Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 59 - Menginap


__ADS_3

Sowon segera mengantar ku kembali ke apartemen ku. Tidak ke rumah ku. Dia tahu aku tidak ingin ke sana. Sekarang aku sedang berada di kamar ku. Berusaha menjernihkan pikiran ku.


"Yerin," Panggil nya. Aku menengok ke arahnya.


"Ayo makan dulu." Ajak nya. Aku bangun dari ranjang ku dan berjalan ke ruang makan. Sowon ternyata sudah memesan makanan. Ada banyak sekali makanan di atas meja.


"Kita cuma berdua Won, kenapa kayak mau kasih makan satu kampung?" tanya ku.


"Aku kenal kamu lebih baik dari siapa pun Yerin, kalau begini, kamu pasti mau makan banyak, karena aku juga mau makan, jadi.. Aku pesan yang banyak. Dari pada aku ga kebagian lagi." Jawabnya.


Aku tertawa pelan. Aku jadi ingat waktu aku baru putus dengan Taehyung, Aku memakan semau makanan yang di belikan Sowon hingga dia tidak makan apa pun. Mungkin Sowon tidak ingin kejadian itu terulang lagi.


Sowon memberiku piring dan sendok. "Ayo makan."


Aku mengambil nya. "Makasih Won, kamu yang terbaik." Ucap ku.


"Tentu saja," Balasnya dengan bangga.


Aku mulai mengambil satu per satu makanan nya. Sowon benar. Aku makan banyak. Berat badan ku pasti akan segera bertambah jika aku terus memikirkan ini.


"Makan saja, masalah berat badan mu nanti kita juga bisa nge-Gym bareng lagi." Ucap nya. Aku menatapnya. Dia selalu tahu apa yang aku pikirkan.


"Mulut ku sepertinya akan segera kehilangan pekerjaannya jika terus bersama mu." Ucap ku. Dia tertawa.


"Cepatlah makan, setelah itu aku akan pulang," Ucap nya.


"Won, apa kamu tidak bisa menginap di sini semalam? Aku butuh teman." Ucap ku.


"Aku harus pulang Yer, Aku harus mengurus ChanYeol juga." Ucap nya. Aku menunduk. nafsu makan ku hilang lagi. Aku meletakan sendok ku di atas meja.


"Atau, kamu mau nginep di rumah aku aja ga? Pak BaekHyun ga akan mungkin temuin kamu di sana kan." Ucap nya. Aku menatap nya.


"Maksud mu, aku akan jadi nyamuk di sana?" Tanya ku. Dia menggeleng.


"Tentu saja tidak, lagi pula, kamu kan dekat juga dengan Pak ChanYeol, kita bisa bersenang-senang bertiga sepanjang malam, tenang saja, Aku tidak akan bucin dengan pak ChanYeol." Ucap nya.


"Kalau pak ChanYeol tidak masalah aku akan menginap di rumah mu, tapi kalau aku mengganggu, lebih baik aku tetap di sini saja." Ucap ku.


"Sebentar, biar aku telepon dia." Ucap Sowon.


Sowon menaruh ponselnya di meja dan menyalakan Speaker Phone agar aku bisa mendengarnya juga. "Halo, Pak, saya sedang bersama Yerin, apa Yerin bisa menginap di rumah kita semalam?"


"Memang nya ada apa? Kenapa dia nginep di sini? BaekHyun gimana?" Tanyanya.


"Nanti dengar sendiri aja dari orang nya, jadi boleh ya pak?" Tanya Sowon sekali lagi.


"Ya sudah boleh, tapi dia tidur sama kamu ya Won,"


"Ya iyalah, masa tidur sama bapak sih." Jawab Sowon cepat dan kesal. Aku terkekeh.


"Santai Won, astaga, kamu itu, cepat pulang," Ucap nya.


"Iya pak Bawel." balasnya. Sowon mematikan sambungan telepon itu. Aku menggelengkan kepala ku. Aku tidak tahu dia juga sudah sangat akrab dengan pak ChanYeol.

__ADS_1


"Eh, sebentar." Aku bangun dulu. Ada yang harus aku lakukan sebelum aku meninggalkan apartemen ini nanti.


"Kamu ngapain?" Tanya Sowon.


"Ganti kata sandi apartemen, aku tidak ingin BaekHyun masuk ke sini, ini adalah tempat pribadi ku sekarang." Ucap ku. Aku mengganti kodenya, dia tidak akan pernah tahu kode baru yang aku buat. Bukan ulang tahun ku, atau siapa pun. Bukan juga tanggal pernikahan ku dengan dia.


"Yer, aku lagi mikir, apartemen sebelah di jual ga sih? Kalau iya aku mau beli nih, biar kita punya apartemen sebelahan." Ucap nya.


"Yang bener aja Won," Ucap ku. Aku kembali ke ruang tamu setelah mengganti kata sandi apartemen ku.


*****


"Pak ChanYeol..." Teriak Sowon saat masuk ke apartemen mereka. Awalnya aku pikir mereka akan tinggal di sebuah rumah sederhana. Ternyata mereka tinggal di sebuah apartemen yang mewah dengan dua kamar.


"Sowon, Yerin, kalian udah sampe," pak ChanYeol baru saja keluar dari dapur nya membawa sebuah yoghurt minum sepertinya.


"Permisi pak, saya boleh menginap di sini malam ini?" Tanya ku.


"Yer, kamu kenapa sama si BaekHyun itu?" Tanya nya.


"BaekHyun jalan sama TaeYeon." Jawab ku datar.


UHUKKK!!!


Aku melihat pak ChanYeol langsung tersedak saat sedang minum. Sowon segera membantu nya.


"Bapak kenapa sih?" Tanya Sowon.


"Kalian di mall tadi?" Tanyanya.


"Yerin, dengerin dulu, BaekHyun itu di ancam sama TaeYeon, dia ga berniat selingkuh sama kamu." Ucap pak ChanYeol.


Aku menatapnya. "Kenapa bapak belain dia?" Tanya Sowon. Baru saja aku ingin menanyakan hal yang sama.


"TaeYeon baru saja kembali setelah menghilang 5 bulan, aku tidak tahu apa yang dia inginkan, tapi tadi BaekHyun hanya bilang agar kamu tidak menghancurkan rencana nya dulu. Setelah itu baru dia akan menjelaskan semuanya."


Aku hanya tertawa. "Bapak sangat pintar membuat cerita pak, makasih sudah berusaha menghibur saya, saya terhibur kok pak," Ucap ku.


"Enggak Yerin, saya serius," Ucap nya.


"Em. Pak, kayaknya kita ga usah ikut campur urusan mereka, saya aja cuma bantu tenangin dia, masalah percaya atau enggak, kita biarin mereka selesaiin masalah sendiri," Ucap Sowon.


"Sowon, yang mana kamar mu? Aku rasa aku ingin istirahat," Ucap ku.


"Di sebelah sana." Sowon mengunjuk ke kamar yang di pojok.


"Saya permisi pak," Ucap ku. Pak ChanYeol hanya mengangguk dengan ragu. Aku masuk ke kamar Sowon. Kamar nya sebelas dua belas dengan kamar ku di rumah.


Cklekkk...


Sowon ikut masuk ke kamarnya. "Besok kamu gimana Yer?" Tanya Sowon.


"Kayaknya aku ga masuk dulu, mungkin lusa baru masuk sekolah lagi." Jawab ku.

__ADS_1


"Besok aku akan menulis absen mu izin." Ucap nya.


"Makasih Won." Ucapku.


"Sama-sama, sekarang kamu mau ngapain?" Tanya Sowon.


"Kamu ada permainan apa ga?" Tanya ku.


Dia berjalan ke arah lemarinya. "Kita ajak pak ChanYeol main aja, waktu kamu sakit kan kita main bertiga sama pak Baekhyun, sekarang kamu di sini, kita main bertiga." Ucapnya.


"Boleh saja kalau dia mau." Balasku.


"Kalau kamu berhasil membuat pak BaekHyun main sama kita, aku yakin aku bisa membujuk pak ChanYeol main bareng kita." Ucapnya dengan sangat percaya diri. Aku menunjuk ke arah luar dengan dagu ku.


"Coba buktikan." Tantang ku.


Sowon berjalan keluar dari kamarnya. "PAK CEYE!!!." Teriak nya. Aku bahkan bisa mendengarnya dari sini. Wow.


Aku mengintip Sowon dari dalam kamar nya.. "Pak, temenin kita main donk." Ajak nya.


"Ha?"


"Bapak ikut aja, cepet." Dia menarik pak ChanYeol masuk ke kamar nya.


"Gimana? Bisa kan?" Tanyanya dengan bangga. Aku tersenyum canggung dan mengangguk. Ga begitu juga kali.


"Kita main apa?" Tanya ku.


"Main Ludo aja, yang kalah traktir makan." Jawab nya.


"Ih, Won, kita baru makan loh. Malah banyak banget lagi." Ucap ku.


"Gapapa, perut ku masih muat kok." Jawabnya.


Aku menggelengkan kepala ku. Itu perut bahannya apa sih? Karet kali ya?


"Udah ga usah, main-main aja, yang penting ada kegiatan." Ucap ku.


"Yah, batal deh makan nya." Gumam Sowon.


"Pak, Sabar ya, duit bapak kayaknya bakal cepet habis buat Sowon makan doank." Ucap ku.


"Mau gimana lagi Yer, dia butuh makan, porsi nya juga ga masuk akal, saya yang harus cari uang lebih buat kasih dia makan." Balasnya. "Tapi Yer, BaekHyun tahu kamu di sini?" Tanyanya.


"Enggak lah, orang saya lagi kabur, kalau dia tahu nama nya bukan kabur." Jawabku.


"Yer, dengerin dulu penjelasan BaekHyun, ini semua rencana saya sama dia buat cari tahu rencana TaeYeon, dia udah ngilang 5 bulan, tapi muncul lagi di sekolah, kita semua ga mau kamu kenapa-napa karena TaeYeon." Ucap nya.


"Pak, kalau masalah nya saya, harusnya bapak sama BaekHyun ga usah urusin, saya bisa tanganin sendiri, lagian juga, itu kan di sekolah, memang nya dia masih kecil campur urusan pribadi ke sekolah?" Tanya ku.


"Bukan cuma di sekolah, dia kan juga udah tahu rumah kalian, bahaya Yer." Ucap nya.


"Bapak kalau terus ikut campur kayaknya saya balik ke apartemen aja deh, saya di sini tujuannya biar ga mikirin, tapi kalau terus di pancing, masih lebih enak saya sendirian di apartemen." Ucap ku.

__ADS_1


"Yer. Tenang dulu, kalau gitu kita ga usah main dulu, kita istirahat aja, udah malem juga." Ucap nya. Aku mengangguk dan bangun dari sana. Ini semua menyebalkan. Aku sudah cukup sakit hati melihat BaekHyun jalan dengan si TaeYeon itu. Aku tidak ingin memikirkannya lagi. Sekarang aku mau istirahat. Tubuh ku ini lelah, Fisik dan batin.


__ADS_2