
Aku akhirnya bisa bangun dengan sangat enak. Tanpa ada yang mengganggu tidur ku. Aku tidur cukup pulas sepertinya.
Saat aku membuka mata ku. Yang pertama kali aku lihat adalah BaekHyun. Suami ku.
"Baek." Panggil ku. Dia sedang membaca sebuah majalah pesawat.
"Baek." Panggil ku lagi.
"Kamu sudah bangun? Tidur mu nyenyak?" Tanya nya. Aku tersenyum dan mengangguk.
"Kamu sedang baca apa?" Tanyaku.
"Bukan apa-apa, hanya iseng." Jawabnya.
Aku mengubah posisi ku menjadi duduk dan menurunkan sandaran kaki ku. "Aku lapar Baek." Ucapku.
Dia menutup majalah yang sedang dia baca dan menaruhnya kembali. "Kamu mau makan apa? Tadi aku
"Kamu sudah makan?" Tanyaku. Dia mengangguk. "Aku makan lasanya tadi, kamu juga mau? Aku akan pesankan satu juga untuk mu?" Tanyanya.
Aku mengangguk. "Apa rasanya enak?" Tanya ku.
"Lumayan, aku pesankan ya?" Tawarnya.
"Boleh." Jawabku. Dia memanggil pramugari dan memesankan makanan untuk ku.
"Kamu ga ngantuk Baek?" Tanyaku.
"Enggak, aku jagain kamu di sini." Jawabnya.
"Kamu juga butuh tidur, setelah ini kita gantian, kamu tidur aku yang jagain, oke?" Tanyaku.
Aku menaruh dagu ku di bahunya. Aku sangat suka memainkan rambutnya.
"Berhenti memainkan rambut ku Yerin, kamu merusaknya." Ucapnya
"Tapi aku suka, enak aja pegang nya, rambut kamu halus banget sih." Ucapku sambil terus memainkannya.
"Ini pesanan nya pak, silahkan di nikmati." Ucap pramugari itu. Baekhyun mengambilnya dan membukakannya untuk ku.
"Ini." Dia memberikannya pada ku. Aku menggeleng.
Dia menatap ku bingung.
"Suapin." Pinta ku.
"Baiklah, sini buka mulutmu." Suruhnya. Aku membuka mulut ku. Dia menyuapi ku dengan lembut dan sabar.
"Habiskan ini, lasanya ini tidak banyak." Ucapnya. Aku mengangguk karena mulutku penuh jadi aku juga tidak bisa menjawabnya.
__ADS_1
"Sendok terakhir Yer," Ucap nya. Aku mengangguk dan membuka mulutku lagi.
"Dah habis." Ucap nya. Dia membuang nya ke tempat sampah di dekatnya.
"Masih lapar?" tanyanya.
"Enggak, udah cukup, nanti aku gendut kalau makan banyak-banyak." Ucap ku.
Dia mengangkat tangan ku dan mengukur lengan ku dengan jari nya. "Gendut apanya, tangan kamu aja kecil banget nih,"
Aku menarik kembali tangan ku. "Tangan aku memang bakal tetap kecil, tapi pipi aku nanti jadi bulat." ucap ku. Dia mencubit pipi ku.
"Bagus donk, kan nanti aku bisa cubitin pipi kamu," ucap nya.
Aku memukul tangan nya. "Sakit tau, udah ah jangan pegang-pegang pipi aku." Ucap ku kesal.
"Sekarang jam berapa sih?" Tanya ku.
"Jam apa? Amerika atau Korea?" Tanya nya.
"Korea." Jawab ku.
"Jam 5 sore, kalau waktu Amerika 3 tengah malam." Jawabnya. Aku mengangguk.
"Baek, aku punya rencana mau bangun rumah sakit sendiri, tapi kayaknya ribet ngurus nya ya nanti." Tanya ku.
"Lumayan, tapi kalau kamu mau, aku bakal bantuin nanti." Ucap nya.
"Enggak cape kalau aku kerja buat kamu, kalau ga ada tujuan ya pasti cape." Jawab nya.
"Enakan jadi guru atau jadi CEO?" Tanya ku.
"Kerjanya sih enakan jadi Guru, masih banyak longgarnya, jadi CEO benar-benar susah banget cari waktu luang buat bareng kamu, kamu ngerasa kan aku makin sibuk aja tiap hari nya." Ucap nya.
"Itu memang benar, Hani saja sudah sangat bosan menunggu mu memiliki waktu bermain dengannya." Ucap ku sambil mengelus Hani yang baru pindah ke pangkuan ku. Sepertinya dia juga baru bangun tidur.
"Nanti ya, aku lagi kumpulin waktu cuti aku buat nanti kalau kamu udah hamil terus mau lahiran, aku bakal pakai waktu cuti aku di sana," Ucap nya.
Aku memeluk nya. "Kamu sudah memikirkan semuanya ya?" Tanya ku.
"Tentu saja." Tangan nya memeluk tubuh ku dan mengelus kepala ku. Aku selalu menyukai nya saat dia bersikap lembut dan manis kepada ku.
"Baek, kamu beneran ga ngantuk? Tidur sini kalau ngantuk, gantian, nanti kamu sakit kalau ga tidur, udah berapa hari kamu bergadang Hm?" Tanya ku.
"Tenang saja Yerin," Jawab nya.
Aku melepaskan pelukannya. "Tidur Baek, kenapa kamu sangat sulit di suruh tidur? Kayak anak kecil aja." Ucap ku.
"Iya aku tidur, tapi kalau ada apa-apa langsung bangunin aku, jangan diem aja," Ucap nya. Aku mengangguk.
__ADS_1
"Janji dulu." Ucap nya mengulurkan jari kelingkingnya.
"Janji." Jawab ku sambil mengaitkan jari kelingking ku. Dia tersenyum dan mengacak-acak rambut ku.
"Ish, mau tidur aja harus banget berantakin rambut orang, iseng banget sih tangannya." Omel ku. Dia malah tertawa pelan dan mengambil selimut. Dia sudah siap-siap untuk tidur. Aku hanya menontonnya.
"Selamat beristirahat Baek." Ucap ku. Aku mengelus-elus kepalanya dengan lembut. Setelah beberapa lama aku menghentikannya. Tapi tangannya menahan tangan ku.
"Lagi," Rengek nya.
Aku terkejut. Aku kira dia sudah tidur.
"Iya ini lagi, tidur sana." Ucap ku. Dia mengangguk. Aku terus mengelus kepalanya. Dia suka saat aku mengelus kepalanya saat dia mau tidur. Aku sudah melakukan ini sejak 4 tahun yang lalu. Kalau tidak seperti ini dia akan bangun lagi sebentar lagi. Kalau di elus-elus setidaknya tidurnya lebih lama dari pada tidak.
Kadang aku yang bersikap manja kepada BaekHyun, tapi kadang BaekHyun juga menunjukkan sisi manja nya kepada ku. Kadang itu membuat ku kesal, kadang juga berhasil membuat ku gemas dengan tingkah nya.
Aku terus mengelus kepalanya sampai aku bisa mendengar dengkuran halus yang keluar dari mulut BaekHyun. Aku tahu dia lelah, dia sangat lelah, hanya saja dia tidak pernah mau mengatakannya. Dia selalu menyembunyikan kelelahan nya dan berpura-pura semuanya baik-baik saja dan dia masih tersenyum saat pulang bekerja. Kadang dia masih sempat bercanda dengan ku dan membuat ku tertawa.
Aku sudah berkali-kali menyuruhnya untuk beristirahat sebentar, tapi sering kali dia tidak mau dan malah balik menyuruh ku untuk istirahat. Padalah di sini, dialah yang lebih butuh istirahat dari pada aku.
Belakangan ini aku berusaha sesering mungkin menyuruhnya untuk tidur. Aku melihat BaekHyun mulai stress belakangan ini. Makannya tidak teratur, tidurnya juga tidak cukup. Aku sudah menyembunyikan semua obat-obatan di apartemen waktu itu.
Awalnya aku pikir BaekHyun mungkin akan berhati-hati memakan obat, tapi aku tidak menduganya dia sampai memakan obat sakit kepala 2 sekaligus, dan obat itu bukan dosis rendah. Aku tahu dia pasti sadar kalau itu tidak baik untuk kesehatannya, tapi dia melakukannya. Pasti ada sesuatu. Jadi aku menyembunyikan obat-obatan itu. Kalau dia membutuhkannya dia akan bertanya pada ku dan aku akan memberikan nya obat sesuatu dosis. Tapi sampai sekarang dia tidak bertanya pada ku sama sekali. Aku juga tidak mengungkit nya lagi.
Aku ini sudah resmi menjadi seorang dokter, tinggal mencari pekerjaan saja, jadi aku tahu kalau BaekHyun sakit atau stress. Aku jelas-jelas bisa melihat gejalanya sebelum dia benar-benar sakit. Aku tidak ingin kalau sampai aku harus merawat BaekHyun di rumah sakit. Bukannya aku egois, tapi aku tidak ingin melihat dia kesakitan. Dia sudah cukup hanya kelelahan saja, aku tidak mau dia sampai sakit.
"Jangan sampai sakit Baek, aku tidak mau sampai harus merawat mu saat kamu sakit, aku tidak bisa melihat mu menderita lebih jauh dari ini, kurangi stress mu, stress itu pemicu penyakit lainnya, jangan bekerja terlalu keras, makanlah tepat waktu, tidurnya dengan baik, bicara lah pada ku kalau ada apa-apa, aku akan merawat mu sebelum terlambat, jangan diam saja," Ucap ku pada nya yang sedang tertidur.
"Apa kamu akan mengomeli ku saat aku sedang tidur Ibu Dokter." Gumam nya.
"Kenapa kamu tidak tidur?" Tanya ku.
"Aku sudah tidur, tapi kamu terus mengomeli aku hingga aku terbangun." Balasnya pelan.
"Maaf membangunkan mu," Ucap ku pelan.
"Tidak apa-apa, sebenarnya aku hanya berbohong, aku haus makanya aku sudah bangun sejak tadi. Tapi karena kamu masih setia mengelus kepala ku, aku tidak ingin bangun dulu," Ucap nya.
Aku tertawa pelan. "Dasar, kalau haus bangun, minum, bukan bangun pura-pura tidur." Omel ku lagi.
"Kenapa kamu jadi lebih sering mengomeli ku setelah lulus jadi dokter? Aku bukan anak kecil yang suka di omelin mama nya." Gumamnya sambil mengambil minuman.
"Karena kamu selalu membuat ku kesal, tapi aku juga semakin sayang dengan mu setiap kali kamu membuat ku kesal." Ucap ku.
"Tentu saja, aku selalu memiliki cara untuk membuat mu tambah sayang dengan ku." Jawabnya dengan bangga.
"Perhatian kepada seluruh penumpang, kita akan segera mendarat dalam waktu 15 menit."
Itu adalah suara Speaker. Akhirnya kita akan segera mendarat. Pantat ku sudah sangat pegal di sini.
__ADS_1
BaekHyun bangun dan menurunkan sandaran kaki nya. Aku kembali ke posisi ku yang benar dan memakai sabuk pengamannya lagi begitu juga dengan BaekHyun.