Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 25 - Ditemani BaekHyun


__ADS_3

Sekarang aku sudah pindah ke kamar VIP, aku melihat ada ada 2 ranjang di dalam ruangan ini, satu ranjang pasien dan satu ranjang biasa. Ruangannya juga sangat luas, seperti kamarku di rumah. Ini pasti ulah papa yang meminta kamar sebesar ini. Aku tahu kok ini adalah rumah sakit milik papa, makanya dari awal aku sampai di sini aku mendapatkan perawatan terbaik dan juga dokter terbaik yang ada di sini.


"BaekHyun, apa kamu bisa menjaga Yerin malam ini?" Tanya papa. Aku melotot ke arah papa.


"Pa, aku bukan anak kecil lagi, ga perlu di jagain juga bisa." Protesku.


"Gimana kalau tengah malam perut kamu sakit? Siapa yang mau bantuin, sudah, pokoknya papa ga akan biarin kamu sendirian di sini, papa ada rapat penting malam ini, mama juga harus ikut." Ucap papa. Lagi-lagi rapat penting yang di utamakan.


"Saya setuju, biar BaekHyun saja yang di sini," sahut papa BaekHyun.


Kenapa jadi seperti ini?


"Pa, aku serius, kan bisa pencet bel, kasihan BaekHyun kan harus ngajar besok." Ucapku.


"Sudah Yerin, kamu tenang saja, semuanya akan baik-baik saja, sekarang kamu istirahat dulu ya." Ucap mama Byun. Aku berbaring di atas ranjang di sana. Mama Byun membantu menaruh infusku di tempatnya.


"Kalian jangan bertengkar ya, BaekHyun turuti apa yang di katakan Yerin, abaikan status mu sebagai guru nya di sini untuk beberapa hari, mengerti?" Papa Byun terdengar sangat tegas kepada Pak BaekHyun. Pantas saja pak BaekHyun takut.


Mama dan papa berdiri di sebelah ranjangku. "Papa dan Mama pergi dulu ya, besok kami akan menemuimu lagi, Baik-baik disini sayang, cepat sembuh putri papa." Papa mengecup dahiku dan mengelus rambutku.


"Cepat sembuh sayangnya mama." Mama memberiku sebuah pelukan hangat.


"Ya ma, pa." Jawabku.


"Kami juga ada urusan diluar, cepat sembuh ya Yerin sayang, oh ya, kalau ada apa-apa, jangan sungkan minta ke BaekHyun, kalau dia ga mau, kamu lapor mama nanti," Ucap mama Byun.


Aku terkekeh. "Ya ma, makasih," Ucapku.


"Cepat sembuh ya Yerin, maaf jika BaekHyun seperti itu, saya memberi izin kamu buat nampol dia kalau kamu kesal kepada dia," Ucap papa Byun.


"Beneran pa? Boleh tampol begitu aja?" Tanyaku. Papa Byun mengangguk sambil tersenyum. "Mau di jambak, di pukul, di tendang, di apain juga boleh, papa kasih izin kok." Ucapnya. Aku tersenyum lebar.


"Makasih pa, papa baik deh." Ucapku.


"Kalau begitu kita semua pergi dulu ya, cepat sembuh Yerin sayang." Ucap papa. Semua nya keluar secara bersamaan, sekarang tinggal aku dan pak BaekHyun.

__ADS_1


"Apa?" Pak BaekHyun seketika kesal ketika aku melihatnya.


"Tidak, kata papa bapak, saya boleh ngapain aja ke bapak." Ucapku.


"Ga ada, enak aja kamu," Pak BaekHyun duduk di atas ranjang sambil membuka laptopnya.


Aku pikir aku akan menelepon Sowon saja, pak BaekHyun tidak mungkin mau menemaniku mengobrol.


"SOWON!!!." Teriakku. Pak BaekHyun terkejut dan melihat ke arahku. Aku tahu tapi aku mengabaikannya.


"Yer? Kamu di mana?" tanya Sowon bingung. Aku membalik kamera ponselku dan menunjukkan ruangan VIP-ku.


"Hei, itu di ruang VIP, Kamu kenapa? Sakit? Pak BaekHyun yang bikin kamu sakit? Wah. Tu guru bener-bener, Mana tuh guru sini, ngadep ke gw berani-beraninya nyakitin teman gw." Ucapnya. Karena aku tidak memakai earphone jadi pak BaekHyun juga bisa mendengarnya. Aku mengarahkan kameraku ke arah pak BaekHyun yang sedang menatap kesini agar sowon bisa melihatnya juga.


"Kenapa? kamu nuduh saya nyakitin Yerin? Pakai acara nantangin segala, sini berani kamu datang ke sini ngadep saya langsung." Ucap pak BaekHyun kesal.


"Woi Yer, maap pak, ih Yer bukan bilangin kalau ada pak BaekHyun di sana, maaf pak, Maaf sekali lagi, cuma bercanda kok pak." Sowon kesal sendiri.


"Lagian siapa suruh nyerocos duluan, Tadi itu gurita bukan bumi bego." Ucapku kesal.


"Kalian berdua tuh sama aja, Ini lagi satu, Sowon pinter di sekolah bodoh di dapur." Ucap pak BaekHyun. "Gara-gara kalian ga bisa bedain cumi sama gurita, saya yang kena imbasnya tahu ga, malah saya diomelin papa saya, di tampar juga iya, sekarang, saya harus jagain Yerin semalaman, kurang apa lagi hari ini," pak Baekhyun terdengar sangat kesal.


"Berapa hari kamu harus nginep?" Tanya Sowon.


"Tiga, eh besok kesini ya, bawain catatan kalau bisa fotokopiin entar diganti kok duitnya." Ucapku.


"Santai aja, urusan sekolah beres, catatan dan bocoran soal aman."


"Sowon!" Pak BaekHyun menegur Sowon.


"Eh lupa, ih Yer, pake earphone napa, ga enak banget tahu didenger gini. Lagian kamu tuh punya dosa apa sih sampe bisa di jodohin sama guru begitu," tanya Sowon.


"Ga tahu ah, pokoknya besok kesini aja, bawa makanan yang banyak, jangan lupa catatannya, sama tugas kalau ada, semoga aja enggak." Ucapku.


"Iya tenang aja, eh itu pak BaekHyun besok masuk? Kalau enggak aku bahagia loh." Ucap Sowon sambil berbisik.

__ADS_1


"SAYA MASIH BISA DENGER DAN SAYA MASUK BESOK, GA USAH NGAREP YANG ENGGAK-ENGGAK." Sambung pak Baekhyun dengan suara lantang. Aku terkekeh.


"Ya maap pak, ya sudah Yer, aku matiin dulu ya, get well soon my best friend.... Tiati sama pak Baek, kalau dia minta yang aneh-aneh jangan mau. Good luck.."


"Kamu pikir saya cowok apaan Sowon." Balas Pak Baekhyun. Aku sangat ingin tertawa melihat pak BaekHyun terus di buat kesal oleh Sowon.


"Thanks Won, oh ya, besok jangan ajak Taehyung kesini ya, nanti ribet." Sowon mengacungkan jempolnya. Laku Aku mematikan ponselku dan menaruhnya di sebelahku.


"Bapak tidur saja, saya juga akan tidur." Ucapku.


"Kamu tidur duluan saja, saya masih ada kerjaan." Ucapnya. Dia masih berkutik dengan laptopnya sejak aku menelepon Sowon tadi. Mungkin jadi guru lebih sibuk dari yang aku bayangkan. Beberapa harus bergadang untuk membuat soal atau koreksian, atau materi untuk mengajar besok.


Aku menarik selimutku dan berbaring menyamping menghadap pak BaekHyun. Bukannya aku yang mau, hanya saja aku terbiasa tidur menyamping dan karena infus ku sebelah kanan, jadi aku harus menghadap sebelah kiri agar aku tidak menimpa tanganku yang di infus. Saat tidur aku selalu menaruh tanganku di bawah bantal, aku tidak tahu kenapa. Mungkin karena kebiasaan dari kecil.


"Tidur saja duluan, saya masih harus membuat soal ujian kalian nanti." Ucap pak Baekhyun.


"Apa jadi guru sesibuk itu?" Tanyaku.


"Tentu saja, kamu pikir guru-guru menganggur setelah selesai jam sekolah. Mana ada guru semacam itu, hanya guru BK yang seperti itu." Jawabnya. Pak Baekhyun masih terus mengetik di laptopnya.


"Lalu kenapa bapak mau jadi guru?" Tanyaku.


"Kenapa kamu sangat bawel saat sakit?" Balasnya.


"Karena saya bosan, biasanya saya menulis jam segini, tapi laptop saya di apartemen. Mana saya tahu kalau hari ini saya akan berakhir di rumah sakit." Ucapku.


"Sudah tidur saja sana, jangan ganggu saya, saya masih berusaha mencari angka yang bagus buat ujian kalian, kalau kamu terus menganggu saya jangan salahkan saya kalau angkanya sangat jelek nanti." Ucapnya.


Shh..


Lebih baik aku diam, aku paling benci angka yang jelek dalam hitungan. Aku membenarkan posisi tidurku.


"Saya tidur duluan pak, Selamat malam pak, terima kasih sudah membantu saya hari ini.." Ucapku. Aku memejamkan mataku dan berusaha untuk tertidur. Di kamar yang sama dengan pak Baekhyun. Ini pertama kalinya aku tidur di satu ruangan, hanya berdua, dengan seorang laki-laki.


"Sama-sama, selamat malam Yerin." Balasnya. Dia mematikan lampu utamanya dan menggantinya dengan lampu yang lebih redup. Aku bisa merasakan pak BaekHyun membenarkan selimutku. Aku tidak masalah selama dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh seperti yang Sowon katakan.

__ADS_1


__ADS_2