Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 53 - Curiga


__ADS_3

Akhirnya pelajaran hari ini sudah berakhir. Aku sedang membereskan barang-barang ku sebelum keluar dari kelas. Di kelas tinggal aku dan Sowon saja.


"Yer, bisa lebih cepat? Aku lelah menunggu mu di sini, kenapa memasukkan barang saja sangat lama." Oceh nya. Aku sengaja membereskannya dengan lama biar semua nya pulang dulu baru aku dan Sowon bisa mengecek CCTV dengan aman.


"Sabar Won, kamu itu,"


Cklekkk..


"Yerin, Sowon, jadi ga? Kalau ga jadi kita latihan aja." Tanya pak ChanYeol.


"Jadi pak." Jawab ku.


Aku menggendong tas ku dan menarik Sowon keluar dari kelas. Pak ChanYeol membawa kami ke ruang CCTV. Karena ada pak ChanYeol, jadi aku tidak perlu susah payah beralasan kepada para satpam sekolah.


"Yer, kamu lihat sendiri, saya jaga pintu." Ucap pak ChanYeol.


"Makasih pak." Ucapku. Aku duduk di sana dan melihat nya. Aku membuka video CCTV yang terekam.


"Pak," panggil ku.


"Kenapa?" Tanya pak ChanYeol.


"CCTV nya rusak?" Tanyaku. Dia menatap ku dan mengerutkan keningnya.


"Rusak?" Tanyanya. Dia berjalan melihat ke monitor.


"Saya tidak tahu ada CCTV yang rusak di sekolah, biasanya kalau ada guru-guru akan di beritahu saat briefing pagi." Ucapnya.


"Saya semakin yakin kalau ini sudah di rencanakan, apa aku benar harus pindah sekolah?" Aku menatap Sowon.


"Jangan, tolong jangan Yer, aku ga mau pisah sama kamu sebelum kita lulus, kamu kan dah janji kalau kita masuk bareng kita lulus bareng, kamu udah janji itu dari kita SD," ucapnya. Sowon menggenggam tangan ku.


"Lagian kan belom tau juga kamu di rekam atau enggak, bisa aja memang ga ada yang rekam dan itu hanya perasaan kamu." Ucap pak ChanYeol. Iya itu mungkin juga sih. Apa yang aku takutkan belum terjamin kebenarannya.


"Aku akan melihat nya dulu, kalau memang video itu ada dan tersebar, aku mungkin harus melaporkannya pada orang tua ku biar mereka yang mengurus semuanya." Ucap ku.


"Itu baru sahabat ku, kamu selalu punya ide untuk jalan keluarnya, kalau kamu pindah sekolah artinya kamu lari dari masalah mu." Ucap Sowon dengan senang.


"Iya. Iya, tapi aku mau cek CCTV yang lain, kalau memang dia masuk gudang, pasti terekam yang lain kan, ga mungkin dia tiba-tiba muncul di gudang tanpa terlihat CCTV sepanjang lorong." Ucap ku.


"Ya sebaiknya kamu cepat, kepala keamaan sekolah akan segera mengecek ruangan ini," ucap pak ChanYeol.


Aku mengangguk. "Saya mengerti." Jawab ku. Aku mulai melihat-lihat CCTV yang lain, tapi tidak ada satu pun yang lewat di sana. Hanya aku dan bu TaeYeon tadi pagi.


Aku menyerah. Mungkin memang tidak ada yang merekamnya dan hanya perasaan negatif ku saja yang mengatakannya. Tidak ada bukti sama sekali ada orang lain di sana. CCTV saja tidak merekam ada nya orang lain di sana.


"Aku nyerah Won, ayo balik." Ajak ku.


"Ga ada?" Tanyanya.


Aku menggelengkan kepala ku.


"Kalau gitu lebih baik kita cepat sebelum ada yang memeriksa ruangan ini." Ucap pak ChanYeol. Aku mengangguk dan menggendong tas ku lagi.


"Kalian langsung pulang?" Tanya pak ChanYeol.


"Sepertinya iya, pak BaekHyun suruh saya langsung pulang." Jawab ku.


"Kalau gitu saya antar saja, Sowon juga pulang bareng saya." Ucap nya. Aku meliriknya sambil tersenyum.


"Nyesel kan kabur," Ledek ku.


"Ga ada penyesalan kabur dari rumah, hitung-hitung pengalaman." Balasnya.


"Pengalaman apaan, malam-malam ganggu orang aja, orang cape habis resepsi eh malah dia kabur numpang tidur," Sindir ku.


"Ish, jangan gitu lah, ga ikhlas banget sih."

__ADS_1


"Memang ga ikhlas kemarin itu." Jawab ku dengan sangat jujur.


"Eh udah-udah. Kalau mau pulang ayo cepet, entar di liat guru lain." Ucap pak ChanYeol.


"Ya sudah, gantian hari ini," Ucap ku.


"Ayo." Sowon menarik tangan ku ke mobil pak ChanYeol. Aku tahu diri jadi aku duduk di belakang.


Pak ChanYeol menyalakan mobil nya dan keluar dari lingkungan sekolah. Aku pikir tidak akan ada pembicaraan di mobil, ternyata aku salah.


"Yerin." Panggil Sowon.


"Ya?" Jawab ku.


"Apa kamu tidak berniat memberikan aku ponakan?" Tanyanya.


"Pak ChanYeol, tolong urus calon istri bapak yang satu ini," Ucap ku. Pak ChanYeol hanya terkekeh.


"Memang nya kenapa? Aku kan cuma bertanya," Balasnya.


"Ya aku kan masih sekolah Sowon, ga mungkin aku ke sekolah dengan perut buncit." Ucap ku lagi.


"Kalau gitu, bagaimana dengan setelah lulus?" Tanyanya.


"Kamu bikin saja sendiri." Jawab ku dengan kesal.


"Jangan marah ya, besok aku jajanin di kantin." sogok Sowon.


"Jajan di kantin juga bisa pakai duit sendiri Won," Gumam ku.


"Ya sudah, 1 tiket konser." Ucap nya. Aku tersenyum.


"Itu baru deal." Jawab ku dengan semangat.


"Kalian itu, udah Sowon, kamu beli nya pakai duit saya jangan banyak nyogok orang, dompet saya kempes nih." Ucap pak ChanYeol. Aku tertawa kencang mendengarnya.


"Ye, kalau ada yang bayarin napa harus bayar sendiri, ya kan." Ucap nya.


"Bener-bener."


Aku melihat ini sudah masuk ke lingkungan rumah ku. "Pak, bapak ga berencana beli rumah sendiri gitu?" tanya ku.


"Ada, di daerah dekat sini juga, biar kamu sama Sowon bisa sering ketemu." Jawabnya.


"Bagus pak, saya setuju sama bapak," Balasku. "Pak ChanYeol, sampai sini aja, saya bisa jalan dikit kok." Lanjutku.


"Pak, kita ke rumah Yerin bentar ya, saya mau main bentar di sana." pinta Sowon. Pak ChanYeol mengangguk.


"Bentar doank ya." Ucap pak ChanYeol memastikan. Sowon mengangguk.


"Kalau gitu masuk aja mobil nya, jangan parkir di jalan, nanti di derek." Ucap ku.


"Derek?" Tanya Sowon.


"Ya, di sini semua punya taman di rumah masing-masing, beli rumah di sini mobil udah pasti bisa masuk, jadi ga boleh parkir di pinggir jalan lagi," Jawab ku.


Pak ChanYeol memasukkan mobil nya ke rumah ku.


"Makasih tumpangannya pak." Ucap ku.


"Sama-sama, Sowon turun dulu aja, nanti saya menyusul." Ucap pak ChanYeol.


"Oke pak." Sowon turun dengan ku dan berlari masuk lebih dulu dari pada ku. Sayang nya pintu nya di kunci jadi dia tidak bisa masuk seenak nya.


Aku membuka pintu nya dan Sowon ikut masuk bersama ku.


"Yer, nonton drakor," Ucap nya. Dia langsung duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"Nyalain aja," Ucap ku. Aku harus ke dapur dulu. Sebentar lagi BaekHyun pulang dan dia mungkin sudah lapar. Jadi aku akan memasak sebentar.


"SOWON!! MAU MAKAN MALAM DI SINI GA???" Tanya ku.


"TANYA PAK CHANYEOL, AKU IKUT DIA AJA." Jawabnya.


"KAMU TANYA SANA, AKU MAU MASAK," Balasku.


Kenapa aku dan dia jadi teriak-teriak gini? Aku mencuci tangan ku dulu. Baru saja aku akan keluar bertanya, pak ChanYeol sudah masuk ke rumah ku.


"Pak, bapak sama Sowon mau makan malam di sini atau ga usah?" tanya ku.


"Tanya Sowon mau ga?" Tanya nya.


"Ish, dua-dua nya saya tampol juga ya, yang satu di tanya, tanya pak ChanYeol, yang satu suruh tanya Sowon mau ga. Tinggal jawab aja, saya mau masak ini." Ucap ku kesal.


"Ya sudah, Aku makan di sini aja." Jawab Sowon.


"Dari tadi gitu," Balas ku kesal.


Aku kembali ke dapur dan mengambil minum sebentar untuk mereka. "Makasih." Ucap pak ChanYeol.


"Jangan masuk ke kamar ku atau BaekHyun, Awas kamu Won." Ucap ku. Aku menatap nya tajam.


"Iya. Iya," balasnya cepat.


Aku melihat jam, sudah jam 4 lewat, BaekHyun belum juga kembali.


Cklekkk....


"YERIN!!!"


Baru saja aku pikirin, orang nya dah pulang.


"BAEKKIE.." Aku berlari dan memeluknya.


"Yer, ini kenapa ada dua manusia ini di sini?" Tanya BaekHyun sambil menunjuk ke arah pak ChanYeol dan Sowon yang sedang nonton di sofa.


"Mereka katanya mau main di sini tadi," jawab ku.


"Kirain numpang ngungsi habis di gusur dari rumah." Ucapnya. Sowon menatap tajam ke arah Baekhyun.


"Saya masih wali kelas kamu," ancam nya. Sowon diam. Aku hanya tertawa melihat BaekHyun dan Sowon yang hampir tidak pernah akur, di sekolah maupun di luar.


"Kalian tuh ga bisa akur banget sih, sehari aja." Tegur ku.


"Mana bisa akur kalau teman kamu kayak gitu, bar-bar banget." Sahut BaekHyun.


"Itu tuh suami kamu ga bisa santai jadi orang." Balas Sowon.


"Udah-udah, aduh, Baek, mandi sana, aku siapin makan malam, habis itu kalian berdua pulang, aku mau ke rumah mama," Ucap ku.


"Di usir." Gumam Sowon.


"Ish, Kak Farrel pulang, ga mau ketemu?" Tanya ku ke Sowon.


"Kapan? Ih mau donk ketemu kak Farrel lagi." Ucap Sowon.


"Hari ini, nanti malam aku ke sana." Ucap ku.


"Farrel siapa?" Tanya Pak ChanYeol.


"Kakak kandung nya Yerin," Jawab Sowon.


"Cie ga tenang," Ledek BaekHyun ke pak ChanYeol.


"Iyalah ga tenang, lah kamu enak udah nikah, ini." Balas Pak ChanYeol.

__ADS_1


"Udah lah, aku masak dulu," Aku pergi meninggalkan mereka semua, tapi sebelum itu aku menarik BaekHyun dulu, lebih baik dia mandi dari pada terus bertengkar dengan Sowon.


__ADS_2