
"Sowon, Yerin, temui saya di kantor guru saat jam istirahat nanti," ucap Baekhyun.
"Iya pak," jawab ku dan Sowon berbarengan.
"Sekian saja pelajaran hari ini, kalian bisa siap-siap untuk pelajaran selanjutnya." Ucap nya.
"Makasih pak baek." Ucap satu kelas secara kompak. Dia keluar dari kelas. Sowon menatap ku. "Ayo makan siang bareng, aku lapar." Gumamnya. Aku memeluknya. Kita tidak bisa bertengkar lama-lama.
"Maafin aku kemarin bohong sama kamu." Ucap ku. Dia membalas pelukan ku.
"Malahan aku yang makasih sama kamu, aku ga tau kalau aku bakal di jodohin sama dia, kalau tahu gitu mah aku ga perlu kabur dari rumah," Ucap nya. Aku melepas pelukannya dan menatap nya. Dia serius?
"Kenapa kamu jadi senang?" Tanya ku.
Aku membuka mulut ku. "Apa kamu sudah? Maksud ku kalian.-"
"Enggak Yer, kan dari dulu aku udah pernah bilang, kalau aku di jodohin sama dia mah mau-mau aja," Ucap nya.
Aku menggelengkan kepala ku. "Jadi gimana?" Tanya ku.
"Orang tua ku tidak seburu-buru orang tua kalian, katanya aku akan melaksanakannya setelah lulus SMA," Ucap nya.
"Wah, jangan lupa undangan nya," Ucap ku. Dia mengangguk senang. Sudah ku bilang, kita berdua tidak bisa marah lama-lama. Itu sebabnya persahabatan aku dan Sowon bertahan sejak kecil hingga sekarang.
Cklekk...
Guru pelajaran selanjutnya sudah masuk. Aku harus berhenti mengobrol dengan Sowon.
****
"Sowon, kita harus ke ruang guru dulu baru ke kantin." Aku mengingatkannya.
"Tapi aku lapar." Keluh nya. Aku tetap menarik nya ke ruang guru. Aku tidak ingin membuat BaekHyun tambah marah karena aku dan Sowon tidak menemui nya seperti yang dia suruh.
"Sebentar aja, ayo, jangan buat pak BaekHyun makin marah." Ucap ku.
Akhirnya Sowon mau ikut aku ke ruang guru.
Tokkk.. Tokkk...
"Permisi bu, pak." Ucap ku.
"Permisi," Ucap Sowon.
"Sowon, Yerin, Sini sebentar," Panggil pak ChanYeol. Aku melihat BaekHyun, dia memberi kode untuk aku dan Sowon menuruti panggilan pak ChanYeol.
"Ada apa pak?" Tanya ku.
"Kalian bisa ke ruang musik setelah ini?" Tanyanya.
"Untuk apa pak?" Tanya ku lagi.
"Nanti akan saya beritahu, kalian makan dulu, selesai makan baru kumpul di ruang musik," Suruh nya. Aku mengangguk. "Baik pak." Jawab ku dan Sowon.
"Kalau gitu kalian boleh keluar sekarang." Ucap nya.
"Eh, tunggu, Yerin, saya masih belum bicara dengan kamu." Ucap bu TaeYeon.
Aku berjalan ke dekat bu TaeYeon. "Apa yang ingin ibu bicarakan dengan saya?" Tanya ku.
__ADS_1
"Ikut saya sebentar." Dia bangun dari tempatnya.
"Maaf, bu, saya dan Yerin sudah lapar dan ingin makan, apa itu tidak bisa di tunda setelah istirahat?" tanya Sowon.
"Jangan ikut campur." Tatapan bu TaeYeon ke pada Sowon terlihat tidak senang. Bu TaeYeon keluar dari ruangan itu. Aku mengikuti nya. Aku tidak tahu dia membawa ku ke mana. Tapi dia berhenti di dekat gudang sekolah.
"Bocah, apa kamu yang suruh BaekHyun untuk ngejauhin saya?" Tanyanya.
"Enggak, buat apa saya lakuin itu, orang BaekHyun sendiri yang mau." Jawab ku dengan sangat yakin.
"Ga mungkin dia bisa jauhin saya, dan kamu mulai kurang ajar ya, panggil guru sendiri pakai nama doank." Ucap nya. Dia tersenyum miring.
"Ibu tanya saja sendiri kalau ga percaya, dia yang bilang sendiri, bakal berusaha ngelupain ibu, lagian ibu udah tau kan, kenapa ibu ga cari yang lain aja? Dari pada jadi pelakor dan penghancur rumah tangga orang?" Ucap ku.
"Sadar diri, yang pelakor di sini siapa? Saya dan BaekHyun sudah berpacaran jauh lebih lama dari pada kamu kenal dengan dia," Balasnya.
"Tapi buat apa kalau keluarga nya ga suka sama ibu?" Tanya ku.
"Itu urusan saya dengan keluarga nya, pokoknya saya mau kamu secepatnya ceraiin BaekHyun atau saya bakal bongkar hubungan mu dengan wali kelas mu sendiri, mungkin bakal jadi berita yang sangat bagus di sekolah."
Aku mengerutkan dahi ku mendengarnya. "Ibu berani?" Tanya ku.
"Iyalah, kenapa harus takut, kan memang bener," Jawabnya dengan penuh percaya diri. Batin ku tertawa melihat apa yang bisa dia ucapkan semudah itu.
"Kalau gitu kita liat aja bu, siapa yang bakal BaekHyun pilih," Ucap ku.
"Saya ga mau, saya mau nya kamu ngelepas BaekHyun secepatnya," Ucap nya.
Aku menatap nya tajam. Mata ku tanpa sengaja melihat dalam gudang. Aku seperti melihat ada seseorang. Aku berjalan melewati bu TaeYeon.
"Yerin, saya belum selesai." Ucap nya. Aku mengisyaratkan dia untuk diam sebentar. Aku takut ada orang yang merekam pembicaraan ku dengan bu TaeYeon.
"Sudah lah, saya lelah bicara dengan kamu," Ucap bu TaeYeon. Aku menatap nya. Ini aneh. Benar-benar aneh.
"Saya juga lelah bicara dengan ibu, saya permisi dulu," Ucap ku. Aku berjalan menjauh dari sana dan menuju kantin. Sowon pasti sudah menunggu ku.
Aku masuk ke kantin dan mencari keberadaan Sowon. Tidak ada. Apa mungkin dia sudah di ruang musik? Aku berjalan lagi ke ruang musik.
Aku mengintip dulu sebelum masuk. Ternyata benar. Dia sudah di ruang musik.
"Permisi." Ucap ku.
"Eh Yer, udah? Sini-sini." Panggil Sowon.
"Kenapa Pak Baek di sini juga?" Tanya ku.
"Memang kenapa? Ga boleh gitu?" Tanya nya sewot. Aku tertawa mendengarnya.
"Bu TaeYeon ngapain tadi?" tanya Sowon.
"Eh Won, boleh temenin aku ke ruang CCTV nanti?" tanya ku.
"Kenapa?" Tanya nya bingung.
"Mau ngecek CCTV gudang, tadi pas aku ngomong sama bu TaeYeon, aku kayak ngeliat ada orang gitu dari dalam gudang, tapi pas di samperin udah ga ada, aku cuma mau mastiin bener-bener ga ada yang ngerekam pembicaraan kita kan, takutnya aja ada yang ngerekam terus ngebarin kan bahaya, lagian habis aku cek gudang, bu Taeyeon tiba-tiba minta udahan, aneh banget," Aku menceritakannya. Dia mengangguk.
"Pulang sekolah aja," Katanya.
"Boleh deh." Jawab ku.
__ADS_1
"Kamu ga minta bantuan saya gitu?" tanya BaekHyun.
"Bapak kan rapat nanti, biar saya sama Sowon aja." Ucap ku.
"Saya ga rapat, biar saya temenin kalian nanti, bahaya tau cewek ke sana berduaan doank," Ucap pak ChanYeol. Aku mengangguk.
"Yer, makan." BaekHyun memberikan ku satu hotdog dari kantin. Aku memakannya.
"Won, bagi minum." Ucap ku, aku mengulurkan tangan ku. Sowon memberikan minumannya.
"Makasih." Ucap ku. Aku minum minumannya. Aku sudah biasa melakukan ini sejak kecil. Aku melihat wajah BaekHyun dan pak ChanYeol. Mereka terlihat jijik.
"Kenapa pak? Saya sama Sowon udah biasa, jadi biasa aja liatnya." Ucap ku. Aku mengembalikan minum nya kepada Sowon.
"Pak ChanYeol, pinjam keyboard ya." izin ku.
"Pakai aja." Jawab nya. Aku menyalakan Keyboard di ujung dan memakai headphone nya agar yang lain tidak terganggu.
Sowon duduk di sebelah ku dan menyalakan keyboard nya. Dia melepas headphone ku.
"Ga usah di pasang, biarin aja, sama-sama belajar juga kan." Ucap nya.
Aku mengangguk saja, tangan ku masih terus menekan tuts keyboard nya. Sowon menyambungkan lagu ku.
"Mereka bisa main?" Tanya Baekhyun.
"Jago, makanya aku panggil mereka ke sini." Jawab pak ChanYeol. Dari suara nya terdengar sepertinya dia masih mengunyah makanannya.
"Yerin, Sowon, kalian nanti bantuin iringin pas acara natal sekolah ya." Ucap pak ChanYeol. Aku menatap nya.
"Kenapa harus saya juga? Kan Sowon sendiri bisa." Ucap ku.
"Ga kasihan apa sama dia, acaranya dari jam 7 pagi sampe jam 4 sore nanti, tangan dia putus main sendiri." Ucap pak ChanYeol. Aku tertawa membayangkannya.
"Apa ketawa."
"Ih ngegas." Ledek ku ke Sowon.
"Udah-udah, pokonya Yerin gantian aja sama Sowon, terserah kalian pembagiannya yang mana, nanti lagu-lagu nya saya kasih," Ucap pak ChanYeol.
"Pak, keyboard?" Tanya ku.
"Terserah kamu, mau apa aja bebas." Jawabnya.
"Keyboard aja Yer, biar bareng latihannya." Ucap Sowon.
"Ya udah lah, demi sahabat ku yang nyebelin ini," Ucap ku. Aku mencubit pipit nya.
"Ish, Sakit tahu Yer," / "Aw..." Dia mencubit tangan ku juga agar aku melepasnya.
"Sudah. Sudah, jangan berantem di sini, nanti saya yang kena kalian berantem di ruang musik." Tegus pak ChanYeol.
"Sowon yang gangguin duluan." Gumam ku.
"Apaan, kamu yang cubit duluan." Ucap nya tidak terima.
"Baek, istri kamu itu," Ucap pak ChanYeol.
"Yerin, cukup," Tegur BaekHyun. Aku terpaksa berhenti karena sudah di tegur dua guru.
__ADS_1