Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 57 - Dia Kembali


__ADS_3

[BaekHyun POV]


Aku tidak apa yang aku lakukan sekarang ini benar atau tidak. Tapi kalau aku diam saja juga tidak akan menyelesaikan masalah.


Awalnya aku pikir TaeYeon sudah melupakan semuanya, termasuk masa lalu kami dan hubungan kami itu, aku pikir dia tidak mengganggu ku dengan Yerin lagi. Sudah 5 bulan dia tidak masuk ke sekolah, aku tidak tahu apa dia izin atau memang sudah keluar dari sekolah. Aku benar-benar hidup dengan tenang selama 5 bulan itu.


Tapi dia tiba-tiba muncul lagi di kehidupan ku. Aku tahu persis apa yang dia inginkan. Tapi dia tidak mengatakannya secara langsung dan bahkan dia tidak membicarakan tentang Yerin saat bertemu kembali dengan ku. Yerin masih belum mengetahui hal ini.


Sebenarnya aku mengatakan semua itu kepada Yerin karena aku takut TaeYeon sudah memiliki rencana, itu sebabnya dia berani kembali menemui ku sekarang.


Kemarin ChanYeol memberitahu ku, 5 bulan yang lalu, Yerin bilang saat dia sedang berbicara dengan TaeYeon, dia merasa seperti ada seseorang yang merekam pembicaraan mereka. Tapi tidak ada bukti nyata di CCTV. Saat ChanYeol memeriksanya kembali, dia bilang seperti ada yang aneh dengan videonya. Itu seperti sudah di hapus atau di potong. Tapi dia juga tidak yakin tentang itu. Karena di bagian waktu nya, itu terlihat sangat normal. Seharusnya kalau di potong akan terlihat lompatan waktu dari bagian sebelum dan sesudah di ubah.


ChanYeol sekarang masih membantu ku mencari tahu nya. Hari ini, Aku juga sudah bertanya langsung ke kepala sekolah, apa TaeYeon minta cuti atau dia sudah keluar dari sekolah dan kembali lagi mengajar? Tapi jawabannya adalah, "Maaf saya tidak bisa memberitahunya, bu TaeYeon ingin agar itu tetap menjadi urusan pribadinya.". Ini jadi semakin aneh karena menghilang selama 5 bulan bukan waktu yang sebentar. Apa lagi jika sampai mengambil cuti 5 bulan. Guru yang cuti selama 5 bulan biasanya karena alasan sakit atau melahirkan. Tapi Taeyeon. Aku tidak merasa dia mengalami keduanya.


Aku tidak masalah kalau memang selama ini TaeYeon hanya mengambil hari cuti nya, tapi kalau dia yang aku khawatirkan adalah dia selama ini menyusun rencana dan ingin melukai Yerin karena dia tidak kunjung melepas ku. Aku juga tidak mau melepaskan Yerin. Aku sudah belajar menerima nya, Aku sudah sayang dengan Yerin. Dia adalah yang terbaik untuk ku. Aku yakin itu.


Sekarang karena dia sedang berada di kelas nya, aman bersama Sowon di sana. Aku juga sudah menyuruh Sowon mengawasi dan menjaga Yerin saat aku tidak bisa di dekatnya, terutama dari TaeYeon dan TaeHyung, aku tidak ingin dua manusia Tae itu mendekati Yerin.


ChanYeol dan aku sedang berada di ruang CCTV. Aku ingin melihat sendiri seberapa aneh video rekaman nya. Dan beruntungnya lagi aku sedang tidak ada jadwal.


"Baek, lihat deh, maksud aku di sini, perhatiin tanamannya, dia di sini kan, dan satu detik kemudian, dia bergeser kan?" ChanYeol menaruh tangannya di layar. Memang tanaman itu bergeser hanya dalam waktu satu detik. Ini pasti ada yang menyenggolnya. Tidak mungkin tanaman itu berpindah sendiri dalam waktu satu detik. Dan video rekamannya pasti sudah di potong. Tapi pertanyaannya. Siapa yang bisa potong video itu di sini?


"Pasti di potong." Gumam ku.


"Sudah aku bilang, padalah kalau di lihat waktu nya, itu sama sekali tidak ada yang aneh, tapi karena tanaman itu lah aku bisa bilang kalau video ini kemungkinan sudah dipotong." Balasnya. Aku mengangguk.


"TaeYeon sudah kembali?" Tanya nya. Aku mengangguk.


"Dari mana kamu tahu?" Tanyanya.


"Aku sempat bertemu dengannya di supermarket dekat rumah, dia hanya menyapa ku dan mengatakan kalau dia akan kembali mengajar di sekolah, Aku tidak ingin lama-lama bersamanya jadi aku segera pergi meninggalkannya di sana." Aku menceritakannya.

__ADS_1


"Yerin tahu?" Tanyanya lagi.


"Dia masih belum tahu, tapi aku yakin dia akan segera tahu, Yerin bukan anak lugu dan polos seperti yang kita bayangkan, dia memiliki akses lebih besar dari pada kita," Jawab ku.


"Begitu juga dengan Sowon. Sekarang Aku sudah tahu alasan kenapa mereka tidak banyak berteman," Ucap ChanYeol.


"Ya, Mereka berasal dari keluarga orang kaya, berbeda dari yang lainnya, jadi mereka memang memiliki kemampuan lebih, mau itu dari finansial ataupun pengetahuan mereka." Ucap ku.


"Ya, aku juga tidak tahu Sowon begitu pintar tentang bisnis," Ucap nya.


"Kamu belum melihat apa yang bisa Yerin lakukan. Kamu akan sangat terkejut." Ucap ku. Dia tertawa pelan. "Aku percaya, sudah terlihat dari cara dia bersikap." Balasnya.


"Kita punya pasangan yang cukup dewasa untuk umurnya, Awalnya aku pikir Yerin akan bersikap manja dan menyusahkan, ternyata, dia malah benar-benar seperti seorang wanita dewasa, dia benar-benar tahu cara mengatur waktunya, mengurus rumah dan mengurus aku sendiri, Jujur saja aku kagum dengannya." Ucap ku.


"Begitu juga dengan Sowon, dia selalu minta izin untuk pergi bareng Yerin, tapi dia tidak pernah melewatkan apa pun." Balas nya.


"Jaga dia Baek, Yerin bisa di ambil TaeHyung kapan saja jika kalian bertengkar sekecil apa pun. Berbeda dengan Sowon, dia tidak pernah memiliki mantan, sedangkan Yerin? Banyak laki-laki yang masih mengejarnya, terutama TaeHyung." Lanjutnya.


ChanYeol mengangguk. "Jadi itu gimana? Kalau bener ada yang rekam, artinya Yerin udah ga aman lagi."


"Aku tahu, Mereka menghapusnya dengan sangat bersih, termasuk semua CCTV yang mengarah ke sana. Aku cukup salut." Ucap ku sambil melihat ke monitor CCTV.


"Gini aja, dari pada kamu stress gitu, kita ikutin aja permainan si TaeYeon itu, sementara kamu deketin dia balik, tapi kamu harus bilang dulu ke Yerin. Buat rencana yang bener baru lakuin. Deketin TaeYeon lagi buat cari tahu apa yang sebenarnya dia rencanain. Ini semua pasti ulah TaeYeon. Memang nya siapa lagi yang punya dendam pribadi sama kamu?" Ucap nya. "Kecuali aku." lanjutnya.


Aku menendang kaki nya. "Jadi kamu punya dendam pribadi dari dulu gitu?" Tanya ku kesal.


"Ih, jaman SMA dulu, udah lama," Jawabnya.


"Memang aku ngapain sampe kamu punya dendam pribadi gitu?" tanya ku emosi.


"Itu, yang masalah kapten basket." Gumam nya.

__ADS_1


"Masih ingat berarti masih dendam." Ucap ku.


"Enggak, udah di maafin, lagian dendam sekarang juga buat apa? Orang kita udah ga main basket." Balasnya.


"Kalau gitu kenapa masih di ungkit? Udah lah," Aku berjalan ke luar, tapi di hadang oleh ChanYeol.


"Aku traktir," Ucap nya.


Aku mengangguk. "Setuju." Jawab ku. Dia mengangguk juga sambil tersenyum paksa. Aku tahu kenapa ChanYeol melakukan ini. Dia takut kalau dia membuat ku kesal atau marah, aku akan membongkar rahasianya pada Sowon. Rahasia yang ingin ChanYeol simpan selama nya tanpa berniat memberitahu siapa pun.


Aku berjalan ke luar dari sana bersama ChanYeol. Ini masih jam pelajaran, tapi sebentar lagi waktu istirahat. Aku berjalan kembali ke ruang guru bersama ChanYeol. Lorong sekolah benar-benar sangat sepi seperti tidak ada murid sama sekali. Begitu juga dengan taman dan tempat-tempat lain di sekolah.


Tidak ada murid yang berani bolos ataupun kabur dari kelas karena semua sudut sekolah sudah terpasang CCTV yang bisa melihat murid-murid yang bolos pelajaran. Dan kalau sampai ketahuan, konsekuensinya adalah pemanggilan orang tua atau skors. Tapi karena itu guru-guru jadi enak, ga perlu ngawasin lorong lagi sekarang.


"Pak BaekHyun. Pak ChanYeol."


Aku berbalik saat mendengar suara TaeYeon.


"Ada apa?" Tanya ku.


"Apa kalian punya waktu nanti? Kita makan siang bersama guru-guru yang lainnya juga." Ajak nya. Aku mengangguk sambil tersenyum.


"Baiklah, Terima kasih." Ucap ku. Aku jalan lebih dulu meninggalkan mereka berdua. Dulu aku memang sangat mencintai TaeYeon, tapi sekarang, aku bahkan tidak mau melihat wajah nya lagi. Itu karena dia tidak suka dengan Yerin dan Yerin adalah istri ku. Aku tidak punya alasan lain untuk terus menyukai nya.


Aku kembali ke kantor guru dan mengambil buku absensi. Tumben Joy tidak meminta nya. Mungkin dia lupa. Aku akan menyuruh Sowon memberikannya nanti. Aku membuka buku absen itu. Mungkin aku terlalu kejam saat itu. Menggantikan Yerin dengan Joy seperti itu.


Aku melihat bagian depan buku absen, itu adalah tulisan Yerin. Tulisannya benar-benar sangat rapi, berbeda dengan Joy, tulisan Joy seperti nya tulisan tidak niat. Asal selesai. Aku tidak tahu apa aku harus membiarkan Yerin menjadi sekretaris kelas lagi? Dulu sepertinya dia senang-senang saja mengerjakannya.


Entah lah. Aku tidak ingin menambah tugas-tugasnya lagi. Dia mungkin sudah lelah harus melalui semuanya. Aku menutup buku itu dan menaruhnya di pinggir meja ku. Sekarang waktunya aku kembali kepada koreksian ulangan murid-murid ku tersayang ini, yang memiliki tulisan yang amat sangat indah dengan jawaban yang sangat WOW.


[BaekHyun POV END]

__ADS_1


__ADS_2