Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 66 - Makanan yang Luar Biasa


__ADS_3

[BaekHyun POV]


Semuanya akan baik-baik saja dan kembali seperti sebelumnya. TaeYeon memang tidak di takdirkan untuk bersama ku. Sekarang, Setiap kali dia ada di dekatku, Aku selalu mendapatkan masalah. Saat dia menghilang 5 bulan yang lalu, semua nya baik-baik saja. Aku hidup dengan tenang bersama Yerin.


Sekarang dia muncul, menghancurkan semuanya. Dia sengaja memancingku untuk melakukan semua ini. Saat pertama kali dia muncul di supermarket. Aku masih ingat apa yang dia katakan. Kalau aku tidak bersama nya lagi, dia akan menyebarkan berita ini dan Yerin akan di keluarkan dari sekolah. Bukan hanya itu, Yerin mungkin juga akan di cap jelek, atau mungkin ada orang yang berpikir Yerin hamil makanya dia sudah menikah muda. Padalah itu semua tidak benar.


Itu bukan yang satu-satunya, dia menemui ku lagi di depan Sekolah saat aku sedang piket. Dia bilang dia sudah menyiapkan rencana bagus untuk menjauhkan Yerin dari ku kalau aku tidak mau menjauhkannya.


Aku sudah berusaha menjauh dari TaeYeon, tapi dia tetap saja mengikuti ku dan mengganggu ku. Sampai akhirnya jadi seperti ini. Video rekaman itu sudah tersebar ke seluruh keluarga Yerin. Jangan sampai Video itu sampai ke pada papa. Sudah bisa di pastikan aku tidak akan hidup lagi besok.


Sebelum hal itu terjadi, aku sudah harus membereskan masalah ini sendiri. Aku harus bisa membawa TaeYeon besok. Aku harus menyiapkan rencana malam ini dan menjebak nya besok. Harus besok.


Aku sudah kembali ke rumah ku. Ini sudah hampir malam. Aku melewatkan makan siang ku. Tapi itu sebanding dengan apa yang aku dapatkan. Aku melihat di dalam kulkas. Tidak ada yang bisa aku masak. Masakan ku tidak seenak buatan Yerin. Aku juga merindukan masakannya. Empat hari yang lalu aku memakan masakan Taeyeon dan aku tidak menyukainya. Entah masakan Yerin yang terlalu enak atau masakan TaeYeon yang memang tidak enak rasanya.


Aku membuka ponselku dan melihat apa aku bisa memesan makanan.


Tinggg... Tonggg.. Tinggg.. Tinggg.. Tinggg.. Tingg.. Tingg.. Tongg... Tingg.. Tonggg..


Astaga. Siapa yang iseng mengganggu ku seperti ini. Memencet bel saja harus seperti itu. Aku berjalan keluar. "Kenapa?" Tanya ku dengan kesal.


"Pak Baek, Yerin minta kita nganterin makanan buat bapak, katanya takut bapak ga ada makanan di dalam." Ucap Sowon sambil memberikan ku sebuah kantong plastik.


"Kasih makanan pencet bel nya biasa aja kali, harus ngerusakin bel orang gitu ya." Ucap ku dengan kesal.


Sowon mengambil kembali makanannya. "Ya udah kalau ga mau, bawa balik aja." Ucap nya. Aku mengambil nya kembali.


"Kalau udah kasih ga boleh di ambil balik." Ucap ku.


"Terserah bapak aja, lagian kalian berdua tuh aneh ya, udah nikah berantem nya ga selesai-selesai, sampe seminggu gini, Yerin nya sih ga masalah, saya tuh miris lihat bapak gini," Ucap nya.


"Kamu ga tau apa-apa, sudah sana balik, ChanYeol kasihan tuh di mobil sendirian." Ucap ku.


"Ya udah, bapak makan pelan-pelan ya, tenang aja masakan saya aman kok di konsumsi, sebelas dua belas juga sama masakan Yerin, selamat makan pak Baekhyun yang terhormat." Ucap nya. Dia segera berlari ke mobil ChanYeol dan mereka langsung keluar dengan cepat. Aku menggeleng melihat mereka berdua.


Aku membawa masuk makanan yang di berikan oleh Sowon. Pasti Yerin yang menyuruhnya. Tidak mungkin ga ada angin ga ada ujan Sowon tiba-tiba bawain makanan. Kita kan musuh bebuyutan.


Aku mengambil ponselku.


"Apa kamu yang meminta Sowon mengantarkan makanan untuk ku? Karena Sowon baru saja mengantarkan makanannya. Terima kasih sudah melakukan itu, kita akan bertemu lagi secepatnya. Aku akan tetap minta maaf kepada mu. Jaga kesehatan mu sendiri dan jangan sampai sakit karena diri ku yang brengsek ini."


Aku menekan tombol kirim pada layar ponsel ku.


Setidaknya aku sudah ada makanan sekarang. Tadinya aku pikir aku akan beli makan di luar kalau benar-benar tidak ada makanan di dalam rumah. Ternyata Sowon datang dan membantu ku menghemat isi dompet ku.


Drtttt.. Drtttt..


----------------------


My Wife


----------------------


My Wife


Jangan hubungi aku, aku masih membenci mu.


BaekHyun


Terima kasih sudah tidak mengabaikan aku, aku akan makan sekarang,

__ADS_1


My Wife


Aku tidak sejahat diri mu Byun BaekHyun.


BaekHyun


Aku tahu kamu orang yang baik hati dan pemaaf Byun Yerin.


My Wife


Jung!!!


BaekHyun


Tolong jangan lakukan itu, kamu masih istri ku Yerin.


My Wife


Terserah pada ku


BaekHyun


Baiklah, terserah istri ku yang cantik ini


My Wife


Jangan gombal dan berhenti membalas pesan ku.


BaekHyun


Baik nona pemarah♥️


My Wife


----------------------


Walaupun dia masih membenci ku. Aku sudah merasa senang karena dia masih mau membalas pesan ku. Setidaknya aku tahu dia tidak sedang mengabaikan aku. Aku merasa lebih tenang sekarang dari pada beberapa hari lalu. Aku sama sekali tidak bisa menghubungi nya.


Sekarang aku menuruti nya saja. Dia ingin aku berhenti mengirim pesan kepadanya. Aku akan makan sekarang. Ini sudah lewat jam makan malam ku seharusnya. Biasanya aku tidak akan makan jam segini, tapi aku belum makan. Mungkin hari ini akan menjadi pengecualian.


Aku membuka kotak makannya. Nasi, Sayur, Ikan. Ada sop juga. Hanya ini. Ya sudahlah daripada tidak makan sama sekali.


Aku mulai memakannya.


Drttt.... Drttt...


---------------


Mantan


---------------


Mantan


Apa kamu sudah makan? Aku sudah memasak untuk mu.


BaekHyun


Tidak perlu, aku sudah ada makan

__ADS_1


Mantan


Apa makanan mu enak? Siapa yang memasak? Kamu harus makan enak Baek


BaekHyun


Berhenti mengusik hidup ku TaeYeon. Enyah lah. Aku punya kehidupan ku sendiri.


Mantan


Kenapa kamu begitu jahat pada ku sekarang? Apa aku membuat kesalahan hingga kamu begitu marah pada ku? Itu bukan yang pertama Baek.


BaekHyun


Tapi itu berbeda Yeon, apa kamu tidak mengerti? Aku sudah memiliki istri. Itu berbeda dengan dulu saat kita masih pacaran. Sekarang sudah berbeda.


Mantan


Kalau gitu, apa kita bisa bertemu kembali besok? Aku ingin bertemu dengan mu, aku ingin mendengarnya langsung dari mulut mu.


BaekHyun


Baiklah, besok kita bertemu di Apartemen Void, No 129, lantai 7, jam 6 pagi. Aku akan menunggu mu di sana. Ada yang harus aku beritahu kepada mu.


Mantan


Itu adalah gedung kosong BaekHyun. Memang nya ada apa?


BaekHyun


Apa kamu tidak ingin kita hanya berdua untuk terakhir kali nya? Lagi pula kamu dalam bahaya, aku ingin memberitahu mu besok.


Mantan


Tentu saja aku mau. baiklah, Aku akan datang ke sana.


BaekHyun


Aku akan menunggu mu.


----------------


Tidak aku sangka, mengajak nya bertemu ternyata semudah itu. Gedung itu tidak ada CCTV, tidak ada orang lain juga yang tinggal di sana. Itu akan sangat sempurna.


Makanan ku keburu dingin sekarang. Ya sudahlah. Aku memakannya bukan karena enak. Tapi karena kau tidak memiliki pilihan lain. Aku tidak tahu siapa yang menilai masakan Sowon sebelas dua belas dengan masakan Yerin. Jelas-jelas ini sangat berbeda. Masakan Yerin sangat enak sedangkan masakan Sowon untuk ku, rasanya seperti dia ingin membalaskan semua dendam pribadinya kepada ku. Rasanya benar-benar aneh dan tidak enak. Aku rasa ini adalah curahan seluruh isi hatinya kepada ku.


Aku membalik ikan nya. Bahkan ikan nya gosong sebelah. Bisa-bisanya rasa sop nya itu pahit dan rasa sayurnya itu benar-benar aneh. Nasi nya juga sepertinya tidak di masak dengan benar, bahkan nasi nya ada yang keras.


Ini seperti dia ingin membunuh ku lewat makanan ini.


Aku memfoto makanan yang di bawakan oleh Sowon dan mengirimnya kepada Yerin dengan tulisan di bawahnya. "Inikah yang di bilang masakan sebelas dua belas dengan masakan mu? Ikan Gosong, nasi keras, sop pahit, dan sayur yang aneh, masakan mu tidak seperti itu, aku merindukan masakan mu, segeralah pulang, aku merindukan diri mu juga,"


"Itu adalah hukuman untuk mu, aku yang menyuruhnya, kamu harus menghabiskan semuanya, atau aku tidak akan pulang." Balasnya.


Aku melotot membacanya. "Ini bukan sayur kemarin kan?" Tanya ku.


"Aku tidak tahu, tanya saja pada Sowon. Aku menyuruhnya mencurahkan seluruh isi hatinya ke dalam masakannya. Jadi masakan itu adalah hasil dari perbuatan mu kepadanya." Balasnya.


Aku langsung memuntahkan makanan ku. Aku rasa ini sayur kemarin. Rasanya benar-benar aneh. Aku pikir hanya aku yang berpikir ini adalah dendam pribadi Sowon. Aku rasa ini benar-benar dendam pribadi Sowon untuk ku. Apa aku terlalu jahat di sekolah sampai murid ku sendiri, bahkan wakil ku di sekolah sampai memiliki dendam seperti ini kepada ku. Aku tidak habis pikir dengan Sowon. Dia sangat pintar menyembunyikannya. Wah. Aku salut kepadanya.

__ADS_1


[BaekHyun POV END]


__ADS_2