Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 90 - Overprotective


__ADS_3

"SELAMAT DATANG DOKTER YERIN!!!"


BaekHyun masih mematung di sana.


"Baek, sudah turunkan aku." Ucapku. Dia menurunkan aku.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa mama papa semua ada di sini?" Tanya Baekhyun bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Kamu itu gimana sih Baek, suaminya masa ga tau sih. Yerin itu bakal buka klinik di sini, mama yang suruh, jadi semua lantai di sini itu punya kamu kecuali lantai 2 dan 3 Itu daerah Yerin." Ucap mama Byun. BaekHyun menatap ku.


"Ini yang di bilang mau ada interview kerja? Di tempat aku gitu?" Tanyanya.


Aku berlari ke belakang mama Byun. "Ma, takut sama BaekHyun." Ucap ku.


"Beak, istri kamu ketakutan, lagian kamu yang payah, masa ga tau sih," Ucap mama membela ku. Aku memeletkan lidah ku meledeknya.


Dia terlihat kesal.


"Yerin, kemari lah, aku ingin bicara sebentar dengan mu." Panggil BaekHyun. Aku ikut dengan nya keluar.


Dia langsung menarik ku ke dalam lift dan membawa ku ke lantai paling atas. Setelah pintu terbuka dia langsung menarik ku keluar. Aku tidak tahu tempat ini. Aku memang tidak pernah ke sini sebelumnya. Ini adalah pertama kali aku masuk ke dalam perusahaan BaekHyun.


Dia membawa ku masuk ke dalam sebuah ruangan. Ruangan itu seperti kamar tidur. Dia melemparku dengan kasar ke atas ranjang. "Jadi kamu senang mengerjai ku di depan orang tua ku hm?" Tanyanya.


Aku tidak bisa berhenti tertawa. Dia terlihat lucu di mata ku sekarang. Dia berada di atas ku, tangannya menahan tubuhnya agar tidak jatuh menimpa ku.


"Puas kamu Yer?" Tanyanya. Aku mengangguk sambil tertawa.


"Kamu udah sering ungkit-ungkit tentang anak kan? Sekarang aku kasih," Ucap nya. Dia memegang ujung baju ku. Aku menahannya. Aku sudah berhenti tertawa sekarang.


"Ih.. Ga sekarang juga Baek, aku kan mau kerja abis ini," Ucap ku.


"Biarin, aku ga peduli, kamu bikin aku kesel terus seharian, kali ini, ini hukuman buat kamu," Ucapnya. Dia menaikkan ku sedikit ke tengah kasur. Sekarang aku semakin takut sekarang dengan BaekHyun.


"Ih Baek, ga mau, jangan di sini..." Ucap ku. Aku terus menahannya. Dan dia terus berusaha membuka baju ku.


"Biarin, aku mau nya sekarang, dan kali ini aku bakal bikin kamu menjerit." Ucap nya. Sekarang aku jadi takut kan.


"HUAA... BAEKHYUN JAHAT!!!!" Teriak ku. Dia menarik ku saat dia berbaring di sana. Aku jadi berada di atasnya.


"Hanya bercanda, sudah. sudah. jangan nangis donk." Dia berusaha menghentikan ku yang menangis. Aku benar-benar takut tadi. Aku pikir aku siap, ternyata aku tidak siap. Aku takut saat BaekHyun ingin melakukannya.

__ADS_1


Walaupun kaya Sowon tidak sakit tapi entah kenapa aku masih takut.


"Sudah Yerin, jangan menangis lagi, aku minta maaf kalau aku membuat mu takut."


Dia memeluk ku dan membaringkan ku ke sebelahnya. "Aku tidak marah lagi, ayo kita turun kalau kamu sudah tenang, aku sudah tidak marah lagi, malah aku senang karena sekarang aku tetap bisa mengawasi mu walaupun aku sedang bekerja, jadi sekarang kita bisa lebih sering ketemu." Ucap nya.


"Memang itu tujuan ku, aku yang memintanya pada papa agar aku bisa bekerja di dekat mu, tapi papa marah suruh aku kerja di gedung ini aja, dia bakal kasih 2 lantai buat aku." Ucap ku.


"Terus kenapa kamu ga bilang kemarin sama aku?" Tanya nya.


"Aku mau buat kejutan, tapi aku ga tau kamu bakal marah gitu." Ucap ku pelan.


"Aku ga marah Yerin, aku cuma kerjain balik kamu tadi, aku tadi cuma kesel aja kamu seharian kerjain aku terus, kamu pikir aku ga tau kamu lagi kerjain aku? Suruh aku gendong kamu sampai atas, pura-pura ngambek terus, aku tau semua Yerin, kamu tuh pernah jadi murid aku juga, udah kebaca semua nya kok, makanya guru tuh ga bisa di kerjain sama muridnya," Ucap nya.


Aku manyun. "Udah jangan manyun, aku cium nih." Ancam nya.


"Itu mah maunya kamu." Balas ku.


Dia terkekeh. "Ayo kita turun, kamu ga mau beres-beres ruangan kamu?" Tanya nya.


"Enggak, nanti aja," Jawab ku.


"Memang nya gapapa?" Tanya nya.


"Belajar, pelan-pelan juga bisa, dulu aku juga ga bisa, belajar biar bisa. Aku yakin kamu bisa kok." Ucap nya.


"Makasih Baek, Yaudah sekarang ayo kita turun, mama pasti udah bosen tungguin kita di bawah." Ucap ku.


"Biarin aja, siapa suruh dia tungguin kita." Ucap BaekHyun.


"Ih, dasar anak durhaka, emak sendiri di gituin, cepet bangun, kita turun, kamu juga harus kerja, masa CEO nya tiduran doank di sini sih." Ucap ku. Aku menarik tangan nya sampai dia bangun.


"Ya sudah, ayo kita turun," Ajaknya.


Dia menuntun ku kembali ke dalam lift dan turun kembali ke lantai 2. Mama masih di sana.


"Kalian lama banget sih, mama sampe udah beres, Yerin, semoga kamu nyaman ya di sini, oh iya, kan lantai 1 itu resepsionis, lantai 2 dan 3 itu punya kamu, lantai 4-8 itu punya BaekHyun, jadi Baek, jangan bilang satu gedung punya kamu, denger mama ga?" Tanya mama Byun.


Aku rasanya ingin tertawa, BaekHyun masih saja dianggap seperti anak kecil oleh mamanya sendiri, padalah umurnya sudah kepala 3.


"Iya ma, aku denger, sekarang mending mama pulang, papa kasihan sendirian di rumah." Ucap BaekHyun sambil menuntun mama nya keluar dari ruangan ku.

__ADS_1


"Iya mama pulang, kamu itu, masa mama di usir sih." Ucap mama Byun. Tapi semakin lama suaranya semakin memudar karena mungkin BaekHyun sudah membawanya jauh dari ruangan ku.


Ini cukup bagus. Peralatan umum juga semua ada. Aku menaruh tas ku di balik meja. Tapi untuk apa ya aku punya tempat sampai 2 lantai.


"Yer." Panggil nya. Ternyata dia sudah kembali.


"Ya?" Jawab ku.


"Ayo kita buat kesepakatan." Ucap nya. Dia duduk di hadapan ku.


"Kesepakatan apa?" Tanya ku.


"Aku sudah memberhentikan banyak perempuan di tempat ku, awalnya aku pikir aku takut kamu akan marah kalau aku terus di kelilingi perempuan-perempuan di sini, nah tapi sekarang, karena kamu bekerja di sini, aku rasa pasti akan banyak karyawan ku yang berpura-pura sakit untuk menemui mu, jadi, kalau ada pasien di sini, hanya berdua dengan mu, jangan lama-lama, 2 menit suruh dia keluar," Ucap nya.


"Ha? 2 menit? Periksa apaan itu? Itu mah baru masuk duduk udah di usir keluar Baek." Ucap ku.


"Aku tidak peduli, selain aku, tidak boleh ada laki-laki yang lama-lama di sini, Mengerti? Jangan buat aku marah." Ucap nya.


"5 menit Baek, 2 menit ga cukup, gimana kalau dia benar-benar sakit?" Tanya ku.


"Dia karyawan ku, kalau sakit aku akan menyuruhnya langsung ke rumah sakit, bukan ke sini." Jawabnya.


"Suami ku ini benar-benar, astaga. Ya, Ya, Baiklah 2 menit. Aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan dengan 2 menit itu." Gumam ku sambil membereskan beberapa barang ku.


Tokkk.. Tokkk... Tokkk...


"Permisi Dok, saya ada keluhan, kepala saya sa-, Eh ada Bapak BaekHyun, sedang apa bapak berduaan dengan Dokter Yerin? Apa bapak masih lama? Saya ingin berkonsultasi kepada Dokter Yerin." Tanya seseorang dari sana.


"KELUAR!!!" Bentak BaekHyun dengan keras. Orang itu langsung keluar dengan sangat cepat.


"Itu salah satunya, kamu ini dokter, seharusnya kamu bisa membedakan orang yang benar-benar sakit dengan yang pura-pura sakit, jangan tangani orang yang pura-pura sakit, kalau bisa suntik mati aja sekalian langsung biar ga meresahkan." Ucap nya kesal.


Aku bangun dan duduk di atas pangkuannya. Tangan ku aku kalungkan di leher BaekHyun. Aku mengecup pipinya sekali. "Aku mengerti, kamu tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diri ku sendiri, aku tidak akan dekat-dekat dengan karyawan mu," Ucap ku.


Dia sudah tersenyum sekarang. "Sekarang, karena sudah baik-baik saja, kamu kembali lah bekerja, masa kamu akan di sini seharian?" Tanya ku.


"Kalau boleh," Balasnya.


"Ga boleh, bagaimana kalau ada pasien? Kamu ini kan ga sakit Baek." Ucap ku.


"Aku sakit, sakit hati kalau liat kamu ketemu cowok lain." Ucap nya.

__ADS_1


"Ish, itu bukan sakit beneran," Ucap ku. Aku bangun dari pangkuannya. "Sekarang silahkan keluar bapak CEO yang terhormat, bapak harus mulai bekerja sekarang." Ucap ku. Dengan mulut manyun dan sangat terpaksa, dia berjalan keluar meninggalkan ruangan ku ini. Aku sangat gemas dengan kulakukannya. Segitu tidak relanya dia meninggalkan aku sampai manyun gitu. Padalah kan kita masih di gedung yang sama. Cuma beda lantai aja.


__ADS_2