Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 68 - Berbaikan


__ADS_3

Tokkk... Tokkk... Tokkkk....


"Yerin..."


Panggil kak Farrel dari luar pintu.


"Masuk saja kak." Balasku.


Cklekkk...


"Yerin." Panggil nya.


Itu bukan suara kak Farrel.


"Baek? Kenapa kamu di sini?" Tanya ku.


"Aku sudah membawakan apa yang papa minta, Dia tidak akan mengganggu kita lagi," Ucap nya. Dia berjalan mendekati ku yang sedang duduk di atas ranjang. Dia tiba-tiba mendorong ku hingga berbaring di atas ranjang. Dia berada di atas ku.


"Aku ingin bertanya sesuatu Yer," Ucap nya.


"Apa harus seperti ini?" Tanya ku.


"Yerin, apa kamu masih marah dengan ku karena aku melakukan itu dengan TaeYeon, atau kamu merasa jijik karena aku sudah pernah di pakai orang lain lebih dulu?" Tanya nya. Mata nya benar-benar menatap ke mata ku. Dia menahan tubuhnya agar tidak jatuh menimpa ku.


"Memang nya kenapa?" Tanya ku.


"Aku ingin memperbaikinya. Kalau kamu marah, aku akan membuat mu senang, kalau kamu sedih, aku akan membuat mu tertawa, tapi kalau kamu jijik dengan ku, aku tidak bisa melakukan apa pun tentang itu, aku hanya bisa mengikuti kemauan mu saja," Ucap nya.


"Sebenarnya aku jijik dengan mu sekarang BaekHyun, apa yang harus aku lakukan untuk kembali membersihkan mu? Kamu sudah pernah di pegang oleh nya, kamu sudah pernah mencium nya, kamu bahkan sudah pernah memasuki nya, apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan semua itu?" Tanya ku.


"Apa yang kamu lakukan ketika kamu tidak sengaja mencoret tembok dengan cat yang cukup banyak?" Tanya nya.


"Mengecatnya ulang dengan warna yang sama seperti temboknya." Jawabku.


"Kalau begitu lakukan yang sama dengan ku." Ucap nya.


"Walaupun aku mengecat ulang tembok itu, tidak ada jaminan warna nya akan sama dan kembali seperti semula lagi." lanjutku.


"Kamu benar, itu mungkin tidak akan sama lagi, tapi setidaknya kita bisa terus mencoba mencari warna yang pas untuk mengembalikannya seperti semula kan?" Tanyanya.


Aku tidak bisa menahan senyuman ku. Ide nya memang tidak buruk. "Kita akan mencari solusi nya perlahan, sekarang, aku akan mulai dengan ini."


Aku mencium bibir nya. Perlahan dia ******* bibir bawah ku. Hanya ciuman sebentar. Dia melepasnya dan tersenyum.


"Aku sudah menimpa nya dengan yang baru, sekarang ini miliku." Ucap ku sambil mengelus bibir nya dengan ibu jari ku.


Dia mengangguk. "Seluruhnya milik mu Yerin." Balasnya pelan. Dia memeluk tubuh ku dan berbaring di sebelah ku.

__ADS_1


"Ekhmmm.. Tolong di tutup pintu nya, ga enak banget di liatnya sih, tolong hargain yang single di sini." Ucap kak Farrel sambil menutup pintunya.


Apa dia melihatnya tadi? Tawa Baekhyun pecah setelah menahannya sejak tadi. Aku ikut tertawa saat BaekHyun tertawa.


"Jadi, apa kita sudah berbaikan?" Tanyanya.


"Seperti nya begitu." jawab ku. Dia memeluk ku dengan erat.


"Jangan bertengkar lagi, aku tidak suka saat kamu jauh dari ku, aku tidak suka masakan Sowon, kemarin malam benar-benar menyiksaku. Awalnya aku pikir dia sangat ikhlas memberikan nya, tapi saat aku balik ikannya, itu benar-benar hitam pekat. Aku bahkan tidak bisa menyentuhnya apa lagi memakannya, sop nya saja rasanya sangat pahit. Masih mending kalau hambar, ini pahit. Sayurnya, rasanya asem, asin, aneh lah pokoknya, belum lagi nasinya. Bahkan aku pikir kayaknya dia mencampurnya dengan beras mentah. Itu benar-benar sangat keras. Itu makanan terburuk yang pernah aku makan seumur hidup." Curhat nya.


Aku terkekeh dengan ceritanya. "Tapi masih lebih baik dari pada kelaparan." Balasku.


"Tidak Yer, lebih baik aku kelaparan dari pada harus memakan itu," jawabnya dengan cepat.


"Tidak hanya itu, Sowon juga memencet bel rumah kita kayak mau ngajak ribut." Ucap nya lagi.


Aku tertawa pelan. "Itu adalah Sowon, kalau dia masuk dengan elegan, makanan yang dia berikan kepada mu enak, itu lah saat-saat kamu harus khawatir, mungkin dia akan meracuni mu atau sudah menyiapkan rencana untuk membunuh mu Baek." Ucap ku. BaekHyun merinding mendengarnya.


"Kenapa anak SMA bisa semenyeramkan itu." Gumam nya.


Aku menggelengkan kepala melihat kelakuannya.


"Yer, mau kemana?" Tanya BaekHyun saat aku bangun.


"Mau pergi dulu." Jawab ku. Dia manyun di atas kasur ku.


Aku tidak melihat dia adalah wali kelas ku. Aku melihat dia seperti seorang bayi raksasa yang perlu aku urus.


"Aku hanya bercanda BaekHyun, apa kamu tidak mau makan? Ini sudah hampir siang loh, mama ga masak, aku yang masak hari ini," Ucap ku.


Dia bangun dari kasur ku dan duduk di sana. "Aku ingin makan masakan mu, jadi silahkan masak istri ku tersayang." Ucap nya dengan semangat.


"Giliran makan aja boleh pergi, Dasar," Gumam ku. Aku keluar dari sana dan berjalan ke arah dapur.


Aku pikir dia menunggu di kamar. Tau nya dia ikut dengan ku ke dapur. "Baek, Lepas ih, aku mau masak." Ucap ku.


Dia menggeleng. "Ga mau," Bukannya melepaskan pelukannya dia malah memeluk ku lebih erat.


"Aduh kalian tuh, kemarin berantem sampe kayak apaan, udah baikan malah ga mau lepas," Ucap mama.


"Tau nih ma, si Baek ga mau lepas." Ucap ku sambil berusaha melepaskan diri.


"Ya udah kalau gitu kalian balik kamar aja, biar mama yang masak." Ucap mama.


"Jangan ma, biar Yerin aja yang masak, Aku lagi kangen masakan Yerin." Ucap BaekHyun sambil menaruh dagu nya di bahu ku. Mama menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, masak yang enak ya Yer, sekalian buat papa nanti pulang, bentar lagi dia pulang, oh iya, besok masuk sekolah loh kalian berdua, bolos mulu kerjaannya, memang mama sekolahin kamu ga pakai duit apa Yer." Oceh mama.

__ADS_1


"Iya ma, besok masuk, udah kangen juga sama Sowon di sekolah." Jawab ku.


"Eh iya, si Sowon itu, mama dengar dia di jodohin juga ya? Sama siapa sih?" Tanya mama.


"Pak ChanYeol." Jawab ku sambil mencuci sayur dulu.


"Yang tinggi ganteng itu?" Tanya mama. Aku punya sebuah feeling.


BaekHyun manyun karena mama memuji pak ChanYeol sedangkan dirinya tidak.


"Ma, liat deh tuh mantu mama," Ucap ku. Mama melihat ke arah BaekHyun.


"Baek, kamu juga ganteng kok," Ucap mama dengan cepat.


Aku tertawa melihat BaekHyun yang tidak bisa berkata apa-apa. "Yerin, tuh urus suami kamu tuh manyun doank, mama kan jadi merasa bersalah." Ucap mama. Aku mengeringkan tangan ku dulu.


"Uuuu, Baekkie jangan manyun donk, jelek tau." Ucap ku sambil mencubit pipi nya. Dia menarik tangan ku dengan cepat.


"Jangan di cubit, ga sopan banget sih." Ucap nya sambil kembali manyun.


"Ya udah, Kamu jangan manyun, nanti malem kita pulang, Oke?" Tawar ku. Dia tersenyum dan mengangguk. "Beneran ya?" Tanyanya.


"Iya bener lah," Jawab ku. Dia tersenyum lebar.


"Masih anget nih, kita liat aja 10 tahun lagi, kalau ga ilfeel liat suami kamu Yer," Ucap mama.


"Memang mama ilfeel gitu sama papa?" Tanya ku.


"Enggak juga, bukan ilfeel, tapi ya gimana ya, setiap hari liat muka nya, melek bangun liat muka papa kamu, mau tidur sebelum merem liat muka papa kamu, untuk aja masih rada ganteng, kalau jelek bisa cape juga." Ucap mama.


"Wah ma, aku bilangin papa nih." Teriak kak Farrel dari atas.


"FARREL KAMU NGUPING YA!!." Mama segera naik menghampiri kak Farrel. Aku yakin dia akan dalam masalah besar.


"Lanjut sana masaknya, aku nungguin masakan kamu," Ucap Baekhyun.


"Jauh-jauh dulu, aku mau goreng, nanti minyaknya muncrat kena kamu" Ucap ku.


"Terus kalau aku jauh-jauh nanti minyak nya kena kamu donk." Balasnya.


"Ya terus mau gimana Baek, udah sana dulu, aku ga bakal kena," Ucap ku. Dia menggeleng.


"Kalau gitu jangan goreng, di rebus aja." Ucapnya.


"BaekHyun, mana enak cumi rebus, udah sana dulu ah, atau aku ga usah masak nih?" Ancam ku. Dia mundur perlahan.


"Nah, diem di situ," Ucap ku. Dia mengangguk dan duduk di meja makan. BaekHyun wali kelas ku di sekolah tapi bayi raksasa ku di rumah. Aku tidak tahu harus merasa kesal atas senang dengan tingkah manjanya. Itu tidak merepotkan juga sih, tapi kadang jadi menyebalkan karena aku merasa seperti mengurus seorang anak kecil yang sudah besar.

__ADS_1


__ADS_2