
Pagi ini aku bangun lebih dulu karena ini akan menjadi hari pertama aku akan pekerjaan. Aku sangat bersemangat sekarang. Sebenarnya aku tidak perlu melamar kerja untuk bekerja karena suatu alasan. Jadi hari ini sudah pasti aku akan mulai bekerja. Tapi sebelumnya, aku harus membangunkan orang di sebelahku dulu. Dia masih tertidur dengan sangat pulas.
"Baekhyun, ayo bangun." Ucapku pelan sambil mengguncangkan tubuhnya.
"Um... Bentar lagi, aku masih ngantuk, emang jam berapa sekarang?" Tanya nya pelan dengan suara serak.
"Jam 6, kamu ga mau bangun? Bukannya kamu harus kerja?" Tanyaku.
Dia mengangguk pelan. "Entar, jam 7 aja." Jawabnya.
"Hei, ayo bangun, kamu ga mau temenin aku dulu wawancara kerja?" Tanya ku.
Dia membuka satu matanya. "Wawancara apa? Wawancara mu kan di rumah sakit, bukan di tempat ku... Biarkan aku tidur sebentar lagi.." ucapnya. Dia membalikkan badan dan menutup wajahnya dengan bantal kepala.
Aku mengangkat bantal nya dan mencium pipinya sekali. "Ayo bangun Baekkie, aku mau buat sarapan, kita di rumah orang tua ku, kalau kamu tidak bangun sekarang, kamu tidak akan kebagian sarapan mu, kak Farrel dan papa pasti langsung melahap semuanya, lebih baik kamu bangun sekarang." Bisik ku.
Dia mengangguk. "Aku bangun sekarang." Ucapnya. Dia duduk dan mengucek matanya.
"Bagus, aku masak dulu ya, ada request sarapan?" Tanyaku.
"Aku mau cumi yang waktu itu pernah kamu masak, udah lama kamu ga masak itu." Ucapnya.
"Cumi? Yang mana?" Tanyaku. Aku berusaha mengingat nya. Aku memasak banyak macam makanan untuk Baekhyun. Mana mungkin aku tau cumi yang dia maksud.
"Di apartemen kamu, sebelum ujian, yang aku marah-marah sama kamu gara-gara soal bocoran itu, cumi yang pake cabe itu." Ucapnya.
"Oh, itu, emang kamu doyan? Itu aku lagi ga ada bahan akhirnya aku campur aja bahan yang ada di kulkas, taunya kamu doyan ya?" Tanyaku.
Dia mengangguk semangat. "Aku suka soalnya tempat lain ga ada yang bisa bikin kayak kamu, masakan kamu paling enak, aku doyan semua masakan yang kamu bikin." Jawabnya.
"Iya. Aku bikinin, kamu mandi dulu gih, iler nya kemana-mana tuh." Ledek ku. Dia mengambil ponselnya dan membuka kamera depan.
"Mana? Ga ada ah."
"Emang ga ada, tapi kamu mandi sana, nanti kecium baunya sama mertua kamu emang ga malu? Muka ganteng badan bau."
"Jadi kamu udah akuin kan aku ganteng?" Tanyanya.
Kenapa jadi membicarakan wajahnya? "Ga jadi ganteng, belom mandi." Jawab ku. Aku turun dari kasur tapi Baekhyun kembali menarik tangan ku hingga aku kembali jatuh ke kasur.
__ADS_1
"Ganteng ga aku? Jujur, kalau bohong jerawatan muka kamu."
"Ish. Iya iya ganteng, dah puas? Mandi sana. Aku mau masak." Ucapku.
Dia melepaskan tangan ku. "Silahkan masak istri ku, masak yang enak untuk suami mu ini." Ucap nya sambil tersenyum lebar.
"Dasar, mandi, ga mandi aku ga kasih makan." Ancam ku.
"Iya Nonya besar, saya akan mandi." Jawabnya. Aku tersenyum mendengarnya. Dasar BaekHyun.
Aku keluar dari kamar ku dan berjalan ke arah dapur. Semoga saja mama menyimpan cumi di sini. Dan ketemu. Ada cuminya. Masih seger juga.
"Eh Yerin, kamu mau buat sarapan?" Tanya mama.
"Iya ma, BaekHyun katanya lagi mau makan cumi balado gitu," Jawab ku.
"Boleh sekalian buatin yang banyak aja Yer, biar mama yang bersihin cumi nya, kamu siapin bahan nya aja." Ucap mama. Aku mengangguk dan memberikan cumi nya ke mama. Aku mencari bahan-bahan yang lain di kulkas.
Setelah menyiapkan semuanya, cumi nya juga sudah di bersihkan. Aku sudah siap memasak.
"Yer, mama tinggal dulu ya. Kamu bisa kan?" Tanya mama.
Aku mengangguk. "Bisa ma," jawab ku. Mama pergi dari dapur dan aku melanjutkan masakan ku.
Salah ku juga karena bertanya padanya. Seharusnya aku langsung buatkan saja sarapannya, tidak perlu bertanya. Tapi kalau gitu aku tidak akan tahu dia sedang ingin makan apa.
Ah serba salah.
Aku menata makanan yang sudah aku buat di atas meja makan. Aku heran kenap BaekHyun belum turun juga. Memangnya dia sedang apa di atas sana?
Aku naik ke atas untuk memanggil semuanya untuk sarapan.
"Baek, ayo turun ma.-"
"Y.. yer... Ih masuk ga bilang-bilang." Ucapnya.
"Ini kan kamar ku, lagian, kenapa kamu masih belum pake celana?" Tanyaku.
"Lagi nyari, ****** ***** aku kamu taro di mana?" Tanyanya.
__ADS_1
"Ish, tutupin dulu itu, kalau mama yang masuk gimana, ga punya urat malu kamu mah." Ucapku. Aku mendorongnya menjauh agar aku bisa mencarikannya.
"Nih apa? Makanya cari tuh pake mata bukan pake mulut, udah cepet pake, kita makan, keburu dingin makanannya di bawah." Ucapku.
Dia segera memakai ****** ***** dan celananya.
"Aku mau kasih makan Hani dulu." Ucapku. Aku mencari makanan Hani dan untungnya masih ada sedikit. Nanti aku harus suruh BaekHyun beli lagi. Kasihan Hani kalau ga ada makanan.
"Entar aku suruh anak buah aku yang beli makanan Hani, kemarin aku liat udah mau habis." Ucapnya.
"Tau aja, baru mau di suruh." Ucapku.
"Tau lah, kita udah 6 tahun, pikiran kamu tuh udah kebaca pikiran kamu sama aku." Ucapnya dengan sangat bangga.
"Iya deh, ayo turun, nanti di abisin kak Farrel." Ucapku. Aku mendorong nya keluar dari kamar.
"Ayo kita sarapan, aku udah laper" ajak ku. Aku terus menariknya ke ruang makan.
"Yerin? Kamu yang masak?" Tanya papa sambil mengunyah sesuatu di dalam mulutnya.
"Ya, Apa enak pa?" Tanya ku.
"Sangat enak, padalah tadinya papa kira kamu cuma iseng campur-campur bahan, tapi enak ini." Ucap papa sambil memasukkan satu lagi ke dalam mulutnya.
"Ayo makan semuanya," Ajak ku. Kak Farrel yang baru turun langsung dengan cepat mengambil nasi.
"Sarapannya gini amat ya, yang lebih normal gitu, buset dah, nasi pakai cumi tumis sayur cabe gini, minumnya apa nih?" Tanya kak Farrel.
"Minumnya air aja, udah males bikin yang enak-enak," Ucap ku sambil memberikan segelas air untuk kak Farrel.
"Yeh.. Ga seru banget, Yaudah lah, udah bagus ada makan." Ucap nya. Dia duduk di sana dan langsung mengambil banyak cumi.
"Farrel, tuh kasihan BaekHyun, jangan di ambil banyak gitu donk, kata Yerin itu pesenan BaekHyun, dia lagi mau makan itu." Ucap mama.
"Gapapa kok ma, aku bisa minta Yerin masak kapan-kapan lagi nanti." Ucap BaekHyun.
"Eh, jangan ah, Farrel harus nya ngalah sama kamu, dia kan lebih tua," Ucap mama. Aku mengambilkan nasi dan cuminya untuk BaekHyun. "Ini Baek."
"Makasih Yer," Ucap nya. Aku juga mengambil untuk ku sendiri.
__ADS_1
"Selamat makan semuanya." Ucap ku.
Akhirnya aku bisa makan juga. Udah laper sebenarnya dari kemarin malam, tapi aku ga enak kalau makan sendirian malam-malam jadi aku tahan saja sampai pagi.