
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Tidak terasa semuanya berjalan begitu cepat.
Sebentar lagi aku akan lulus sebagai dokter. Aku rasa aku dan Baekhyun sudah pindah ke sini sejak 6 tahun yang lalu.
Semua benar-benar berjalan dengan sangat menyenangkan.
Kellyn menjadi sahabat ku di sini. Dan Jason, dia tidak pernah menganggu ku lagi sejak semester 2 ku. Itu adalah kejadian yang cukup mengerikan saat dia benar-benar berniat memperkosa aku. Untung saja Baekhyun datang tepat waktu. Seperti kejadian ku dengan TaeHyung dulu. Semua nya hampir sama. Kecuali bagian aku ikut dengannya. Aku tidak mau ikut saat itu, tapi dia menarik paksa aku hingga ke sebuah tempat yang sepi dan menyerahkan. Baekhyun benar, dia adalah pria yang sangat brengsek. Aku baru bisa melihatnya sendiri waktu itu.
Berbicara tentang BaekHyun sendiri, dia sudah bekerja selama 6 tahun di sini, perusahaannya sudah banyak memiliki cabang lagi di sini. Sekarang aku rasa dulu dia berbohong tentang tidak mengerti saham dan bisnis. Buktinya dulu saat pertama kali mulai kerja dia sudah benar-benar sangat menguasai nya dengan baik. Tidak seperti orang yang baru mulai belajar.
"Yerin, Apa kamu bisa menemani ku pergi ke bar sebentar? Teman ku sedang berkumpul di sana, mungkin kamu mau ikut juga? Aku rasa kamu terlalu banyak menyendiri," Ucap nya.
"Maaf Kel, aku punya urusan lain, kamu pergi saja sendiri," Ucap ku.
"Hei, kita ini sudah 24 tahun, apa kamu tidak mau berpacaran atau apa? Aku tidak pernah melihat mu dekat dengan laki-laki mana pun di kampus, padalah ini sudah 6 tahun dan banyak pria tampan di fakultas kita." Ucap nya.
Bukan itu masalahnya, Aku tidak mau mencari pacar karena aku sudah memiliki suami. Tidak mungkin aku berpacaran lagi dengan laki-laki lain sedangkan laki-laki yang aku inginkan sudah aku miliki.
Aku melihat sopir ku sudah sampai.
"Kel, aku duluan ya, kita ketemu lagi besok."
"Baiklah, hati-hati di jalan." Ucap nya.
Aku masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang. Sekarang tujuan ku adalah kantor BaekHyun. Aku bilang BaekHyun terlalu sibuk bekerja. Dia bekerja dari pagi hingga tengah malam non-stop. Aku pernah bertanya alasannya dia hanya bilang karena dia ingin.
Padalah kata Andrea, BaekHyun bekerja keras untuk biaya kuliah ku yang fantastic itu. Aku saja tidak pernah tahu biaya kuliah ku satu semester. Aku hanya datang dan belajar di sana. Aku tidak tahu apa pun tentang bayarannya. Tapi apa benar-benar semahal itu? Dia memegang jabatan CEO dan masih harus bekerja sangat keras untuk membayar uang kuliah ku?
"Kita sudah sampai, Miss." Ucap nya.
"Makasih." Ucap ku lalu melangkah keluar dari mobil.
Aku sudah sampai di depan gedung perusahaan BaekHyun. Aku masuk ke dalamnya dan langsung naik ke dalam lift. Satu kantor sudah tahu kalau aku ini istri dari bos mereka. Jadi tidak ada yang berani macam-macam dengan ku.
"Andrea, apa bos kalian ada?" Tanya ku. Dia mengangguk.
"Silahkan masuk saja, dia ada di dalam," Jawab nya.
Aku mengangguk dan tersenyum. "Baiklah, terima kasih." Balas ku. Dia kembali melanjutkan pekerjaannya.
Aku tidak masalah jika BaekHyun memiliki sekretaris perempuan cantik seperti Andrea, Aku tidak masalah setelah tahu Andrea sendiri sudah menikah. Jadi menurut ku, dia tidak mungkin mengambil BaekHyun dari ku, dan apa lagi dia juga sudah tahu aku. Dia cari mati namanya kalau dia berani dekat-dekat dengan BaekHyun.
Cklekkk...
__ADS_1
"BaekHyun..."
Aku sedikit berlari ke arahnya. Dia sedang duduk di balik meja kerjanya dengan sebuah Laptop di hadapannya.
"Yerin, sudah pulang? Bagaimana hari mu?" Tanyanya. Aku duduk di atas pangkuannya. Dia menghentikan pekerjaannya sebentar dan memeluk ku.
"Sama seperti biasanya, tidak ada yang spesial. Kecuali sekarang." Ucap ku. Dia tertawa pelan.
"Dasar manja." Ucap nya.
"Biarin manja sama kamu, nanti kalau aku mandiri kamu kangen loh ga ada yang manja sama kamu lagi." Balasku.
"Iya deh, kamu udah makan?" Tanya nya. Aku menggeleng.
"Ayo kita pesan makan," Ajak nya.
"Baek, apa ada dapur di sini?" Tanya ku.
"Dapur? Ada, kenapa?" Tanya nya.
"Aku mau masakin buat kamu aja, udah lama kamu ga makan masakan aku kan? Memang kamu ga kangen?" Tanya ku.
Dia tersenyum lebar. "Baiklah, ada di lantai paling bawah, ajak Andrea juga, jangan sendirian, nanti banyak koki di sana yang menggoda mu, aku tidak mau," Ucap nya. Aku turun dari pangkuannya dan keluar untuk memanggil Andrea.
"Andrea, bisa temani aku? Aku ingin memasak di dapur." Ucap ku.
"Ada yang bisa kami bantu bu?" Tanya salah satu dari mereka.
"Istri pak bos mau masak di sini, bisa tolong kalian siapkan bahan-bahannya?" Ucap Andrea. Mereka semua menyiapkan tempat dan bahan untuk aku masak. Sebenarnya aku juga tidak tahu ingin masak apa untuk BaekHyun. Tapi aku rasa dia akan memakan apa saja yang aku buat.
Steak? Aku rasa tidak. Sepertinya aku dan dia sudah lama tidak memakan makanan Korea. Aku tidak tahu apa dia merindukannya atau tidak. Tapi aku akan buat Bulgogi dan Kimchi. Semoga saja ada nasi di sini.
"Apa ada nasi di sini?" Tanya ku.
"Ada, tapi hanya sedikit." Jawab mereka.
"Tidak apa-apa, aku hanya butuh untuk 2 porsi kecil." Balas ku. Mereka pergi mengambilkan nasi putih untuk ku. Aku mencari bahan tapi tidak ada. Untung saja aku sudah membeli kimchi mentah dan saus untuk bulgogi nya. Aku sudah merencanakan ini dari beberapa hari yang lalu.. Aku sudah lama ingin kembali memasak untuk BaekHyun. Kita selalu makan di luar belakangan ini karena sama-sama sangat sibuk.
Karena semua bahannya sudah ada. Memasak semuanya tidak membutuhkan waktu yang lama. Semua nya serba instan sekarang. Hanya saja aku tetap menambahkan bumbu lagi biar lebih enak.
Untuk minumnya, sudahlah, teh saja biar gampang.
Selesai membuat semuanya. Aku meminta salah satu dari koki di sana untuk membawakan naik makanan nya. Itu terlalu banyak untuk aku bawa sendiri.
__ADS_1
"Baek," Panggil ku. Dia melihat ke arah ku.
"Sudah selesai? Di mana makanan nya?" Tanya BaekHyun.
"Lagi di anter, bentar lagi juga sampe." Jawab ku. Dia mengangguk dan menutup laptop nya.
"Yerin, kamu kan sebentar lagi mau lulus, kamu mau kerja di sini atau mau kerja di Korea? Aku bakal ikutin keputusan kamu." Ucap BaekHyun.
"Ayo kita kembali ke Korea, Aku merindukan Sowon, dan juga lebih enak langsung di Korea saja, biar bisa sering ketemu papa mama, di sini kan ga ada siapa-siapa." Ucap ku.
"Oke, begitu kamu lulus, kita akan kembali ke Korea," Ucap nya.
"Baek, umur mu sekarang sudah kepala 3," Ucap ku.
"Lalu? Hei, aku ini awet muda Yer, tenang aja." Ucap nya dengan sangat percaya diri.
"Bukan, maksud ku, kapan kamu mau punya anak? Aku hanya pikir mungkin kamu sudah terlalu lama menunggu." Ucap ku.
"Aku akan menunggu kamu siap, aku sudah kepala 3 tapi kamu baru 24 tahun, aku ingin yang terbaik untuk anak kita nanti, jadi tidak perlu terburu-buru," Ucap nya. Aku tidak tahu, sepertinya dia benar-benar terlalu lama menunggu ku. Dia 31 tahun dan aku 24 tahun sekarang.
"Makasih sudah mau menunggu ku, tapi, aku dengar dari Sowon, dia sudah hamil beberapa bulan lalu." Ucap ku.
"ChanYeol kayaknya udah ga kuat tahan lagi tuh." Ucap nya.
Aku tertawa pelan. "Entah ChanYeol yang ga tahan atau Sowon yang barbar." Ucap ku.
"Kayaknya dua-dua nya." balas nya.
Tokkk.. Tokkk.. Tokkk..
"Pak, makanan bapak," Ucap Andrea sambil memberikan troli berisi makanan yang sudah aku masak tadi.
"Makasih Andrea, istirahat lah,"
"Baik pak." Jawabnya lalu keluar dari ruangan BaekHyun.
"Kamu memasak ini di sini?" Tanya BaekHyun. Aku mengangguk dengan bersemangat.
"Sudah lama aku tidak makan ini, aku mencari nya kemana-mana tapi tidak menemukannya, tahu aja aku lagi mau makan makanan Korea." Ucap BaekHyun.
"Tau donk, cobain dulu, enak ga?" Tanya ku.
"Selalu enak seperti biasanya." Jawab BaekHyun bahkan sebelum dia mencobanya.
__ADS_1
"Dasar, makan yang banyak Baek, kamu sudah bekerja keras." Ucap ku. Dia makan dengan lahap dan sesekali menyuapi ku. Tadinya aku pikir pisahin dua mangkuk biar makan sendiri-sendiri, eh taunya, di gabung sama BaekHyun buat makan satu berdua.
Ya sudah lah. Terserah mau nya dia gimana. Aku mah ikut aja.