga enak aja, nanti aku bayar makanan ku sendiri, masukin aja ke tagihan apartemen nanti." Ucap nya. Dia membereskan tas nya.

__ADS_1


Ckelkk..


"Sowon, bagus ya,"


"Mama?"


Sowon menatap ku. "Ini yang kamu bilang salah sambung, ngomong ga jelas panjang kali lebar." Ucap nya, dia memiringkan kepalanya sambil tersenyum ke arah ku.


"Jangan kabur dari rumah kalau ga ada persiapan, belajar dulu kalau mau kabur, persiapan dulu, beli apartemen jauh-jauh hari, baru kabur." Sahut ku.


"Jahat banget sih,"


"Eh ChanYeol, kebetulan ada kalian berdua di sini, kita ngomongin di rumah aja yuk, nanti tinggal suruh mama sama papa kamu dateng aja." Ucap mama Sowon.


"Ma, apaan sih? Kenapa ngajak pak ChanYeol juga?" Tanya Sowon dengan tidak terima.


"Udah, dia itu calon suami kamu, jangan ngelawan mulu, cepet ikut, kartu kredit kamu mama tarik nih ya, cepet ikut, Ayo Chan," Ucap mama Sowon. Sowon menatap tajam ke padaku. Aku hanya tersenyum ke arahnya.


"Iya tante." Jawab pak ChanYeol. Aku melambai ke arah Sowon yang sedang di tarik oleh mama nya sendiri. "AWAS AJA KAMU YER! LIAT NANTI!!." Teriak Sowon.


"Pak, semoga beruntung." Ucap ku. Dia tersenyum ke arah ku.


"Makasih bantuannya," Ucap nya.


"Sama-sama, JANGAN LUPA PAJAK JADIANNYA NANTI!!." Teriak ku.


"OKE YER!." Balasnya dari luar ruangan. Sekarang sisa aku dan BaekHyun doank.


"Jadi ini sudah di rencanakan?" Tanya nya.


"Begitulah, Mama nya kemarin malam meminta bantuan ku, dan dia juga kabur nya ke rumah, terus tadi pas kamu bilang kita ke taman hiburan aku suruh aja pak ChanYeol datang biar bisa ketemu sama Sowon di sini." Jelasku.


"Jadi kesimpulannya, kamu buat rencana ini tanpa ngomong ke aku dulu terus aku kayak orang bego di sini?" Tanya nya.


"Tadi aku dengar kayaknya mama nya baru bilang sekarang deh?" Tanyanya lagi.


"Itu cuma pura-pura aja, takut ada yang tahu atau dengar, pokoknya ini tuh udah di rencanain dari semalam," Ucap ku.


Dia menggaruk kepalanya yang aku rasa tidak gatal. "Aku bingung." Ucap nya.


"Ya sudah, ga usah di pikirin, kita tunggu undangan pernikahan mereka aja," Ucap ku. Aku menyuapi BaekHyun agar dia diam dan berhenti bertanya.


"Sekarang, ayo kita makan, setelah itu lebih baik kita pulang, aku benar-benar harus persiapan buat ujian." Ucap ku.


"Aku sama sekali tidak tahu di kepala mu itu khawatir tentang ujian," ucap nya.


"Aku juga mau lulus kali, kayaknya harus udah mulai cari-cari kampus dari sekarang." Ucap ku.


Dia mengangguk. "Kamu mau kuliah jurusan apa?" Tanyanya.


"Kedokteran." Jawab ku dengan cepat.


"Kamu mau kuliah di mana?" Tanyanya lagi. Aku menyuapi nya lagi.

__ADS_1


"Kita bahas itu nanti, aku akan cari-cari kampus dulu, baru kita bicarakan." Ucap ku. Dia mengangguk sambil memakan makanan nya.


"Sebentar, aku bayar dulu." Ucap ku. Dia menahan ku. "Aku yang bayar, kamu diem di situ." Suruhnya. Aku kembali duduk diam karena BaekHyun terlihat tidak ingin di bantah.


__ADS_2