Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 75 - Keluar Kota Bareng


__ADS_3

[BaekHyun POV]


Setelah makan malam selesai, penempatan kamar juga sudah di sepakati. Aku dan Yerin sudah pasti tidur satu kamar, Sowon di kamar satu lagi dan ChanYeol di ruang tamu.


Ya memang kasihan sih nasib ChanYeol, dia yang bayar, dia yang tidur di luar. Tapi aku juga berencana bayar setengah nya nanti kalau kita sudah kembali. Jadi manusia itu harus tau diri juga. Masa orang lain yang tanggung semuanya buat kita?


Yerin sekarang sedang mandi dan berganti pakaian. Padalah aku sudah melarang nya mandi jam segini, ini sudah malam dan di area pegunungan, udara di sini dingin tapi dia tetap saja memaksa untuk mandi.


Setidaknya aku sudah membuatkan dia air panas untuk mandi. Itu sedikit lebih baik daripada dia mandi dengan air dingin.


Cklekkk....


Aku melihat Yerin masuk ke dalam kamar. Tapi kenapa dia mengendap-endap?


"Kamu ngapa,-" Mulut ku tidak sabar untuk bertanya, tapi Yerin malah membekap mulut ku dengan tangan nya.


"Jangan kenceng-kenceng, shutttt... Aku habis nguping," Bisik nya.


Aku melepaskan tangannya dari mulut ku.


"Terus kenapa sampe kayak maling gini? Kamu nguping apaan?" Tanya ku. Dia duduk di atas pangkuan ku dan aku memeluk tubuh nya. Wangi strawberry, aku suka.


"Tadi kan aku selesai mandi, aku liat pak ChanYeol udah siap-siap tidur di sofa, eh pas aku mau keluar dari kamar mandi, Aku liat Sowon keluar ngomong apa gitu sama pak ChanYeol, tapi dia kelihatan seneng banget, ga lama dia ikut masuk satu kamar sama Sowon." Ucap nya.


"Pasti di kasih tidur di kamar," Ucap ku. Dia mengangguk.


"Sebentar, taro handuk dulu." Ucap nya. Aku mengangguk. Dia menaruh handuk di tempat gantungan dan kembali ke atas kasur. Dia berbaring di sebelah ku. Tangan nya memeluk tubuh ku.


"Kamu kenapa?" Tanya ku.


Kenapa dia tiba-tiba jadi sangat manja dengan ku?


"Gapapa," Jawab nya. Dia menatap ku.


"Baek," Panggil nya.


"Hm?" Sahut ku.


"Aku mau kuliah di sana, kamu ikut ya?" Ajak nya.


"Kalau aku ikut, aku ngapain di sana?" Tanya ku.


"Ga tau, ngapain aja lah, tungguin aku selesai kuliah," Jawabnya dengan mudah.

__ADS_1


"Maksud kamu aku nganggur gitu di sana buat temenin kamu doank?" Tanya ku.


"Ya gapapa kan? Aku ga tega ninggalin kamu sendiri di sini, tapi aku juga mau kuliah di sana," Ucap nya. Dia semakin erat memeluk ku.


"Dulu aja ga mau di jodohin, sampe ada acara mau kabur segala, sekarang kenapa nempel banget nih?" Tanya ku.


"Biarin aja, dulu kan masih ada si nenek lampir, sekarang udah ga ada. Ga ada yang gangguin kita lagi." Jawabnya.


"Iya deh, mau nonton?" Tawar ku. Dia mengangguk.


Aku mengambil laptop ku. "Nonton apa?" Tanya ku.


Dia mengambil laptop ku dengan cepat.


"Pinjem." Ucap nya. Aku hanya menggelengkan kepala ku melihat tingkahnya. Aku masih ga tau kenapa, padalah di laptop aku ga ada sesuatu yang menarik, tapi dia demen banget pinjem itu laptop. Jelas-jelas laptop dia lebih menarik, banyak cerita-cerita tulisannya yang bisa dia baca, ada film-film juga di sana. Dari pada laptop aku yang isi nya cuma matematika semua.


"Baek, Kamu ga nyimpen Video apa-apa gitu?" Tanya nya.


"Video apa maksudnya?" Tanya ku.


"Ya gitulah," Jawabnya. Aku menatap nya.


"Pikiran mu itu loh, ini kan laptop buat presentasi di sekolah masa ada video-video dewasa Yer, lagian aku tuh ga nonton gituan, ga usah ngarep yang aneh-aneh, otak kamu tuh bersihin." Ucap ku.


"Coba Hp kamu sini, saya udah baik banget ga pernah razia Hp kan? Kelas lain tuh kena semua," Ucap ku. Dia menggeleng dan menyembunyikan ponselnya di bagian yang tidak mungkin aku ambil. Dasar.


"Cepat sini, aku tidak akan menyita nya juga, udah pernah kan dulu aku sita." Ucap ku.


Dia menggeleng. "Nanti kamu hapus-hapusin isi galeri aku." Ucap nya.


"Ya kalau ada yang ga boleh ya hapus lah, ngapain kamu simpen." Ucap ku. Dia berguling menjauh dari ku. Aku berusaha menarik nya kembali tapi dia malah menendang ku.


"Heh, ga sopan kamu nendang aku." Ucap ku kesal.


"Biarin, kamu sih maksa." Balasnya.


Aku pikir sedikit mengerjai nya tidak apa-apa.


"Terserah kamu, nanti malam kamu tidur di sana, aku tidur di sini," Aku mengambil bantal guling dan meletakannya di antara aku dan Yerin. Dia menatap ku. Hanya diam dan menatap ku.


"Apa?" tanya ku datar. Aku mengambil dua selimut dan menaruh satu di tempat nya. Aku tau dia sudah mau menangis. Mata nya sudah mulai berair. Sebenarnya aku tidak tega membaut nya sampai menangis, tapi aku ingin mengejai nay sesekali. Aku ingin tahu juga apa dia benar-benar sudah mencintai ku sampai menangis saat aku marah?


"Sudah lah, tidak usah banyak drama, tidur sana." Ucap ku. Aku menarik selimut dan berbaring membelakangi nya.

__ADS_1


Dia tiba-tiba memegang lengan ku. "Baek, maaf, jangan marah, aku tidak akan mengulangi nya."


"Tidur sana," Ucap ku. Dia menggeser bantal guling yang tadi aku taruh dan memeluk ku dari belakang.


"Aku tidak akan tidur sampai kamu tidak marah lagi dengan ku." Ucap nya.


"Sudah lah Yerin, jangan seperti anak kecil, sana tidur." Ucap ku. Aku berusaha melepas tangan nya, tapi dia malah semakin mengeratkan pelukannya.


"BaekHyun, Hiksss. Jangan marah pada ku. Aku minta maaf sudah menendang mu tadi." Ucapnya sambil menangis di punggung ku.


Aku tidak bisa melihathya nangis seperti itu. Aku berbalik dan menghadapnya.


"Berhenti lah menangis, iya aku sudah tidak marah lagi, tadi aku hanya mengetes kamu doank," Ucap ku. Aku memeluknya agar dia berhenti menangis.


"Maaf," Gumam nya pelan.


"Shutttt.. Berhenti meminta maaf, ayo sekarang kita tidur, kamu harus istirahat, besok kita mulai jalan-jalan dan lusa kita pulang, oke?" Tanya ku. Dia mengangguk. Aku menyelimuti kedua tubuh kami dengan selimut ku.


"Baek." Panggil nya.


"Ya? kenapa lagi?" Tanyaku.


Dia memberikan ponselnya. "Ini kalau kamu mau cek gapapa, aku ga marah," Ucap nya. Aku mengambil ponselnya dan menaruhnya di atas nakas sebelah kasur.


"Sudahlah, tidur sekarang, ini sudah malam," Ucap ku. Dia mengangguk.


Aku mengelus punggung nya sampai dia tertidur. Tidak lama setelahnya dia sudah tertidur. Aku mengambil kembali ponsel miliknya. Aku masih tidak tahu kenapa dia tidak pernah mengunci ponselnya. Sepertinya memang tidak ada yang penting di ponselnya.


Aku membuka galerinya. Aku tidak tahu kenapa ini di kunci. Tapi menggunakan sidik jari doank. Aku dengan perlahan menempelkan ponselnya pada ibu jari Yerin. Aku pikir jari yang paling sering di gunakan untuk sidik jari hp adalah telunjuk dan ibu jari.


Dan tentu saja ini akan terbuka. Aku melihat isi galerinya. Mata ku benar-benar tidak bisa lepas dari isi galerinya. Kapan dia memfoto semua ini? Kenapa juga aku tidak tahu. Dia memiliki banyak foto ku dan foto kami. Dia sangat pintar dalam memfoto orang diam-diam ternyata. Bahkan banyak foto aku sedang tertidur.


Aku melihat foto-foto itu dan tanpa sadar mulut ku membentuk senyuman tipis. Mulai dari pertama kali kami menikah, dia memiliki foto nya sampai terakhir kali aku jalan bersama nya. Hampir semuanya di foto oleh Yerin.


Ponselnya bahkan tidak memiliki banyak foto diri nya sendiri. Kebanyakan foto ku atau foto kita berdua. Aku melihat ke arahnya yang sedang tertidur puas di pelukan ku. Aku kembali menaruh ponselnya di tempat tadi aku menaruhnya.


Sekarang aku juga butuh tidur. Sebenarnya aku sangat lelah karena terus bergadang untuk koreksian, tapi mau tidak mau harus segera aku selesaikan karena nilainya harus di masukan ke rapot mereka.


Tapi semua nya terbayar saat melihat Yerin tersenyum senang saat aku membawa nya jalan-jalan. Walaupun hanya beberapa hari. Saat kembali nanti, dia harus segera memilih kampus untuk kuliah dan dia mungkin tak akan memiliki banyak waktu untuk bermain-main lagi nanti.


Aku berusaha memindahkan kepalanya dengan sangat hati-hati ke bantal. Aku takut lehernya akan sakit jika dia tidur seperti ini sampai pagi. Untung saja dia tidak bangun. Aku menarik selimut dan memeluk nya. Aku sangat sayang dengan Yerin. Dulu memang tidak, malah dulu aku pernah membenci nya, tapi sekarang tidak lagi. Dia satu-satunya perempuan yang aku cintai, selain mama tentu saja.


[BaekHyun POV END]

__ADS_1


__ADS_2