Pernikahan Dengan Guruku

Pernikahan Dengan Guruku
Episode 84 - Bosan Menunggu


__ADS_3

~ Beberapa bulan kemudian ~


Aku sudah lulus dari Harvard. BaekHyun dan aku sudah berencana untuk kembali lagi ke Korea tepat setelah urusannya selesai. BaekHyun sekarang masih menangani satu proyek lagi. Katanya ini adalah Proyek terakhir yang akan selesai beberapa hari lagi.


Sekarang aku sedang berada di apartemen sendirian. BaekHyun sedang berada di kantor. Rasanya sangat membosankan. Tadinya aku mau ikut dia ke kantor, tapi dia bilang dia hanya di kantor sebentar, setelah selesai mengambil berkas dia akan langsung ke lapangan untuk proyek nya. Jadi lebih baik aku tinggal di apartemen aja dari pada ikut ke sana.


Awalnya aku maksa ikut, tapi dia bilang tempat proyek nya panas, debu, kotor, nanti aku nya kasian, belum lagi nanti kalau BaekHyun muter-muter, aku ga tau mau ngapain di sana. Jadi dia suruh aku di apartemen, nonton drama aja. Dia udah siapin Drama Mandarin yang baru-baru keluar katanya biar aku ga bosen sesekali ganti drama.


Sekarang aku lagi tiduran di kamar, dengan laptop di depan ku. Camilan ku di mana-mana .


Aku bisa gendut kalau gini terus. Huhuuu...


Aku menelepon BaekHyun.


"Baek... Cepatlah pulang... Aku bosan."


"Yerin sayang, aku baru juga setengah jam keluar, kamu ini kenapa? Perasaan belakangan ini manja nya banget banget deh. Lagian kan ada Hani, memang dia ga temenin kamu?" balasnya.


"Ga tau, cepetan balik, aku lagi mau sama kamu, lagian Hani lagi tidur, aku ga mau bangunin dia."


"Iya Yerin, selesai dari proyek aku langsung balik, kamu mau nitip apa ga?" Tanya nya.


"Ga mau, aku udah gendutan tau ga, satu ranjang kita makanan semua, udah bagus aku ga bulet." Ucap ku kesal.


"Gapapa lah, Aku tetap sayang kok kalau kamu bulet juga." Ucap nya.


"Ih, pokoknya balik sebelum jam 2 ga mau tahu." Ucap ku.


"Yerin, aku harus kerja, masa gitu sih, aku balik secepatnya setelah selesai, Oke? Bukannya aku udah kasih drama nya banyak? Kalau ga demen nyalain TV aja, aku ada pasang channel Korea kok."


"Tetap ga mau, mau nya kamu, cepet pulang." Ucap ku.


"Iya iya. Aku pulang cepet hari ini, udah ya aku matiin dulu, udah mau sampe, biar cepet selesai terus aku pulang."


"Oke, hati-hati di sana" Ucap ku.


Aku mematikan panggilan telepon itu. Hah. Aku sendirian. BaekHyun selalu sibuk. Tidak ada waktu lagi untuk ku. Semua drama ini tidak menarik lagi untuk ku. Aku mematikan laptop itu dan menaruhnya kembali di dalam tas ku.


Mata ku mengantuk. Lebih baik aku tidur saja dari pada terus mengantuk seperti ini. Aku menggeser semua camilan ku agar aku memiliki tempat untuk tidur.


Selesai membereskan ranjang ini, aku kembali berbaring di atasnya. Rasanya aku benar-benar lelah dan ngantuk, padalah aku tidak ngapa-ngapain seharian. Aku mencari posisi yang nyaman untuk aku tidur siang.


*****

__ADS_1


[BaekHyun POV]


Sebenarnya aku tidak tega juga meninggalkan Yerin sendirian di apartemen. Tapi aku benar-benar harus menyelesaikan proyek ini dengan cepat agar aku bisa kembali ke Korea bersama Yerin dengan tenang. Proyek ini benar-benar menyebalkan. Sudah 3 tahun tidak selesai juga. Aku sudah memaksa mereka harus selesai di akhir minggu ini. Untung saja mereka setuju dan mempercepat semua pekerjaannya.


Karena proyek ini juga aku di marahi habis-habisan oleh papa karena ga selesai-selesai. Aku hampir di copot dari jabatan ku sebagai CEO oleh papa karena proyek sialan ini. Sekarang aku harus terjun ke lapangan sendiri untuk melihat perkembangannya. Ini sudah yang ke 3 kali aku terjun ke lapangan langsung.


Mereka sudah benar-benar kelewatan karena harus aku, kenapa harus aku? Anak buah ku yang tidak becus atau mereka yang harus di ancam dulu.


Jika anak buah ku tidak becus, proyek lain juga seharusnya tidak akan selesai, yang jadi masalahnya hanya proyek ini doank yang tidak beres. Artinya orang-orang dari proyek ini lah yang tidak bisa kerja dengan benar.


Aku hanya ke kantor untuk mengambil surat ancaman. Kalau mereka tidak bisa menyelesaikan ini minggu ini, semua nya akan di hentikan dan di batalkan. Lebih baik begitu dari pada aku harus terus mendanai mereka yang tidak selesai-selesai.


"Ray, jalan sekarang." perintah ku. Ray adalah sopir pribadi ku dan Yerin. Hanya saja aku yakin hingga detik ini Yerin tidak tahu siapa nama nya. Aku sudah menyuruh Ray untuk tidak mengatakan nama nya pada Yerin, dan seperti nya dia melakukan apa yang aku katakan.


Dia mengantar ku ke proyek itu. Sampai di sana aku langsung menemui manager di sana.


"Manager William," Panggil ku. Dia sepertinya sedang memberikan arahan pada anak buahnya. Tapi begitu dia melihat ku, dia langsung menghentikannya dan memilih bertemu ku lebih dulu.


"Anda sudah sampai, jadi bagaimana? Proyek ini akan selesai besok." Ucap nya.


Aku mengangguk. "Bagus, Besok anak buah ku akan datang ke sini, setelah ini kita akan melihat kemajuan ke depannya, semoga saja semua sesuai harapan, jika tidak saya akan kembali menarik dana nya," Ucap ku.


"Kenapa begitu? Itu bukan yang tertera pada kontrak kita." Tanya nya.


"Baik, Besok akan selesai," Ucap nya. Aku mengangguk.


"Bagus, selesaikan segera, Saya pergi dulu," Ucap ku.


Aku keluar dari sana. Aku tidak ingin membuang-buang waktu ku untuk proyek yang tidak jelas ini. Lebih baik aku menemani Yerin di apartemen. Dia pasti bosan sendirian di sana.


"Ray, tolong kembali ke apartemen." Ucap ku. Dia mengangguk dan langsung membawa ku menuju apartemen.


Setelah sampai, aku langsung naik ke atas dan masuk ke apartemen ku. Ini terlalu hening. Di mana Yerin? Aku hanya menemukan Hani yang sedang tidur di atas sofa. Untung saja dia anjing yang pintar. Dia tidak pernah merusak barang apa pun. Itu adalah hal yang bagus.


Sekarang aku mencari nya lagi di mana-mana. Aku tidak yakin kalau dia tidak ada di kamar. Tapi tadi aku sudah cek di kamar dia juga ga ada.


Aku masuk lagi ke kamar. Kenapa bantal nya aneh? Aku mengangkat bantal nya.


Dasar anak ini. Kenapa juga dia tidur begini. Ngumpet di bawah bantal. Pantesan aja bantal nya berasa tinggi banget. Orang ada Yerin di bawahnya. Dia terlihat sangat lelap. Aku akan mandi dulu sebelum mendekatinya. Tubuhku sangat kotor.


Aku mengambil baju ganti dan handuk bersih. Ini menyebalkan, di proyek hanya beberapa menit tapi debu nya sudah kayak aku bermalam di sana.


Selesai mandi, aku keluar untuk melihat Yerin lagi. Dia seperitnya benar-benar ngantuk. Ini pertama kali nya Yerin tidur tanpa berguling ke sana kemari. Biasanya dia tidur dengan sangat rusuh dan jauh dari kata diam.

__ADS_1


Aku memindahkan nya ke posisi yang lebih nyaman. "Umm.. Baek... Kamu udah pulang?" Tanyanya. Suaranya serak dan mata nya bahkan masih belum terbuka.


"Bagaimana kamu tahu ini aku?" Tanya ku..


"Wangi mu, aku suka wangi mu. jangan jauh-jauh." Ucap nya. Dia memeluk ku dengan erat dan menenggelamkan kepala nya di dada ku. Aku tidak bisa menahan tangan ku untuk tidak memeluknya.


"Iya, aku ga kemana-mana kok," Jawab ku.


Dia mengangguk di sana. Aku terkekeh pelan. Dia benar-benar berbeda. Semakin hari aku merasa dia semakin manja. Padalah dulu dia bisa tinggal sendirian di apartemen, bekerja untuk menghidupi diri nya sendiri, tapi sekarang. baru di tinggal setengah jam aja udah di telepon suruh pulang.


Untung kamu istri ku Yerin. Jadi aku tidak masalah.


"Baek," Panggil nya.


"Kamu benar-benar tidak mau memberikan cucu untuk orang tua kita?" Tanyanya.


"Memang nya kenapa?" Tanya ku.


"Sowon udah mau lahiran, tapi kita sama sekali belum pernah melakukannya kan." Ucap nya. Aku menunduk melihatnya dan dia mendongak melihat ku.


"Memang nya kamu sudah siap? Punya anak bukan hal sepele, kita harus bisa mengurusnya, mendidiknya, butuh tenaga ekstra untuk mengurus seorang anak," Ucap ku.


"Aku siap kalau kamu sudah mau punya anak, kita sudah bersama selama hampir 7 tahun," Ucap nya.


"Gini deh Yer, Kamu kan udah cape-cape kuliah, gimana kalau kamu coba dulu kerja di rumah sakit, biar apa yang kamu pelajari bisa berguna untuk orang lain, kamu tidak mungkin kan hanya kuliah kedokteran tapi tidak bekerja sebagai dokter. Usia mu juga masih muda, kamu nikmati dulu waktu-waktu itu, kalau kamu benar-benar sudah sangat yakin, aku akan menuruti nya, kita akan memiliki anak nanti." Ucap ku.


Dia mengangguk. "Aku akan tetap kerja dulu," Ucap nya.


Sebenarnya bukan aku memaksa nya untuk bekerja, tapi kalau di pikir-pikir secara waras, orang mana yang sekolah 6 tahun terus sama sekali ga di gunain. Cuma di tampung aja gitu gelar nya di nama. Apa lagi kedokteran. Seseorang yang ngambil kedokteran udah pasti bakal kerja jadi dokter. Masa kuliah susah-susah terus ga ngapa-ngapain. Kan jadi percuma. Jadi setidaknya Yerin harus merasakan dulu gimana rasanya jadi seorang dokter.


"Baek," Panggil nya.


"Ya?" Tanya ku.


"Aku mau balik ke Korea lagi." Ucap nya.


"Kita kembali ke Korea besok malam, gimana?" Tanya ku.


Dia mengangkat kepalanya dari dada ku sekarang. "Serius Baek?" Tanyanya. Aku mengangguk. "Serius Yerin, kita akan pulang besok."


Dia melompat dari pelukanku. "Yey!! BaekHyun baik deh," Ucap nya. Dia mendaratkan satu kecupan di pipi ku.


"Iyalah aku baik, Nanti malam kita beres-beres buat besok pulang, jangan lupa kabarin mama papa kita, kak Farrel juga tuh," Ucap ku. Dia mengangguk dengan sangat bersemangat. Aku tahu dia sangat merindukan semua keluarganya di Korea jadi aku sudah berusaha secepat mungkin membereskan proyek ini dan membawa Yerin pulang ke Korea.

__ADS_1


[BaekHyun POV END]


__ADS_2