Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 70 - Sisi Lain TaeHyung


__ADS_3

TaeHyung tadi memberiku sebuah kertas. Di sana tertulis, 'Temui aku di atap sebentar lagi. Aku ingin bicara dengan mu sebelum pulang sekolah.'


Aku tidak tahu apa yang mau dia bicarakan dengan ku. Tapi aku rasa tidak masalah. Sudah lama juga sejak aku tidak berbicara dengannya. Apa lagi aku selalu sibuk dengan urusan ku sendiri, Sowon dan juga BaekHyun. Bahkan aku dan TaeHyung hampir tidak punya waktu mengobrol walaupun hanya sebentar.


Aku sudah berada di atap sekolah sekarang. TaeHyung belum juga muncul. Aku duduk menunggu nya di sini. Udara hari ini cukup sejuk. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin juga. Aku menyukai nya.


"Yerin," Panggil TaeHyung.


"Tae, ada apa?" Tanya ku.


"Yerin, aku merindukan mu, sudah lama kita tidak memiliki waktu bareng." Ucap nya.


"Maaf, aku tahu itu, aku terlalu sibuk belakangan ini." Balasku.


"Yerin, apa kamu benar-benar sudah memiliki pacar pengganti ku?" Tanya nya.


"Memangnya ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba membahas ini?" Tanyaku.


"Aku menginginkan mu kembali Yer, aku sangat merindukan mu, aku ingin kita bersama lagi seperti dulu," Jawabnya dengan cepat.


"Maaf Tae, aku benar-benar tidak bisa bersama mu lagi, kita sudah putus cukup lama, dan aku juga sudah memiliki jalan ku sendiri. Keputusan ku tetap sama Tae, Aku tidak bisa bersama mu lagi, aku sudah cukup nyaman kita hanya sebatas teman." Balasku dengan cepat. Aku tidak ingin dia berpikir masih ada harapan denganku.


"Berikan aku alasan yang jelas untuk berhenti mengejar mu Yer."


Jika kamu bertanya alasan Tae, itu karena aku sudah menikah tanpa sepengetahuan mu, tapi aku tidak bisa mengatakannya pada mu.


"Intinya aku tidak bisa bersama dengan mu lagi, tolong jangan memaksa ku," Aku berusaha menjauh dari nya. Tapi dia malah kembali mendekati ku.


"Beri aku alasannya, baru aku akan pergi." Ucap nya.


"Aku tidak bisa Tae, tapi aku benar-benar memiliki alasan itu, dan aku sudah lama menjalani nya." Jawab ku.


"Siapa?" Tanyanya.


"Apa maksud mu?" Tanyaku.


"Siapa laki-laki beruntung itu? Dia berhasil mendapatkan hati mu huh?" Tanyanya.


Aku tidak mungkin mengatakannya, karena dia adalah wali kelas kita.

__ADS_1


"Tae, sejak kapan kamu jadi seperti ini? Kendalikan diri mu."


Aku berusaha mendorong nya menjauh ketika dia terus mendesak ku. Aku tidak suka dia bersikap seperti ini.


"Yerin, kembali lah pada ku, aku benar-benar mencintai mu Yer, Kenapa kamu dengan mudahnya mengabaikan aku seperti ini? Apa aku berbuat salah kepada mu? Kalau iya aku akan minta maaf, aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan mu kembali, aku mohon." Ucap nya. Dia memeluk ku dengan sangat erat.


"Tae, lepaskan aku, kita di sekolah, jangan gila kamu." Ucap ku. Aku berusaha memberontak agar dia mau melepaskan aku.


Bukannya melepaskan aku. Dia malah dengan kasar menarik ku ke gudang sebelah atap.


"TAE!!!!" Aku membentaknya. Apa-apaan dia.


"Shuttt... Diamlah, aku hanya ingin menjadikan mu sebagai milik ku, tidak akan terasa sakit kok, mungkin hanya awalnya, nanti lama-lama sudah tidak sakit," Ucap nya. Dia menahan tangan ku dan mendorong ku ke salah satu meja bekas yang ada di sana.


"Tae.. Hentikan ini. Jangan memaksa ku, aku tidak mau, Aku sudah punya pasangan sendiri, kenapa kamu seperti ini?"


Aku berusaha untuk tidak menangis sekarang.


"Karena aku tergila-gila oleh mu, aku sangat menginginkan mu, jika aku tidak bisa mendapatkan mu dengan cara mudah, aku akan mendapatkan mu dengan cara yang sulit, kamu akan menghamili anak ku dan kamu akan menjadi miliku Yerin, Itu sangat mudah bukan?"


Aku tidak mau mengalami semua hal menjijikkan itu. BaekHyun saja, yang notabel nya sebagai suami ku tidak pernah menyentuh ku sama sekali. Kenapa TaeHyung begitu nekat?


"Coba saja, mereka tidak akan mendengarmu," Balasnya.


Aku benar-benar menyesal menemui nya. Sayangnya apa yang dia katakan itu memang benar. Sangat jarang murid yang lewat di dekat sini saat pulang sekolah. Mungkin kalau saat istirahat masih banyak murid yang iseng dan nongkrong di atap.


Harapan ku hanya pada BaekHyun. Apa dia tahu aku di sini? Tadi aku sudah memberikan dia kode. Kalau aku akan bersama TaeHyung. Apa dia tidak khawatir sama sekali dengan ku?


BaekHyun. Aku mohon datang lah. Kamu satu-satunya harapan ku.


"Yerin, aku benar-benar mencintai mu, terima aku kembali Yer, putuskan saja laki-laki yang bersama mu sekarang, aku bisa menggantikannya, aku bisa memenuhi semua yang kamu mau, aku mohon Yer." Ucap nya di telinga ku. Aku benar-benar takut sekarang. Aku percaya TaeHyung benar-benar bisa melakukan ini kepada ku.


Aku tidak bisa menahannya. Air mata ku akhirnya jatuh dan membasahi pipi ku. TaeHyung menahan kepala ku. Aku tahu apa yang ingin dia lakukan. Aku tidak menginginkannya. Hanya BaekHyun yang boleh mencium ku. Tidak TaeHyung, tidak siapa pun.


"Mphhhh" Aku terus memberontak, tapi sayang tenaga ku kalah besar dengan dia.


BUGGGG!!!.


"Anak kurang ajar," Ucap BaekHyun setelah menonjok TaeHyung.

__ADS_1


TaeHyung langsung tersungkur di lantai. Dia menatap sinis ke arah BaekHyun.


"Bapak harus ikut campur? Ini kan sudah pulang sekolah." Ucap nya sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Kalian itu murid kelas saya, dan saya wali kelas kalian," Jawabnya.


"Lalu kenapa main fisik pak? Wah. Saya akan melaporkan ini pada kepala sekolah," Ucap nya.


"Laporkan saja, saya akan adukan kamu melakukan pelecehan kepada Yerin," Ucap BaekHyun.


"Tidak ada bukti," Tantang TaeHyung. BaekHyun berjalan ke arah ku dan membereskan baju ku.


"Kamu baik-baik saja?" Tanyanya. Aku mengangguk.


Aku memeluknya. Aku sangat takut dengan TaeHyung. BaekHyun membalas pelukan ku. Dia mengelus rambut ku untuk menenangkan ku.


"Ada apa dengan kalian berdua, kenapa kamu memeluk pak BaekHyun? Bukankah kalian tidak pernah akur? Ada apa ini?" Tanya Taehyung.


"Diamlah kamu, Yerin ini Istri saya, jadi kamu jangan ganggu dia lagi," Geram Baekhyun.


"Ga mungkin lah, Yerin kan masih SMA, mana mungkin dia udah nikah sama bapak, bapak kalau halu jangan gini juga kali." Ucap nya.


"Itu memang benar Tae, aku sudah menikah dengan pak BaekHyun, itu sebabnya aku tidak bisa menerima mu lagi, tolong mengertilah, aku sudah di jodohkan dan menikah dengan pak BaekHyun 7 bulan yang lalu." Ucap ku.


"Tidak mungkin Yer, kamu jangan membual, apa segitu membenci nya kamu pada ku?" Tanyanya.


"Taehyung, pergi lah, kamu membuat Yerin takut." Ucap BaekHyun. Dia menatap ku sebentar lalu pergi dari sana.


Aku kembali memeluk BaekHyun. "Sudah. Dia sudah pergi, maaf aku terlambat.' Ucap nya. Aku menggeleng.


"Terima kasih sudah datang, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kamu tidak segera ke sini." Ucap ku.


Dia mengangkat dagu ku. "Apa saja yang dia lakukan pada mu? Ada yang terluka?" Tanya BaekHyun.


Aku menggeleng. "Dia mencium bibir ku." Jawab ku pelan.


BaekHyun langsung mencium bibir ku dengan cepat. "Aku sudah menghapusnya, jangan nangis lagi," Ucap nya sambil menghapus air mata ku. Aku mengangguk dan kembali memeluknya lagi.


Aku benar-benar tidak salah menerima BaekHyun dalam kehidupan ku. Dialah yang bisa melindungi ku. Ini pertama kalinya aku melihat sisi brengsek dari TaeHyung yang selama ini dia sembunyikan dari ku.

__ADS_1


"Ayo kita pulang sekarang," Ajak nya. Aku mengangguk. Dia membawa ku keluar dari gudang. "Kita pulang bareng ya?" tawarnya. Aku mengangguk dengan ragu. Sowon bilang kalau sudah lewat pukul 3, biasanya tidak akan ketahuan kalau kita pulang dengan guru. Ini sudah hampir jam 4. Harusnya sih aku tidak masalah pulang dengan BaekHyun sekarang.


__ADS_2